;
Tags

Portofolio

( 322 )

PPRE Kantongi Kontrak Baru Senilai Rp 6,3 Triliun

HR1 05 Sep 2024 Kontan

Emiten jasa konstruksi, PT PP Presisi Tbk (PPRE) membukukan kontrak baru senilai Rp 6,3 triliun hingga Agustus 2024. Realisasi itu mencapai 80% dari target kontrak yang dipatok anak usaha BUMN Karya PT Pembangunan Perumahan Tbk (PTPP) ini pada 2024 sebesar Rp 8 triliun. Direktur Utama PPRE, Arzan mengatakan, pencapaian kontrak baru naik 36% secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun 2023 sebesar Rp 4,6 triliun. Nilai kontrak itu diperoleh dari jasa pertambangan, pembangunan bandara, jalan tol, production plant dan infrastruktur sipil lainnya. Nilai kontrak baru mayoritas berasal dari pemberi kerja eksternal sebesar 85% dan PP Group sebesar 15%. "Ini membuktikan PPRE mampu bersaing di sektor konstruksi jasa pertambangan dan sipil nasional," ujar Arzan dalam keterangan resmi, Rabu (4/9).

CPIN Tunggu Manfaat dari Program Makan Gratis

HR1 05 Sep 2024 Kontan

Kinerja PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) diproyeksikan masih tumbuh positif ke depan. Salah satunya akan didorong oleh program makan bergizi gratis dari presiden terpilih, Prabowo Subianto. Marvin Lievincent, analis Phillip Capital mengatakan, pada semester I-2024 pendapatan CPIN meningkat hingga 6,70% secara year on year (yoy) menjadi Rp 32,96 triliun. Alhasil laba bersih ikut naik menjadi sebesar Rp 1,76 triliun dari Rp 1,37 triliun yoy dengan margin laba bersih (NPM) sebesar 5,4% pada semester I-2024. Program presiden terpilih untuk menjadikan Indonesia sebagai negara lumbung pangan akan memberi angin segar bagi CPIN. Program tersebut dapat memberikan manfaat bagi kalangan peternak ayam dan petani dengan menstabilkan harga jagung dan memastikan pasokan jagung nasional yang stabil. Sebagai catatan, pemerintah terus mengimpor jagung dari AS untuk memenuhi kebutuhan nasional. Akibatnya, fluktuasi harga jagung dan harga SBM berdampak signifikan terhadap profitabilitas perusahaan pakan. 

Dengan adanya katalis positif ini, Marvin melihat, prospek jangka panjang dengan perkiraan pertumbuhan pendapatan sebesar 8% pada akhir 2024, dan 12% di akhir 2025 akibat permintaan yang kuat untuk protein hewani. Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia, Abdul Azis Setyo Wibowo mengatakan, perlu dilakukan tinjauan yang lebih mendalam terkait program makan bergizi dapat diimplementasikan secara efektif di lapangan atau tidak. Analis Ciptadana Sekuritas, Muhammad Gibran menambahkan, data perunggasan terkini menunjukkan, sektor peternakan komersial berpotensi memperoleh keuntungan dari harga acuan baru yang ditetapkan sebesar Rp 21.000–Rp 23.000 per kg. Berdasarkan analisa ini Gibran mempertahankan rekomendasi hold CPIN dengan target harga Rp 5.400 per saham. Sedangkan Marvin mempertahankan peringkat buy dan dengan menaikkan target harga menjadi Rp 6.600 per saham.

Emiten Batubara Tetap Menggelora

HR1 04 Sep 2024 Kontan

Kinerja emiten batubara dibayangi sejumlah sentimen di pasar domestik dan global. Selain sentimen harga, kinerja emiten batubara ke depan juga akan bergantung pada permintaan komoditas emas hitam ini. Direktur Pasar Energi dan Keamanan IEA, Keisuke Sadamori menjelaskan, penerapan tenaga surya dan angin yang terus berlanjut, dikombinasikan dengan pemulihan tenaga air di Tiongkok, akan memberikan tekanan yang signifikan pada penggunaan batubara. Namun, di sisi lain, sektor kelistrikan jadi pendorong utama permintaan batubara global. "Konsumsi listrik masih kuat di beberapa negara ekonomi utama," ujarnya, dalam laporan yang dirilis belum lama ini. Pada 2024 dan 2025, pertumbuhan permintaan listrik diperkirakan naik 4%. 

