Portofolio
( 322 )Sediakan Jasa Manajemen Fasilitas
PT Hoffmen Cleanindo Tbk merupakan perusahan jasa alih daya atau
outsourcing. Kita bisa dengan mudah menemukan wujud bisnis yang dijalankan Hoffmen Cleanindo dalam kehidupan sehari-hari. Produk dan jasa Hoffmen bisa dilihat ketika berkunjung ke pusat perbelanjaan, perkantoran, hingga kawasan perumahan.
Emiten yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode saham KING ini menyediakan sumber daya jasa manajemen fasilitas untuk memenuhi kebutuhan klien.
Hoffmen Cleanindo yang telah berdiri sejak tahun 2008 memiliki fokus kegiatan usaha seperti sistem kebersihan toilet dan sanitasi. Setelah 10 tahun berdiri, perusahaan ini memperluas lini pelayanan, yaitu jasa kebersihan (cleaning service), jasa penyedia pengharum ruangan, jasa keamanan, jasa ketenagakerjaan, dan jasa manajemen parkir.
Presiden Komisaris Hoffmen Cleanindo, Eddy Japarto memandang, industri jasa kebersihan dan bisnis terkait lainnya sangat potensial. Sebab, belum banyak perusahaan yang memanfaatkan potensi industri ini dengan sungguh-sungguh.
Hoffmen memandang persaingan industri jasa kebersihan cukup berbeda karena masih terbentuknya kompetisi yang menggunakan sistem relasi. Praktik pemasaran belum memasuki mekanisme perdagangan bebas.
Oleh karena itu, perusahaan di industri kebersihan seharusnya memiliki segmen yang tidak hanya satu, melainkan berbagai diversifikasi pelayan jasa yang bervariasi sebagai nilai tambah bagi calon pelanggan.
Hoffmen menyediakan
one stop service
mulai dari depan pintu (petugas keamanan atau
security
), di dalam ruangan (
cleaning service
) hingga sampai di luar pintu (jasa parkir).
Hoffmen Cleanindo memasang target optimistis pada tahun ini. Target pendapatan perusahaan dibidik meningkat hingga Rp 230 miliar pada tahun 2023. Sementara laba bersih dipatok bisa meningkat pesat pada tahun ini.
Siap-Siap, 99 PLTU Bakal Meramaikan Bursa Karbon
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan kesiapannya mengawasi proses perdagangan bursa karbon. Dalam perdagangan perdana, akan ada 99 PLTU yang berpartisipasi.
Hasan Fawzi, Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital dan Aset Kripto OJK menyebut, penyelenggaraan perdana unit karbon di bursa karbon ditargetkan akan dieksekusi pada akhir September 2023.
OJK telah menerbitkan Peraturan OJK No14/2023 tentang Perdagangan Karbon Melalui Bursa Karbon. Beleid ini akan mendukung penyelenggaraan perdagangan karbon melalui bursa karbon.
"Ini diperlukan untuk mewujudkan tujuan perdagangan karbon di Indonesia, yaitu memberikan nilai ekonomi atas unit karbon ataupun atas setiap upaya pengurangan emisi karbon," jelas Hasan, dalam keterangan resmi, Senin (4/9).
Dalam penyelenggaraan perdana bursa karbon akan ada 99 Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berbasis batubara, yang berpotensi ikut dalam perdagangan karbon. Jumlah tersebut setara dengan 86% dari total PLTU batubara yang beroperasi di Indonesia.
Selain subsektor pembangkit listrik, perdagangan karbon di Indonesia juga akan dimeriahkan sektor lain, seperti kehutanan, perkebunan, migas dan gas (migas), industri umum, dan sebagainya.
Penyelenggara pasar bursa karbon juga yang telah memiliki izin usaha sebagai penyelenggara bursa karbon dari OJK. Untuk menjadi penyelenggara bursa karbon, perusahaan wajib memiliki modal disetor paling sedikit sebesar Rp 100 miliar.
Reksadana Berbasis Obligasi Bisa Kembali Mendaki
Kekhawatiran terkait ekonomi China yang masih sulit dan inflasi di Amerika Serikat (AS), menyebabkan risiko investasi meningkat. Terlihat dari tren
yield
obligasi pemerintah acuan yakni FR96 tenor 10 tahun yang naik ke 6,5% pada Kamis (24/8).
Dalam sepekan,
yield
naik delapan basis poin (bps) dari 6,42%. Dalam sebulan
yield
sudah naik 28 bps. Analis menilai, investor bisa memanfaatkan momentum masuk reksadana pendapatan tetap atau reksadana pasar uang.
Direktur Panin Asset Management (Panin AM), Rudiyanto mengatakan
yield
yang naik menandakan harga obligasi sedang turun, berarti harga sedang murah. Sehingga saat ini menjadi momentum untuk masuk dan membeli di reksadana, khususnya reksadana pendapatan tetap yang memiliki
underlying
obligasi. "
Yield
akan turun jika inflasi AS terkendali," katanya, Rabu (23/8).
