Sasar Pengadaan Alat Proyek Jumbo
Bursa Efek Indonesia (BEI) kedatangan satu lagi emiten yang bergerak di sektor energi, yaitu PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk (MKAP). Perusahaan dengan sub industri jasa dan perlengkapan minyak, gas, dan batu bara ini menjadi perusahaan ke-15 yang tercatat di BEI pada tahun 2024. Emiten berkode MKAP ini resmi tercatat di BEI pada 12 Februari 2024. Sebelum bernama Multikarya Asia Pasifik Raya, perusahaan ini berdiri dengan nama PT Mudking Asia Pasifik Raya pada 2002 yang hanya bergerak di bidang kegiatan usaha perdagangan sebagai agen tunggal atau distributor produk Mudking. Selang beberapa tahun kemudian, pada tahun 2011 MKAP ekspansi ke bisnis manufaktur dan refurbishment rig melalui entitas asosiasi, yaitu PT Petrodrill Manufaktur Indonesia (PMI). Kemudian perusahaan ini juga memperkuat divisi engineering dan fabrikasi untuk mendukung ekspansi bisnis di bidang maintenance surface pump semua merek. MKAP memiliki sejumlah kegiatan usaha utama, yaitu aktivitas penunjang pertambangan minyak bumi dan gas alam, industri tangki tandon air dan wadah dari logam, industri mesin pembangkit listrik, industri pompa, reparasi mesin, reparasi motor listrik generator dan transformator.
Kemudian perdagangan besar suku cadang elektronik, aktivitas penyewaan dan peralatan industri pengolahan, instalasi minyak dan gas, dan konstruksi bangunan sipil minyak dan gas bumi. Saat ini MKAP memiliki pelanggan dengan berskala besar di Indonesia. Sehingga MKAP terlibat dalam pengadaan peralatan untuk proyek perusahaan berskala besar di Indonesia, seperti Pertamina Group, Chevron Pacific Indonesia, Medco Energi, ConocoPhillips, Freeport Indonesia, PT Bukit AsamTbk, dan PT PLN. MKAP saat ini memiliki sejumlah workshop di Jakarta, Sumatra Selatan, Jawa Barat. Workshop di Lembak, Sumatra Selatan dapat mendukung besar populasi mesin gas atau genset untuk area Sumatra lebih dari 40 unit. Workshop yang ada di Lodan 0, Jakarta, mampu mendukung mesin gas atau genset populasi besar untuk area Jawa dengan jumlah unit lebih dari 30 unit. Sementara workshop anyar di Citereup akan digunakan sebagai workshop utama MKAP. Direktur Utama Multikarya Asia Pasifik Raya, Eric Handoko mengatakan, MKAP menargetkan pertumbuhan pendapatan 60% hingga 70% pada tahun 2024.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023