;
Tags

Portofolio

( 322 )

Didorong Sentimen Bansos dan Ramadan

HR1 26 Feb 2024 Kontan

Saham-saham emiten poultry berpeluang mendapat beberapa sentimen positif dalam jangka pendek ini. Pemerintah akan memberikan bantuan sosial (bansos) berupa daging ayam sebagai tambahan untuk keluarga penerima manfaat (KPM) yang memiliki balita stunting. Bansos beras, daging ayam, dan telur disalurkan kepada 18,8 juta KPM. Nilai anggarannya mencapai Rp 17,5 triliun hingga Juni 2024 mendatang. Pemerintah masih akan menambah program bansos tambahan untuk memitigasi risiko pangan pada 2024, di luar bansos yang rutin setiap tahun disalurkan. Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia, Abdul Azis Setyo Wibowo menilai, program bansos tersebut bisa berdampak positif terhadap emiten saham unggas atau poultry. Terutama para pemain besar di bisnis ini, seperti PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) dan PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA). 

 Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas, Muhammad Nafan Aji Gusta Utama menambahkan, bansos tersebut bakal mendorong permintaan terhadap sektor poultry secara keseluruhan, sehingga berpeluang mendorong harga sahamnya. Sentimen positif lainnya adalah datangnya bulan Ramadan dan Lebaran dalam waktu dekat. Biasanya, di momentum ini permintaan unggas bakal melejit sejalan dengan kenaikan tingkat konsumsi masyarakat. Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Andreas Saragih melihat harga rata-rata day old chick (DOC) bulanan di Jawa Barat kembali naik menjadi Rp 3.140 per ekor pada Januari 2024, naik 79% secara bulanan dan naik 66,1% secara tahunan atau year on year (yoy). Harga rata-rata bulanan broiler pun pulih menjadi Rp17.601 per kilogram (kg), naik 6,2% yoy. Andreas memproyeksikan pemulihan harga DOC dan broiler akan terus berlanjut dalam beberapa bulan ke depan, didorong oleh beberapa faktor penting, seperti bulan Ramadan, bansos pemerintah dan dampak dari program culling yang dilakukan pada tahun 2023. Menurutnya, valuasi saham poultry saat ini menawarkan penurunan yang terbatas dan memberikan titik masuk yang menarik. Andreas merekomendasikan beli saham CPIN dengan target harga Rp 6.150 per saham. Dia juga merekomendasikan beli saham JPFA dengan target harga Rp 1.380 per saham.

INKP Tertekan Harga Pulp Global

HR1 23 Feb 2024 Kontan
Kinerja emiten kertas dari Grup Sinarmas yakni, PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) diproyeksi tumbuh positif. Selain prospek pemulihan harga pulp di pasar global, rencana pabrik INKP untuk ekspansi bakal mendorong pertumbuhan kinerja ke depan. Analis Ciptadana Sekuritas Asia, M. Gibran menjelaskan, harga pulp kraft turun tajam di tahun 2023. Dari level US$ 8.660 per ton pada September 2022, menjadi US$ 4.974 per ton pada April 2023. Namun ada momentum kenaikan di awal tahun dengan diperdagangkan di harga sekitar US$ 5.620 per ton. Gibran menuturkan, pulihnya harga pulp and paper di tahun ini, diperkirakan akan didorong oleh pertumbuhan ekonomi di Asia, terutama Tiongkok. Selain itu, ada kebijakan pengadaan barang ramah lingkungan di Tokyo, dan penutupan beberapa pabrik pulp dan kertas di Amerika Utara dan Australia. INKP juga tengah berencana membangun pabrik kertas baru yang canggih di Karawang, Jawa Barat dengan total kapasitasnya mencapai hingga 3,9 juta ton per tahun. Dengan saldo kas yang masih cukup solid yakni US$ 1,5 miliar hingga kuartal III-2023, Gibran memperkirakan INKP akan membiayai rencana investasi sebesar US$ 3,6 miliar untuk pabrik yang berlokasi di Karawang itu, melalui kombinasi obligasi atau pinjaman dan kas internal. "Dengan pulihnya harga pulp dan kertas serta tambahan kapasitas produksi dari pabrik baru, kami memperkirakan INKP akan mencapai pertumbuhan pendapatan sebesar 11,6% year on year (yoy) pada 2024 menjadi US$ 3,6 miliar dan naik 27,2% yoymenjadi US$ 4 miliar pada 2025," imbuh Gibran. Meski begitu, analis Kiwoom Sekuritas Indonesia, Abdul Azis Setyo Wibowo menilai, penjualan masih berpotensi turun 5% di 2024, mengingat saat ini ekonomi China belum pulih benar dan harga pulp yang masih turun. Sementara Head of Business Development Division Henan Putihrai Asset Management (HPAM), Reza Fahmi menuturkan, secara valuasi INKP saat ini cukup atraktif. Rasio price earning (PE) berada di kisaran 6,5 kali dan PBV 0,46 kali, relatif rendah jika dibandingkan dengan rata-rata lima tahun terakhir. Dengan outlook yang cenderung positif untuk jangka panjang dengan pertumbuhan dari pabrik baru, Reza melihat INKP menarik untuk dikoleksi jangka panjang dengan target harga Rp 11.000 per saham.