Kenaikan permintaan listrik, salah satunya didorong pengembangan pusat data. Head of Investment Nawasena Abhipraya Investama, Kiswoyo Adi Joe melihat, permintaan batubara berasal dari industri dan penggunaan teknologi, khususnya pengoperasian perangkat lunak artificial inteligence (AI). Konsumsi listrik menggunakan bahan bakar yang besar dari batubara. "Peningkatan permintaan batubara dari situ," ujarnya. Di sepanjang Juli 2024, rata-rata harga batubara di bursa Newcastle naik 6% ke US$ 134 per ton. Secara historis, harga batubara cenderung naik pada September, karena menyambut musim dingin. "Harga batubara di kuartal tiga bisa di kisaran US$ 136-US$ 150 per ton," kata Rizkia Darmawan, Analis Mirae Asset Sekuritas. Dengan cuaca yang diprediksi lebih cerah, produksi batubara pada kuartal III-2024 bisa naik 6% secara kuartalan menjadi 213 juta ton. "Kami memperkirakan produksi batubara di 2024 mencapai 820 juta ton," ujar Darmawan.

Jangan Berharap Banyak dari Nikel

HR1 03 Sep 2024 Kontan

JAKARTA. Kinerja PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) masih dihadapkan dengan tantangan di sisi harga komoditas. Alhasil, analis memproyeksi pada semester II-2024 kinerja ANTM akan terhambat akibat penurunan harga nikel. Pada semester I-2024, emiten yang memproduksi logam mulia ini mencetak laba bersih sebesar Rp 1,55 triliun, turun 18% secara tahunan. Riset JP Morgan pada 29 Juli 2024 menyebut hasil ini telah mencapai 61%-62% dari target laba bersih tahunan yang diperkirakan oleh JP Morgan dan konsensus pasar. Realisasi tersebut juga sesuai dengan ekspektasi pasar karena adanya keuntungan valuta asing (valas) lebih dari Rp 500 miliar pada separuh pertama tahun 2024. Plus ada faktor penjualan feronikel (Feni) dan bijih nikel pada kuartal II-2024 kembali normal setelah kuartal pertama yang kurang baik. Analis Mirae Asset Sekuritas Rizkia Darmawan mengungkapkan, selama separuh pertama 2024, harga nikel terdorong oleh serangkaian peristiwa geopolitik. Tetapi harga pada kuartal dua lebih fluktuatif didorong oleh ketegangan geopolitik yang kian memanas. Meningkatnya perang dagang AS-Tiongkok ikut menjadi faktor yang memengaruhi harga nikel. Maklum, AS menerapkan tarif yang lebih tinggi untuk komoditas dari Tiongkok dan pungutan yang lebih tinggi untuk tambang mineral penting sehingga dapat mengganggu pasar nikel. Dus, Rizkia memperkirakan harga nikel akan bergerak di sekitar US$ 16.500- US$ 16.750 per ton pada semester kedua 2024. 

Secara keseluruhan, ia memproyeksikan harga rata-rata pada semester dua 2024 akan 15%-22% lebih rendah dari tahun lalu. Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Indonesia Muhammad Nafan Aji Gusta menambahkan, Antam diharapkan tidak hanya mengejar volume lebih tinggi ketika harga nikel rendah. Pasalnya, strategi tersebut dinilai kurang profitable. Sebaliknya, ANTM bisa memanfaatkan momentum permintaan nikel global ketika ekonomi Tiongkok sudah pulih. Di sisi lain JP Morgan memproyeksi bisnis bijih nikel ANTM memiliki profitabilitas yang lebih baik daripada bisnis peleburan nikelnya. JP Morgan berharap bisnis bijih nikel ANTM beroperasi penuh pada tahun 2025 pada proyek joint venture dengan CNGR Hong Kong dan Contemporary Emperex Technology Co. (CATL). Adapun bisnis emas ANTM diproyeksi akan tetap stabil. Sementara Rizkia mempertahankan rekomendasi netral untuk ANTM dengan target harga Rp 1.480 per saham. Rizkia menetapkan target harga ini berdasarkan EV/EBITDA 8,3 kali.

