;
Tags

Portofolio

( 322 )

BUKA Fokus Benahi Strategi Bisnis

HR1 08 Nov 2024 Kontan
Kinerja PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) hingga September 2024 masih mengalami tekanan, meski restrukturisasi yang sedang dilakukan diharapkan menjadi titik balik bagi perusahaan teknologi ini. Pendapatan BUKA hanya naik tipis 1,8% secara tahunan (yoy) menjadi Rp 3,4 triliun, dengan kerugian yang berhasil dikurangi dari Rp 776 miliar menjadi Rp 597 miliar.

Sementara itu, pendapatan Segmen Online-to-Offline (O2O) turun 18,7% yoy menjadi Rp 455,7 miliar, dengan total processing value (TPV) O2O turun 6% yoy menjadi Rp 18,4 triliun. Sarkia Adelia, analis Panin Sekuritas, menyebut penurunan permintaan di sektor gaming sebagai penyebab utamanya.

Selain dari Pendapatan Segmen Online-to-Offline (O2O), pendapatan dari juga marketplace turun menjadi 10,8% yoy menjadi Rp 531 miliar, dengan TPV marketplace menurun 2,49% pada kuartal III-2024 menjadi Rp 22,6 triliun. 

Menurut Henry Wibowo dari JP Morgan, manajemen Bukalapak saat ini memprioritaskan penghentian produk tidak menguntungkan untuk menekan biaya operasional. Restrukturisasi ini diproyeksikan menurunkan sekitar 30%-40% TPV dalam jangka pendek, tetapi diharapkan dapat memperbaiki kinerja secara keseluruhan.

Nafan Aji Gusta, Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, menilai kondisi ekonomi makro yang kondusif dapat mendorong kinerja BUKA. Jika Bank Indonesia (BI) menurunkan suku bunga, konsumsi rumah tangga sebagai motor ekonomi diperkirakan akan meningkat, yang secara tidak langsung mendukung pendapatan BUKA.

BUKA juga resmi bekerja sama dengan Bill & Melinda Gates Foundation untuk memperkuat inklusi keuangan dan digital, terutama di pasar tier II. Sarkia Adelia optimistis restrukturisasi ini dapat memperbaiki performa perusahaan secara bertahap.

Meski masih menghadapi tantangan, langkah restrukturisasi yang dilakukan oleh Bukalapak, seperti fokus pada produk unggulan dan ekspansi layanan keuangan, menjadi kunci perbaikan kinerja. Dukungan ekonomi makro dan kerja sama strategis, seperti dengan Bill & Melinda Gates Foundation, memperkuat prospek jangka panjang BUKA. Analis seperti Sarkia Adelia dan Nafan Aji Gusta optimistis terhadap potensi pemulihan kinerja, meski dalam jangka pendek tantangan masih ada.

Ekspansi Bisnis Diperkuat Melalui Akuisisi

HR1 07 Nov 2024 Kontan

Kinerja PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) diproyeksi bakal tumbuh. Ini seiring akuisisi saham PT Suryamas Dutamakmur Tbk (SMDM) yang akan menambah lahan untuk ekspansi. Kinerja BSDE pada kuartal III-2024 juga cukup baik. Pendapatan sebesar Rp 2,7 triliun atau meningkat 17,8% secara tahunan alias year-on-year (yoy), tetapi secara kuartalan (qoq) terkoreksi 23,8%. Secara kumulatif pendapatan sembilan bulan 2024 BSDE sebesar Rp 10,1 triliun, meningkat 37,7% yoy. Aqil Triyadi, Analis Panin Sekuritas mencermati, penurunan secara kuartalan disebabkan oleh musim serah terima produk komersial yang lebih rendah pada kuartal III. Kemudian kenaikan recurring income seperti sewa, hotel, pengelolaan gedung, jalan tol, dan lainnya sebesar 3,3% yoy menjadi Rp 1,3 triliun. Sementara segmen komersial berkontribusi 36% dan penjualan tanah 8%. Analis Sucor Sekuritas, Niko Pandowo menambahkan, kinerja BSDE ditopang peningkatan marketing sales di kuartal III sebesar 2% yoy menjadi Rp 2 triliun. Pertumbuhan ini didorong kontribusi kuat dari penjualan ruko yang mencapai Rp 566 miliar, naik 59% yoy. 

