Harga dan Force Majeur Jadi Tekanan
Prospek pertumbuhan kinerja PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) diperkirakan akan terbatas. Sengketa dengan Gunvor dan pengembangan bisnis yang tidak terlalu signifikan menjadi penyebabnya. Head of Equity Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, Sukarno Alatas mengatakan, dampak keadadaan kahar atau force majeure dengan Gunvor berpotensi menekan kinerja 2024. Hal itu berpotensi menurunkan volume penjualan LNG lantaran Gunvor merupakan salah satu pembeli LNG terbesar PGAS. Menurut Sukarno, insiden force majeure menyebabkan PGAS perlu mencari pembeli baru untuk LNG yang sebelumnya dialokasikan ke Gunvor, yang dapat meningkatkan biaya operasi. Head of Research Yuanta Sekuritas, Chandra Pasaribu juga sepakat, hal itu dapat menekan kinerja PGAS. Sebab, perseroan ini diperkirakan akan tetap berusaha untuk menghormati dan memenuhi kontrak tersebut meskipun kemungkinan secara bisnis tidak menguntungkan. Selain itu, Chandra melihat belanja modal alias capital expenditure (capex) PGAS masih relatif terbatas karena tidak ada pengembangan bisnis yang signifikan. Ia menyebutkan sebagian terkonsentrasi di transmisi dan jaringan gas (jargas) yang secara kontribusi relatif kecil dibandingkan bisnisdistribusigas. Berdasarkan laporan keuangan September 2023, segmen transmisi menyumbang pendapatan sebesar US$ 200,13 juta atau setara 7,43% dari total pendapatan. Potensi pertumbuhan kinerja yang terbatas disebabkan perkembangan bisnis dari PGAS banyak ditentukan dari pertumbuhan volume distribusi yang ditargetkan sebesar 4% di tahun 2024. Sehingga dampaknya akan sangat terbatas terhadap pertumbuhan laba perseroan. Head of Research Mega Capital Sekuritas, Cheril Tanuwijaya menambahkan, tekanan kinerja PGAS juga dipengaruhi kas perseroan yang cukup terbatas sehingga menjajakan Blok Fasken. "Fluktuasi harga gas global juga menimbulkan ketidakpastian," sambungnya.Oleh sebab itu, analis menilai prospek pertumbuhan kinerja PGAS cenderung terbatas. Diperkirakan pertumbuhannya sekitar 4%, sejalan dengan target perseroan.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023