Prospek Cerah Bagi Emiten E-Commerce

HR1 02 Sep 2024 Kontan

Sejumlah emiten sektor teknologi di sektor e-commerce masih mencatatkan kerugian. Tetapi berbagai inovasi, seperti meningkatkan biaya layanan, membuka peluang bagi emiten e-commerce meningkatkan pendapatannya di masa depan. Analis BRI Danareksa Sekuritas, Niko Margaronis dan Sabela Nur Amalina melihat ada dinamika positif di industri e-commerce yang ditandai dengan sejumlah e-commerce yang kompak akan menaikkan biaya layanan bagi penjual pada September 2024 ini. Riset BRI Danareksa 29 Agustus 2024 menyebut, platform e-commerce yang akan menaikkan biaya layanan adalah Shopee, Tokopedia, dan Lazada. Shopee dan Lazada terakhir kali menyesuaikan biaya mereka pada Desember 2023. Sementara Tokopedia terakhir kali menaikkan biaya pada Mei 2024. Tokopedia telah tiga kali menaikkan biaya sejak 2023, dengan total peningkatan sekitar 108 basis poin (bps) secara agregat. Penyesuaian biaya ini sejalan dengan panduan PT Goto Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) untuk mencapai target EBITDA diperkirakan US$ 40 juta atau sekitar Rp 610 miliar dalam proyeksi di akhir 2024. Selain itu BRI Danareksa memperkirakan, Tokopedia akan terus menggunakan TikTok sebagai layanan outsourcing untuk kegiatan operasionalnya. Biaya marketplace di Tokopedia misalnya akan meningkat menjadi 1%-8% setelah menerapkan diskon 20% pada batas atas, dari sebelumnya 1,0%-6,5% yang berlaku sejak 24 Mei). 

Kisaran biaya baru ini akan berlaku untuk semua produk mulai 16 September. Selain itu, biaya komisi untuk toko mall akan berbeda dari biaya untuk penjual marketplace mulai 24 September. Sebelumnya biaya keduanya sama. Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia, Sukarno Alatas menilai, kenaikan biaya merchant punya sisi negatif untuk beberapa merchant kecil karena akan kesulitan menanggung biaya tambahan. Hal ini bisa mengurangi jumlah merchant di platform. Analis Sucor Sekuritas Paulus Jimmy menilai secara garis besar jika perusahaan e-commerce sudah mampu mencetak profit yang berkelanjutan, perusahaan lebih mampu menyediakan alokasi anggaran untuk membangun fitur baru yang juga akan menguntungkan bagi merchant. "Kenaikan platform fee dari e-commerce memang didasari oleh kebutuhan para penyedia platform untuk meningkatkan keuntungan perusahaan. Mengingat baik Shopee maupun Tokopedia masih cukup kesulitan untuk mencetak keuntungan yang stabil di pasar Indonesia," kata Jimmy kepada KONTAN, Jumat (30/8).

Lesunya Daya Beli Membuat Emiten Ritel Merana

HR1 02 Sep 2024 Kontan

Kinerja emiten ritel semakin dihantui melemahnya daya beli konsumen, khususnya masyarakat kelas menengah. Masyarakat di kelas menengah semakin rentan tergelincir ke kelompok kelas menengah rentan, bahkan rentan miskin. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, jumlah kelas menengah terus menurun dalam 10 tahun terakhir. Pada tahun 2019 masyarakat kelas menengah mencapai 57,33 juta. Namun, pada tahun 2024, jumlah masyarakat kelas menengah kembali anjlok menjadi 47,85 juta jiwa. Fenomena banyaknya kelompok kelas menengah yang semakin turun kasta, jadi salah satu bandul pemberat kinerja emiten ritel. Tercermin dari kinerja keuangan sejumlah emiten ritel yang negatif di semester I-2024. Jebloknya kinerja keuangan ikut menyeret negatifnya laju saham emiten ritel. Dalam catatan KONTAN, hingga akhir penutupan perdagangan bursa pekan lalu, hampir semua saham emiten ritel mengakumulasi penurunan harga secara year to date atau sejak awal tahun ini. Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia, Abdul Azis Setyo Wibowo menilai, emiten ritel pada segmen menengah ke bawah paling merasakan dampak penurunan kelompok kelas menengah. 

"Emiten seperti PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS) dan PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) bisa jadi kena dampak negatif," katanya, Jumat (30/8). Head Customer Literation and Education Kiwoom Sekuritas Indonesia, Oktavianus Audi sepakat, penurunan pendapatan kelas menengah efek kebijakan moneter dan fiskal pemerintah. "Pada akhirnya, daya beli masyarakat kelas menengah ini akan tergerus dan berdampak pada emiten-emiten ritel," katanya. Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas, Muhammad Nafan Aji Gusta Utama mengamini, tak semua emiten ritel terpapar lesunya daya beli konsumen kelas menegah. Dia mengamati, emiten ritel seperti PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) dan MAPI masih tahan banting. "Kedua emiten ini masuk defensif sektor," ujar Nafan.

