;
Tags

Portofolio

( 322 )

Emiten Batubara Berupaya Tetap Bercahaya

HR1 28 Aug 2024 Kontan

Prospek emiten batubara belum lepas dari tekanan. Dikutip dari Reuters, China dikabarkan memangkas jumlah izin pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) baru hampir 80% pada semester I-2024. China merupakan pembangun PLTU terbesar. Langkah ini bisa menekan permintaan batubara dalam jangka panjang. SVP Project Management Office PT Bukit Asam Tbk (PTBA), Setiadi Wicaksono menyoroti pembatasan batubara di negara maju. Namun situasi ini tak lantas membuat prospek batubara langsung redup. Setiadi meyakini outlook permintaan batubara masih menarik, setidaknya dalam jangka menengah hingga lima tahun ke depan. Kondisi ini akan merangsang perusahaan batubara menyasar pasar ekspor yang lebih beragam. PTBA sudah mencium peluang dari negara berkembang di Asia Tenggara dan Asia Selatan. 

Head of Corporate Communication PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO), Febriati Nadira optimistis, prospek batubara masih kokoh. Penopangnya aktivitas pembangunan yang masih ramai di negara Asia. Produsen batubara terbesar di Indonesia, PT Bumi Resources Tbk (BUMI), punya strategi serupa. Direktur & Sekretaris Perusahaan BUMI, Dileep Srivastava mengatakan, BUMI juga melakukan diversifikasi pasar dan mengakselerasi pendapatan dari segmen non-batubara. "Kami percaya adopsi strategi dengan lanskap pasar yang terus berkembang akan meningkatkan ketahanan," ujar Dileep. Analis RHB Sekuritas Indonesia, Muhammad Wafi mengamati transisi dunia beralih ke energi terbarukan masih perlu waktu. Analis Stocknow.id, Dinda Resty Angira mengingatkan potensi koreksi harga batubara masih terbuka, seiring ketidakpastian global.

Harapan Terus Terang pada Harga Emas

HR1 28 Aug 2024 Kontan

PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) diperkirakan melanjutkan laju pertumbuhan kinerja hingga akhir tahun ini. Harga emas dunia yang menanjak mendorong prospek perseroan ini. Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji mengatakan, harga emas di pasar dunia yang menguat mendorong kinerja perseroan ini sepanjang semester I-2024. Hal ini berkaca dari rata-rata harga jual (ASP) semester I-2024 yang naik 15% year-on-year ( yoy ) menjadi US$ 2.209 per ons troi. Sepanjang semester I-2024, emiten Grup Bakrie tersebut mencatatkan pendapatan sebesar US$ 15,8 juta atau melesat 287% yoy. Sementara laba bersih tumbuh 67% yoy menjadi Rp 9,4 juta. Permintaan akan emas juga diproyeksi meningkat, terlebih dengan status emas sebagai safe haven . Menurut Nafan, ketidakpastian kondisi geopolitik di Timur Tengah akan turut mendorong permintaan akan emas. Sebagai pengingat, opex BRMS melonjak 437,3% yoy menjadi US$ 10,5 juta di kuartal II-2024. Peningkatan opex terutama disebabkan oleh meningkatnya biaya gaji, upah, dan tunjangan lainnya karena pemanfaatan optimal dari Kilang 2 dan persiapan Kilang 3. Kemudian peningkatan pajak dan biaya perizinan, iuran tetap (PNBP), serta pajak bumi dan bangunan. 

Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia Miftahul Khaer menyebutkan, jika menilik capaian di semester I-2024, kenaikan kinerja BRMS didorong oleh kenaikan produksi emas dan kenaikan rata-rata harga jual emas. Analis Pilarmas Investindo Sekuritas, Arinda Izzaty melanjutkan, secara jangka panjang potensi komoditas emas masih cukup baik. Selain itu, kondisi ketidakstabilan perekonomian dan geopolitik yang masih berlanjut, maka pelaku pasar cenderung lebih memilih aset yang bersifat safe haven seperti emas. Di sisi lain, dengan potensi pemangkasan suku bunga maka dolar Amerika Serikat (AS) berpotensi turun. Arinda berpandangan bahwa penurunan dolar AS akan berpengaruh pada laba BRMS, mengingat emiten ini juga melakukan ekspor. Arinda memperkirakan BRMS mampu mencetak pertumbuhan laba bersih sebesar 20% pada akhir tahun nanti. Dengan demikian, ia merekomendasikan buy BRMS dengan target harga Rp 230 per saham.

