;
Tags

Portofolio

( 322 )

Sasar Pengadaan Alat Proyek Jumbo

HR1 23 Mar 2024 Kontan

Bursa Efek Indonesia (BEI) kedatangan satu lagi emiten yang bergerak di sektor energi, yaitu PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk (MKAP). Perusahaan dengan sub industri jasa dan perlengkapan minyak, gas, dan batu bara ini menjadi perusahaan ke-15 yang tercatat di BEI pada tahun 2024. Emiten berkode MKAP ini resmi tercatat di BEI pada 12 Februari 2024. Sebelum bernama Multikarya Asia Pasifik Raya, perusahaan ini berdiri dengan nama PT Mudking Asia Pasifik Raya pada 2002 yang hanya bergerak di bidang kegiatan usaha perdagangan sebagai agen tunggal atau distributor produk Mudking. Selang beberapa tahun kemudian, pada tahun 2011 MKAP ekspansi ke bisnis manufaktur dan refurbishment rig melalui entitas asosiasi, yaitu PT Petrodrill Manufaktur Indonesia (PMI). Kemudian perusahaan ini juga memperkuat divisi engineering dan fabrikasi untuk mendukung ekspansi bisnis di bidang maintenance surface pump semua merek. MKAP memiliki sejumlah kegiatan usaha utama, yaitu aktivitas penunjang pertambangan minyak bumi dan gas alam, industri tangki tandon air dan wadah dari logam, industri mesin pembangkit listrik, industri pompa, reparasi mesin, reparasi motor listrik generator dan transformator.

Kemudian perdagangan besar suku cadang elektronik, aktivitas penyewaan dan peralatan industri pengolahan, instalasi minyak dan gas, dan konstruksi bangunan sipil minyak dan gas bumi. Saat ini MKAP memiliki pelanggan dengan berskala besar di Indonesia. Sehingga MKAP terlibat dalam pengadaan peralatan untuk proyek perusahaan berskala besar di Indonesia, seperti Pertamina Group, Chevron Pacific Indonesia, Medco Energi, ConocoPhillips, Freeport Indonesia, PT Bukit AsamTbk, dan PT PLN. MKAP saat ini memiliki sejumlah workshop di Jakarta, Sumatra Selatan, Jawa Barat. Workshop di Lembak, Sumatra Selatan dapat mendukung besar populasi mesin gas atau genset untuk area Sumatra lebih dari 40 unit. Workshop yang ada di Lodan 0, Jakarta, mampu mendukung mesin gas atau genset populasi besar untuk area Jawa dengan jumlah unit lebih dari 30 unit. Sementara workshop anyar di Citereup akan digunakan sebagai workshop utama MKAP. Direktur Utama Multikarya Asia Pasifik Raya, Eric Handoko mengatakan, MKAP menargetkan pertumbuhan pendapatan 60% hingga 70% pada tahun 2024.

Harga Emas Menanti Pidato FOMC Pekan Ini

HR1 19 Mar 2024 Kontan

Kilau emas diproyeksi masih akan bersinar. Research And Development PT Handal Semesta Berjangka Alwy Assegaf mengatakan, data ekonomi Amerika Serikat (AS) terkini yang membaik dinilai tidak mengubah pandangan pasar terkait pemangkasan suku bunga AS. Ia menyebut, pasar masih menempatkan penurunan suku bunga di Juli tahun ini. Berdasarkan data Bloomberg, harga emas global kembali melandai ke US$ 2.162,30 per ons troi, kemarin (18/3), setelah mencetak rekor pada Senin pekan lalu di level US$ 2.188,60 per ons troi. Alwi menilai emas masih memiliki prospek untuk cenderung bullish sepanjang tahun ini. Namun, untuk pekan ini, arah harga emas memang bergantung pada hasil rapat FOMC yang akan berlangsung Kamis pekan ini.

Menurut Alwi, jika The Fed melihat petunjuk mengenai waktu dan ruang lingkup penurunan suku bunga masih seperti Desember 2023, maka akan ada pemangkasan suku bunga sebanyak tiga kali. Dengan demikian, dengan skenario hawkish (inflasi naik) maka harga emas akan terkoreksi dengan support US$ 2.110–US$ 2.130 per ons troi, Sementara apabila hasil FOMC dovish, maka harga emas akan naik ke US$ 2.170 dan kenaikan selanjutnya ke US$ 2.194 per ons troi. Analis Deu Calion Futures (DCFX) Andrew Fischer memenyarankan investor dapat mempertimbangkan potensi penurunan yang lebih besar di masa mendatang. "Utamanya jika ada pengumuman penting dari Fed yang dapat mempengaruhi arah dolar AS," imbuh Ficher dalam rilis, kemarin.

