Portofolio
( 322 )Penjualan yang Membaik Dorong Kinerja
Stimulus Tiongkok Memperkuat Prospek Timah
Skema MIP Tingkatkan Kinerja PTBA
Akuisisi Pinehill Buahkan Keuntungan Bagi ICBP
Tak cuma di dalam negeri, produk mi instan PT Indofood CBP Sukses Makmur (ICBP) juga laris manis di pasar luar negeri. Emiten Grup Salim itu pun menuai pertumbuhan penjualan yang positif dari penjualan di pasar global, terutama di Timur Tengah dan Afrika. Ini berkat akuisisi Pinehill Company empat tahun silam yang kini berbuah manis untuk ICBP. Analis BRI Danareksa Sekuritas Natalia Sutanto mengatakan, ICBP dapat terus diuntungkan dari tren penjualan positif yang berkelanjutan dari Pinehill. Apalagi, penjualan Pinehill di semester kedua biasanya lebih besar dari semester pertama. Sejak 2021 hingga 2023, penjualan semester kedua berkontribusi sekitar 52%-56% terhadap total penjualan Pinehill setahun penuh. "Penyesuaian ASP dilakukan di beberapa pasar utama yaitu Mesir, Turki, dan Nigeria, yang melaporkan pertumbuhan volume penjualan mi instan yang solid," ungkap Natalia kepada KONTAN, Kamis (19/9). Analis CGS CIMB Sekuritas Hadi Soegiarto sepakat kalau pertumbuhan penjualan ekspor ICBP masih kuat di sisa tahun ini. Apalagi, terdapat penyesuaian upah minimum di Mesir dan Turki, dan ada lonjakan harga roti sebesar 300% yoy pada kuartal I-2024 di Mesir. Faktor ini mendukung pertumbuhan ASP produk ICBP di negara tersebut. Total volume penjualan mi instan ICBP mengembang 11% yoy pada kuartal kedua dan dan 7% yoy pada semester I-2024. Nah, volume penjualan domestik dan luar negeri masing-masing menanjak 9% yoy di separuh pertama 2024.
Di samping kuatnya bisnis mi instan, ICBP juga menuai cuan dari segmen bisnis lainnya. Salah satunya berasal dari pertumbuhan volume produk susu pada semester pertama tahun ini. Pertumbuhan ini didukung oleh produk baru susu UHT, yakni Indomilk Goguma dan Dalgona, serta kental manis.
Dengan volume penjualan ICBP yang kuat dan tak ada urgensi untuk penyesuaian harga produk lagi tahun ini karena harga bahan baku melandai, Natalia pun meningkatkan target kinerja ICBP. Penjualan ICBP tahun 2024 diproyeksi meningkat menjadi Rp 72,86 triliun dari prediksi sebelumnya, Rp 72,59 triliun.
Analis Mirae Asset Sekuritas Abyan H. Yuntoharjo dalam riset 22 Agustus 2024 mengatakan, kinerja ICBP telah jauh melampaui para pesaingnya. Hal ini nampak dari pertumbuhan volume sebesar 9% di pasar domestik dan luar negeri. ICBP juga tangguh di tengah daya beli masyarakat sedang melemah. Harga bahan baku yang stabil ikut mendorong margin di semua segmen bisnis ICBP.
Sedangkan Hadi menilai, ICBP mungkin menjadi penerima manfaat dari kebijakan pemerintah yang baru, misalnya program makan bergizi gratis serta pemulihan konsumsi masyarakat berpenghasilan rendah. Tapi perlu diingat, ada kebijakan pemerintah lain yang menimbulkan inflasi, seperti membatasi ketersediaan bensin bersubsidi. Hal ini juga dapat mengurangi tingkat konsumsi.
TAPG Mengantongi Dividen Rp 125,6 Miliar dari Kinerja Positif
PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) menerima dividen interim dari sejumlah anak usaha. Total dividen interim tahun buku 2024 yang diterima TAPG sebesar Rp 125,6 miliar.
Berdasarkan keterbukaan informasi yang dirilis Kamis (19/9), pemberian dividen dilakukan pada dua hari yang berbeda. Pada 18 September 2024, TAPG mendapatkan dividen interim dari tiga anak usaha.
Ketiga anak usaha itu adalah PT Etam Bersama Lestari (EBL), PT Hamparan Perkasa Mandiri (HPM), dan PT Natura Pasific Nusantara (NPN). Kepemilikan TAPG di tiga entitas itu melalui anak usaha, yakni PT Agro Multi Persada (AMP).
Sekretaris Perusahaan TAPG Joni Tjeng menjelaskan, EBL membagikan dividen interim sebesar Rp 41,25 miliar, HPM Rp 54 miliar, dan NPN Rp 38 miliar. "Tidak ada dampak material atas transaksi tersebut," katanya, dalam keterbukaan informasi.
