;

Beban Utang Jadi Tantangan bagi BUMN Karya

Ekonomi Hairul Rizal 28 Oct 2024 Kontan
Beban Utang Jadi Tantangan bagi BUMN Karya
Optimisme emiten BUMN Karya terhadap kinerja mereka di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, terutama melalui peluang dari proyek quick win yang termasuk dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 sebesar Rp 121 triliun. Proyek-proyek tersebut meliputi pembangunan infrastruktur seperti rumah sakit dan renovasi sekolah.

Mahendra Vijaya, Sekretaris Perusahaan PT Wijaya Karya (WIKA), menyatakan optimismenya bahwa WIKA dapat menjadi mitra strategis dalam mendukung program pemerintah, mengingat portofolio mereka dalam pembangunan sarana publik. Sepanjang 2024, WIKA telah menyelesaikan delapan Proyek Strategis Nasional (PSN) senilai Rp 3,8 triliun dan mengejar proyek tambahan di kuartal IV-2024.

Joko Raharjo, Sekretaris Perusahaan PT PP Tbk (PTPP), menyebut bahwa PTPP tetap fokus pada penguatan bisnis inti di bidang konstruksi serta perampingan portofolio melalui asset recycling dan divestasi. Hingga kuartal III-2024, PTPP memiliki 40 proyek PSN dengan total kontrak Rp 47,5 triliun.

Namun, Sukarno Alatas, Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia, menyoroti beban utang tinggi emiten BUMN Karya dan pentingnya perhatian pemerintah terhadap restrukturisasi ini. Sukarno memprediksi kinerja PTPP dan ADHI berpeluang membaik, dengan rekomendasi harga target PTPP di Rp 500 dan ADHI di Rp 330.

Hendra Wardana, Founder Stocknow.id, menegaskan bahwa risiko di BUMN Karya tetap tinggi jika tidak ada restrukturisasi keuangan dan manajemen yang lebih ketat, menekankan perlunya keseimbangan antara pembiayaan proyek dan rasio utang.

Secara keseluruhan, emiten BUMN Karya optimis terhadap peluang dari proyek quick win pemerintahan baru, meskipun tantangan berupa beban utang dan kebutuhan restrukturisasi tetap menjadi perhatian.
Download Aplikasi Labirin :