Portofolio
( 322 )Menggenjot Kinerja Selepas Covid-19
ASII Gaspol di Bisnis Otomotif
Safe Haven dan Minyak Menjadi Andalan
Raja Semen Andalkan Proyek IKN
Transaksi Bursa Karbon Masih Minim
Lebih Berkokok di Akhir Tahun
Asing Masih Akan Hati-Hati di Pasar Obligasi Negara
Terbantu Segmen Mi dan Nilai Tukar
RHB Akan Terbitkan 10 Waran Terstruktur
Produk waran tersetruktur bakal bertambah banyak. PT RHB Sekuritas akan menerbitkan 10 waran terstruktur baru pada, Selasa (19/9) ini. Produk baru ini masih akan mengacu pada indeks saham IDX30.
Produk waran terstruktur itu menggunakan satu
underlying
saham baru yaitu PT AKR Corporindo Tbk (AKRA). Sementara sembilan waran terstruktur lainnya menggunakan
underlying
saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), dan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO).
Selain itu, ada waran terstruktur yang menggunakan
underlying
saham PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Bank Jago Tbk (ARTO), serta PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR).
Asal tahu saja, dalam setahun terakhir, RHB Sekuritas sudah meluncurkan 60 waran terstuktur.
Head of Sales & Marketing
RHB Sekuritas Steinly Atmanagara mengatakan, hingga akhir tahun 2023, RHB menargetkan penerbitan waran terstruktur bisa mencapai 80-90 produk.
Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik menambahkan, pergerakan perdagangan waran terstruktur semakin menunjukkan progres yang lebih baik.
WOOD Memangkas Target Penjualan Sebesar 50%
PT Integra Indocabinet Tbk (WOOD) memangkas target penjualan sebanyak 45%-50% secara tahunan atau
year on year
(yoy). Langkah ini sebagai imbas tingkat suku bunga kredit perumahan di Amerika Serikat (AS).
Direktur Integra Indocabinet, Wang Sutrisno menerangkan, penjualan segmen furnitur dan
building component
memiliki korelasi yang tinggi dengan pasar properti. Dengan tingkat suku bunga kredit perumahan AS yang mencapai lebih dari 7%, menyebabkan permintaan produk komponen bangunan dan furnitur melambat pada 2023.
Penjualan WOOD didominasi ekspor, terutama ke pasar AS. "Dengan mempertimbangkan hal-hal itu, kami menurunkan target penjualan tahun 2023 sebesar 45%-50% yoy," ungkap Wang akhir pekan lalu.
Turunnya kinerja tersebut tercermin pada perolehan laba bersih WOOD yang sebesar Rp 39,66 miliar per Juni 2023. Angka itu merosot 86,77% secara tahunan. Sebelumnya,
Investor Relation
WOOD mengatakan, perusahaan ini terus melakukan diversifikasi pasar. Langkah ini mengantisipasi gejolak ekonomi yang masih membayangi AS.
Pilihan Editor
-
KKP Genjot Revitalisasi Tambak Udang Tradisional
23 Feb 2022 -
Minyak Goreng, Wajah Kemanusiaan Kita
24 Feb 2022