Kejar Aset Kelolaan, Manajer Investasi Bidik Investor Ritel

HR1 22 Feb 2024 Kontan
Sejumlah manajer investasi (MI) terus menggenjot dana kelolaan alias Asset Under Management (AUM) di tahun ini. Memperbesar pasar ritel akan menjadi fokus MI untuk menumbuhkan AUM. Putut Endro Andanawarih, Direktur Investasi BNI Asset Management (BNI AM) menargetkan bisa berada di posisi lima besar MI berdasarkan besaran AUM di tahun ini. Pada tahun 2023, BNI AM berada di urutan keenam dengan total dana kelolaan sebanyak Rp 31,7 triliun. Strategi BNI AM salah satunya fokus menyasar pasar ritel. Investor ritel berkontribusi cukup besar dari sisi pendapatan. "Walaupun memang dari sisi dana kelolaannya, investor ritel lebih kecil ketimbang investor institusi," kata dia, Senin (20/2). Saat ini jumlah investor ritel BNI AM sekitar 400.000. Tahun lalu BNI AM menambah empat Agen Penjual Efek Reksa Dana (Aperd) baru, yakni Bahana Sekuritas, Mandiri Sekuritas, Sayakaya, dan Buka Investasi Bersama (BIB). Sementara BRI Manajemen Investasi (BRI-MI) berada pada posisi empat MI berdasarkan AUM reksadana per 31 Januari 2024 dengan pangsa pasar 6,1%. Peningkatan AUM ditopang oleh pertumbuhan AUM investor ritel 60,80% year on year (yoy) menjadi Rp 6,33 triliun dari sebesar Rp 3,94 triliun. Ira Irmalia Sjam, Plt Direktur Utama BRI-MI mengatakan, sinergi dengan Bank BRI menjadi salah satu faktor utama dalam peningkatan investor ritel BRI-MI.

Investor Mulai Ambil Posisi pada Obligasi Pemerintah

HR1 20 Feb 2024 Kontan
Pemerintah kembali akan kembali melelang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau Sukuk Negara pada Selasa (20/2). Pemerintah memasang target indikatif sebesar Rp 12 triliun. Seri SBSN yang akan dilelang adalah seri SPN-S (Surat Perbendaharaan Negara-Syariah) dan PBS (Project Based Sukuk) untuk memenuhi sebagian dari target pembiayaan dalam APBN 2024. Fixed Income Analyst Pefindo, Ahmad Nasrudin optimistis akan hasil lelang pekan ini. Menurut dia, investor masih akan membelanjakan dananya untuk mendapatkan kupon tinggi. "Saya memperkirakan bid-to-cover ratio masih akan berkisar 1,752,5 kali," ujarnya akhir pekan lalu. Optimisme itu berangkat dari tawaran kupon tinggi yang semakin langka ke depan, seiring dengan potensi penurunan suku bunga tahun ini. Selain itu, tingkat inflasi terus berada pada rentang target Bank Indonesia (BI), maka kupon riil yang didapatkan investor saat ini sangat menarik dibandingkan dengan instrumen pendapatan tetap lain, seperti deposito. Dengan asumsi bid-to-cover ratio antara 1,75-2,5 kali, Nasrudin memperkirakan, total penawaran yang masuk akan dapat mencapai Rp 21 triliun hingga Rp 30 triliun. Sementara yang dimenangkan kemungkinan sekitar Rp 11 triliun atau di bawah target. Senior Economist KB Valbury Sekuritas, Fikri C. Permana menilai, investor saat ini sudah mulai mengambil posisi setelah pemiliihan umum berlangsung. "Penawaran yang masuk bisa mendekati Rp 40 triliun," ujarnya, Minggu (18/2). Selain itu, kesempatan mendapatkan yield yang tinggi seiring dengan potensi penurunan suku bunga. Sehingga Fikri menilai, investor akan memburu tenor panjang. Adapun hingga akhir tahun, Fikri memproyeksi, yield obligasi 10 tahun Indonesia berada di 6,2%.

