;

Harga Logam Industri Tertekan Permintaan

Ekonomi Hairul Rizal 10 Jan 2024 Kontan
Harga Logam Industri Tertekan Permintaan
Harga logam industri kompak tertekan pada awal tahun ini. Harga tembaga di pasar London Metal Exchange (LME) kontrak tiga bulan turun 1,12% dalam sepekan ke US$ 8.448 per ton. Harga aluminium terkoreksi 4,42% ke US$ 2.236,50 per ton. Harga timah juga terpangkas 2,71% dalam sepekan ke US$ 24.500 per ton. Adapun nikel di US$ 16.303 per ton atau turun 1,64%. Presiden Komisioner HFX International Berjangka, Sutopo Widodo mengatakan, tembaga turun ke level terendah dalam hampir satu bulan di tengah rebound dolar Amerika Serikat (AS), ketidakpastian permintaan, dan peningkatan stok. "Faktor tersebut mengangkat dolar AS yang digunakan untuk menentukan harga acuan tembaga dan menekan daya beli importir," ucap Sutopo, Selasa (9/1). Untuk nikel ada harapan perbaikan harga dari penurunan suku bunga acuan The Fed dan permintaan lebih kuat dibanding 2023. Ini seiring meningkatnya penggunaan nikel dalam baterai kendaraan listrik dan kebangkitan sektor baja tahan karat. Founder Traderindo.com, Wahyu Tribowo Laksono menambahkan, tekanan pada harga logam industri masih akan berkutat pada besarnya pasokan, tetapi permintaan belum cukup kuat. Harga komoditas logam industri masih akan melemah meski peluang rebound. "Strategi jangka menengah buy on weakness," ucap Wahyu, kemarin. Wahyu memprediksi, harga tembaga di kuartal I-2024 di kisaran US$ 7.900-US$ 8.600 per ton. Timah di US$ 22.000-US$ 27.000 dan alumunium di US$ 2.100-US$ 2.400 per ton. Adapun proyeksi harga nikel di kisaran US$ 14.000-US$ 22.000 per ton.
Download Aplikasi Labirin :