;

BUKA Fokus Benahi Strategi Bisnis

Ekonomi Hairul Rizal 08 Nov 2024 Kontan
BUKA Fokus Benahi Strategi Bisnis
Kinerja PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) hingga September 2024 masih mengalami tekanan, meski restrukturisasi yang sedang dilakukan diharapkan menjadi titik balik bagi perusahaan teknologi ini. Pendapatan BUKA hanya naik tipis 1,8% secara tahunan (yoy) menjadi Rp 3,4 triliun, dengan kerugian yang berhasil dikurangi dari Rp 776 miliar menjadi Rp 597 miliar.

Sementara itu, pendapatan Segmen Online-to-Offline (O2O) turun 18,7% yoy menjadi Rp 455,7 miliar, dengan total processing value (TPV) O2O turun 6% yoy menjadi Rp 18,4 triliun. Sarkia Adelia, analis Panin Sekuritas, menyebut penurunan permintaan di sektor gaming sebagai penyebab utamanya.

Selain dari Pendapatan Segmen Online-to-Offline (O2O), pendapatan dari juga marketplace turun menjadi 10,8% yoy menjadi Rp 531 miliar, dengan TPV marketplace menurun 2,49% pada kuartal III-2024 menjadi Rp 22,6 triliun. 

Menurut Henry Wibowo dari JP Morgan, manajemen Bukalapak saat ini memprioritaskan penghentian produk tidak menguntungkan untuk menekan biaya operasional. Restrukturisasi ini diproyeksikan menurunkan sekitar 30%-40% TPV dalam jangka pendek, tetapi diharapkan dapat memperbaiki kinerja secara keseluruhan.

Nafan Aji Gusta, Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, menilai kondisi ekonomi makro yang kondusif dapat mendorong kinerja BUKA. Jika Bank Indonesia (BI) menurunkan suku bunga, konsumsi rumah tangga sebagai motor ekonomi diperkirakan akan meningkat, yang secara tidak langsung mendukung pendapatan BUKA.

BUKA juga resmi bekerja sama dengan Bill & Melinda Gates Foundation untuk memperkuat inklusi keuangan dan digital, terutama di pasar tier II. Sarkia Adelia optimistis restrukturisasi ini dapat memperbaiki performa perusahaan secara bertahap.

Meski masih menghadapi tantangan, langkah restrukturisasi yang dilakukan oleh Bukalapak, seperti fokus pada produk unggulan dan ekspansi layanan keuangan, menjadi kunci perbaikan kinerja. Dukungan ekonomi makro dan kerja sama strategis, seperti dengan Bill & Melinda Gates Foundation, memperkuat prospek jangka panjang BUKA. Analis seperti Sarkia Adelia dan Nafan Aji Gusta optimistis terhadap potensi pemulihan kinerja, meski dalam jangka pendek tantangan masih ada.
Download Aplikasi Labirin :