Rokok Sampoerna Masih Ngebul

HR1 13 Feb 2024 Kontan
Di tengah tantangan cukai rokok, kinerja emiten produsen rokok PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk (HMSP) berpeluang tetap tumbuh tahun ini. Diversifikasi ke produk rokok tembakau tanpa asap dengan merek IQOS jadi salah satu pendorong kinerja HMSP ke depan. Analis Maybank Sekuritas Willy Goutama menilai, diversifikasi HMSP ke produk IQOS dapat menghasilkan kinerja yang kuat bagi HMSP. Portofolio rokok IQOS juga memiliki nilai ekonomis. Harga per batang IQOS sebesar Rp 1.450, jauh di bawah harga rokok putih HMSP sebesar Rp 2.000 per batang. Willy memperkirakan, kontribusi penjualan IQOS akan konsisten bertumbuh secara bertahap. Pada 2023, penjualan IQOS diperkirakan berkontribusi sebesar 3,8%, lalu di 2024 menjadi 4,9%, dan di tahun 2025 mencapai 6,4% dari total penjualan. Investment Consultant Reliance Sekuritas Reza Priyambada menambahkan, kinerja HMSP hingga September 2023 masih solid. Pendapatan HMSP tumbuh 4,67% secara tahunan atau year on year (yoy) menjadi Rp 87,29 triliun dan laba bersih melesat 26,3% yoy menjadi Rp 6,21 triliun. Analis BRI Danareksa Sekuritas Natalia Sutanto punya pendapat senada. Kinerja HMSP akan didorong oleh pertumbuhan produk SKT. Konsumen kemungkinan masih akan mengincar rokok yang lebih murah. Salah satu penyebabnya adalah upah minimum tahun 2024 yang hanya naik sekitar 4%. "Karena itu, kami memperkirakan adanya peningkatan preferensi untuk SKT dan produk dengan harga terjangkau," tulisnya dalam riset 4 Desember 2023. Menurutnya, pasar SKT semakin bertumbuh. HMSP pun menangkap peluang tersebut untuk memperluas produksi SKT dengan membuka fasilitas baru di Blitar dan Tegal. Nilai investasi pabrik ini mencapai Rp 638 miliar dan dijadwalkan akan beroperasi pada semester I-2024 mendatang. Natalia mengatakan, pertumbuhan kinerja HMSP juga didukung penyesuaian rata-rata harga jual produk yang diprediksi naik 8,7% pada 2024. Kenaikan harga ini dilakukan untuk meneruskan kenaikan cukai 11,8% untuk SKM dan 4,8% untuk SKT. Dus, Natalia memperkirakan pendapatan HMSP tahun ini bisa mencapai Rp 129,40 triliun, naik dari proyeksi 2023 sebesar Rp 118,65 triliun.

