Portofolio
( 322 )Sasar Pengadaan Alat Proyek Jumbo
Bursa Efek Indonesia (BEI) kedatangan satu lagi emiten yang bergerak di sektor energi, yaitu PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk (MKAP). Perusahaan dengan sub industri jasa dan perlengkapan minyak, gas, dan batu bara ini menjadi perusahaan ke-15 yang tercatat di BEI pada tahun 2024. Emiten berkode MKAP ini resmi tercatat di BEI pada 12 Februari 2024. Sebelum bernama Multikarya Asia Pasifik Raya, perusahaan ini berdiri dengan nama PT Mudking Asia Pasifik Raya pada 2002 yang hanya bergerak di bidang kegiatan usaha perdagangan sebagai agen tunggal atau distributor produk Mudking. Selang beberapa tahun kemudian, pada tahun 2011 MKAP ekspansi ke bisnis manufaktur dan refurbishment rig melalui entitas asosiasi, yaitu PT Petrodrill Manufaktur Indonesia (PMI). Kemudian perusahaan ini juga memperkuat divisi engineering dan fabrikasi untuk mendukung ekspansi bisnis di bidang maintenance surface pump semua merek. MKAP memiliki sejumlah kegiatan usaha utama, yaitu aktivitas penunjang pertambangan minyak bumi dan gas alam, industri tangki tandon air dan wadah dari logam, industri mesin pembangkit listrik, industri pompa, reparasi mesin, reparasi motor listrik generator dan transformator.
Kemudian perdagangan besar suku cadang elektronik, aktivitas penyewaan dan peralatan industri pengolahan, instalasi minyak dan gas, dan konstruksi bangunan sipil minyak dan gas bumi. Saat ini MKAP memiliki pelanggan dengan berskala besar di Indonesia. Sehingga MKAP terlibat dalam pengadaan peralatan untuk proyek perusahaan berskala besar di Indonesia, seperti Pertamina Group, Chevron Pacific Indonesia, Medco Energi, ConocoPhillips, Freeport Indonesia, PT Bukit AsamTbk, dan PT PLN. MKAP saat ini memiliki sejumlah workshop di Jakarta, Sumatra Selatan, Jawa Barat. Workshop di Lembak, Sumatra Selatan dapat mendukung besar populasi mesin gas atau genset untuk area Sumatra lebih dari 40 unit. Workshop yang ada di Lodan 0, Jakarta, mampu mendukung mesin gas atau genset populasi besar untuk area Jawa dengan jumlah unit lebih dari 30 unit. Sementara workshop anyar di Citereup akan digunakan sebagai workshop utama MKAP. Direktur Utama Multikarya Asia Pasifik Raya, Eric Handoko mengatakan, MKAP menargetkan pertumbuhan pendapatan 60% hingga 70% pada tahun 2024.
Harga Emas Menanti Pidato FOMC Pekan Ini
Kilau emas diproyeksi masih akan bersinar. Research And Development PT Handal Semesta Berjangka Alwy Assegaf mengatakan, data ekonomi Amerika Serikat (AS) terkini yang membaik dinilai tidak mengubah pandangan pasar terkait pemangkasan suku bunga AS. Ia menyebut, pasar masih menempatkan penurunan suku bunga di Juli tahun ini. Berdasarkan data Bloomberg, harga emas global kembali melandai ke US$ 2.162,30 per ons troi, kemarin (18/3), setelah mencetak rekor pada Senin pekan lalu di level US$ 2.188,60 per ons troi. Alwi menilai emas masih memiliki prospek untuk cenderung bullish sepanjang tahun ini. Namun, untuk pekan ini, arah harga emas memang bergantung pada hasil rapat FOMC yang akan berlangsung Kamis pekan ini.
Menurut Alwi, jika The Fed melihat petunjuk mengenai waktu dan ruang lingkup penurunan suku bunga masih seperti Desember 2023, maka akan ada pemangkasan suku bunga sebanyak tiga kali. Dengan demikian, dengan skenario hawkish (inflasi naik) maka harga emas akan terkoreksi dengan support US$ 2.110–US$ 2.130 per ons troi, Sementara apabila hasil FOMC dovish, maka harga emas akan naik ke US$ 2.170 dan kenaikan selanjutnya ke US$ 2.194 per ons troi. Analis Deu Calion Futures (DCFX) Andrew Fischer memenyarankan investor dapat mempertimbangkan potensi penurunan yang lebih besar di masa mendatang. "Utamanya jika ada pengumuman penting dari Fed yang dapat mempengaruhi arah dolar AS," imbuh Ficher dalam rilis, kemarin.
SMLE Bakal Memacu Ekspansi Pasar
Hati-Hati Potensi Lanjut Melemah
PTBA Tertekan Harga Jual Batubara
Berkah Indeks Syariah dari Konsumsi Rumah Tangga
Harga dan Force Majeur Jadi Tekanan
MI Gencar Meluncurkan Reksadana Anyar
GOTO Mengantongi Komisi dari Tiktok
Bisnis TKIM dan INKP Masih Bisa Tumbuh Positif di Tahun Ini
Industri kertas menunjukkan pertumbuhan yang positif sepanjang tahun lalu. Ini terlihat dari data Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat pertumbuhan industri kertas dan barang dari kertas tumbuh 4,52% secara tahunan atau year on year (yoy) pada 2023, meningkat dari tahun sebelumnya dengan pertumbuhan 3,73%. Nah, tren ini diprediksi bakal berlanjut pada 2024. Ini seiring meningkatnya permintaan kertas, baik dari pasar domestik maupun pasar internasional. Senior Vice President, Head of Retail, Product Research and Distribution Division Henan Putihrai Asset Management Reza Fahmi Riawan menilai kinerja emiten kertas seperti, PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) dan PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM) memiliki prospek yang baik di tahun 2024. "Kami memperkirakan kinerja INKP dan TKIM akan terus meningkat di tahun 2024, sejalan dengan rencana ekspansi kapasitas produksi, diversifikasi produk, dan peningkatan efisiensi operasional," kata Reza kepada KONTAN, Jumat (23/2).
Senada, Analis Pilarmas Investindo Sekuritas Arinda Izzaty meyakini INKP memiliki prospek yang positif efek pemulihan harga pulp, potensi penurunan suku bunga acuan tahun ini, dan pertumbuhan ekonomi di Asia terutama di Tiongkok.
INKP saat ini menerbitkan obligasi untuk membiayai pembangunan pabrik dengan nilai investasi US$ 3,6 miliar, menurutnya hal ini tidak mengganggu proses bisnis INKP karena posisi INKP sebagai
market leader
di industri kertas saat ini memiliki struktur modal yang kuat.
Adapun prospek INKP secara jangka panjang juga terbilang cukup positif mengingat di tahun kemarin INKP sedang membangun pabrik kertas industri berkapasitas 3,9 juta ton di Karawang dan akan beroperasi di tahun 2025. Dengan pabrik baru tersebut, artinya total kapasitas terpasang pabrik kertas industri INKP akan naik menjadi 6,2 juta ton per tahun.
Pilihan Editor
-
Mengelola Risiko Laju Inflasi
09 Jun 2022 -
Audit Perusahaan Sawit Segera Dimulai
08 Jun 2022 -
Penerimaan Negara Terbantu Komoditas
14 Jun 2022 -
Menkeu Minta Kualitas Belanja Pemda Diperbaiki
08 Jun 2022 -
Yusuf Ramli, Jalan Berliku Juragan Ikan
10 Jun 2022









