Portofolio
( 322 )Safe Haven Bisa Jadi Pilihan Saat Ada Gejolak Geopolitik
Konflik bersenjata antara Rusia dan Ukraina mempengaruhi pergerakan berbagai mata uang dunia. Kurs dollar Amerika Serikat (AS) misalnya meroket lantaran mata uang ini menjadi buruan lantaran pelaku pasar memanfaatkan mata uang ini sebagai safe haven. Investor bisa memanfaatkan volatilitas di pasar valuta asing (valas) akibat kisruh Rusia Ukraina ini untuk mendulang untung. Analis Monex Investindo Futures Faisyal mengatakan, perang Rusia dengan Ukraina membuat mata uang safe haven seperti yen (JPY) dan franc Swiss (CHF) diburu. CHF dan JPY berpotensi menguat terhadap USD. Selain tersangkut efek geopolitik, mata uang euro dan poundsterling ramai dipasang jual oleh investor karena bank sentral dua negara tersebut cenderung dovish. Faisyal memprediksi target pairing EUR/USD di 1,0800. Sedangkan, harga GBP/USD berpotensi mengarah ke 1,2700.
Peluncuran Aplikasi Online Trading
Staff BRI Danareksa Sekuritas menunjukkan online trading BRIGHTS saat peluncuran di jakarta, Kamis (24/2). BRI Danareksa Sekuritas meluncurkan sistem online trading baru dengan nama BRIGHTS dan menargetkan 100.000 pengguna, dengan target pertumbuhan investor mencapai 35% tahun ini.
Pengaruh Sentimen Global
Nilai tukar rupiah kembali menguat kemarin. Tapi, penguatan kurs rupiah diprediksi cuma sesaat. Analis DCFX Futures Lukman Leong menjelaskan, penguatan rupiah kemarin cuma karena rebound mata uang global terhadap dollar AS. Tapi, pelaku pasar masih mencemaskan krisis Rusia dan Ukraina. Tapi, Lukman menilai kenaikan harga komoditas akan jadi katalis positif bagi neraca dagang Indonesia. Hanya saja, saat ini pengaruh sentimen global lebih kuat.
Efek Lemahnya Daya Beli Kelas Bawah
Prospek bisnis PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS) masih abu-abu. Padahal, sektor ritel diuntungkan oleh momentum Lebaran dan kenaikan harga crude palm oil (CPO). Analis Mirae Asset Sekuritas Christine Natasya mengatakan, Ramadan dan lebaran secara historis terbukti mampu mendongkrak kinerja penjualan emiten ritel seperti RALS. Pada masa tersebut, masyarakat lebih banyak membelanjakan uang untuk membeli pakaian baru.
Indeks keyakinan konsumen Indonesia memang mulai membaik. Tapi ini tidak serta merta memperbaiki daya beli masyarakat secara keseluruhan. Analis Maybank Sekuritas Indonesia Willy Goutama mengatakan, daya beli masyarakat kelas bawah yang merupakan target pasar RALS masih tergolong lemah. Efek kenaikan harga CPO terhadap daya beli tahun ini juga tidak signifikan. "Kami berpendapat katalis positif dari membaiknya harga CPO baru akan terlihat di tahun depan," kata Willy, Rabu (23/2).
Reksadana dan ESG
Saat ini banyak perusahaan di belahan dunia dan di Indonesia mulai menerapkan standar environmental, social and governance (ESG) dalam aktivitas bisnisnya. Standar ESG dapat dikatakan sebagai konsep maupun sistem yang menerapkan kegiatan pembangunan, keberlanjutan bisnis dan investasi, dengan tiga pilar utama, yakni lingkungan (environmental), sosial (social), dan tata kelola (governance). Industri pasar modal pun mengadopsi standar ini dengan membuat kriteria emiten-emiten yang masuk sebagai perusahaan yang menerapkan ESG. Standar dan konsepsi mengenai ESG dapat digunakan oleh para investor untuk menjadi salah satu pertimbangan bagi investor dalam pengambilan keputusan, apakah akan berinvestasi atau tidak dalam bisnis atau perusahaan tertentu. Sejumlah manajer investasi juga menerbitkan reksadana yang memakai prinsip ESG.
Hingga 15 Februari 2022, terdapat 11 reksadana berbasis ESG di Indonesia dengan total dana kelolan Rp 1,63 triliun. Jumlah ini memang belum signifikan dibanding total dana kelolaan industri reksadana yang saat ini sebesar Rp 589 triliun. Namun dana kelolaan reksadana berbasis ESG sudah tumbuh dua kali lipat sejak akhir 2020. Produk reksadana ESG sendiri didominasi oleh alokasi aset saham dan hanya ada satu reksadana bebasis pasar uang.