"Serta membantu mengimbangi kinerja yang kurang baik di segmen perumahan yang hanya Rp 1,2 triliun atau terkoreksi 15% yoy," tulis Niko dalam riset 4 November 2024. Kinerja kuartal III-2024 juga mendapat dorongan dari beberapa peluncuran properti yaitu ruko Northridge Ultimate di BSD Fase 3 dengan tingkat penyerapan 67% dan pendapatan sebesar Rp 213 miliar. Lalu, The Kaia "Yara" di Grand Wisata Bekasi dengan tingkat penyerapan 47% yang menyumbang Rp 118 miliar. Serta Townville di Grand City Balikpapan dengan tingkat penyerapan 50% yang menambah Rp 52 miliar. Head of Investment Reswara Gian Investa, Kiswoyo Adi Joe menilai, SMDM memiliki lahan kosong yang besar, hal ini bisa dimanfaatkan BSDE untuk memperluas wilayah pembangunan properti. "Kinerja SMDM bisa berkontribusi 10% - 20% di tahun depan," kata Kiswoyo, (6/11). Pemangkasan bunga acuan juga menjadi katalis positif bagi emiten properti, termasuk BSDE. Kiswoyo memproyeksi laba BSDE akan tumbuh di atas 25% di akhir 2024. Sementara Nico memprediksi pendapatan BSDE pada akhir tahun sebesar Rp 12,19 triliun.

Kawasan Industri Catatkan Laba Besar

HR1 07 Nov 2024 Kontan

Emiten properti kawasan industri terus membukukan kinerja positif hingga akhir kuartal III-2024. Terbaru, PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) melaporkan kinerja pendapatannya mencapai Rp 3,86 triliun sepanjang Januari-September 2024. Pendapatan SSIA itu naik 27,85% secara tahunan dari Rp 3,76 triliun di periode sama tahun 2023. Alhasil, SSIA berhasil membalikkan kerugian Rp 23,69 miliar pada periode Januari-September 2023 jadi laba bersih Rp 228,41 miliar di sembilan bulan 2024. Vice President of Investor Relations & Corporate Communications Surya Semesta Internusa, Erlin Budiman bilang, pertumbuhan pendapatan pada periode yang berakhir 30 September 2024, terutama didorong melonjaknya pendapatan segmen konstruksi sebesar 26,7% secara tahunan menjadi Rp 532,9 miliar. Laba bersih emiten pengembang kota Deltamas, PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) juga berhasil melesat 84,7% secara tahunan menjadi Rp 1,12 triliun per kuartal III-2024. Laba ini ditopang pendapatan usaha DMAS Rp 1,68 triliun hingga kuartal III-2024, naik 71,79% secara tahunan.

Direktur Puradelta Lestari, Tondy Suwanto menjelaskan, segmen industri menjadi penyumbang utama pundi-pundi pendapatan Rp 1,5 triliun atau sekitar 91,1% dari pendapatan usaha DMAS. "Hingga saat ini, sektor data center masih menjadi primadona di segmen industri," jelas Tondy. Sementara itu, PT Jababeka Tbk (KIJA) membukukan pendapatan total Rp 3,367 triliun di periode Januari-September 2024, naik 47% secara tahunan. Dus, hingga akhir September 2024, KIJA mencatat laba bersih Rp 769,69 miliar, meningkat dari Rp 231,9 miliar pada periode yang sama tahun 2023. Senior Market Chartist Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta Utama melihat, kinerja emiten kawasan industri per kuartal III-2024 dipengaruhi sentimen positif terkait investasi di sektor industri. Pemerintah juga baru memperpanjang fasilitas tax holiday industri pionir hingga Desember 2025. Kebijakan ini dinilai mampu menarik investasi ke dalam negeri. Ini terlihat dari proporsi investasi penanaman modal asing yang masuk dari pemberian insentif tax holiday mencapai 25% dari realisasi investasi.

Harga Emas Dongkrak Laba BRMS

HR1 06 Nov 2024 Kontan
PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) diproyeksikan akan terus menikmati keuntungan dari kenaikan harga emas yang mencapai 33% sejak awal 2024, yang didorong oleh kontraksi ekonomi global dan ketidakpastian politik seperti pilpres AS. Emiten tambang emas ini menonjol karena cadangan emas yang besar dan rencana ekstensifikasi produksi yang ambisius.

