Tren Kenaikan Harga Komoditas Dorong Pertumbuhan
Kinerja PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) diproyeksikan menguat karena didorong oleh kenaikan harga komoditas, terutama emas dan bijih nikel. Miftahul Khaer, Equity Research Analyst di Kiwoom Sekuritas, menilai bahwa kenaikan harga emas berpotensi meningkatkan EBITDA ANTM melalui margin yang lebih baik dan volume penjualan yang lebih tinggi. Selain itu, meski ada keterbatasan infrastruktur yang menyebabkan kelangkaan, permintaan bijih nikel dari smelter dalam negeri tetap tinggi, memberikan peluang bagi ANTM untuk menjual dengan harga premium.
Benny Kurniawan dari JP Morgan menambahkan bahwa profitabilitas dari bisnis nikel ANTM memiliki prospek yang besar, dengan volume penjualan yang diharapkan mencapai 2,50 juta wet metric tons (wmt) pada kuartal ketiga 2024. Kelangkaan bijih nikel saprolit berkadar tinggi menyebabkan premi yang terus meningkat hingga Oktober. JP Morgan memproyeksikan laba bersih ANTM mencapai Rp 2,4 triliun tahun ini dan merekomendasikan overweight dengan target harga Rp 1.850.
Timothy Wijaya dari BRI Sekuritas melihat ANTM juga dapat meraih keuntungan dari jeda waktu dalam persetujuan kuota RKAB dengan Weda Bay Nickel (WBN), di mana ANTM memiliki 10% saham. Dia merekomendasikan buy dengan target harga Rp 2.000 per saham.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023