Portofolio
( 322 )STRATEGI PORTOFOLIO : PAMOR SAHAM TEKNOLOGI MEMUDAR
Tekanan terhadap saham-saham sektor teknologi terus berlangsung sepanjang tahun berjalan 2022. Fase bearish sektor teknologi dapat menjadi momentum bagi investor untuk menata ulang portofolio dengan strategi akumulasi untuk jangka panjang, diversifikasi, hingga rotasi ke sektor lain. Merosotnya pamor saham-saham teknologi di Bursa Efek Indonesia tecermin dalam kinerja indeks IDX Sector Technology. Sepanjang tahun berjalan 2022, indeks tersebut anjlok 21,83%.
Kinerja IDX Sector Technology merupakan yang paling buruk di antara 11 indeks sektoral di BEI. Koreksi terjadi saat indeks harga saham gabungan (IHSG) masih melaju di zona hijau dengan ke level 6.644,47 atau menguat 0,96% year-to-date (YtD) pada akhir perdagangan Selasa (17/5). Berdasarkan data Bloomberg, saham penekan IDX Sector Technology secara YtD antara lain saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO), PT DCII Indonesia Tbk. (DCII), PT Bukalapak.com Tbk. (BUKA), dan PT NFC Indonesia Tbk. (NFCX). Tajamnya penurunan beberapa saham teknologi juga direspons oleh otoritas pasar modal.
Dollar Naik Pamor
Rupiah bergerak melemah pada Selasa (17/5). Pergerakan rupiah akan merespon rilis data penjualan ritel AS yang naik jadi 1,1% dari 0,5%. Research & Education Coordinator Valbury Asia Futures Nanang Wahyudin bilang, rupiah telah melemah dalam lima kali perdagangan beruntun. "Sentimen bunga The Fed yang agresif juga untungkan dollar AS," ujar dia. Sejatinya defisit neraca dagang menurun dari US$ 4,35 miliar menjadi US$ 3,25 miliar.
Transformasi Digital
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memberikan sambutan secara virtual saat pembukaan seminar Internasional Transformasi Digital untuk inklusi Keuangan Perempuan, Pemuda, dan UMKM untuk Mendorong Pertumbuhan Inklusif di Nusa Dua, Badung, Bali, Rabu (11/5). Kegiatan yang digelar oleh Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan Republik Indonesia pada 11-13 Mei 2022 di Bali tersebut merupakan rangakaian acara G20 yang bertujuan mendorong UMKM melalu transformasi digital yang komprehensif dan inklusif guna meningkatkan produktivitas serta memperluas pasar UMKM dalam skala nasional dan global.
WSKT Mencatatkan Rugi di Restatement Laporan Keuangan
PT Waskita Karya Tbk (WSKT) telah merilis laporan keuangan tahun 2021. Hasilnya, emiten konstruksi BUMN ini berhasil mencatatkan penurunan kerugian meski pendapatan usaha juga menurun.
Dalam laporan keuangan tahun 2021 ini, Waskita juga menyajikan kembali laporan keuangan tahun 2020 dan 2019 sebagai pembanding. Yang menarik, berdasarkan hasil restatement, laporan keuangan Waskita di akhir 2019 berbalik dari untung menjadi rugi. Sepanjang tahun 2021 lalu, Waskita membukukan pendapatan usaha sebesar Rp 12,22 triliun. Dibandingkan tahun 2020 lalu, pendapatan Waskita pada tahun lalu turun 24,5%.
Waskita juga melakukan penyesuaian pada pos beban umum dan administrasi. Sebelum restatement, beban umum dan administrasi tercatat sebesar Rp 1,66 triliun. Setelah restatement, beban umum dan administrasi membengkak menjadi Rp 4,3 triliun.
Beban penjualan juga membengkak dari Rp 45,9 miliar menjadi Rp 389,9 miliar setelah restatement. Sementara beban lain-lain bersih justru turun dari Rp 1,05 triliun menjadi Rp 219,3 miliar setelah restatement.