Arinda Izzaty, Analis Pilarmas Investindo Sekuritas, menilai BRMS sebagai salah satu emiten paling menarik di sektor emas. BRMS berencana meningkatkan kapasitas produksi hingga 4.000 ton per hari melalui pabrik baru dan menargetkan tambang bawah tanah di Blok-1 Poboya dengan kadar bijih lebih tinggi, yakni 4,9 gram per ton.

Farras Farhan dari Samuel Sekuritas menyoroti aset strategis Citra Palu Mineral (CPM) di Sulawesi Tengah sebagai tulang punggung operasi BRMS. Ryan Winipta dari Indo Premier Sekuritas menyebut potensi masuknya BRMS ke indeks MSCI pada Februari 2025, tergantung pada kapitalisasi pasar dan harga saham yang stabil di atas Rp 360.

Kiswoyo Adi Joe dari Nawasena Abhipraya Investama merekomendasikan buy dengan target harga Rp 500, menyebut momentum lonjakan harga emas mendukung penambahan kapasitas smelter. M. Nafan Aji Gusta dari Mirae Asset Sekuritas juga menyarankan accumulative buy dengan target harga Rp 484. Farras Farhan optimistis pada target Rp 500, seiring kenaikan kapasitas dan fundamental yang kokoh.

Kinerja BRMS diprediksi terus bersinar berkat kenaikan harga emas, strategi ekspansi, dan potensi masuk ke indeks besar seperti MSCI. Dengan dukungan proyek baru seperti pabrik heap leach dan tambang bawah tanah CPM, serta rekomendasi positif dari analis, BRMS diharapkan mampu memperkuat posisinya di pasar saham.

Kinerja Reksadana Saham Masih Lemah

HR1 04 Nov 2024 Kontan
Kinerja indeks reksadana mengalami tekanan sepanjang Oktober 2024, dengan hanya reksadana pasar uang yang mencatatkan kinerja positif sebesar 0,38% secara bulanan. Secara year-to-date (ytd), reksadana pendapatan tetap dan pasar uang tetap unggul dengan return masing-masing 3,32% dan 3,9%. Sebaliknya, reksadana saham mencatatkan kinerja negatif sebesar -2,51% ytd.

Hanif Mantiq, Direktur Utama Surya Timur Alam Raya Asset Management (STAR AM), menjelaskan bahwa penurunan ini disebabkan oleh sikap pasar yang cenderung wait and see, terutama terkait kinerja saham blue-chip seperti ASII, BBRI, TLKM, dan UNVR, yang mencatat penurunan signifikan dalam sebulan terakhir. Sentimen global juga memengaruhi, terutama ketidakpastian terkait Pilpres AS. Hanif memprediksi, kemenangan Donald Trump dapat mendorong arus dana ke pasar negara berkembang, sedangkan kemenangan Kamala Harris berpotensi menguntungkan instrumen pendapatan tetap karena kebijakan fiskal yang lebih konservatif.

Guntur Putra, CEO Pinnacle Investment, menambahkan bahwa kepemimpinan Trump yang tidak terduga bisa membawa risiko ketidakstabilan pada pasar saham global, termasuk pasar domestik. Namun, reksadana pasar uang tetap menjadi pilihan stabil karena portofolionya yang fokus pada investasi jangka pendek seperti deposito dan obligasi korporasi di bawah satu tahun.

Secara keseluruhan, kinerja reksadana saat ini menghadapi tantangan dari faktor global dan ketidakpastian politik, namun instrumen pasar uang tetap menawarkan stabilitas di tengah volatilitas.

Tren Kenaikan Harga Komoditas Dorong Pertumbuhan

HR1 31 Oct 2024 Kontan
Kinerja PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) diproyeksikan menguat karena didorong oleh kenaikan harga komoditas, terutama emas dan bijih nikel. Miftahul Khaer, Equity Research Analyst di Kiwoom Sekuritas, menilai bahwa kenaikan harga emas berpotensi meningkatkan EBITDA ANTM melalui margin yang lebih baik dan volume penjualan yang lebih tinggi. Selain itu, meski ada keterbatasan infrastruktur yang menyebabkan kelangkaan, permintaan bijih nikel dari smelter dalam negeri tetap tinggi, memberikan peluang bagi ANTM untuk menjual dengan harga premium.

