;
Tags

Portofolio

( 322 )

Menggenjot Kinerja Selepas Covid-19

HR1 11 Nov 2023 Kontan
Satu lagi emiten di sektor kesehatan bergabung di pasar modal tahun ini. Perusahaan itu adalah PT Ikapharmindo Putramas Tbk yang resmi mencatatkan saham perdana saham atau initial public offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (8/11) lalu. Bisnis obat-obatan resep atau farmasi merupakan segmen penunjang usaha Ikapharmindo. Hingga akhirnya, IKPM sukses meluncurkan obat batuk Ikadryl di tahun 1990. Kemudian berlanjut peluncuran merek obat-obatan lain, seperti Phenytoin injeksi dan Lactulax. Sebut saja produk perlengkapan bayi merek Baby Huki merupakan salah satu produk dari Ikapharmindo. Sementara produk perawatan rambut perusahaan ini yang terkenal luas adalah merek NR. Manajemen IKPM menyadari peluang bisnis yang lebih besar dari industri Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga (PKRT). Itu pula yang menjadi tujuan mereka menambah modal lewat IPO untuk perluasan pabrik Huki di Sumedang, Jawa Barat. "Sesuai dengan yang kami sampaikan kepada BEI dan juga OJK, memang kami ada rencana melakukan ekspansi perluasan pabrik yang ada di Sumedang," ujar Direktur PT Ikapharmindo Putramas Tbk, Kartono dalam seremoni pencatatan IPO, Rabu (8//11). Rencananya sekitar 50% dana IPO akan digunakan IKPM untuk belanja modal . Rinciannya sekitar 66,67% untuk renovasi gedung pabrik di Jawa Barat itu. Sisanya untuk pembelian mesin. Kartono mengatakan, target konstruksi pabrik yang menjalankan bisnis PKRT di Sumedang diharapkan bisa selesai di tahun depan. Perluasan ini sebagai upaya meningkatkan kapasitas produksi di tahun 2024. Kartono mengungkapkan, kinerja produk-produk farmasi IKPM baru menyesuaikan kembali kondisi setelah lonjakan penjualan selama pandemi Covid-19. Selama periode genting tersebut, masyarakat banyak memborong vitamin dan suplemen.

ASII Gaspol di Bisnis Otomotif

HR1 08 Nov 2023 Kontan
Kinerja PT Astra International Tbk (ASII) diproyeksi akan tetap kuat hingga akhir tahun. Segmen bisnis otomotif tetap akan menjadi tulang punggung utama bagi emiten yang menaungi merek Toyota dan Daihatsu itu. Hingga kuartal III-2023 pendapatan terbesar ASII memang berasal dari segmen otomotif. Ini berbeda dari periode sama tahun lalu saat kontribusi terbesar datang dari segmen alat berat, pertambangan, konstruksi, dan energi. Pendapatan ASII di segmen jasa keuangan meningkat 12,95% menjadi Rp 21,98 triliun dari sebelumnya Rp 19,46 triliun. Sedangkan pendapatan segmen agribisnis turun 5,08% secara tahunan menjadi Rp 15,68 triliun. Pendapatan segmen infrastruktur dan logistik meningkat 16,61% menjadi Rp 6,67 triliun dari sebelumnya Rp 5,72 triliun. Sedangkan segmen teknologi informasi hanya mencatat kenaikan tipis 1,46% menjadi Rp 2,08 triliun dari Rp 2,05 triliun. Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas, Muhammad Nafan Aji Gusta Utama mengatakan, terjadinya pergeseran kontributor pendapatan ASII lantaran penurunan harga komoditas. Sedangkan kenaikan di segmen otomotif didorong dari peningkatan mobilitas masyarakat. "Karena sudah masuk endemi, sehingga mobilitas masyarakat meningkat sehingga mendorong permintaan pada segmen otomotif," ujarnya, Selasa (7/11). Nafan memperkirakan, segmen otomotif ASII masih akan melaju hingga akhir tahun di tengah penurunan harga komoditas. Apalagi daya beli masyarakat masih terjaga di tengah suku bunga Bank Indonesia (BI) yang tinggi. Analis Indo Premier Sekuritas Giovanni Dustin dan Michelle Nugroho juga berpandangan, prospek segmen otomotif ASII positif. Volume penjualan roda empat ASII mencapai 143.000 unit atau tumbuh 12% secara kuartalan di kuartal III-2023. Penjualan roda dua juga tetap kuat, meskipun terjadi koreksi secara kuartalan sebesar 6% menjadi 1,1 juta unit. "Kemungkinan besar dipengaruhi oleh masalah rangka eSAF," kata Giovanni dan Michelle. Analis RHB Sekuritas Andrey Wijaya menilai ASII masih bisa jadi pilihan solid untuk jangka panjang. Ia merekomendasikan belidengan target harga Rp 7.750.