Emas ANTAM Tetap Memikat

HR1 30 Aug 2024 Kontan

Sikap dovish bank sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve membuat harga emas spot menguat. Tapi, laju harga emas Antam tak sekencang emas spot, lantaran rupiah cenderung menguat terhadap dolar AS. Kendati begitu, emas Antam masih bisa memberi cuan asal membeli di waktu yang tepat. Dikutip dari situs Logam Mulia, harga pecahan satu gram emas Antam pada Kamis (29/8) berada di Rp 1.412.000, turun Rp 21.000 atau 1,43% dari harga di awal bulan Agustus (1/8) Rp 1.433.000. Pengamat Komoditas dan Pasar Uang Lukman Leong mengatakan, penguatan rupiah menjadi faktor yang membuat harga emas Antam tidak ikut melonjak. "Rupiah menguat hampir 1000 poin atau sekitar 6% sejak awal bulan, sedangkan emas dunia hanya naik kurang dari 3%. Jadi jika dirupiahkan, harga emas Antam turun sekitar 3%," katanya ke KONTAN, Kamis (29/8). Presiden Komisaris HFX International Berjangka Sutopo Widodo juga mengatakan, selain sentimen suku bunga, masih ada sejumlah katalis yang akan mempengaruhi pergerakan harga emas. Founder Traderindo.com. Wahyu Tribowo Laksono mengatakan, harga emas Antam masih bisa bullish sampai akhir tahun. Jika dolar AS menguat dan harga emas global melemah, emas Antam masih dapat berfungsi sebagai lindung nilai terhadap dolar AS. 

Apalagi, rupiah sejatinya masih rentan melemah dalam jangka panjang dan menengah. Prediksi Wahyu, harga emas antam di Rp 1,5 juta–Rp 1,6 juta per gram. Sedangkan Sutopo memprediksi, harga logam mulia ini akan berada di kisaran Rp 1,5 juta per gram. Nah, bulan September adalah siklus tahunan penurunan harga emas.Sehingga, investor dapat membeli dan menyimpan setelah akhir September 2024. Jika penguatan rupiah terus berlanjut, harga emas Antam tidak akan jauh berubah. Menurutnya rupiah berpotensi menguat ke Rp 15.000 Dus, harga emas antam pada akhir tahun sejutar Rp 1.48 juta. Lukman melihat belum terlambat melakukan pembelian, terutama jika punya target investasi jangka panjang.

Efek Insentif dan Suku Bunga

HR1 30 Aug 2024 Kontan

Pundi-pundi laba PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) masih akan padat berisi di sisa tahun ini. Kinerja emiten properti Grup Sinar Mas itu disokong sejumlah sentimen positif, seperti prospek suku bunga yang lebih rendah dan berlanjutnya insentif sektor properti. Di separuh pertama tahun ini, kinerja BSDE lumayan moncer. Pendapatan usaha BSDE naik 46,99% menjadi Rp 7,34 triliun. Analis Ciptadana Sekuritas Asia, Yasmin Soulisa mengatakan, solidnya kinerja BSDE akibat penjualan properti yang lebih tinggi dan margin yang lebih baik. Sebagian besar pertumbuhan segmen properti berasal dari proyek perumahan yang tumbuh 84,8% year on year (yoy) menjadi Rp 3,12 triliun. Yasmin juga menyoroti, margin laba kotor dan laba bersih BSDE semakin membaik. Dengan margin yang lebih tinggi dan kerugian valuta asing (valas) yang lebih rendah, BSDE pun bisa mengantongi laba bersih yang tinggi, 94,3% yoy. Angka ini melampaui ekspektasi Ciptadana Sekuritas dan konsensus. Analis Kiwoom Sekuritas, Vicky Rosalinda menambahkan, solidnya kinerja keuangan BSDE juga terlihat dari capaian prapenjualan alias marketing sales. Hingga akhir Juni 2024 lalu, BSDE mencetak marketing sales sebesar Rp 4,84 triliun, setara 51% dari target tahun 2024 yakni Rp 9,5 triliun. Vicky memprediksi, kinerja BSDE hingga akhir tahun ini masih akan melanjutkan tren pertumbuhan. 

