;
Tags

Portofolio

( 322 )

Ambisi Bangun Rantai Pasok Aspal

HR1 08 Jun 2024 Kontan

Usai mengantongi dana segar dari initial public offering (IPO), PT Xolare RCR Energy Tbk memiliki amunisi baru untuk menuntaskan sejumlah target ekspansinya. Emiten yang menggunakan kode saham SOLA ini berambisi membangun rantai pasok bisnis aspal. Berdiri tahun 2015, SOLA bergerak di bisnis modifikasi aspal. Setelah selesai proses restrukturisasi melalui konsolidasi anak-anak perusahaan, SOLA memiliki enam anak perusahaan. Anak usaha itu di antaranya PT Aspal Polimer Emulsindo dan PT Aplikasi Bitumen yang berada di Demak, Jawa Tengah, PT Modifikasi Bitumen Sumatera di Muara Enim, Sumatera Selatan, serta PT Bumiraya Energi Hijau di Jakarta. Melalui anak-anak usaha inilah, SOLA hendak membangun jaringan rantai pasok bisnis aspal. Saat ini SOLA sudah mengintegrasikan binisnya. Selain usaha modifikasi aspal, SOLA juga menjadi aplikator atau kontraktor pengerjaan jalan area tambang (hauling road). Selain itu, SOLA juga mengembangkan bisnis Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Sektor ini diakomodir oleh PT Bumiraya Energi Hijau sebagai kontraktor PLTS berbasis industri. Presiden Direktur SOLA, Mochamad Bhadaiwi melihat, prospek bisnis di aspal dan pembangkit listrik dapat berkelanjutan. Menurutnya bisnis aspal adalah bisnis yang consumable.

Di sisi lain, SOLA harus menanggung biaya pengiriman aspal dari pabrik Demak ke proyek perusahaan pada industri tambang di Kalimantan. Ongkosnya bisa lebih besar ketimbang biaya impor dari Timur Tengah. Karena itu, SOLA bertekad untuk membangun anak usaha bernama PT Xolabite Bitumen Borneo. Secara keseluruhan, bisnis aspal menjadi segmen utama SOLA. Kontribusinya mencapai 65%. Di saat yang sama bisnis elektrikal menunjukkan keberlanjutan, dengan dimulainya beberapa proyek yang menawarkan konsep zero capex pada industri. Lalu, sebanyak Rp 16 miliar akan digunakan untuk membangun pabrik aspal membran dan aspal coating. Kemudian, Rp 1,5 miliar akan digunakan untuk renovasi pabrik di Demak dan sebesar Rp 2,5 miliar untuk renovasi pabrik di Muara Enim. Dalam jangka pendek, SOLA hendak membangun depo di Palembang, Tuban, dan Kalimantan. Lalu dalam jangka menengah, depo ini akan tersebar di Sumatra Utara, Lampung, Jabotabek, Cilacap, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi. Lalu, target jangka panjang menyasar Papua. Perusahaan mengklaim, dengan berdirinya setiap depo, SOLA akan mampu menghasilkan Rp 45 miliar. Sehingga pada tahun 2024, perusahaan bisa mengantongi pendapatan Rp 115 miliar. Sedangkan laba bersih diharapkan mencapai Rp 20 miliar.

Tuai Kontroversi, OJK & BEI Kaji Ulang FCA

HR1 07 Jun 2024 Kontan
Beleid papan pemantauan khusus dengan skema full periodic call auction (FCA) terus menuai protes kalangan investor. Sejauh ini, otoritas bursa tetap bergeming dan hanya berjanji akan mengkaji aturan nan kontroversial tersebut. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) misalnya, menyatakan terus memantau dinamika penerapan mekanisme FCA di papan pemantauan khusus. Kepala Departemen Pengaturan dan Pengembangan Pasar Modal OJK, Antonius Hari Prasetyo Moerdianto mengatakan, OJK dan self regulatory organization (SRO) terus berkoordinasi mengenai kebijakan pasar modal, termasuk soal mekanisme FCA. OJK tak menampik papan pemantauan khusus dengan mekanisme FCA memicu gejolak di pasar saham. OJK akan meninjau kembali implementasi papan pemantauan khusus ini. "Kami lihat dulu apakah seluruh investor merasa tidak dilindungi atau hanya sebagian. Kami masih akan melihat hasil implementasinya, sesuai dengan tujuan atau tidak," kata Anton. Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik menandaskan, semua peraturan dan kebijakan pasti dikaji ulang untuk mengukur efektivitas, termasuk papan pemantauan khusus. "Review sedang berjalan dan sedang menunggu hasilnya," kata Jeffrey. Pengamat Pasar Modal dari Universitas Indonesia Budi Frensidy mengatakan, volatilitas saham kian naik dan transaksi harian turunjika FCA masih diterapkan. Ia berharap, BEI mencabut aturan FCA di papan pemantauan khusus.