Grup Astra Semakin Semangat di Tengah Suku Bunga Rendah
Harapan para pelaku pasar saham di Tanah Air terwujud. Rapat dewan gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) pada 17-18 September kemarin memangkas suku bunga acuan alias BI rate sebesar 25 basis poin (bps). Kini BI rate berada di level 6% dari sebelumnya 6,25%. Ekspektasi pasar semakin besar menanti keputusan Bank Sentral Amerika (AS) The Federal Reserve (The Fed) memangkas suku bunganya pada pertemuan FOMC 17-18 September ini. The Fed diproyeksi bakal menggunting suku bunganya 25 bps. Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia, Miftahul Khaer menilai, suku bunga rendah bakal jadi salah satu katalis positif bagi kinerja emiten di dalam negeri. Tak terkecuali bagi emiten otomotif PT Astra International Tbk (ASII). Senior Market Chartist Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta mengamini, penurunan suku bunga memberikan sentimen positif terhadap kinerja grup Astra ke depan. Kondisi ini diestimasi bisa mendongkrak kinerja ASII secara top line maupun bottom line.
Sejalan meningkatnya permintaan komoditas, penjualan alat berat ASII melalui anak usaha PT United Tractors Tbk (UNTR) akan ikut terdongkrak. Tak hanya UNTR, bisnis grup ASII lainnya di bidang perkebunan sawit melalui entitas anak usahanya, PT Astra Agro Lestari (AALI) juga bakal ketiban berkah.
Manajemen ASII juga optimistis memandang bisnis perusahaan ini ke depan.
Head of Corporate Investor Relations
ASII Tira Ardianti mengungkapkan, seluruh bisnis grup Astra dari sektor otomotif hingga komoditas terekspos risiko tingkat suku bunga.
Dalam dua tahun ke depan, ASII siap meluncurkan tiga kendaraan listrik atau
electric vehicle
(EV). "Ada tiga mobil
battery
EV yang akan diperkenalkan dan produk
hybrid
dari grup Astra bersama prinsipal. Semoga menjangkau masyarakat lebih luas," tutur Tira.
Pada perdagangan kemarin, saham ASII ditutup menguat 3,45% ke Rp 5.250. Saham UNTR juga menguat 0,19% ke level Rp 26.725, dan mengakumulasi kenaikan 18,21%. Sedangkan saham AALI mengakumulasi penurunan 9,61% sejak awal tahun ini ke posisi Rp 6.350.
GoTo Bergerak Mencapai Titik Impas pada Tahun Mendatang
Kinerja PT Goto Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) diprediksi bisa membaik dengan memanfaatkan tiga layanan bisnis utamanya yakni layanan on demand service (ODS), layanan financial technology (fintech) dan layanan e-commerce Ketiga layanan ini diproyeksi punya prospek cerah ke depan. Analis JP Morgan, Henry Wibowo mengatakan, GOTO telah merampungkan integrasi Gopaylater dengan Tiktok Shop. Dan berencana mengembangkan pinjaman menjadi US$ 500 juta pada akhir tahun 2025. Ini menandakan komitmen GOTO untuk menggaet consumer loan dengan memperluas penetrasi buy now pay later (BNPL) melalui layanan Tiktok Shop. Untuk layanan e-commerce, ada sedikit penurunan biaya layanan pada kuartal II-2024 dibandingkan kuartal I-2024 akibat faktor musiman. "Biaya layanan diperkirakan mencapai sekitar US$ 40 juta pada 2024, sesuai target, dan akan tumbuh pada 2025 seiring dengan tren nilai produk yang terjual di (GMV)," jelas Henry dalam riset 6 September 2024.
Analis Yuanta Sekuritas, Laras Nadira menambahkan, kinerja GOTO juga didorong oleh bisnis
on-demand services
(ODS).
Pendapatan bersih bisnis ODS terhadap GTV sebesar 17,2% pada kuartal II 2024, angka itu naik 632 basis poin (bps) secara tahunan.
Selain itu, Laras melihat bahwa layanan pemesanan kendaraan dan pengiriman makanan berkontribusi solid untuk pertumbuhan GOTO. Pemesanan kendaraan berkontribusi 40% dan pengiriman makanan menyumbang 60% dari pendapatan ODS pada semester I-2024.
Analis BRI Danareksa, Niko Margonis menambahkan, aksi pemegang saham Alibaba yang berkomitmen menjadi investor jangka panjang GOTO menjadi katalis positif bagi GOTO.
Hal ini kemudian mengurangi ketidakpastian dan memberikan sinyal kepercayaan diri kepada pemegang saham minoritas GOTO lainnya. Selain itu, kemitraan dengan Alibaba memungkinkan GOTO memanfaatkan kemajuan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan
cloud.
Ini juga diharapkan dapat meningkatkan efisiensi biaya GOTO, dengan biaya teknologi yang saat ini menyumbang 7% dari pendapatan kotor pada kuartal II-2024.
Laras berharap GOTO terus melakukan efisiensi biaya sehingga dapat mencapai target EBITDA impas. Laras merekomendasikan
buy
saham GOTO dengan target harga Rp 90 per saham.
