;

Asa dari Kenaikan Produksi Ponsel

Ekonomi Hairul Rizal 06 Feb 2024 Kontan
Asa dari Kenaikan Produksi Ponsel

Prospek kinerja PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) didukung oleh sejumlah katalis positif pada tahun ini. Salah satunya produksi ponsel global diprediksi akan meningkat. Ini didukung oleh optimisme pemulihan pasokan cip. Analis MNC Sekuritas, Raka Junico dalam riset 2 Februari 2024 mengatakan, kekurangan cip telah mereda dan ekspektasinya mulai pulih pada tahun ini. Jadi, menandakan prospek positif bagi industri ponsel untuk meningkatkan pertumbuhan volume penjualan. Khususnya di segmen menengah ke bawah. Penjualan cip global mencatat pertumbuhan 5,7% secara tahunan atau year on year (yoy) di November 2023 atau mencapai US$ 48 miliar. Realisasi ini setelah penjualan cip global mencatat hasil negatif 14 bulan berturut-turut. Dengan optimisme pemulihan cip tersebut, produksi unit ponsel global diproyeksikan meningkat 3,8% yoy pada tahun ini versus minus 3,5% yoy pada proyeksi tahun 2023. "Kami menilai rebound ini juga didukung oleh volume ponsel dengan harga terjangkau di kisaran Rp 3 juta," kata Raka.

Menurut pemantauan MNC Sekuritas, antusias pengguna ponsel kembali meningkat di bulan Februari 2024 karena sejumlah brand ternama akan meluncurkan produk baru mereka. Di antaranya seri Redmi Note 13, POCO X6 5G, dan seri Realme 12. Di tingkat unggulan, seri Samsung S24 menarik permintaan konsumen dengan fitur "Galaxy AI". "Di antara merek-merek yang harganya terjangkau untuk kalangan menengah bawah, seperti Tecno Spark 10C, Infinix HOT 30 Play, dan Tecno Camon 20 Pro," ujar Raka. James Stanley Widjaja, analis Buana Capital dalam riset 24 November 2023 mengatakan, kinerja ERAA pada kuartal III-2023 cukup mengecewakan. Laba bersih di periode kuartal III-2023 saja sebesar Rp 36,2 miliar, turun 83,2% secara kuartalan. Secara kumulatif, laba bersih sembilan bulan 2023 sebesar Rp 494,8 miliar turun 27,2% yoy. Ini hanya memenuhi 42,5% perkiraan Buana Capital. Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia, Abdul Azis Setyo Wibowo dalam menilai, prospek ERAA masih cukup menarik. "ERAA tidak hanya berfokus pada penjualan ponsel saja, tapi juga melakukan diversifikasi bisnis. Ini membuat kenaikan beban seperti beban gaji karyawan serta beban keuangan masih menjadi penekan pada laba ERAA," ujar Azis, Senin (5/2). Untuk itu, Azis merekomendasikan hold ERAA dengan target harga Rp 454 per saham. Sementara Raka merekomendasikan buy ERAA dengan target harga Rp 505 per saham.

Download Aplikasi Labirin :