Berkah Kredit & Go Public Lini Syariah
PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR) mampu mempertahankan pertumbuhan kinerja keuangan kala pandemi kemarin. Analis memproyeksikan potensi pertumbuhan BJBR masih akan tinggi di tahun 2022. Berdasarkan laporan keuangan kuartal I-2022, BJBR berhasil meraup laba bersih sebesar Rp 738 miliar atau tumbuh 28,6% year on year (yoy). Di satu sisi, BJBR mendapat amunisi berupa dana pihak ketiga yang tumbuh 15,9% yoy menjadi Rp 128,3 triliun. Di sisi lain, kualitas kredit di BJBR juga mampu terjaga dengan baik. Raditya Pradana, Equity Analyst Kanaka Hita Solvera memproyeksikan kinerja keuangan BJBR sepanjang tahun ini akan kembali positif. Raditya menambahkan, aset BJBR yang naik 16,6% menjadi RP 167,4 triliun pada kuartal I-2021 juga dapat menyokong pertumbuhan kinerja BJBR ke depan. Selain itu, lanjut Raditya, portofolio bisnis BJBR juga memadai dalam mendukung pertumbuhan kinerja keuangannya. Apalagi, jika rencana BJBR untuk mengembangkan bisnis PT Bank Jabar Banten Syariah (BJBR Syariah) melalui initial public offering (IPO) dapat terlaksana di semester II 2022.
Kinerja Emiten Sektor Energi Tumbuh Pesat
Pertumbuhan kinerja emiten sektor energi masih berlanjut. Sepanjang kuartal pertama tahun ini, sebagian besar emiten sektor energi mengantongi kenaikan pendapatan dan laba bersih. Laba bersih PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) misalnya, tumbuh 40% secara tahunan menjadi Rp 428 miliar pada kuartal I-2022. Di periode yang sama, laba bersih PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) bahkan melesat 92,68% secara tahunan.
Sentimen Kenaikan Fed Rate
Jelang pertemuan The Federal Reserve awal Mei, rupiah masih akan melemah. Kemarin (25/4), kurs spot rupiah juga melemah 0,64% ke Rp 14.454 per dollar Amerika Serikat (AS). Meski begitu, kurs referensi jisdor Bank Indonesia masih tercatat menguat 0,63% ke Rp 14,452. Senior Economist Samuel Sekuritas Fikri C. Permana memperkirakan, kurs rupiah akan sulit menguat karena kini muncul proyeksi suku bunga AS naik 75 basis poin.
Rekor Baru IHSG Mengangkat Kinerja Reksadana ETF
Kinerja pasar saham dalam tren positif sepanjang tahun ini. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin kembali mencetak rekor tertinggi, ditutup di 7.214,78 atau menguat 9,07% secara year to date. Indeks acuan lain seperti IDX30 dan LQ45 masing-masing berhasil menguat 10,54% dan 10,39%. Kinerja reksadana Exchange Trade Fund (ETF) pun diyakini bisa mengimbangi. Head of Investment Research Infovesta Utama Wawan Hendrayana menyebut, produk ETF rata-rata mengikuti kinerja indeks. Pasalnya, produk ETF secara karakteristik mengikuti indeks. Bahkan seluruh produk ETF berbasis saham membukukan kinerja positif. Untuk produk ETF berbasis obligasi berkinerja negatif karena imbas potensi kenaikan suku bunga acuan.
Indo NFT Festiverse
Pameran yang menampilkan karya digital di berbagai marketplace non-fungiable token (NFT) tersebut diikuti 241 creator untuk menghadirkan pengalaman menjelajah dunia NFT melalui aktivitas dunia nyata.
Ajaib Kebanjiran Investor
Partisipasi investor ritel cukup besar dalam penawaran umum saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO). PT Ajaib Sekuritas Asia mencatat pemesanan yang masuk mencapai rekor. "Ajaib meraih rekor baru perusahaan dengan jumlah pemesanan IPO GoTo lebih dari 150.000 investasi di aplikasi Ajaib. Angka pencapaian ini mencapi lebih dari dua kali lipat dari rekor IPO sebelumnya," kata Direktur PT Ajaib Sekuritas Asia Anna Lora dalam keterangan resminya, Senin (11/4).
Pilihan Editor
-
Volume Perdagangan Kripto Rp 859,4 Triliun
19 Feb 2022 -
Tiga Bisnis yang Dibutuhkan Dimasa Depan
02 Feb 2022 -
Perdagangan, Efek Kupu-kupu
18 Feb 2022 -
KKP Gencar Promosikan Kontrak Penangkapan Ikan
19 Feb 2022