Safe Haven dan Minyak Menjadi Andalan

HR1 30 Oct 2023 Kontan
Kondisi geopolitik dan suku bunga tinggi menyebabkan aset safe haven dan komoditas yang meningkat tahun ini diprediksi bertahan pada level tinggi di 2024. Research & Education Coordinator Valbury Asia Futures, Nanang Wahyudin menilai, emas masih menjadi favorit ketika prospek suku bunga Amerika Serikat (AS) mulai meredup di tahun 2024. Penurunan prospek suku bunga acuan The Federal Reserve (Fed) ini seiring dengan potensi penurunan laju inflasi AS. Selain itu, kondisi global yang tengah diwarnai sejumlah konflik turut mempengaruhi harga emas. Harga emas berjangka pada Jumat (26/10) di level US$ 1.998,5 atau naik 0,2% dalam sepekan. Kenaikan harga emas juga akan memberi dorongan bagi perak menguji area atas, yakni US$ 24.200-US$ 25.000 per ons troi. Akhir pekan lalu perak tutup di US$ 22.887 per ons troi. "Kedua logam mulia ini sangat menarik menjadi alat instrumen investasi dengan kondisi saat ini dan ke depan," kata dia. Presiden Komisioner HFX International Berjangka, Sutopo Widodo memprediksi, harga emas akan diperdagangkan pada level US$ 2.004,22 per ons troi pada akhir 2023. Di tengah konflik geopolitik di Timur Tengah, Sutopo melihat dolar AS juga ikut menguat sebagai aset lindung nilai untuk mengurangi risiko. Namun, Head of Industry and Regional Research Bank Mandiri, Dendi Ramdani justru melihat harga-harga komoditas di tahun 2024 akan terkoreksi karena masih dalam proses normalisasi harga. Ia memprediksi, batubara, minyak, crude palm oil (CPO), dan emas akan menuju ke harga fundamentalnya.

