Dibayangi Peralihan ke Rokok Murah
PT Gudang Garam Tbk (GGRM) menghadapi persaingan ketat di industri rokok. Daya beli masyarakat yang masih rendah, akan tetap menggiring konsumsi ke produk rokok lebih murah atau downtrading. Penerapan Cukai Hasil Tembakau (CHT) menjadi faktor yang memberatkan bisnis produsen rokok tingkat satu, seperti GGRM. Sejumlah efisiensi pun dilakukan guna mengimbagi tergerusnya volume penjualan. Analis Mirae Asset Sekuritas, Rut Yesika Simak mengatakan, kenaikan cukai rokok tidak sebanding dengan kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP), sehingga peralihan ke produk rokok yang lebih murah masih akan terjadi. Analis Trimegah Sekuritas, Ignatius Samon mengatakan, GGRM melaporkan pendapatan kuartal ketiga 2023 sebesar Rp 1,2 triliun, turun 12% secara kuartalan (qoq), namun bertumbuh 116% secara tahunan (yoy). Capaian tersebut membawa pendapatan GGRM menjadi sebesar Rp 4,5 triliun selama periode Januari - September 2023, melonjak 198% yoy dan telah mencapai sekitar 70% dari konsensus. Adanya penurunan laba kotor GGRM pada kuartal ketiga sekitar 20 basis poin mencerminkan kalau pelanggan mungkin beralih ke produk GGRM yang memberikan margin lebih rendah. Situasi ini bisa berdampak ke profitabilitas GGRM secara keseluruhan. "Hilangnya pangsa pasar saat ini tetap menjadi tantangan bagi GGRM," ujar Ignatius dalam riset 7 Desember 2023 lalu. Di sisi lain, Rut menilai langkah efisiensi yang dilakukan GGRM masih berpeluang mendorong EBITDA dan laba bersih tahun ini. Efisiensi itu berada di berbagai bidang seperti pengeluaran advertising & promotion (A&P) dan gaji. Hanya saja, peraturan pajak cukai baru dapat menghambat pertumbuhan pendapatan GGRM mulai kuartal II 2024. Di sisi lain, belanja pemilu dan pencairan bantuan sosial dapat mendukung bisnis GGRM. Menurut Ignatius, secara historis, GGRM mendapat manfaat yang lebih besar dibandingkan perusahaan sejenis saat pemilu. Tapi, Analis BRI Danareksa Sekuritas Natalia Sutanto punya catatan. Pada pemilu 2014 dan 2019, volume GGRM tumbuh positif masing-masing 5.3% yoy dan 12.6% yoy. Tapi, ini karena GGRM memiliki produk SKM full flavour kuat, yang saat itu menjadi pilihan konsumen. Nah, di pemilu kali ini lain cerita. Pasalnya, ada kondisi downtrading yang justru membuat konsumen beralih ke rokok tier-2.
Postingan Terkait
Prospek Perbaikan Ekonomi di Paruh Kedua Tahun
30 Jun 2025
Pemasaran Digital Rokok Menyasar Anak Muda
26 Jun 2025
Langkah Ekspansi dan Divestasi Perusahaan
24 Jun 2025
Transformasi Digital Dorong Perluasan Retail
20 Jun 2025
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023