Benny Kurniawan dari JP Morgan menambahkan bahwa profitabilitas dari bisnis nikel ANTM memiliki prospek yang besar, dengan volume penjualan yang diharapkan mencapai 2,50 juta wet metric tons (wmt) pada kuartal ketiga 2024. Kelangkaan bijih nikel saprolit berkadar tinggi menyebabkan premi yang terus meningkat hingga Oktober. JP Morgan memproyeksikan laba bersih ANTM mencapai Rp 2,4 triliun tahun ini dan merekomendasikan overweight dengan target harga Rp 1.850.

Timothy Wijaya dari BRI Sekuritas melihat ANTM juga dapat meraih keuntungan dari jeda waktu dalam persetujuan kuota RKAB dengan Weda Bay Nickel (WBN), di mana ANTM memiliki 10% saham. Dia merekomendasikan buy dengan target harga Rp 2.000 per saham.

Ekspansi Gerai Jadi Senjata Baru AMRT

HR1 30 Oct 2024 Kontan
Kinerja PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) diperkirakan tetap kuat hingga akhir 2024, terutama dengan dukungan ekspansi gerai dan strategi diskon akhir tahun. Analis RHB Sekuritas, Vanessa Karmajaya, menyatakan bahwa AMRT optimis mencapai target pertumbuhan penjualan sekitar 10%-11% dengan same store sales growth (SSSG) pada kisaran satu digit menengah. Ekspansi di luar Jawa diharapkan mencapai 37%-38% dari total toko dalam jangka panjang, dengan fokus menjaga profitabilitas di tengah kenaikan sewa dan gaji di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Vanessa juga menyoroti bahwa toko perawatan diri Dan+Dan memiliki potensi besar, dengan 318 toko per Juni 2024. Selain itu, kontribusi penjualan online AMRT mencapai 6% dari total penjualan, didukung oleh lebih dari 3.100 toko yang berfungsi sebagai titik pengiriman. Jody Wijaya, analis Verdhana Sekuritas Indonesia, menilai AMRT mampu mengelola produk fast-moving consumer goods (FMCG) terlaris dan memanfaatkan pertumbuhan konsumsi di luar Jawa.

Associate Director Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nicodemus, menekankan bahwa ekspansi 1.000 gerai baru AMRT akan berdampak positif dalam jangka panjang meskipun memerlukan biaya besar. AMRT juga berencana memperluas pusat distribusi di Gorontalo dan Palopo untuk menstabilkan biaya logistik. Inisiatif digital seperti Alfagift menjadi nilai tambah dalam meningkatkan kepuasan pelanggan.

Analis memproyeksikan target harga AMRT, dengan Vanessa dan Jody merekomendasikan beli dengan target harga Rp 3.800 dan Rp 3.830 per saham, sedangkan Patricia Gabriela dari BNI Sekuritas memberikan target Rp 3.700.

Tekanan Penurunan Margin pada Laba Emiten

HR1 29 Oct 2024 Kontan
PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) mencatat penurunan kinerja di sembilan bulan pertama 2024, dengan laba bersih turun 14,07% yoy menjadi Rp 1,46 triliun dan pendapatan turun 4,55% yoy menjadi Rp 28,61 triliun. Segmen perdagangan dan distribusi BBM menjadi kontributor terbesar, namun margin laba kotor dan EBITDA mengalami penurunan signifikan.

Richard Jerry dari BRI Danareksa mengidentifikasi penurunan margin sebagai penyebab utama kinerja lemah, terutama akibat kontribusi lebih rendah dari penambang. Meski demikian, ia optimis AKRA akan tumbuh pada 2025 dengan rencana peningkatan kapasitas melalui kapal tanker baru. Edo Ardiansyah dari Phillip Sekuritas memperkirakan penjualan lahan JIIPE dapat mencapai 100 hektare, didukung oleh kebijakan pro-investasi pemerintah dan lokasi strategis.

Sukarno Alatas dari Kiwoom Sekuritas melihat potensi pertumbuhan seiring peningkatan permintaan BBM industri, meski mengingatkan risiko dari tensi geopolitik. Ia menyoroti pentingnya produk AKRA dalam sektor industri dan manufaktur.

