;

Terbantu Segmen Mi dan Nilai Tukar

Ekonomi Hairul Rizal 20 Sep 2023 Kontan
Terbantu Segmen Mi dan Nilai Tukar
PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) berpotensi melanjutkan pertumbuhan kinerja di semester II-2023. Peningkatan permintaan dari segmen produk PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) akan berkontribusi terhadap pertumbuhan laba INDF. Analis Maybank Sekuritas, Willy Goutama mencatat, laba bersih INDF pada semester I-2023 tumbuh 92% year on year (yoy) menjadi Rp 5,57 triliun. Ini didorong oleh beban bunga yang lebih rendah karena nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menguat 4,5% pada periode tersebut. INDF memiliki utang dalam mata uang asing yang tinggi, yakni 74% dari total utang berbunga. Juga eksposur penjualan dalam mata uang asing sebesar 23% dari total penjualan. Alhasil, beban bunga INDF berkurang seiring dengan pelemahan dolar AS. Untuk semester II, Willy memperkirakan akan ada peningkatan permintaan dari para pelanggan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP). Analis Ciptadana Sekuritas, Putu Chantika Putri mengatakan, pendapatan INDF pada semester I-2023 meningkat 6,3% yoy menjadi Rp 56 triliun. Pencapaian ini sedikit lebih rendah dibanding perkiraan, yakni setara 48% dari proyeksi konsensus untuk setahun penuh 2023. Alhasil, sepanjang Januari-Juni 2023, pendapatan Bogasari hanya naik 5,2% secara tahunan sebesar Rp 15,8 triliun. Penurunan harga gandum ini juga menyebabkan penurunan rata-rata harga jual 2% pada Juli 2023. Sedang penurunan harga CPO menyebabkan pendapatan agribisnis INDF merosot sebesar 5,3% secara tahunan menjadi Rp 7,6 triliun. Analis NH Korindo Sekuritas Cindy Alicia Ramadhania dalam riset 6 September 2023 juga rekomendasikan buy INDF dengan target Rp 8.600 yang mencerminkan price earning ratio 7,5 kali dengan potensi kenaikan 25,5%. Ini termasuk risiko pelemahan rupiah, permintaan yang lebih rendah, dan biaya bahan baku utama yang lebih tinggi.
Download Aplikasi Labirin :