SMLE Bakal Memacu Ekspansi Pasar

HR1 16 Mar 2024 Kontan
PT Sinergi Multi Lestarindo Tbk (SMLE) melancarkan sejumlah strategi demi memacu kinerja usai mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Januari 2024 lalu. SMLE ingin memperkuat bisnis mereka, dengan mencari peluang ekspansi dan menambah jumlah pelanggan. Sekretaris Perusahaan Sinergi Multi Lestarindo, Arry Wahyu Riansyah mengatakan, SMLE punya ruang untuk mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan, sejalan dengan prospek industri barang konsumsi (consumer goods), kesehatan, dan industri kimia yang terus berkembang. SMLE masuk ke dalam kategori saham sektor barang baku (basic materials). Secara bisnis, SMLE merupakan pemasok bahan baku khusus yang menawarkan solusi terpadu untuk industri produk kosmetika, makanan dan minuman, serta kimia industri. SMLE menyediakan rangkaian produk yang digunakan dalam banyak aplikasi industri seperti makanan laut & pengolahan daging, confentionery, minuman, bumbu, perlengkapan mandi, perawatan kesehatan, suplemen, hingga perawatan pribadi dan kosmetik. SMLE menjajaki segmen usaha baru seperti yang mereka lakukan pada tahun lalu. Pada saat itu, mereka masuk ke bahan baku flavor untuk bisnis vape cair. SMLE telah memperoleh pesanan dari beberapa produsen vape cair terkemuka di wilayah Jabodetabek, Jawa Barat, dan Jawa Timur. Direktur Utama Sinergi Multi Lestarindo, Siu Min ingin mencuil peluang bisnis dari pasar pengguna vape di Indonesia yang terus meningkat. SMLE juga melihat ada pasar potensial untuk memasok bahan baku Guna memuluskan berbagai agenda tersebut, SMLE menyiapkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sekitar Rp 10,5 miliar. Arry merinci, sebesar Rp 6,6 miliar akan dialokasikan untuk pembelian gudang bahan baku dan sebesar Rp 3,7 miliar untuk membeli peralatan laboratorium. Dengan berbagi strategi dan potensi bisnis yang tersaji, Arry meyakini kinerja keuangan SMLE akan meningkat. Dari sisi pendapatan, Arry optimistis SMLE bisa mencapai pertumbuhan dua digit. Estimasi ini sejalan dengan realisasi kinerja per Juni 2023 SMLE dengan meraup penjualan Rp 92,31 miliar.

Hati-Hati Potensi Lanjut Melemah

HR1 15 Mar 2024 Kontan
Setelah beberapa hari menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS), nilai tukar rupiah terkoreksi pada perdagangan Kamis (14/3). Di pasar spot, rupiah melemah 0,03% ke Rp 15.580 per dolar AS. Pada Jisdor BI, Rupiah juga melemah 0,03% ke Rp 15.582 per dolar AS. Rupiah diperkirakan lanjut terkoreksi pada Jumat (15/3). Ini seiring penguatan indeks dolar dari sejumlah data ekonomi Amerika Serikat (AS) yang menyokong dolar AS. Senior Economist KB Valbury Sekuritas, Fikri C. Permana mengatakan, indeks dolar meningkat akibat data inflasi AS yang mengalami peningkatan. Pada saat yang sama, ada kekhawatiran penurunan fed rate akan lebih lama atau lebih kecil. Fikri menilai, rupiah berpotensi lanjut melemah hari ini. Sebab, investor akan memperhatikan data initial jobless claims, produce price index, dan penjualan ritel AS. Direktur PT Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi berpandangan serupa. Fokus pasar tertuju pada pembacaan data inflasi dan penjualan ritel. "Data tersebut juga muncul sebelum pertemuan Fed pekan depan. Ketika bank sentral diperkirakan akan mempertahankan suku bunga tetap dan memberi sinyal tidak ada rencana segera untuk mulai melonggarkan kebijakan," papar Ibrahim.