Optimisme itu seiring adanya potensi pemangkasan suku bunga acuan yang dapat mengurangi beban penjualan properti, serta menjadi daya tarik bagi sektor properti. Analis Samuel Sekuritas Indonesia, Ahnaf Yassar juga menilai, pemotongan suku bunga memungkinkan peningkatan laba yang cukup besar dan meningkatkan sentimen harga saham BSDE. Suku bunga rendah akan membantu mengurangi beban bunga BSDE yang sebesar 23% dari laba sebelum pajak di semester I-2024. Yasmin menambahkan, BSDE juga akan mendapat cuan dari layanan operasi jalan tol yang makin ramai. Yasmin pun merevisi naik perkiraan pendapatan dan laba bersih BSDE menjadi Rp 14.77 triliun dan Rp 4.04 triliun di akhir tahun ini. Namun, Vicky menyarankan wait and see dahulu karena harga BSDE sudah cukup tinggi. Jika menembus resistance , maka dapat trading buy

Batas Kenaikan Mulai Terlihat

HR1 29 Aug 2024 Kontan

Rupiah berbalik menguat terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Rabu (28/8). Berdasarkan data Bloomberg, rupiah spot menguat 0,47% secara harian ke Rp 15.422 per dolar AS. Rupiah Jisdor Bank Indonesia (BI) juga naik 0,21% ke Rp 15.476 per dolar AS. Presiden Komisioner HFX International Berjangka, Sutopo Widodo mengatakan, dolar AS masih tertekan sejak Juli. Ini masih terkait dengan data-data ekonomi AS yang cenderung melemah, sehingga memperkuat ekspektasi penurunan suku bunga. Sutopo menjelaskan, indeks dolar diperdagangkan di sekitar 100,6 Rabu (28/8), mendekati level terendah sejak Juli 2023. Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede memproyeksi, rupiah akan bergerak datar pada Kamis (29/8). Mengingat investor masih menunggu data PDB dan price consumption expenditure (PCE) AS pada Jumat ini.

Harga Batubara Turun, ADRO Meredup

HR1 29 Aug 2024 Kontan

PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) mengejar target produksi dan penjualan batubara pada semester II-2024. ADRO menempuh strategi ini usai mengalami penurunan kinerja pada periode paruh pertama. Pendapatan usaha ADRO tergerus 14,40% secara tahunan atau year on year (yoy) dari US$ 3,47 miliar menjadi US$ 2,97 miliar. Sedangkan laba bersih ADRO menyusut 10,87% secara tahunan dari US$ 873,83 juta menjadi US$ 778,77 juta hingga Juni 2024. Presiden Direktur & Chief Executive Officer Adaro Energy Garibaldi "Boy" Thohir mengklaim, kinerja ADRO menunjukkan daya tahan di tengah tantangan kondisi harga batubara termal maupun metalurgi. "Grup Adaro mampu menunjukkan resiliensi kinerja keuangan berkat keunggulan operasional dan efisiensi," katanya dalam keterbukaan informasi, Selasa (27/8). Pasar dalam negeri mendominasi penjualan ADRO dengan porsi 26%. Sedangkan pasar ekspor ke Asia Timur Laut (24%), Asia Tenggara (18%), China (18%), India (11%) dan lainnya (3%). Meski secara volume menanjak, namun terjadi koreksi pada harga jual rata-rata sekitar 19%. 

Head of Corporate Communication Adaro Energy Indonesia, Febriati Nadira optimistis, prospek pertumbuhan ADRO masih cerah di sisa tahun ini. Terutama didukung kenaikan permintaan di wilayah Asia Tenggara termasuk Indonesia, serta Asia Selatan. "Sebagian pelanggan kami memiliki kontrak jangka panjang dan kami fokus untuk memenuhi permintaan pelanggan," kata Nadira, ke KONTAN, Rabu (28/8). Investment Analyst Stockbit Hendriko Gani melihat, laba bersih ADRO melampaui ekspektasi. Sedangkan pendapatan sejalan dengan perkiraan. Hendriko mengamati, margin laba kotor lebih tinggi seiring penurunan biaya royalti, biaya pemrosesan batubara serta hilangnya biaya mining service. Founder Stocknow.id, Hendra Wardana menilai, prospek emiten batubara masih menarik di tengah fluktuasi harga komoditas. Secara valuasi, Hendra menilai, ADRO masih relatif murah. Dia merekomendasi trading buy ADRO di target harga di Rp 3.990 per saham. Sedangkan Founder WH Project, William Hartanto merekomendasi beli ADRO dengan target harga Rp 3.700–Rp 3.900 per saham.