PGAS Siap Jaga Pasokan Gas Nasional Demi Kinerja Optimal
PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) alias PGN mengantisipasi sejumlah tantangan di industri gas dalam negeri. Terutama dari sisi pasokan gas serta perpanjangan kebijakan Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT). Direktur Utama PGN, Arief Setiawan Handoko bilang, PGAS menghadapi tantangan dari ketidakseimbangan antara pasokan dan permintaan. Ini terjadi seiring turunnya pasokan dari sumber utama, yakni Blok Corridor yang digarap oleh Grup Medco. Sesuai alokasi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), pasokan gas dari Blok Corridor menyusut dari 410 billion british thermal unit per day (BBTUD) pada tahun ini menjadi 129 BBTUD pada tahun 2028. Dus, ada tiga strategi PGAS dalam menjaga tingkat pasokan gas. Pertama, melakukan perpanjangan kontrak pasokan gas pipa eksisting dan kontrak pasokan gas baru. Kedua, pemanfaatan kontrak pasokan gas dari wilayah Jawa bagian timur untuk disalurkan ke Jawa bagian barat.
Ketiga, PGAS menyiapkan gas alam cair alias liquefied natural gas (LNG) untuk memenuhi kekurangan pasokan dari gas pipa. Emiten ini juga membuka opsi impor jika defisit pasokan tidak bisa terpenuhi dari kilang domestik.
Direktur Komersial PGN, Ratih Esti Prihatini menyampaikan, sepanjang separuh pertama 2024 pasokan gas PGAS masih tergantung dari gas pipa dengan porsi 99,6%. Porsi LNG masih 0,4%. Adapun, volume niaga gas PGAS turun sekitar 9% secara tahunan menjadi 841 BBTUD.
Direktur Keuangan PGN, Fadjar Harianto Widodo bilang, tahun ini PGAS akan menjaga margin distribusi di rentang US$ 1,6-US$ 1,8 per MMBTU. "Harga jual tetap memperhatikan kemampuan pelanggan," ujar Fadjar.
Analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana melihat, pergerakan harga saham PGAS masih cenderung
downtrend. Tapi pelaku pasar bisa mempertimbangkan
speculative buy
dengan target harga Rp 1.525-Rp 1.560 per saham.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023