PTBA Tertekan Harga Jual Batubara

HR1 13 Mar 2024 Kontan
PT Bukit Asam Tbk (PTBA) mencatatkan penurunan kinerja di tahun 2023. Pendapatan dan laba bersih emiten tambang BUMN ini menurun akibat penurunan harga batubara. Pendapatan turun sekitar 9,8% secara tahunan atau year on year (yoy) menjadi Rp 38,5 triliun dan laba bersih tergerus sekitar 51,4% yoy menjadi Rp 6,1 triliun. Penyebabnya, rata-rata harga jual atau average selling price (ASP) batubara PTBA di 2023 sebesar Rp 1,027 juta per ton, atau lebih rendah sekitar 22,7% yoy, ASP domestik sebesar Rp 790.000 per ton, sementara ASP ekspor sekitar Rp 1,25 juta per ton. Analis Panin Sekuritas, Felix Darmawan mengatakan, penjualan domestik masih dominan, dengan porsi 58% yoy. Disusul penjualan ke India dan Korea Selatan masing-masing 13% dan 9%. Analis Sucor Sekuritas, Andreas Yordan Tarigan menilai, kinerja PTBA tidak terlalu buruk. Terutama didorong oleh harga jual yang lebih tinggi daripada perkiraan. Pada kuartal kuartal IV-2023 biaya tunai turun 19% secara kuartalan menjadi US$ 46 per ton dan volume penjualan meningkat 4% secara kuartalan menjadi 10 juta ton. PTBA menargetkan produksi batubara relatif flat dengan capaian menjadi 41,3 juta metrik ton di 2024 dibandingkan 41,9 juta ton pada tahun 2023. Meskipun target produksi relatif flat, volume penjualan ditargetkan naik signifikan menjadi 43,11 juta ton dibandingkan 37 juta ton di tahun 2023. Analis Mandiri Sekuritas, Ariyanto Kurniawan menilai, kinerja PTBA ke depan akan dibantu proyek Tanjung Enim-Kramasan dengan KAI dan produksi Sumsel-8. PTBA menargetkan bagiannya dalam proyek Tanjung Enim-Kramasan selesai pada 2024. Sedangkan KAI akan menyelesaikan pembangunan jalur kereta api dan pelabuhan pada 2025. Sementara itu, PTBA menganggarkan belanja modal (capex) sebesar Rp 2,9 triliun yang difokuskan untuk pengembangan logistik transportasi di tahun 2024. Dengan menggunakan pay-out ratio di 50%, 70%, dan 100%, maka masing-masing akan menghasilkan dividend yield sebesar 10%, 13%, dan 19%. Dengan rata-rata 5 tahun sekitar 16%.

Berkah Indeks Syariah dari Konsumsi Rumah Tangga

HR1 13 Mar 2024 Kontan
Mendekati masa puasa atau Ramadan, Indonesia Sharia Stock Index (ISSI) terkoreksi sebanyak 1,14% secara year to date (ytd). Per Jumat (8/3) ISSI juga terkoreksi sebanyak 0,57% dibandingkan sehari sebelumnya. Secara historikal, dalam dua tahun terakhir pada saat bulan Ramadan, indeks ISSI cenderung alami penguatan. Seperti di April 2023 yang naik 1,13% dan April-Mei 2022 yang menguat 4,56%. Head Customer Literation and Education Kiwoom Sekuritas Indonesia, Oktavianus Audi meramal, masih ada potensi kembali terjadi penguatan indeks ISSI di bulan Marer-April 2024. "Mengacu data historikal, saham konsumer dan ritel akan menopang indeks ISSI di tengah demand yang meningkat saat Ramadan," kata Oktavianus kepada KONTAN, Selasa (12/3). Beberapa yang memiliki kapitalisasi pasar besar mencatatkan kinerja positif. Baik itu dari sektor konsumer hingga telekomunikasi. Seperti PT Astra International Tbk (ASII) mencatatkan kenaikan laba 16,9% secara tahunan, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) estimasi laba naik 14,06% secara tahunan , hingga PT Mayora Indah Tbk (MYOR) yang catatkan kenaikan laba 64,4% secara tahunan. Dus. Oktavianus merekomendasikan beli MYOR dengan target harga Rp 2.700 per saham. Lantas beli SILO dengan target Rp 2.870, juga beli ICBP dengan target harga Rp 14.750. Kemudian ia sematkan buy ASII dengan target harga Rp 6.350 dan TLKM di harga Rp 4.700 per saham. Sedangkan Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas, Muhammad Nafan Aji juga merekomendasikan akumulasi INDF dengan target harga Rp 6.500–Rp 6.750 per saham, INKP dengan target harga Rp 8.900–Rp 10.200 per saham dan MYOR dengan target harga Rp 2.530–Rp 2.850 per saham.

