;

Reksadana Berbasis Obligasi Bisa Kembali Mendaki

Ekonomi Hairul Rizal 25 Aug 2023 Kontan
Reksadana Berbasis Obligasi Bisa Kembali Mendaki

Kekhawatiran terkait ekonomi China yang masih sulit dan inflasi di Amerika Serikat (AS), menyebabkan risiko investasi meningkat. Terlihat dari tren yield obligasi pemerintah acuan yakni FR96 tenor 10 tahun yang naik ke 6,5% pada Kamis (24/8). Dalam sepekan, yield naik delapan basis poin (bps) dari 6,42%. Dalam sebulan yield sudah naik 28 bps. Analis menilai, investor bisa memanfaatkan momentum masuk reksadana pendapatan tetap atau reksadana pasar uang. Direktur Panin Asset Management (Panin AM), Rudiyanto mengatakan yield yang naik menandakan harga obligasi sedang turun, berarti harga sedang murah. Sehingga saat ini menjadi momentum untuk masuk dan membeli di reksadana, khususnya reksadana pendapatan tetap yang memiliki underlying obligasi. " Yield akan turun jika inflasi AS terkendali," katanya, Rabu (23/8). Salah satu produk reksadana pendapatan tetap Panin yakni Panin Gebyar Indonesia II sejak Januari 2023 hingga Juli 2023 berhasil mencatat return 7,44%, berdasarkan data Infovesta Utama. Pencapaian itu di atas rata-rata indeks reksadana tetap per Juli 2023 yang sebesar 3,3,90%. Associate Director Fixed Income Anugerah Sekuritas, Ramdhan Ario Maruto menambahkan, potensi imbal hasil memang tidak lepas dari risiko terhadap pilihan instrumen. Di sisi lain, pergerakan harga surat utang sekarang banyak dipengaruhi oleh faktor global.

Tags :
#Portofolio
Download Aplikasi Labirin :