;

Grup Astra Semakin Semangat di Tengah Suku Bunga Rendah

Ekonomi Hairul Rizal 19 Sep 2024 Kontan
Grup Astra Semakin Semangat di Tengah Suku Bunga Rendah

Harapan para pelaku pasar saham di Tanah Air terwujud. Rapat dewan gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) pada 17-18 September kemarin memangkas suku bunga acuan alias BI rate sebesar 25 basis poin (bps). Kini BI rate berada di level 6% dari sebelumnya 6,25%. Ekspektasi pasar semakin besar menanti keputusan Bank Sentral Amerika (AS) The Federal Reserve (The Fed) memangkas suku bunganya pada pertemuan FOMC 17-18 September ini. The Fed diproyeksi bakal menggunting suku bunganya 25 bps. Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia, Miftahul Khaer menilai, suku bunga rendah bakal jadi salah satu katalis positif bagi kinerja emiten di dalam negeri. Tak terkecuali bagi emiten otomotif PT Astra International Tbk (ASII). Senior Market Chartist Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta mengamini, penurunan suku bunga memberikan sentimen positif terhadap kinerja grup Astra ke depan. Kondisi ini diestimasi bisa mendongkrak kinerja ASII secara top line maupun bottom line. 

Sejalan meningkatnya permintaan komoditas, penjualan alat berat ASII melalui anak usaha PT United Tractors Tbk (UNTR) akan ikut terdongkrak. Tak hanya UNTR, bisnis grup ASII lainnya di bidang perkebunan sawit melalui entitas anak usahanya, PT Astra Agro Lestari (AALI) juga bakal ketiban berkah. Manajemen ASII juga optimistis memandang bisnis perusahaan ini ke depan. Head of Corporate Investor Relations ASII Tira Ardianti mengungkapkan, seluruh bisnis grup Astra dari sektor otomotif hingga komoditas terekspos risiko tingkat suku bunga. Dalam dua tahun ke depan, ASII siap meluncurkan tiga kendaraan listrik atau electric vehicle (EV). "Ada tiga mobil battery EV yang akan diperkenalkan dan produk hybrid dari grup Astra bersama prinsipal. Semoga menjangkau masyarakat lebih luas," tutur Tira. Pada perdagangan kemarin, saham ASII ditutup menguat 3,45% ke Rp 5.250. Saham UNTR juga menguat 0,19% ke level Rp 26.725, dan mengakumulasi kenaikan 18,21%. Sedangkan saham AALI mengakumulasi penurunan 9,61% sejak awal tahun ini ke posisi Rp 6.350.

Download Aplikasi Labirin :