Vale Indonesia Cetak Laba US$ 274,33 Juta
Kinerja PT Vale Indonesia Tbk (INCO) tumbuh positif sepanjang tahun 2023 lalu. Emiten produsen nikel ini mengantongi pertumbuhan laba bersih 36,89% menjadi US$ 274,33 juta pada tahun lalu. Dikutip dari laporan keuangan, Minggu (11/2), laba bersih per saham dasar INCO naik menjadi US$ 0,0276 dari sebelumnya US$ 0,0202. Kenaikan laba bersih ini sejalan dengan laju pendapatan yang mencapai US$ 1,23 miliar per akhir 2023 yang meningkat sebesar 4,48% secara tahunan atau year on year (yoy). Rinciannya, sebanyak US$ 985,81 juta adalah penjualan kepada Vale Canada Limited (VCL), dan sebanyak US$ 246,45 juta merupakan penjualan kepada Sumitomo Metal Mining. Sepanjang 2023, INCO memproduksi 70.728 metrik ton nikel dalam matte. Realisasi ini naik 18% dari produksi tahun 2022 yang hanya 60.090 ton nikel matte. Tapi, INCO memperkirakan, produksi nikel matte tahun ini hanya berada di angka 70.000 ton, stagnan dari produksi tahun lalu. Chief Financial Officer INCO, Bernardus Irmanto mengatakan, ada dua faktor yang menyebabkan produksi cenderung sama. Salah satunya, faktor pemeliharaan alat tambang. Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Rizkia Darmawan menyematkan rekomendasi trading buy terhadap saham INCO dengan target harga Rp 4.900 per saham. Target harga ini menyiratkan price to earnings (PER) ratio sebesar 11,7 kali untuk 2024.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023