Rupiah Masih dalam Tekanan

HR1 28 Aug 2024 Kontan

Nilai tukar rupiah melemah pada perdagangan Selasa (27/8). Rupiah spot turun 0,37% ke Rp 15.459 per dolar Amerika Serikat (AS) dan kurs rupiah Jisdor Bank Indonesia (BI) turun 0,83% ke Rp 15.509 per dolar AS. Pengamat Komoditas dan Mata Uang Lukman Leong mengatakan, dolar AS rebound karena kekhawatiran terhadap ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang meningkat. "Dolar AS juga didukung data barang tahan lama yang lebih tinggi dari perkiraan," ujarnya, Selasa (27/8). Kepala Ekonom Bank Permata, Josua Pardede berpandangan rupiah akan melanjutkan pelemahan hari ini. Ketegangan geopolitik mengkhawatirkan investor, terutama akibat ancaman pemberhentian produksi minyak oleh Libia. Josua memperkirakan, rupiah di kisaran Rp 15.475 hingga Rp 15.575 pada hari ini. Lukman memprediksi, rupiah di rentang Rp 15.450–Rp 15.550.

Bisnis Astra Masih Berpeluang Melaju

HR1 23 Aug 2024 Kontan

Kinerja PT Astra International Tbk (ASII) tertekan lesunya penjualan otomotif dan alat berat pada semester I-2024. Sentimen pemangkasan suku bunga diharapkan memulihkan kinerja induk grup Astra tersebut. Mengingatkan saja, ASII mencetak pendapatan sebesar Rp159,96 triliun di periode Januari -Juni 2024, turun 1,5% secara tahunan atau year on year (yoy). Analis OCBC Sekuritas, Budi Rustanto mengatakan, hasil kinerja ASII mencerminkan pelemahan pada segmen alat berat dan pertambangan. Ini disebabkan merosotnya harga batubara. Segmen otomotif juga lesu, akibat volume penjualan yang lebih rendah di pasar otomotif yang lemah. Untungnya, lima segmen lain masih mencetak pertumbuhan laba bersih. Budi menyoroti, penjualan mobil yang lesu dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti daya beli yang lemah, sikap wait and see di tahun pemilu, depresiasi rupiah, non performing financing (NPF) yang lebih tinggi, hingga tingkat suku bunga tinggi. Alhasil, OCBC Sekuritas merevisi asumsi penjualan mobil domestik dari sebelumnya 1 juta menjadi 900.00 unit untuk tahun 2024. Penjualan mobil hingga akhir tahun akan didukung oleh perbaikan musiman di semester kedua dan pameran otomotif GIIAS. 

Di segmen roda empat, manajemen ASII berkomitmen terus meluncurkan produk battery electric vehicle (BEV), dengan Toyota Astra Motor akan memperkenalkan 3 model BEV selama dua tahun ke depan. Astra juga akan meluncurkan model hybrid electric verhicle (HEV) baru. Equity Analyst Pilarmas Investindo Sekuritas, Arinda Izzaty mencermati, segmen otomotif dan properti ASII akan mulai pulih. Terutama jika tingkat suku bunga dipangkas dalam waktu dekat ini. Tingkat suku bunga rendah dihadapkan membuat pengajuan kredit kendaraan bermotor dan kredit perumahaan kembali meningkat. Analis BRI Danareksa Sekuritas, Richard Jerry mengamati, harga saham ASII telah meningkat sebesar 15% selama satu bulan terakhir. Peningkatan itu terjadi di saat penjualan mobil ASII terus menunjukkan pemulihan. Richard mempertahankan rekomendasi beli saham ASII dan menaikkan target harga saham ASII menjadi Rp 5.700 per saham dari sebelumnya Rp 5.100 per saham. Di sisi lain, risiko bagi saham ASII adalah tidak adanya model baru yang signifikan pada semester kedua 2024, penetrasi pasar yang agresif dari China untuk segmen roda empat, serta kurangnya dampak dari pameran GIIAS.