Salah satu produk reksadana pendapatan tetap Panin yakni Panin Gebyar Indonesia II sejak Januari 2023 hingga Juli 2023 berhasil mencatat
return
7,44%, berdasarkan data Infovesta Utama. Pencapaian itu di atas rata-rata indeks reksadana tetap per Juli 2023 yang sebesar 3,3,90%.
Associate Director Fixed Income
Anugerah Sekuritas, Ramdhan Ario Maruto menambahkan, potensi imbal hasil memang tidak lepas dari risiko terhadap pilihan instrumen. Di sisi lain, pergerakan harga surat utang sekarang banyak dipengaruhi oleh faktor global.
Kilau Laba dari Emas dan Tembaga
PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) punya segudang rencana usai mencatatkan sahamnya di papan bursa. Tujuannya, emiten yang terafiliasi dengan Grup Medco ini ingin terus mendorong produksi emas dan tembaga miliknya.
Amman Mineral adalah perusahaan tambang tembaga dan emas terbesar kedua di Indonesia. Ini berkat pengoperasian Tambang Batu Hijau di Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Saat ini, Amman Mineral sedang fokus pada proyek penambangan tambang Batu Hijau fase ketujuh. Pada saat bersamaan, perusahaan ini juga menggarap pengembangan tahap kedelapan yang diperkirakan dapat memperpanjang usia Tambang Batu Hijau hingga tahun 2030.
Setelah itu, Amman Mineral akan menyiapkan proyek eksplorasi Elang untuk memulai operasional penambangan di tahun 2031 hingga 2046.
Fasilitas pengolahan ini memiliki kapasitas input mencapai 900.000 ton konsentrat tembaga per tahun.
Direncanakan smelter tersebut bakal menghasilkan 222.000 ton katoda tembaga dan 830.000 ton asam sulfat dengan konsentrasi 98,0%. Lalu pemurnian logam mulia akan menghasilkan 18 ton emas batangan, dengan kemurnian emas 99,9%, 55 ton perak batangan, dan logam mulia lainnya.
Kartika Octaviana,
Vice President Corporate Communications & Investor Relations
Amman Mineral mengatakan, pihaknya tengah mengebut pengerjaan smelter.
Batu Hijau juga memiliki cadangan tembaga terbesar kelima di dunia jika dikombinasikan dengan Cebakan Elang. Tambang Batu Hijau merupakan tambang tembaga dan emas terbuka konvensional. Bijih dari tambang diproses menjadi konsentrat tembaga, yang juga mengandung emas dan perak sebagai mineral pengikutnya.
Belum lama ini, anak usaha Amman Mineral Internasional, yakni PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) juga mendapatkan persetujuan ekspor konsentrat tembaga dari Kementerian Perdagangan. Izin ekspor yang diberikan sebesar 900.000
wet tons
konsentrat tembaga.
Prospek Berliku Saham Barang Baku
Saham emiten barang baku menukik dengan cepat. Tercermin dari IDX sektor
basic materials
yang melorot 17,57% secara
year to date
(ytd) hingga perdagangan Selasa (6/6).
Padahal, per kuartal I-2023 indeks saham barang baku melemah 2,66%. Dus, sektor ini anjlok sekitar 15% dalam kurun dua bulan. Pelemahan indeks barang baku hanya kalah dari saham sektor energi yang saat ini mengalami minus 22,99% ytd.
Equity Research Analyst
Phintraco Sekuritas, Rio Febrian menyoroti pergerakan saham di sektor barang baku ikut terseret sentimen eksternal. Terutama dari stabilitas pertumbuhan ekonomi negara-negara manufaktur dan industri dunia, seperti China, Eropa, dan Amerika Serikat.
Kepala Riset Surya Fajar Sekuritas, Raphon Prima menyoroti karakteristik sektor barang baku yang cenderung
cyclicals. Seperti pada emiten pertambangan mineral, barang kimia, dan semen yang ada siklus terendiri.
Kinerja emiten barang baku juga mengikuti siklus permintaan dari industri manufaktur. Pada periode April dan Mei, Raphon mengamati saham tambang mineral turun tajam terseret kekhawatiran merosotnya permintaan global.
Pada saat yang sama, pergerakan saham emiten kimia dan semen cenderung
sideways. Founder
WH Project, William Hartanto menyatakan, penurunan tajam pada saham barang baku juga akibat minimnya minat investor.
Analis Binaartha Sekuritas, Ivan Rosanova turut memandang peluang saham barang baku mengalami
rebound. Namun, hanya secara jangka pendek lantaran tekanan harga masih membayangi.
Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia, Abdul Azis Setyo Wibowo sepakat, momentum kenaikan harga saham barang baku masih cenderung terbatas.