Raja Semen Andalkan Proyek IKN

HR1 20 Oct 2023 Kontan
Emiten saham semen pelat merah, PT Semen Indonesia Tbk (SMGR), bakal mendapat berkah dari proyek-proyek Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Proyek IKN yang dikebut untuk tahun 2024 bakal mendorong kinerja SMGR di sisa tahun 2023. Secara historis, penjualan semen juga lebih besar di akhir tahun. Analis UOB Kayhian Sekuritas Limartha Adiputra menilai, SMGR mampu mencatatkan kinerja yang positif di tahun ini bahkan hingga tahun depan. Hal itu didukung oleh pulihnya permintaan semen. Pasokan batubara domestic market obligasition (DMO) juga telah diamankan sepenuhnya oleh SMGR. Secara nasional, Limartha melihat pandangan yang tetap positif dengan perkiraan pertumbuhan volume penjualan sebesar 2% year on year (yoy) pada tahun 2023. Prospek pasar semen di sisa tahun ini juga tetap positif, dengan Kalimantan sebagai pasar utama, khususnya untuk penjualan semen curah. Analis Samuel Sekuritas, Daniel Widjaja melihat potensi penjualan semen secara nasional akan lebih besar pada semester kedua 2023 karena faktor musiman. Terutama pada kuartal terakhir yang hampir selalu mencatatkan volume lebih tinggi dari periode lainnnya sejak tahun 2018 hingga 2022. Daniel mengungkapkan, penjualan semen domestik tumbuh sekitar 35% secara kuartalan dan 15% secara tahunan pada kuartal III-2023. Pertumbuhan volume juga disebabkan faktor low base pada kuartal kedua lalu. Ini karena adanya momentum Ramadan dan musim panas berkepanjangan yang membantu kelancaran distribusi. Sementara biaya bahan baku dianggap tidak berpengaruh signifikan karena SMGR sudah mengamankan 100% batubara dengan harga DMO. Namun, kenaikan harga minyak dunia kemungkinan bakal menambah beban ongkos distribusi. Analis Ciptadana Sekuritas Asia, Muhammad Gibran mengerek target pendapatan SMGR di tahun 2023-2024 menjadi Rp 39 triliun dan Rp 40 triliun. Perkiraan laba kotor juga direvisi naik menjadi Rp 12,1 triliun untuk tahun 2023 dan Rp 12,4 triliun di tahun 2024.

Transaksi Bursa Karbon Masih Minim

HR1 05 Oct 2023 Kontan
Bursa Karbon Indonesia alias IDXCarbon kembali terlihat ada transaksi. Sebelumnya, dalam empat hari terakhir perdagangan, bursa karbon sepi peminat. Sejak 27 September hingga 3 Agustus 2023, IDXCarbon tidak mencatatkan transaksi sama sekali alias nihil. Padahal Bursa Karbon Indonesia sudah resmi meluncur pada 26 September 2023. Merujuk data IDXCarbon, volume transaksi karbon mencapai 14 tCO2 pada Rabu (4/10). Sepanjang hari nilai transaksi itu mencapai sekitar Rp 974.400. Transaksi itu terjadi di pasar reguler. Hanya saja, harga unit karbon IDTBS mengalami penurunan dari Rp 77.000 per tCO2 menjadi Rp 69.600 per tCO2 di akhir perdagangan. Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik menuturkan bahwa pada dasarnya likuiditas bursa karbon tidak sama dengan bursa saham. "Dan karena ini masih dalam tahap awal, jumlah pengguna jasa juga belum cukup banyak," jelas dia, Rabu (4/10). Untuk menggenjot likuiditas, BEI selaku penyelenggara Bursa Karbon akan gencar sosialisasi dan pertemuan denga perusahaan yang potensial. "Dengan begitu, harapannya jumlah penawaran dan permintaan cukup banyak sehingga bursa karbon akan lebih likuid," kata Jeffrey.