Diversifikasi Bisa Pulihkan Kinerja

HR1 06 Jun 2024 Kontan

Kinerja PT United Tractors Tbk (UNTR) berpeluang lebih stabil di tengah normalisasi harga batubara. Upaya diversifikasi yang dilakukan emiten Grup Astra ini juga dapat menjadi suntikan tenaga baru. Sepanjang kuartal I-2024 lalu, pendapatan UNTR turun 7% year on year (yoy) menjadi Rp 32,4 triliun. Laba bersih UNTR juga melorot 5% yoy menjadi Rp 4,5 triliun. Analis NH Korindo Sekuritas, Axell Ebenhaezer mencermati, penurunan kinerja UNTR akibat penurunan tajam harga batubara. Di samping itu, emiten grup Astra ini terdampak kerugian selisih kurs akibat melemahnya rupiah dan biaya pendapaan yang lebih tinggi. Harga batubara mulai turun setelah mencapai rekor tertinggi sepanjang masa pada September 2022 silam. Di sepanjang tahun 2023, harga batubara telah ambruk sekitar 64,85% menjadi US$ 136,95 per ton. Menurut Head of Investment Nawasena Abhipraya Investama, Kiswoyo Adi Joe, kinerja UNTR masih sangat dipengaruhi oleh pergerakan harga batubara. Jadi, selama harga batubara turun, maka pendapatan dan laba bersih UNTR juga berpeluang turun.

Begitu pula sebaliknya. Tapi, wajar jika harga batubara bergerak turun karena tahun-tahun sebelumnya harga komoditas ini naik signifikan karena booming komoditas. Justru, penurunan harga batubara saat ini dianggap sudah mulai terbatas. Analis Indo Premier Sekuritas, Reggie Parengkuan menilai, kinerja UNTR belum begitu pulih di April 2024. Penjualan alat berat Komatsu misalnya hanya mencapai 274 unit atau turun 9% secara bulanan dan 16% secara tahunan akibat penurunan permintaan dari industri tambang. Selain itu, UNTR mungkin bakal disokong dari sumber pendapatan baru lainnya. Hal itu karena PT Stargate Pasific Resources (SPR), bisnis pertambangan nikel yang diakuisisi oleh UNTR pada akhir 2023, melaporkan pertumbuhan volume penjualan nikel yang kuat secara bulanan di Konawe Utara. "UNTR melakukan beberapa manuver untuk lebih mendiversifikasi aliran pendapatannya, dan hal ini menunjukkan hasil awal yang baik," ucap Axell.

Realisasi Pencairan Gaji Ke-13 Sentuh Rp 21,1 T

HR1 05 Jun 2024 Kontan
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati telah membayarkan gaji ke-13 untuk ASN, TNI/Polri, dan pensiunan. Realisasi pencairan gaji ke-13 hingga Senin (3/6) pukul 16.00 total mencapai Rp 21,12 triliun. Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Deni Surjantoro mengatakan, jumlah pembayaran gaji ke-13 untuk ASN pusat serta anggota TNI dan Polri sudah Kemenkeu cairkan sebesar Rp 10,89 triliun kepada 1,67 juta pegawai. Perinciannya, pembayaran gaji-13 ANS mencapai Rp 5,04 triliun untuk 709.573 pegawai, pembayaran kepada pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) Rp 298 miliar untuk 74.707 pegawai, anggota Polri sebanyak Rp 3,18 triliun untuk 441.521 personel, dan prajurit TNI sebesar Rp 2,36 triliun untuk 429.493 personel. Di sisi lain, Kemenkeu juga sudah mencairkan gaji ke-13 sebesar Rp 10,23 triliun untuk 3,12 juta pensiunan. Pencairan tersebut Kemenkeu salurkan melalui PT Taspen mencapai Rp 8,9 triliun untuk 2.647.698 pensiunan dan PT Asabri Rp 1,33 triliun untuk 468.666 pensiunan.

