Tertekan Perang Dagang
Mayoritas mata uang Asia melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada akhir pekan lalu. Rupiah memimpin pelemahan mata uang Asia terhadap dolar AS dengan penurunan 0,86% ke level Rp 16.412 per dolar AS. Selanjutnya disusul yen Jepang yang melemah 0,28% ke 157,84 per dolar AS, dolar Singapura melemah tipis 0,007% menjadi Sin$ 1,3532 dan won Korea turun 0,14 ke 1.381,13 per dolar AS. "Sentimen itu masih akan berlanjut pekan ini, sehingga mata uang Asia masih akan melemah," ujar Direktur Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi mengatakan, Senin (17/6). Pengamat Komoditas dan Mata Uang, Lukman Leong memproyeksi pekan ini mata uang Asia akan berpotensi rebound. Sebab, inflasi konsumen dan produsen di AS telah turun lebih besar dari perkiraan karena harga minyak dunia yang turun. Dan imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun yang masih turun dan mencapai level terendah dalam 1,5 bulan.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023