Lebih Berkokok di Akhir Tahun

HR1 29 Sep 2023 Kontan
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) masih berpotensi menghasilkan kinerja lebih baik pada semester II-2023 dibanding separuh pertama tahun ini. Analis Sinarmas Sekuritas, Michael Filbery memprediksi, kinerja JPFA pada kuartal ketiga dan keempat akan sejalan dengan kinerja kuartal II-2023 yang sudah membukukan laba bersih. Sehingga mampu menutupi rugi bersih pada kuartal I-2023. Menurut Michael, perbaikan kinerja JPFA didukung oleh harga ayam broiler yang tetap tinggi melampaui breakeven point. Hal ini didukung oleh adanya pengurangan suplai day old day old chicken final stock (DOC FS) pada culling keempat tahun ini, yakni sebanyak 10,1 juta DOC FS sepekan dalam tujuh pekan. Kemudian, dari segmen pakan ternak (feed), Michael memperkirakan margin JPFA sudah lebih stabil. Pasalnya, di tengah harga jagung domestik yang masih tinggi, JPFA telah mengamankan bahan mentah yang lebih murah pada awal kuartal III-2023. Pada enam bulan pertama 2023, pendapatan JPFA mencapai Rp 24,16 triliun atau turun 1,34% secara tahunan atau year on year (yoy) dengan laba bersih Rp 112 miliar atau merosot 90,65% yoy. Sentimen ketiga dari kinerja segmen feed yang sudah lebih baik pada kuartal III-2023 dibanding kuartal sebelumnya. JPFA berhasil mengamankan bahan mentah dengan harga yang lebih murah serta menaikkan harga jual rata-rata alias average selling price (ASP) sebesar 2%-3% yoy. Pada riset 25 September 2023, Analis Phintraco Sekuritas, Rio Febrian mengatakan, untuk setahun penuh 2023, penjualan JPFA berpotensi naik 8,44% yoy menjadi Rp 53,1 triliun. Kenaikan ini didukung potensi peningkatan permintaan produk ternak dan produk konsumen di tengah pemulihan ekonomi. Berdasarkan riset 13 September 2023, Analis Ciptadana Sekuritas, Muhammad Gibran melihat pada Agustus 2023, harga broiler telah mencapai Rp 21.032 per kg, lebih tinggi dari rata-rata tahun 2023 berjalan Rp 19.800 per kg.

Asing Masih Akan Hati-Hati di Pasar Obligasi Negara

HR1 22 Sep 2023 Kontan
kebijakan moneter ketat yang diberlakukan bank sentral di sejumlah negara maju telah menyedot keluar dana asing dari obligasi atau Surat Berharga Negara (SBN) di Tanah Air. Aliran dana keluar (outflow) sudah terjadi selama dua bulan terakhir. Menteri Keuangan, Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN KITA secara virtual menyebutkan, sentimen global suku bunga tinggi yang ditahan lebih lama atau higher for longer dan laju inflasi yang relatif tetap tinggi mempengaruhi seluruh negara berkembang. Pasar SBN domestik mencatat outflow hingga mencapai Rp 17,7 triliun. Pada bulan Agustus, outflow sebesar Rp 8,9 triliun dan outflow sebanyak Rp 8,8 triliun per tanggal 14 September 2023. "Kita lihat pengaruh suku bunga di AS dan Eropa yang tinggi secara historis merespons inflasi yang terburuk dalam 40 tahun terakhir," ujar Sri Mulyani. Walaupun demikian, Sri Mulyani menilai pasar SBN setahun ini masih solid di tengah kondisi suku bunga tinggi di sejumlah negara maju. Chief Dealer Fixed Income & Derivatives Bank BNI, Fudji Rahardjo menilai, sikap hawkish The Fed masih menjadi pemicu utama atas berkurangnya minat investasi asing terhadap pasar surat utang Indonesia. Fudji berujar, meskipun fed funds rate (FFR) masih dipertahankan sesuai perkiraan pasar, namun potensi kenaikan suku bunga Bank Sentral AS masih sangat terbuka. Proyeksi penurunan suku bunga pun masih sangat kecil terjadi di tahun depan.