Rupiah Masih Rentan Terkoreksi

HR1 03 Jun 2024 Kontan
Rupiah menguat terbatas pada perdagangan akhir pekan, Jumat (31/5). Meski begitu mata uang Garuda masih belum lepas dari tekanan seiring penantian data tenaga kerja Amerika Serikat (AS) dan inflasi Indonesia. Dikutip dari Bloomberg, Jumat (31/5), rupiah di pasar spot menguat tipis sekitar 0,08% ke level Rp 16.252 per dolar AS. Rupiah Jisdor Bank Indonesia (BI) juga menguat terbatas sekitar 0,01% ke Rp 16.251 per dolar AS, dibandingkan hari sebelumnya Rp 16.253 per dolar AS. Kepala Ekonom Bank Permata, Josua Pardede memperkirakan, rupiah berpotensi menguat sejalan potensi data tenaga kerja AS yang semakin longgar. Josua memproyeksi, rupiah bergerak di Rp 16.175–Rp 16.300 per dolar AS pada Senin (3/6). Presiden Komisioner HFX International Berjangka, Sutopo Widodo Sutopo memprediksi, rupiah masih rentan terkoreksi di Rp 16.200–Rp 16.300.

Realisasi Capex SGRO Capai Rp 123 Miliar

HR1 24 May 2024 Kontan
PT Sampoerna Agro Tbk (SGRO) menyerap realisasi belanja modal alias capital expenditure (capex) sebesar Rp 123 miliar pada kuartal I-2024. Head of Investor Relation Sampoerna Agro, Stefanus Darmagiri mengatakan, sebesar 50% realisasi capex pada kuartal I-2024 itu untuk fixed asset. Sisanya, untuk kegiatan plantation. "Tahun ini, kami menganggarkan capex sebesar Rp 400 miliar-Rp 700 miliar. Sehingga, per kuartal I-2024 ini kami sudah menggunakan sekitar 18%-30% terhadap rencana anggaran belanja modal tahun 2024," ujarnya kepada KONTAN, Rabu (22/5). Strategi SGRO menjaga produksi pada tahun ini adalah menjalankan berbagai program seperti pada tahun-tahun sebelumnya. Seperti intensifikasi melalui kegiatan mekanisasi, water management system, peningkatan infrastruktur dan digitalisasi untuk meningkatkan monitoring, efektifitas produksi dan efisiensi kerja di kebun.

Mencari Sumber Dana dari Investor

HR1 22 May 2024 Kontan

Sejumlah emiten bakal melakukan Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD ) atau private placement. Langkah ini untuk memperkuat struktur permodalan dari emiten yang bersangkutan. Misalnya PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI). Pengembang Pantai Indah Kapuk ini berencana melakukan private placement maksimal 1,56 miliar saham dengan nilai nominal Rp100 per saham. Ini setara maksimum 10% dari jumlah seluruh modal disetor dan ditempatkan perseroan. Manajemen PANI menjelaskan, langkah ini untuk memperkuat struktur permodalan dan meningkatkan kinerja  keuangan. Selain itu diharapkan aksi tersebut bisa memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan perseroan. Beberapa emiten lain juga berencana melakukan aksi serupa.

Misalnya saja PT MNC Asia Holding Tbk (BHIT) akan private placement sebanyak 8,60 miliar saham dengan nilai nominal Rp100 per saham. Ini setara dengan sebanyak-banyaknya 10% dari seluruh saham yang telah disetor penuh dalam Perseroan. Berikutnya PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) bakal private placement 2.447.298.366 saham atau maksimal 10% dari modal ditempatkan dan disetor. Sekretaris Perusahaan, Merdeka Copper Gold Adi Adriansyah Sjoekri mengungkapkan, MDKA berencana menggunakan 70% dana private placement untuk belanja modal. Sisanya untuk modal kerja. Persentase tersebut dapat berubah sesuai kebutuhan MDKA atau Grup Merdeka. Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus menilai, private placement untuk mendapat dana segar dari investor baru. Dari para emiten  yang bakal menggelar aksi terebut, peluang untuk menyerap saham baru cukup setara. 

Laba Bugar dari Ekspansi RS Baru

HR1 17 May 2024 Kontan

PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA) mencatat kinerja positif di kuartal pertama 2024. Kinerja emiten rumah sakit ini diperkirakan kian bugar sejalan dengan upaya pembukaan rumah sakit baru dan lebih banyak kamar rawat. Analis BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS), Ismail Fakhri Suweleh, mencermati pendapatan MIKA pada tiga bulan pertama tahun ini sejalan dengan panduan. Pendorongnya, margin lebih tinggi. MIKA melaporkan pendapatan kuartal I-2024 sebesar Rp 1,2 triliun, bertumbuh 21% year on year (yoy) dan laba bersih sebesar Rp 289 miliar yang bertumbuh 25% yoy. Sementara itu, margin EBITDA meningkat sebesar 210 basis poin (bps) menjadi 37% didukung oleh margin obat-obatan yang lebih baik.

