Emiten Batubara Berupaya Tetap Bercahaya
Prospek emiten batubara belum lepas dari tekanan. Dikutip dari Reuters, China dikabarkan memangkas jumlah izin pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) baru hampir 80% pada semester I-2024. China merupakan pembangun PLTU terbesar. Langkah ini bisa menekan permintaan batubara dalam jangka panjang. SVP Project Management Office PT Bukit Asam Tbk (PTBA), Setiadi Wicaksono menyoroti pembatasan batubara di negara maju. Namun situasi ini tak lantas membuat prospek batubara langsung redup. Setiadi meyakini outlook permintaan batubara masih menarik, setidaknya dalam jangka menengah hingga lima tahun ke depan. Kondisi ini akan merangsang perusahaan batubara menyasar pasar ekspor yang lebih beragam. PTBA sudah mencium peluang dari negara berkembang di Asia Tenggara dan Asia Selatan.
Head of Corporate Communication
PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO), Febriati Nadira optimistis, prospek batubara masih kokoh. Penopangnya aktivitas pembangunan yang masih ramai di negara Asia.
Produsen batubara terbesar di Indonesia, PT Bumi Resources Tbk (BUMI), punya strategi serupa. Direktur & Sekretaris Perusahaan BUMI, Dileep Srivastava mengatakan, BUMI juga melakukan diversifikasi pasar dan mengakselerasi pendapatan dari segmen non-batubara. "Kami percaya adopsi strategi dengan lanskap pasar yang terus berkembang akan meningkatkan ketahanan," ujar Dileep.
Analis RHB Sekuritas Indonesia, Muhammad Wafi mengamati transisi dunia beralih ke energi terbarukan masih perlu waktu.
Analis Stocknow.id, Dinda Resty Angira mengingatkan potensi koreksi harga batubara masih terbuka, seiring ketidakpastian global.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023