Terbantu Segmen Mi dan Nilai Tukar

HR1 20 Sep 2023 Kontan
PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) berpotensi melanjutkan pertumbuhan kinerja di semester II-2023. Peningkatan permintaan dari segmen produk PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) akan berkontribusi terhadap pertumbuhan laba INDF. Analis Maybank Sekuritas, Willy Goutama mencatat, laba bersih INDF pada semester I-2023 tumbuh 92% year on year (yoy) menjadi Rp 5,57 triliun. Ini didorong oleh beban bunga yang lebih rendah karena nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menguat 4,5% pada periode tersebut. INDF memiliki utang dalam mata uang asing yang tinggi, yakni 74% dari total utang berbunga. Juga eksposur penjualan dalam mata uang asing sebesar 23% dari total penjualan. Alhasil, beban bunga INDF berkurang seiring dengan pelemahan dolar AS. Untuk semester II, Willy memperkirakan akan ada peningkatan permintaan dari para pelanggan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP). Analis Ciptadana Sekuritas, Putu Chantika Putri mengatakan, pendapatan INDF pada semester I-2023 meningkat 6,3% yoy menjadi Rp 56 triliun. Pencapaian ini sedikit lebih rendah dibanding perkiraan, yakni setara 48% dari proyeksi konsensus untuk setahun penuh 2023. Alhasil, sepanjang Januari-Juni 2023, pendapatan Bogasari hanya naik 5,2% secara tahunan sebesar Rp 15,8 triliun. Penurunan harga gandum ini juga menyebabkan penurunan rata-rata harga jual 2% pada Juli 2023. Sedang penurunan harga CPO menyebabkan pendapatan agribisnis INDF merosot sebesar 5,3% secara tahunan menjadi Rp 7,6 triliun. Analis NH Korindo Sekuritas Cindy Alicia Ramadhania dalam riset 6 September 2023 juga rekomendasikan buy INDF dengan target Rp 8.600 yang mencerminkan price earning ratio 7,5 kali dengan potensi kenaikan 25,5%. Ini termasuk risiko pelemahan rupiah, permintaan yang lebih rendah, dan biaya bahan baku utama yang lebih tinggi.

RHB Akan Terbitkan 10 Waran Terstruktur

HR1 19 Sep 2023 Kontan

Produk waran tersetruktur bakal bertambah banyak. PT RHB Sekuritas akan menerbitkan 10 waran terstruktur baru pada, Selasa (19/9) ini. Produk baru ini masih akan mengacu pada indeks saham IDX30. Produk waran terstruktur itu menggunakan satu underlying saham baru yaitu PT AKR Corporindo Tbk (AKRA). Sementara sembilan waran terstruktur lainnya menggunakan underlying saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), dan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO). Selain itu, ada waran terstruktur yang menggunakan underlying saham PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Bank Jago Tbk (ARTO), serta PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR). Asal tahu saja, dalam setahun terakhir, RHB Sekuritas sudah meluncurkan 60 waran terstuktur. Head of Sales & Marketing RHB Sekuritas Steinly Atmanagara mengatakan, hingga akhir tahun 2023, RHB menargetkan penerbitan waran terstruktur bisa mencapai 80-90 produk. Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik menambahkan, pergerakan perdagangan waran terstruktur semakin menunjukkan progres yang lebih baik.

WOOD Memangkas Target Penjualan Sebesar 50%

HR1 18 Sep 2023 Kontan

PT Integra Indocabinet Tbk (WOOD) memangkas target penjualan sebanyak 45%-50% secara tahunan atau year on year (yoy). Langkah ini sebagai imbas tingkat suku bunga kredit perumahan di Amerika Serikat (AS). Direktur Integra Indocabinet, Wang Sutrisno menerangkan, penjualan segmen furnitur dan building component memiliki korelasi yang tinggi dengan pasar properti. Dengan tingkat suku bunga kredit perumahan AS yang mencapai lebih dari 7%, menyebabkan permintaan produk komponen bangunan dan furnitur melambat pada 2023. Penjualan WOOD didominasi ekspor, terutama ke pasar AS. "Dengan mempertimbangkan hal-hal itu, kami menurunkan target penjualan tahun 2023 sebesar 45%-50% yoy," ungkap Wang akhir pekan lalu. Turunnya kinerja tersebut tercermin pada perolehan laba bersih WOOD yang sebesar Rp 39,66 miliar per Juni 2023. Angka itu merosot 86,77% secara tahunan. Sebelumnya, Investor Relation WOOD mengatakan, perusahaan ini terus melakukan diversifikasi pasar. Langkah ini mengantisipasi gejolak ekonomi yang masih membayangi AS.