Vale Indonesia Cetak Laba US$ 274,33 Juta

HR1 12 Feb 2024 Kontan
Kinerja PT Vale Indonesia Tbk (INCO) tumbuh positif sepanjang tahun 2023 lalu. Emiten produsen nikel ini mengantongi pertumbuhan laba bersih 36,89% menjadi US$ 274,33 juta pada tahun lalu. Dikutip dari laporan keuangan, Minggu (11/2), laba bersih per saham dasar INCO naik menjadi US$ 0,0276 dari sebelumnya US$ 0,0202. Kenaikan laba bersih ini sejalan dengan laju pendapatan yang mencapai US$ 1,23 miliar per akhir 2023 yang meningkat sebesar 4,48% secara tahunan atau year on year (yoy). Rinciannya, sebanyak US$ 985,81 juta adalah penjualan kepada Vale Canada Limited (VCL), dan sebanyak US$ 246,45 juta merupakan penjualan kepada Sumitomo Metal Mining. Sepanjang 2023, INCO memproduksi 70.728 metrik ton nikel dalam matte. Realisasi ini naik 18% dari produksi tahun 2022 yang hanya 60.090 ton nikel matte. Tapi, INCO memperkirakan, produksi nikel matte tahun ini hanya berada di angka 70.000 ton, stagnan dari produksi tahun lalu. Chief Financial Officer INCO, Bernardus Irmanto mengatakan, ada dua faktor yang menyebabkan produksi cenderung sama. Salah satunya, faktor pemeliharaan alat tambang. Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Rizkia Darmawan menyematkan rekomendasi trading buy terhadap saham INCO dengan target harga Rp 4.900 per saham. Target harga ini menyiratkan price to earnings (PER) ratio sebesar 11,7 kali untuk 2024.

Dibayangi Peralihan ke Rokok Murah

HR1 09 Feb 2024 Kontan
PT Gudang Garam Tbk (GGRM) menghadapi persaingan ketat di industri rokok. Daya beli masyarakat yang masih rendah, akan tetap menggiring konsumsi ke produk rokok lebih murah atau downtrading. Penerapan Cukai Hasil Tembakau (CHT) menjadi faktor yang memberatkan bisnis produsen rokok tingkat satu, seperti GGRM. Sejumlah efisiensi pun dilakukan guna mengimbagi tergerusnya volume penjualan. Analis Mirae Asset Sekuritas, Rut Yesika Simak mengatakan, kenaikan cukai rokok tidak sebanding dengan kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP), sehingga peralihan ke produk rokok yang lebih murah masih akan terjadi. Analis Trimegah Sekuritas, Ignatius Samon mengatakan, GGRM melaporkan pendapatan kuartal ketiga 2023 sebesar Rp 1,2 triliun, turun 12% secara kuartalan (qoq), namun bertumbuh 116% secara tahunan (yoy). Capaian tersebut membawa pendapatan GGRM menjadi sebesar Rp 4,5 triliun selama periode Januari - September 2023, melonjak 198% yoy dan telah mencapai sekitar 70% dari konsensus. Adanya penurunan laba kotor GGRM pada kuartal ketiga sekitar 20 basis poin mencerminkan kalau pelanggan mungkin beralih ke produk GGRM yang memberikan margin lebih rendah. Situasi ini bisa berdampak ke profitabilitas GGRM secara keseluruhan. "Hilangnya pangsa pasar saat ini tetap menjadi tantangan bagi GGRM," ujar Ignatius dalam riset 7 Desember 2023 lalu. Di sisi lain, Rut menilai langkah efisiensi yang dilakukan GGRM masih berpeluang mendorong EBITDA dan laba bersih tahun ini. Efisiensi itu berada di berbagai bidang seperti pengeluaran advertising & promotion (A&P) dan gaji. Hanya saja, peraturan pajak cukai baru dapat menghambat pertumbuhan pendapatan GGRM mulai kuartal II 2024. Di sisi lain, belanja pemilu dan pencairan bantuan sosial dapat mendukung bisnis GGRM. Menurut Ignatius, secara historis, GGRM mendapat manfaat yang lebih besar dibandingkan perusahaan sejenis saat pemilu. Tapi, Analis BRI Danareksa Sekuritas Natalia Sutanto punya catatan. Pada pemilu 2014 dan 2019, volume GGRM tumbuh positif masing-masing 5.3% yoy dan 12.6% yoy. Tapi, ini karena GGRM memiliki produk SKM full flavour kuat, yang saat itu menjadi pilihan konsumen. Nah, di pemilu kali ini lain cerita. Pasalnya, ada kondisi downtrading yang justru membuat konsumen beralih ke rokok tier-2.