Harga dan Force Majeur Jadi Tekanan

HR1 12 Mar 2024 Kontan
Prospek pertumbuhan kinerja PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) diperkirakan akan terbatas. Sengketa dengan Gunvor dan pengembangan bisnis yang tidak terlalu signifikan menjadi penyebabnya. Head of Equity Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, Sukarno Alatas mengatakan, dampak keadadaan kahar atau force majeure dengan Gunvor berpotensi menekan kinerja 2024. Hal itu berpotensi menurunkan volume penjualan LNG lantaran Gunvor merupakan salah satu pembeli LNG terbesar PGAS. Menurut Sukarno, insiden force majeure menyebabkan PGAS perlu mencari pembeli baru untuk LNG yang sebelumnya dialokasikan ke Gunvor, yang dapat meningkatkan biaya operasi. Head of Research Yuanta Sekuritas, Chandra Pasaribu juga sepakat, hal itu dapat menekan kinerja PGAS. Sebab, perseroan ini diperkirakan akan tetap berusaha untuk menghormati dan memenuhi kontrak tersebut meskipun kemungkinan secara bisnis tidak menguntungkan. Selain itu, Chandra melihat belanja modal alias capital expenditure (capex) PGAS masih relatif terbatas karena tidak ada pengembangan bisnis yang signifikan. Ia menyebutkan sebagian terkonsentrasi di transmisi dan jaringan gas (jargas) yang secara kontribusi relatif kecil dibandingkan bisnisdistribusigas. Berdasarkan laporan keuangan September 2023, segmen transmisi menyumbang pendapatan sebesar US$ 200,13 juta atau setara 7,43% dari total pendapatan. Potensi pertumbuhan kinerja yang terbatas disebabkan perkembangan bisnis dari PGAS banyak ditentukan dari pertumbuhan volume distribusi yang ditargetkan sebesar 4% di tahun 2024. Sehingga dampaknya akan sangat terbatas terhadap pertumbuhan laba perseroan. Head of Research Mega Capital Sekuritas, Cheril Tanuwijaya menambahkan, tekanan kinerja PGAS juga dipengaruhi kas perseroan yang cukup terbatas sehingga menjajakan Blok Fasken. "Fluktuasi harga gas global juga menimbulkan ketidakpastian," sambungnya.Oleh sebab itu, analis menilai prospek pertumbuhan kinerja PGAS cenderung terbatas. Diperkirakan pertumbuhannya sekitar 4%, sejalan dengan target perseroan.

MI Gencar Meluncurkan Reksadana Anyar

HR1 29 Feb 2024 Kontan
BNI Asset Management (BNI AM) kembali meluncurkan produk reksadana indeks baru di tahun 2024. Bekerjasama dengan Pefindo, perusahaan ini meluncurkan BNI-AM IDX - Pefindo Prime Bank. Produk tersebut menambah jumlah produk BNI AM bersama Pefindo yang telah diluncurkan sejak Oktober 2023 yang bertajuk BNI-AM Pefindo I-Grade. Plt Direktur Utama BNI-AM, Donny Susatio Adjie mengatakan, reksadana BNI-AM IDX Pefindo Prime Bank ini mengukur kinerja harga dari 10 saham perbankan yang memiliki peringkat invesment grade. Untuk dana kelolaan produk ini ditargetkan sebesar Rp 100 miliar. "Secara keseluruhan produk kami menargetkan AUM sekitar Rp 34 triliun," imbuhnya, Selasa (27/2). Sebelumnya, Sucorinvest Asset Management juga menelurkan empat reksadana baru yakni Sucorinvest Money Market Fund, Sucorinvest Monthly Income Fund, Sucorinvest Premium Fund dan Sucorinvest Equity Fund. Ada juga Manulife Aset Manajemen Indonesia yang meluncurkan reksadana Manu life Saham Syariah ESG Transisi Global Dolar AS (MAGET) Kelas A2 pada bulan lalu.