Penjualan Real Estate Tinggi, Kinerja SMDM di Q3 Mendaki
Penjualan PT Suryamas Dutamakmur Tbk (SMDM) masih moncer hingga September 2022. Di sepanjang sembilan bulan tahun ini, pendapatan pra-penjualan (
marketing sales
) SMDM sudah tembus Rp 352,29 miliar.
Pencapaian ini naik 36,26% secara tahunan dari realisasi
marketing sales
SMDM pada September 2021 yang sebesar Rp 258,54 miliar. Segmen
real estate
jadi penopang kinerja SMDM pada kuartal III-2022.
Ferry Suhardjo, Direktur & Sekretaris Perusahaan Suryamas Dutamakmur mengatakan, segmen real estate berkontribusi 71,7% terhadap
marketing sales
SMDM di kuartal III-2022. Nilai
marketing sales
segmen
real estate
mencapai Rp 252,61 miliar.
Semua Salim Pada Waktunya
Jejaring dan portofolio bisnis Grup Salim semakin membesar. Tahun ini saja, kelompok usaha yang dipimpin taipan Anthoni Salim yang memiliki kekayaan US$ 8,5 miliar ini merangsek sejumlah sektor usaha, mulai dari properti, finansial, air bersih, infrastruktur hingga komoditas.
Dalam satu-dua tahun terakhir, Grup Salim setidaknya membeli dan mengakumulasi saham di tujuh hingga sembilan perusahaan dari berbagai sektor. Nilai total valuasi kepemilikan Salim di portofolio perusahaan tersebut mencapai Rp 45,22 triliun.
Bisnis batubara adalah daftar belanjaan teranyar Grup Salim. Mereka ikut ambil bagian dalam
private placement
PT Bumi Resources Tbk (BUMI) senilai Rp 24 triliun, melalui perusahaan cangkang asal Hong Kong. Kelak, transaksi tersebut akan menghadirkan Grup Salim sebagai
ultimate shareholder
BUMI, bersama Grup Bakrie.
Sebelumnya, Pengamat Pasar Modal Teguh Hidayat menilai, masuknya Grup Salim menjadi pemegang saham BUMI didorong ambisi mereka menggarap bisnis batubara, menyusul grup konglomerasi besar lainnya yang telah memiliki tambang batubara.
Grup Axiata Kuasai 96% Saham Link
Axiata Group Berhad telah merampungkan penawaran tender wajib alias
mandatory tender offer
atas saham PT Link Net Tbk (LINK).
Penawaran tender ini menyusul rampungnya akuisisi 63,45% saham LINK oleh Axiata Investments (Indonesia) dan PT XL Axiata Tbk (EXCL) dari tangan Grup Lippo dan CVC Capital Partners pada 22 Juni lalu senilai Rp 8,72 triliun.
Usai
tender offer, Axiata Investments kini menguasai 76,42% saham LINK. Ditambah dengan kepemilikan XL Axiata, Grup Axiata kini menguasai 95,64% saham LINK sementara publik mengempit 0,46%.
WSKT Raih Proyek Jalan di Timor Leste US$ 22 Juta
PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) akan membangun infrastruktur Timor Leste dengan memenangkan tender proyek Jalan Noefefan - Oenuno di Oé-Cusse. Proyek tersebut bernilai US$ 22,1 juta atau setara dengan Rp 322 miliar. Direktur of Operation I & QSHE Waskita Karya I Ketut Pasek Senjaya mengatakan, proyek jalan ini bukan bukan proyek pertama kali Waskita di Timor Leste. Sebelumnya Waskita juga telah menyelesaikan beberapa proyek infrastruktur besar seperti Bandara Suai dan Jalan Sakato – Noefefan yang rampung tahun 2020. Sedangkan proyek kali ini, pekerjaan yang dilakukan Waskita meliputi improvement/rehabilitation dan maintenance. Proyek ini diharapkan dapat menunjang konektivitas infrastruktur jalan, yang juga akan menghubungkan dengan perbatasan Indonesia.
Berharap dari Proyek Pemerintah
PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) masih berpeluang mengantongi tambahan proyek baru. Namun, tren kenaikan suku bunga dapat berpengaruh negatif bagi sektor konstruksi seperti WIKA yang banyak mengandalkan pendanaan eksternal. Analis KB Valbury Sekuritas Devi Harjoto memperkirakan, pendapatan WIKA tahun ini masih dapat tumbuh sebesar 22% secara tahunan. Pemerintah juga masih memprioritaskan pembangunan infrastruktur sebagai prioritas dengan anggaran Rp 365,5 triliun. Selain itu, dimulainya tender Ibu Kota Negara (IKN) juga dapat memberikan potensi perolehan kontrak baru yang lebih tinggi, seperti proyek infrastruktur, gedung, dan EPC.
Pilihan Editor
-
Instruksi Pusat Untuk Rencana Penambangan
21 Feb 2022 -
Separuh Investor Tak Wajib Bayar Bea Meterai
22 Feb 2022 -
Menakar Prospek Usaha Sang Sultan Andara
22 Feb 2022