Bertumpu pada Pinjaman Mikro

HR1 07 Feb 2024 Kontan

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) mencetak kinerja solid di tahun 2023. Strategi yang berfokus pada penyaluran kredit dengan imbal hasil tinggi mendorong laba bersih BBRI. Emiten bank pelat merah itu mencetak pertumbuhan laba bersih 17,5% year on year (yoy) di tahun lalu menjadi Rp 60,1 triliun. Meskipun terdapat dampak kenaikan biaya dana atau cost of fund (CoF), net interest margin (NIM) BBRI meningkat 10 basis poin yoy menjadi 7,95%. Raihan ini didorong oleh perluasan basis aset produktif dan pergeseran komposisi portofolio mikro yang didukung oleh pertumbuhan laa operasional pra-pencadangan (PPOP) sebesar 16,7%. Analis RHB Sekuritas Andrey Wijaya mengatakan, digitalisasi turut mengurangi biaya operasional. Pada 2023 lalu, inisiatif digitalisasi BBRI telah mendorong rasio biaya terhadap pendapatan (CIR) konsolidasi sebesar 298 bps menjadi 41,9% dari 44,9% pada tahun 2022. Hal ini disebabkan oleh peningkatan infrastruktur digital dan kapasitas agen perbankan. Karena itu, Andrey menilai wajar saja return on equity (ROE) Bank BRI meningkat. Dia menilai, metrik profitabilitas BBRI berada pada posisi yang baik karena ROE meningkat 232 bps yoy menjadi 19,9% pada tahun 2023. Analis Ciptadana Sekuritas Erni Marsella Siahaan juga bilang, kinerja BBRI tahun 2023 masih mengesankan.

Hal itu terlihat dari capaian laba bersih persis dengan estimasi Ciptadana Sekuritas untuk BBRI dan melampui perkiraan konsensus sebesar 102,5%. Pada tahun 2024 ini, Andrey menilai bahwa BBRI memiliki prospek yang masih menjanjikan. Meskipun ada ketidakpastian mengenai tahun pemilihan umum (pemilu), BBRI optimistis pebisnis UKM akan mendapat manfaat dari peningkatan pengeluaran pemerintah pada saat periode pesta demokrasi tersebut. Analis OCBC Sekuritas Budi Rustanto juga meyakini, NIM BBRI masih bisa berada di kisaran 8% tahun 2024, didorong oleh perbaikan bauran aset produktif dan CoF. Tapi, Budi mengantisipasi, BBRI kemungkinan akan berhati-hati terhadap biaya pendanaan di semester pertama 2024. Kepala Riset Aldiracita Sekuritas Agus Pramono menilai, tahun politik semestinya menjadi berkah untuk penyaluran kredit BBRI. Oleh karena itu, wajar jika BBRI menargetkan penyaluran dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) senilai Rp 165 triliun di tahun 2024. "Belanja pemilu yang diharapkan dan insentif pemerintah untuk UMKM, yang diluncurkan selama masa kampanye, harusnya menguntungkan BBRI, kata Agus.

Ramai Penerbit Baru Waran Terstruktur

HR1 06 Feb 2024 Kontan

Produk turunan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) terutama waran terstruktur semakin ramai. Terutama setelah kehadiran penerbit alias issuer baru. Senin (5/2) kemarin, CGS-CIMB Sekuritas mencatatkan waran terstrukturnya. Pada penawaran perdana ini, CGS-CIMB Sekuritas menawarkan enam seri dengan underlying saham dari indeks IDX30. Di antaranya, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) dan PT Goto Gojek Tokopedia Tbk (GOTO). Keenam waran terstruktur memiliki kode BBCAYUCX4A, BMRIYUCX4A, MDKAYUCX4A, UNVRYUCX4A, TLKMYUCX4A dan GOTOYUCX4A dengan jangka waktu sembilan bulan dan akan jatuh tempo pada 5 November 2024. Presiden Direktur CGS-CIMB Sekuritas Indonesia, Lim Kim Siah mengatakan, waran terstruktur bisa menjadi pilihan alternatif investasi di pasar modal Indonesia. "Terutama bagi mereka yang memiliki profil risiko investasi agresif," jelas dia, Senin (5/2). Dalam penerbitan perdana ini, CGS-CIMB Sekuritas menggandeng tiga sekuritas lain, yakni PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk (TRIM), MNC Sekuritas dan KB Valbury Sekuritas sebagai agen penjual.