PGAS Siap Jaga Pasokan Gas Nasional Demi Kinerja Optimal
PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) alias PGN mengantisipasi sejumlah tantangan di industri gas dalam negeri. Terutama dari sisi pasokan gas serta perpanjangan kebijakan Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT). Direktur Utama PGN, Arief Setiawan Handoko bilang, PGAS menghadapi tantangan dari ketidakseimbangan antara pasokan dan permintaan. Ini terjadi seiring turunnya pasokan dari sumber utama, yakni Blok Corridor yang digarap oleh Grup Medco. Sesuai alokasi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), pasokan gas dari Blok Corridor menyusut dari 410 billion british thermal unit per day (BBTUD) pada tahun ini menjadi 129 BBTUD pada tahun 2028. Dus, ada tiga strategi PGAS dalam menjaga tingkat pasokan gas. Pertama, melakukan perpanjangan kontrak pasokan gas pipa eksisting dan kontrak pasokan gas baru. Kedua, pemanfaatan kontrak pasokan gas dari wilayah Jawa bagian timur untuk disalurkan ke Jawa bagian barat.
Ketiga, PGAS menyiapkan gas alam cair alias liquefied natural gas (LNG) untuk memenuhi kekurangan pasokan dari gas pipa. Emiten ini juga membuka opsi impor jika defisit pasokan tidak bisa terpenuhi dari kilang domestik.
Direktur Komersial PGN, Ratih Esti Prihatini menyampaikan, sepanjang separuh pertama 2024 pasokan gas PGAS masih tergantung dari gas pipa dengan porsi 99,6%. Porsi LNG masih 0,4%. Adapun, volume niaga gas PGAS turun sekitar 9% secara tahunan menjadi 841 BBTUD.
Direktur Keuangan PGN, Fadjar Harianto Widodo bilang, tahun ini PGAS akan menjaga margin distribusi di rentang US$ 1,6-US$ 1,8 per MMBTU. "Harga jual tetap memperhatikan kemampuan pelanggan," ujar Fadjar.
Analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana melihat, pergerakan harga saham PGAS masih cenderung
downtrend. Tapi pelaku pasar bisa mempertimbangkan
speculative buy
dengan target harga Rp 1.525-Rp 1.560 per saham.
Pilkada 2024 Jadi Pendorong Performa Emiten Media
Kinerja emiten media di kuartal III-2024 diproyeksi masih tumbuh di sisa tahun ini. Salah satu sentimen pendorong berasal dari momentum Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 pada November mendatang.
Selama semester satu tahun ini, kinerja emiten media masih moncer. Contoh PT Surya Citra Media Tbk (SCMA), yang meraih laba bersih Rp 327,65 miliar di semester I-2024, naik 372,37% secara tahunan dari Rp 69,36 miliar.
Sementara PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) meraup laba bersih Rp 808,47 miliar per 30 Juni 2024, tumbuh 8,35% secara tahunan dari Rp 194,52 miliar. Padahal pendapatan usaha MNCN terkoreksi 2,25% secara tahunan menjadi Rp 4,34 triliun.
Executive Chairman
MNCN, Hary Tanosoedibjo mengatakan, perseroa ini mencatat penurunan pendapatan dari layanan
free to air
(FTA) televisi di semester I-2024. Kontribusi FTA televisi menyumbang sekitar 45,8% dari total pendapatan MNCN.
Associate Director of Research and Investment
Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus melihat, moncernya kinerja keuangan tak seirama dengan kinerja saham emiten media.
Nico melihat, sentimen positif datang menjelang Pilkada 2024, khususnya di segmen televisi digital berbayar. "Layanan TV digital akan mendongkrak jumlah penonton dan berkontribusi terhadap peningkatan iklan," katanya.
Prospek Pasar yang Melemah: Apa Penyebabnya?
Nilai tukar rupiah ditutup melemah pada Kamis (12/9). Rupiah di pasar
spot
melemah 0,24% ke Rp 15.439 per dolar Amerika Serikat (AS) dibanding sehari sebelumnya. Rupiah di Jisdor Bank Indonesia (BI) juga turun 0,03% ke Rp 15.421 per dolar AS.
Ekonom Bank Danamon, Hosianna Evalia Situmoran mengatakan, pelemahan rupiah sesuai perkiraan lantaran ada potensi
profit taking.
Pengamat komoditas dan mata uang, Lukman Leong melihat, akan ada rilis data klaim pengangguran AS dan inflasi tingkat produsen AS. "Apabila ada kejutan pada hasil tersebut antara jauh lebih kuat atau lemah, rupiah diperkirakan akan berkosolidasi dengan potensi melemah terbatas," sebut Lukman, kemarin (12/9).
Lukman memperkirakan, rupiah akan berada di rentang Rp 15.400–Rp 15.500 per dolar AS pada Jumat (13/9). Hosianna memproyeksi, rupiah akan bergerak di kisaran Rp 15.450–Rp 15.550 per dolar AS.
Pilihan Editor
-
Kisruh Labuan Bajo Merusak Citra
04 Aug 2022 -
Masih Saja Marak, Satgas Tutup 100 Pinjol Ilegal
01 Aug 2022 -
ANCAMAN KRISIS : RI Pacu Diversifikasi Pangan
10 Aug 2022 -
HARGA PANGAN, Fenomena ”Lunchflation”
29 Jul 2022 -
Digitalisasi Keuangan Daerah
26 Jul 2022