GOTO Mengantongi Komisi dari Tiktok

HR1 29 Feb 2024 Kontan
PT Goto Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mulai mencatatkan pendapatan jasa e-niaga atau e-commerce services fee dari Tiktok Shop sejak 1 Februari 2024. Bisnis e-commerce GOTO bakal mendulang hasil positif. Komisi jasa e-commerce ini merupakan kelanjutan dari tuntasnya kesepakatan investasi Tiktok Pte Ltd ke PT Tokopedia pada 31 Januari 2023. Sejalan dengan itu, proses integrasi Tokopedia dan Tiktok terus berjalan. Wei-Jye Jacky Lo, Direktur dan Chief Financial Officer GOTO menjelaskan, sesuai dengan kesepakatan, GOTO bakal memperoleh komisi e-commerce dari Tiktok Shop setiap kuartalan. "E-commerce services fee akan sejalan dengan pertumbuhan gross merchandise value (GMV) inti Tokopedia yang dibayar setiap kuartalan dan berkontribusi langsung pada GOTO," kata dia dalam paparan publik, Rabu (28/2). Jacky mengatakan, dengan pencatatan biaya jasa layanan e-commerce dan hilangnya beban yang ditanggung oleh GOTO, maka bisnis e-commerce GOTO akan menjadi positif tahun ini. Pada 2024, segmen e-commerce akan membaik dari sebelumnya minus sekitar US$ 134 juta atau sekitar Rp 2 triliun per September 2023.

Direktur & Head of External Affairs GOTO, Nila Marita mengatakan, proses integrasi dan migrasi Tokopedia dan Tiktok sudah mengalami kemajuan yang baik, bahkan proses ini nyaris tuntas. Equity Research Analyst MNC Sekuritas, Alif Ihsanario mengatakan, dari kongsi dengan Tiktok, Tokopedia akan mendapatkan dana segar hingga US$ 1,5 miliar. Dana itu bisa digunakan Tokopedia dalam percepatan profitabilitas maupun berkompetisi dengan e-commerce lain. Analis Sucor Sekuritas, Paulus Jimmy dalam riset kemarin mengatakan, selain membukukan e-commerce service fee, GOTO diperkirakan akan mengakui kerugian non-tunai sebesar Rp 80 triliun dari dekonsolidasi goodwill Tokopedia pada kinerja 2023. Di sisi lain, GOTO memperkirakan, CAGR GMV industri e-commerce tumbuh sebesar 14,5% selama tujuh tahun ke depan.

Bisnis TKIM dan INKP Masih Bisa Tumbuh Positif di Tahun Ini

HR1 27 Feb 2024 Kontan

Industri kertas menunjukkan pertumbuhan yang positif sepanjang tahun lalu. Ini terlihat dari data Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat pertumbuhan industri kertas dan barang dari kertas tumbuh 4,52% secara tahunan atau year on year (yoy) pada 2023, meningkat dari tahun sebelumnya dengan pertumbuhan 3,73%. Nah, tren ini diprediksi bakal berlanjut pada 2024. Ini seiring meningkatnya permintaan kertas, baik dari pasar domestik maupun pasar internasional. Senior Vice President, Head of Retail, Product Research and Distribution Division Henan Putihrai Asset Management Reza Fahmi Riawan menilai kinerja emiten kertas seperti, PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) dan PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM) memiliki prospek yang baik di tahun 2024. "Kami memperkirakan kinerja INKP dan TKIM akan terus meningkat di tahun 2024, sejalan dengan rencana ekspansi kapasitas produksi, diversifikasi produk, dan peningkatan efisiensi operasional," kata Reza kepada KONTAN, Jumat (23/2). 

 Senada, Analis Pilarmas Investindo Sekuritas Arinda Izzaty meyakini INKP memiliki prospek yang positif efek pemulihan harga pulp, potensi penurunan suku bunga acuan tahun ini, dan pertumbuhan ekonomi di Asia terutama di Tiongkok. INKP saat ini menerbitkan obligasi untuk membiayai pembangunan pabrik dengan nilai investasi US$ 3,6 miliar, menurutnya hal ini tidak mengganggu proses bisnis INKP karena posisi INKP sebagai market leader di industri kertas saat ini memiliki struktur modal yang kuat. Adapun prospek INKP secara jangka panjang juga terbilang cukup positif mengingat di tahun kemarin INKP sedang membangun pabrik kertas industri berkapasitas 3,9 juta ton di Karawang dan akan beroperasi di tahun 2025. Dengan pabrik baru tersebut, artinya total kapasitas terpasang pabrik kertas industri INKP akan naik menjadi 6,2 juta ton per tahun.