Kehadiran tiga mitra tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan pasar waran terstruktur dan meningkatkan total nilai harian transaksi waran terstruktur di pasar modal. PT RHB Sekuritas Indonesia sebagai penerbit pertama waran terstruktur di Indonesia turut menyambut baik kehadiran CGS-CIMB Sekuritas di pasar turunan saham. Head Sales & Marketing Equity Derivative RHB Sekuritas, Steinly Atmanagara mengatakan, kehadiran penerbit waran terstruktur yang baru di BEI membuktikan bahwa pasar produk turunan saham akan terus berkembang. Direktur Pengembangan BEI, Jeffrey Hendrik mengatakan, dengan penambahan jumlah penerbit, nilai transaksi di pasar waran terstruktur bisa naik. Saat ini waran terstruktur masih terbatas menggunakan underlying saham di indeks IDX30. Seluruh saham di indeks itu seluruhnya telah diterbitkan oleh RHB Sekuritas Indonesia dan PT Maybank Sekuritas Indonesia. Perluasan indeks ini bakal menambah pilihan bagi investor. RHB Sekuritas menargetkan bisa menerbitkan 120 seri waran terstruktur pada tahun ini. Jika underlying indeks diperluas, target jumlah penerbitan RHB Sekuritas juga akan bertambah.

Asa dari Kenaikan Produksi Ponsel

HR1 06 Feb 2024 Kontan

Prospek kinerja PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) didukung oleh sejumlah katalis positif pada tahun ini. Salah satunya produksi ponsel global diprediksi akan meningkat. Ini didukung oleh optimisme pemulihan pasokan cip. Analis MNC Sekuritas, Raka Junico dalam riset 2 Februari 2024 mengatakan, kekurangan cip telah mereda dan ekspektasinya mulai pulih pada tahun ini. Jadi, menandakan prospek positif bagi industri ponsel untuk meningkatkan pertumbuhan volume penjualan. Khususnya di segmen menengah ke bawah. Penjualan cip global mencatat pertumbuhan 5,7% secara tahunan atau year on year (yoy) di November 2023 atau mencapai US$ 48 miliar. Realisasi ini setelah penjualan cip global mencatat hasil negatif 14 bulan berturut-turut. Dengan optimisme pemulihan cip tersebut, produksi unit ponsel global diproyeksikan meningkat 3,8% yoy pada tahun ini versus minus 3,5% yoy pada proyeksi tahun 2023. "Kami menilai rebound ini juga didukung oleh volume ponsel dengan harga terjangkau di kisaran Rp 3 juta," kata Raka.

Menurut pemantauan MNC Sekuritas, antusias pengguna ponsel kembali meningkat di bulan Februari 2024 karena sejumlah brand ternama akan meluncurkan produk baru mereka. Di antaranya seri Redmi Note 13, POCO X6 5G, dan seri Realme 12. Di tingkat unggulan, seri Samsung S24 menarik permintaan konsumen dengan fitur "Galaxy AI". "Di antara merek-merek yang harganya terjangkau untuk kalangan menengah bawah, seperti Tecno Spark 10C, Infinix HOT 30 Play, dan Tecno Camon 20 Pro," ujar Raka. James Stanley Widjaja, analis Buana Capital dalam riset 24 November 2023 mengatakan, kinerja ERAA pada kuartal III-2023 cukup mengecewakan. Laba bersih di periode kuartal III-2023 saja sebesar Rp 36,2 miliar, turun 83,2% secara kuartalan. Secara kumulatif, laba bersih sembilan bulan 2023 sebesar Rp 494,8 miliar turun 27,2% yoy. Ini hanya memenuhi 42,5% perkiraan Buana Capital. Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia, Abdul Azis Setyo Wibowo dalam menilai, prospek ERAA masih cukup menarik. "ERAA tidak hanya berfokus pada penjualan ponsel saja, tapi juga melakukan diversifikasi bisnis. Ini membuat kenaikan beban seperti beban gaji karyawan serta beban keuangan masih menjadi penekan pada laba ERAA," ujar Azis, Senin (5/2). Untuk itu, Azis merekomendasikan hold ERAA dengan target harga Rp 454 per saham. Sementara Raka merekomendasikan buy ERAA dengan target harga Rp 505 per saham.