MIKA menetapkan kenaikan harga rata-rata 8%-10%,dari keseluruhan peningkatan harga jual (ASP) sekitar 5%-7% yang efektif berlaku pada Januari 2024. Sementara porsi BPJS Kesehatan terhadap pendapatan menurun pada kuartal I-2024. Ismail mencatat, porsi pendapatan MIKA dari BPJS Kesehatan menjadi 15,7% pada kuartal pertama 2024. Turun dibandingkan 18,4% pada akhir 2023. Analis Indo Premier Sekuritas, Andrianto Saputra, menambahkan, MIKA mencatat pertumbuhan positif pada pendapatan rawat inap per hari pada kuartal I-2024 yang bertumbuh 6,6% yoy. Hal itu karena pertumbuhan pendapatan pasien swasta sebesar 24,7% yoy melampaui Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) atau BPJS sebesar 4,4% yoy.

Andrianto bilang, selama April lalu secara keseluruhan volume lalu lintas rumah sakit lebih sepi karena dipengaruhi oleh perayaan Lebaran. Selain itu, kasus DBD sudah melandai sejak Maret 2024. Walau demikian, lalu lintas dinilai sudah terlihat pulih pasca libur Lebaran. Ismail mengharapkan, momentum pendapatan MIKA di awal tahun ini akan dipertahankan untuk sisa tahun fiskal 2024. Ini bisa terjadi jika tren kenaikan terus berlanjut, seiring dengan strategi perusahaan untuk memberikan lebih banyak pembukaan tempat tidur untuk pasien non-BPJS, ungkap Ismail dalam riset 3 Mei 2024. Menurut Ismail, apabila tren positif ini bertahan, maka pertumbuhan pendapatan MIKA semestinya melampaui panduan 12,5%-15%. Dengan margin EBITDA sebesar 35,5% hingga 37% di tahun 2024.

Korporasi Antre IPO Total Rp 11,38 Triliun

HR1 14 May 2024 Kontan
Rencana penawaran umum saham perdana alias initial public offering (IPO) masih akan ramai. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan, ada sekitar 80 rencana IPO dalam pipeline OJK. Nilainya mencapai Rp 11,38 triliun. Kepala Eksekutif Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK Inarno Djajadi mengatakan, penghimpunan dana di pasar modal masih dalam tren yang positif. "Per 30 April 2024, nilai penawaran umum sudah mencapai Rp 77,64 triliun dengan 17 emiten baru," ujarnya dalam konferensi pers, Senin (13/5). "Ini menunjukan tren penggalangan dana masih tinggi," tandasnya.

JSMR DIdongkrak Kenaikan Tarif Ini

HR1 14 May 2024 Kontan

PT Jasa Marga Tbk (JSMR) mencatatkan lonjakan pertumbuhan laba bersih di kuartal I-2024. Perolehan emiten jalan tol pelat merah ini berkat kenaikan tarif jalan tol dan rekonsiliasi ruas tol. Prospek kinerja emiten pengelola jalan tol ini diprediksi masih baik seiring potensi peningkatan pendapatan dari kenaikan tarif tol. Laba bersih JSMR mencapai Rp 585 miliar pada kuartal I-2024 atau meningkat 17,75% secara tahunan atau year on year (yoy). Hasil ini didorong oleh rekonsolidasi tiga ruas tol yaitu: Semarang-Batang, Solo-Ngawi, dan Ngawi-Kertosono, sebagai ruas strategis Jalan Tol Tran-Jawa (JTTR). Pendapatan jalan tol secara keseluruhan juga didukung oleh penyesuaian tarif pada 21 seksi selama 2023 dan empat seksi di sepanjang kuartal I-2024, jelas Analis Yuanta Sekuritas Indonesia Chandra Pasaribu dalam riset 6 Mei 2024.

Di sisi lain, Chandra melihat, adanya peningkatan tarif cukup merugikan lalu lintas jalan tol JSMR apabila ditambah adanya penyesuaian tarif khusus. Alhasil, volume lalu lintas konsolidasi hanya tumbuh 0,4% yoy, dengan volume ruas tol lama turun 0,5% yoy dan ruas baru tumbuh 5,7% yoy. Sehingga, kenaikan tarif ditambah penyesuaian khusus berdampak pada lalu lintas jalan tol. Meskipun demikian, menurut kami dampaknya hanya bersifat sementara, imbuh Chandra. Analis Trimegah Sekuritas Kharel Devin Fielim memandang JSMR punya prospek pertumbuhan pendapatan jalan tol yang kuat. EBITDA JSMR direvisi naik menjadi Rp 12,1 triliun dan Rp 13,4 triliun untuk 2024-2025. Tahun ini JSMR menganggarkan belanja modal alias capital expenditure (capex) Rp 8 triliun–Rp 10 triliun sama dengan 2023. Head of Equity Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Sukarno Alatas menilai, lalu lintas jalan tol tahun ini diperkirakan akan lebih ramai terutama karena pemulihan ekonomi pasca-pandemi.