Efek Rusia VS Ukraina
Risk off kembali muncul seiring geopolitik Rusia dan Ukraina ternyata masih memanas. Akibatnya, rupiah berpotensi melemah terhadap dollar AS. Di pasar spot, Kamis (17/2), rupiah melemah 0,49% ke Rp 14.326 per dollar AS. Kompak, kurs jisdor versi Bank Indonesia (BI) juga memperlihatkan pelemahan 0,22% ke Rp 14.031. Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede memproyeksikan pelemahan rupiah berpotensi terjadi kembali pada perdagangan Jumat (18/2). Dampak yang ditimbulkan dari geopolitik tersebut adalah munculnya risk off.
Kayu Telah Mengekspor 18 Kontainer
Di tengah kendala pemasaran akibat pandemi Covid-19, PT Darmi Bersaudara Tbk (KAYU) masih mampu membukukan penjualan ekspor. Sejak awal tahun hingga bulan Februari 2022, emiten penjual kayu log dan produk kayu setengah jadi itu telah mengapalkan sebanyak 18 kontainer. Direktur Utama KAYU Nanang Sumartono Hadiwidjojo mengatakan, KAYU mengirimkan enam kontainer dengan volume 122,19 meter kubik (m3) di bulan Januari 2022. Sementara di bulan Februari sejauh ini, KAYU mengirimkan 12 kontainer dengan volume 257,08 m3
Harga Emas Turun
Karyawan menunjukan emas Antam yang dijual pegadaian, Jakarta, Senin (14/2). Harga emas turun pada hari Senin (14/2) dari level tertinggi tiga bulan pada sesi sebelumnya. Harga emas tertekan oleh kekuatan dollar Amerika Serikat (AS) dan imbas hasil obligasi. Melansir Reuters, harga emas spot turun 0,3% pada US$1.854,00 per ons troi, pada 0729 GMT. Di sesi sebelumnya, harga melonjak paling tinggi sejak pertengahan Oktober dan mencapai level tertinggi sejak 19 November di US$1.865,15. Sementara, harga emas berjangka AS naik 0,6% menjadi US$1.853,70.
Merambah Bisnis Rest Area dan Pasar
PT Urban Jakarta Propertindo Tbk (URBN) masih rajin mengembangkan bisnis. Emiten properti ini berharap ekspansi yang dilakukan bisa memberikan dorongan yang positif terhadap kinerja keuangan. Guna mendorong kinerja, Urban Jakarta pada tahun ini akan melanjutkan ekspansi yang sudah dimulai semenjak pandemi 2021. Selain pada sektor properti, URBN juga memasuki sektor tempat istirahat pelayanan (TIP) atau rest area, setelah memenangkan tender di jalan tol Trans-Jawa. URBN memiliki rest area di ruas tol Solo-Semarang km 444 sejak akhir 2021.
Direktur Utama URBN Bambang Sumargono menjelaskan konsep baru rest area akan dihadirkan untuk memanjakan para pengendara yang melintas serta sebagai destinasi wisata pada lima kota, yaitu Bawen, Ngawi, Semarang, Solo, dan Yogyakarta. Selain rest area, perusahaan ini juga melakukan ekspansi dalam bentuk peremajaan beberapa calon pasar di Jabodetabek. URBN membawa konsep pasar modern serta digital market, sehingga pasar tradisional tidak hanya dikenal dengan pasar pagi dan dapat dinikmati kalangan muda dengan street food-nya. Menurut Bambang, ini dilakukan untuk mengintegrasikan sektor kreatif, UMKM dan kuliner ke dalam konsep pasar.
Emiten Rumah Sakit Kurang Bugar
Di tengah lonjakan kasus omicron di Tanah Air, saham-saham rumah sakit malah tampak lesu. Kemarin, mayoritas harga saham RS turun sampai 2%, sehingga kinerja sahamnya ikutan minus jika ditarik sejak akhir tahun lalu. Head of Investor Relations PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA) Aditya Widjaja menyampaikan, manajemen rumah sakit Mitra Keluarga telah menyiapkan sekitar 660 kasur untuk perawatan covid-19 dan mengantisipasi lonjakan kasus. Seiring penambahan jumlah kasus secara nasional, volume rawat inap pasien terjangkit Covid-19 dalam beberapa minggu terakhir mengalami peningkatan.
Analis Jasa Utama Capital Sekuritas Cheryl Tanuwijaya mengatakan, katalis positif bagi emiten rumah sakit kali ini tidak akan sesignifikan saat gelombang kedua pada pertengahan tahun lalu. Sebab, gelombang ketiga akibat varian omicron ini lebih memungkinkan penderita melakukan isolasi mandiri di rumah, dengan tingkat keparahan yang dinilai tidak setinggi seperti varian delta. Menimbang kondisi saat ini, pelaku pasar pun disarankan mencermati terlebih dulu pergerakan saham emiten rumah sakit. Meski beberapa hari sebelumnya menguat, namun pelemahan kemarin cukup signifikan.
Pilihan Editor
-
Euforia Bank Digital Mendongkrak Kekayaan Taipan
21 Feb 2022 -
Perdagangan, Efek Kupu-kupu
18 Feb 2022 -
Ekspor Sarang Walet Sumut Tembus Rp 3,7 Triliun
24 Feb 2022 -
BUMN Garap Ekosistem Kopi
31 Jan 2022