Proyeksi untuk 2024 bervariasi, dengan BRI Danareksa memprediksi pendapatan mencapai Rp 37,6 triliun dan laba bersih Rp 2,73 triliun, sementara Phillip Sekuritas memperkirakan pendapatan Rp 43,2 triliun dan laba bersih Rp 3,2 triliun. Analis memberikan rekomendasi beragam, dengan target harga saham AKRA berkisar antara Rp 1.390 hingga Rp 1.870 per saham.

Beban Utang Jadi Tantangan bagi BUMN Karya

HR1 28 Oct 2024 Kontan
Optimisme emiten BUMN Karya terhadap kinerja mereka di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, terutama melalui peluang dari proyek quick win yang termasuk dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 sebesar Rp 121 triliun. Proyek-proyek tersebut meliputi pembangunan infrastruktur seperti rumah sakit dan renovasi sekolah.

Mahendra Vijaya, Sekretaris Perusahaan PT Wijaya Karya (WIKA), menyatakan optimismenya bahwa WIKA dapat menjadi mitra strategis dalam mendukung program pemerintah, mengingat portofolio mereka dalam pembangunan sarana publik. Sepanjang 2024, WIKA telah menyelesaikan delapan Proyek Strategis Nasional (PSN) senilai Rp 3,8 triliun dan mengejar proyek tambahan di kuartal IV-2024.

Joko Raharjo, Sekretaris Perusahaan PT PP Tbk (PTPP), menyebut bahwa PTPP tetap fokus pada penguatan bisnis inti di bidang konstruksi serta perampingan portofolio melalui asset recycling dan divestasi. Hingga kuartal III-2024, PTPP memiliki 40 proyek PSN dengan total kontrak Rp 47,5 triliun.

Namun, Sukarno Alatas, Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia, menyoroti beban utang tinggi emiten BUMN Karya dan pentingnya perhatian pemerintah terhadap restrukturisasi ini. Sukarno memprediksi kinerja PTPP dan ADHI berpeluang membaik, dengan rekomendasi harga target PTPP di Rp 500 dan ADHI di Rp 330.

Hendra Wardana, Founder Stocknow.id, menegaskan bahwa risiko di BUMN Karya tetap tinggi jika tidak ada restrukturisasi keuangan dan manajemen yang lebih ketat, menekankan perlunya keseimbangan antara pembiayaan proyek dan rasio utang.

Secara keseluruhan, emiten BUMN Karya optimis terhadap peluang dari proyek quick win pemerintahan baru, meskipun tantangan berupa beban utang dan kebutuhan restrukturisasi tetap menjadi perhatian.

Wajah Baru ACES Jadi Harapan Bisnis

HR1 24 Oct 2024 Kontan
Prospek PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES) setelah tidak melanjutkan perjanjian lisensi dengan Ace Hardware International Holdings, Ltd. Muhamad Heru Mustofa, Research Analyst Phintraco Sekuritas, menilai rebranding yang direncanakan ACES pada awal 2025 akan memengaruhi cash flow jangka pendek karena investasi awal yang signifikan, seperti promosi dan renovasi toko. Meski demikian, ACES memiliki cadangan kas kuat sebesar Rp 2,72 triliun, yang dapat mendukung proses ini.

Jocelyn Santoso, Analis Maybank Sekuritas Indonesia, memperkirakan rebranding tidak akan menghambat pertumbuhan ACES, dengan proyeksi peningkatan penjualan sebesar 12% pada 2025 dan terus meningkat hingga 2027. Jocelyn mencatat, peningkatan free float saham menjadi 40,03% pada 2024, serta insentif pajak penghasilan badan yang lebih rendah, akan meningkatkan laba bersih ACES hingga Rp 1,32 triliun pada 2026.

Abyan H. Yuntoharjo, Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia, menilai rebranding akan memperluas margin jangka panjang meski menghadapi potensi persaingan dari Ace Hardware International Holdings dan MR. DIY. Abyan memproyeksikan pendapatan ACES mencapai Rp 8,54 triliun pada 2024, dengan laba bersih Rp 890 miliar, tumbuh 16,49% yoy. Abyan merekomendasikan buy dengan target harga Rp 1.100, sementara Jocelyn menetapkan target harga Rp 950, dan Heru menyarankan hold atau trading buy dengan target Rp 975 - Rp 1.000 per saham.