Prospek Cerah Bagi Emiten E-Commerce
Sejumlah emiten sektor teknologi di sektor e-commerce masih mencatatkan kerugian. Tetapi berbagai inovasi, seperti meningkatkan biaya layanan, membuka peluang bagi emiten e-commerce meningkatkan pendapatannya di masa depan. Analis BRI Danareksa Sekuritas, Niko Margaronis dan Sabela Nur Amalina melihat ada dinamika positif di industri e-commerce yang ditandai dengan sejumlah e-commerce yang kompak akan menaikkan biaya layanan bagi penjual pada September 2024 ini. Riset BRI Danareksa 29 Agustus 2024 menyebut, platform e-commerce yang akan menaikkan biaya layanan adalah Shopee, Tokopedia, dan Lazada. Shopee dan Lazada terakhir kali menyesuaikan biaya mereka pada Desember 2023. Sementara Tokopedia terakhir kali menaikkan biaya pada Mei 2024. Tokopedia telah tiga kali menaikkan biaya sejak 2023, dengan total peningkatan sekitar 108 basis poin (bps) secara agregat. Penyesuaian biaya ini sejalan dengan panduan PT Goto Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) untuk mencapai target EBITDA diperkirakan US$ 40 juta atau sekitar Rp 610 miliar dalam proyeksi di akhir 2024. Selain itu BRI Danareksa memperkirakan, Tokopedia akan terus menggunakan TikTok sebagai layanan outsourcing untuk kegiatan operasionalnya. Biaya marketplace di Tokopedia misalnya akan meningkat menjadi 1%-8% setelah menerapkan diskon 20% pada batas atas, dari sebelumnya 1,0%-6,5% yang berlaku sejak 24 Mei).
Kisaran biaya baru ini akan berlaku untuk semua produk mulai 16 September. Selain itu, biaya komisi untuk toko mall akan berbeda dari biaya untuk penjual
marketplace
mulai 24 September. Sebelumnya biaya keduanya sama.
Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia, Sukarno Alatas menilai, kenaikan biaya
merchant
punya sisi negatif untuk beberapa
merchant
kecil karena akan kesulitan menanggung biaya tambahan. Hal ini bisa mengurangi jumlah
merchant
di platform.
Analis Sucor Sekuritas Paulus Jimmy menilai secara garis besar jika perusahaan
e-commerce
sudah mampu mencetak profit yang berkelanjutan, perusahaan lebih mampu menyediakan alokasi anggaran untuk membangun fitur baru yang juga akan menguntungkan bagi
merchant.
"Kenaikan
platform fee
dari
e-commerce
memang didasari oleh kebutuhan para penyedia platform untuk meningkatkan keuntungan perusahaan. Mengingat baik Shopee maupun Tokopedia masih cukup kesulitan untuk mencetak keuntungan yang stabil di pasar Indonesia," kata Jimmy kepada KONTAN, Jumat (30/8).
Tags :
#PortofolioPostingan Terkait
Prospek Perbaikan Ekonomi di Paruh Kedua Tahun
Langkah Ekspansi dan Divestasi Perusahaan
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023