Kenaikan Konsumsi Jadi Kunci

HR1 26 Jul 2024 Kontan

Prospek kinerja PT Mayora Indah Tbk (MYOR) tampaknya bakal tetap terjaga. Ini didukung oleh penjualan domestik dan global yang cukup kuat. Analis Mirae Asset Sekuritas Abyan Yuntoharjo memproyeksi hasil kinerja produsen permen Kopiko ini pada kuartal kedua sebagian besar sejalan dengan perkiraannya. Namun ini tidak memperhitungkan dampak fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Meskipun demikian, Abyan mengekspektasi MYOR bakal memperoleh manfaat dari eksposur ekspor, yang lebih tinggi daripada perkiraan. Ini didorong depresiasi rupiah dan ekspor yang terjadi pada kuartal pertama. Data keuangan emiten konsumer di pertengahan tahun ini menunjukkan pertumbuhan sektor yang moderat, berada pada kisaran pertumbuhan satu digit. Tekanan ekonomi telah mengurangi belanja konsumen, hingga membatasi kinerja sektor secara keseluruhan.

Mirae Asset Sekuritas mengantisipasi penurunan margin pada kuartal kedua dan kemungkinan pada separuh pertama tahun ini, karena fluktuasi harga bahan baku kakao, kopi, dan gandum. Analis Phintraco Sekuritas Muhammad Heru Mustofa mengatakan, saat ini produk MYOR telah diekspor ke lebih dari 100 negara, antara lain Asia Tenggara, Tiongkok, India, Timur Tengah, AS, Afrika, dan Eropa. Namun Heru melihat, tantangan bagi MYOR adalah harga bahan baku yang menanjak di tahun ini. Meskipun beberapa bahan baku utama yang dibutuhkan untuk produksi seperti kakao dan kopi sebagian besar diperoleh di dalam negeri. Junior Equity Analyst Pilarmas Investindo Sekuritas Arinda Izzaty Hafiya melihat MYOR salah satu emiten di sektor konsumer non cyclicals yang cukup defensif. Untuk kinerja 2024, Arinda memproyeksi pendapatan MYOR akan mencapai Rp 33,95 triliun dan laba bersih sebesar Rp 3,69 triliun. Alhasil, Arinda merekomendasikan beli saham MYOR dengan target harga Rp 2.980 per saham.

Bidik Dana Rp 713 Miliar, Golf SIap IPO

HR1 20 Jun 2024 Kontan

PT Intra GolfLink Resorts Tbk siap melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Calon emiten milik pengusaha nasional Tommy Soeharto ini akan menggelar penawaran umum perdana saham alias initial public offering (IPO). Mengutip prospektus IPO, calon emiten yang akan menggunakan kode saham GOLF ini akan melepas sebanyak-banyaknya 3,1 miliar saham baru. Jumlah tersebut setara 15,02% dari seluruh modal disetor setelah IPO, dengan nilai nominal Rp 25 setiap saham. Terhitung mulai Kamis (20/6), GOLF akan memasuki masa penawaran awal hingga 25 Juni 2024. Setelah itu, masuk masa penawaran umum (offering) pada 2 Juli–4 Juli 2024. Jika tak ada aral, GOLF akan mencatatkan sahamnya di BEI pada 8 Juli 2024.

Dalam masa penawaran awal, GOLF memasang harga Rp 200–Rp 230 per saham. Dus, GOLF berpotensi mengalap dana segar Rp 713 miliar dari IPO. Dari dana tersebut, sekitar 87,53% dialokasikan untuk setoran modal ke PT New Kuta Golf and Ocean View (NKG), entitas anak GOLF yang mengelola bisnis golf dan hotel di Bali. Selain itu, 5,34% untuk setoran modal ke entitas anak, yaitu PT Sentul Golf Utama (SGU). Sisa dana 7,13% akan dipakai sebagai biaya operasional. Komisaris Utama Intra GolfLink Resorts, Darma Mangkuluhur Hutomo mengungkapkan, prospek golf tourism menjanjikan, terutama setelah pandemi Covid-19. Direktur Utama Intra GolfLink Resorts, Dwi Febri Astuti optimistis, ekspansi hotel bintang enam di Bali berdampak positif terhadap kinerja GOLF ke depan.

DRMA Genjot Onderdil Kendaraan Listrik

HR1 19 Jun 2024 Kontan
PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) kian serius mengembangkan bisnis komponen electric vehicle (EV) atau kendaraan listrik. Langkah ini ditempuh DRMA untuk memperluas jangkauan pasarnya di bisnis komponen kendaraan listrik. Presiden Direktur DRMA, Irianto Santoso mengatakan, saat ini perseroan telah memproduksi Brushless Direct Current (BLDC), battery pack, battery management system, dan casing battery pack 4W untuk EV di Indonesia. "Kami juga tengah mengembangkan infrastruktur pendukung EV, yakni charging station untuk fast dan slow charging," ujar Irianto, Senin (17/6). Tahun ini, DRMA membidik pendapatan tumbuh 10% secara tahunan, dengan target laba bersih sebesar Rp 600 miliar.

Tertekan Perang Dagang

HR1 18 Jun 2024 Kontan
Mayoritas mata uang Asia melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada akhir pekan lalu. Rupiah memimpin pelemahan mata uang Asia terhadap dolar AS dengan penurunan 0,86% ke level Rp 16.412 per dolar AS. Selanjutnya disusul yen Jepang yang melemah 0,28% ke 157,84 per dolar AS, dolar Singapura melemah tipis 0,007% menjadi Sin$ 1,3532 dan won Korea turun 0,14 ke 1.381,13 per dolar AS. "Sentimen itu masih akan berlanjut pekan ini, sehingga mata uang Asia masih akan melemah," ujar Direktur Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi mengatakan, Senin (17/6). Pengamat Komoditas dan Mata Uang, Lukman Leong memproyeksi pekan ini mata uang Asia akan berpotensi rebound. Sebab, inflasi konsumen dan produsen di AS telah turun lebih besar dari perkiraan karena harga minyak dunia yang turun. Dan imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun yang masih turun dan mencapai level terendah dalam 1,5 bulan.

Siap-Siap di Atas Rp 16.300

HR1 11 Jun 2024 Kontan
Nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Senin (10/6). Rupiah di pasar spot turun 0,54% ke posisi Rp 16.282 per dolar AS. Sedangkan di Jisdor Bank Indonesia (BI), rupiah juga melemah 0,44% ke level Rp 16.290 per dolar AS. Direktur Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi menyampaikan, pasar fokus pada pertemuan The Fed mendatang, dengan keputusan suku bunga yang akan dirilis pada Rabu (12/6). Bank sentral diperkirakan akan mempertahankan suku bunga. Research & Education Coordinator Valbury Asia Futures, Nanang Wahyudin menjelaskan, sebentar lagi rupiah bisa menjebol Rp 16.300 per dolar AS. "Ini level psikologis terlemah baru," kata Nanang, Senin (10/6). Dengan faktor-faktor tersebut, Nanang memproyeksi rupiah bergerak di rentang Rp 16.220–Rp 16.355 per dolar AS. Ibrahim memprediksi, rupiah ditutup melemah di rentang Rp 16.270–Rp 16.330 per dolar AS, pada Selasa (11/6).

Induk Tiktok Lakukan PHK di Tokopedia

HR1 10 Jun 2024 Kontan
Spekulasi merebak tentang rencana induk usaha Tiktok, Bytedance Inc, untuk melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) hampir 80% karyawan Tokopedia. Kendali Tokopedia saat ini memang berada di tangan Tiktok Pte. Ltd. Kabar yang beredar, gelombang PHK dimulai Juni 2024, dan menyasar ribuan karyawan. Berdasarkan hasil evaluasi, hampir 70% karyawan Tokopedia tidak lagi dibutuhkan. Dari sekitar 2.772 karyawan, hanya disisakan ratusan. PHK dilakukan beberapa tahap. Bagi karyawan yang terkena PHK di tahap awal, diberikan masa tunggu dua bulan. Selama masa itu, karyawan masih mendapat gaji penuh, tapi tidak memiliki tanggung jawab operasional. Setiap karyawan yang terdampak juga mendapat pesangon. Founder Stocknow.id, Hendra Wardana menjelaskan, pemangkasan ratusan karyawan bisa berdampak signifikan terhadap operasional dan strategi perusahaan. Setelah diakuisisi TikTok, beban keuangan Tokopedia tidak lagi muncul dalam laporan konsolidasi GOTO. Tapi GOTO masih memperoleh pendapatan biaya komisi dari transaksi di Tokopedia. Pasca PHK, Tokopedia mungkin akan mengalami penurunan efisiensi operasional jangka pendek. "Dalam jangka panjang, pengurangan karyawan ini bisa menjadi strategi mengurangi biaya operasional dan meningkatkan profitabilitas," kata Hendra, Minggu (9/6).