;
Tags

Opini

( 545 )

Uji Kekuatan Ekonomi Lebaran

HR1 26 Apr 2023 Bisnis Indonesia

Sudah menjadi tradisi tahunan, Lebaran selalu diwarnai hiruk-pikuk aktivitas mudik dan belanja masyarakat. Lebaran telah menjadi momen perayaan penting bukan hanya bagi kaum muslim. Bukan hanya bagi kalangan mampu, melainkan juga bagi mereka yang berpendapatan menengah ke bawah. Pada Lebaran tahun ini, diprediksi ada 123 juta pemudik meramaikan lalu-lintas antar wilayah dan antarkota di Indonesia. Bertambah 14% dibandingkan musim mudik lebaran tahun 2022. Pertanyaan yang mengemuka kemudian adalah apakah peningkatan jumlah pemudik benar-benar diikuti dengan lonjakan dorongan belanja? Pada momen Idulfitri, per-ekonomian biasanya mendapatkan daya dorong tambahan dari belanja masyarakat. Meskipun demikian, ada sejumlah fakta belanja masyarakat dalam beberapa bulan sebelum Lebaran yang penting untuk diperhatikan. Salah satu indikatornya adalah tingkat penjualan retail. Hasil survei Bank Indonesia menunjukkan bahwa indeks penjualan retail pada triwulan pertama tahun ini ternyata hanya tumbuh 1,6% secara tahunan. Sangat jauh di bawah pertumbuhan pada triwulan pertama 2022 yang mencapai 12,5%. Selain sektor retail, kredit pemilikan rumah dan kendaraan bermotor juga bergerak lebih lambat pada awal 2023. Ini memang tak lepas dari berakhirnya insentif pajak yang diberikan selama masa pandemi melalui program pemulihan ekonomi nasional (PEN). Kredit pemilikan rumah pada Januari tahun ini hanya tumbuh 0,16% secara tahunan, lebih lambat dibanding pertumbuhan rata-rata triwulan pertama 2022 yang mencapai 1,96%. Sementara pertumbuhan kredit kendaraan bermotor melemah dari 5,28% pada triwulan pertama tahun lalu menjadi 1,17% pada Januari tahun ini. Melihat indikasi melemahnya konsumsi masyarakat sejak awal tahun, wajar jika daya dorong belanja Lebaran tahun ini diperkirakan tidak sekuat tahun lalu kendati arus mudik tetap ramai. Setidaknya ada tiga faktor utama penyebab pelemahan tersebut. Pertama, lonjakan inflasi yang terjadi sepanjang tahun 2022 yang mengena terutama pada kebutuhan dasar, baik bahan pangan maupun energi, termasuk BBM bersubsidi. Kedua, scarring effect dari pandemi yang masih dirasakan oleh masyarakat berpendapatan menengah bawah dan sejumlah sektor. Ketiga, pelemahan ekono-mi global yang menekan sektor-sektor yang mengandalkan pasar ekspor.

Lebaran & Keamanan Pangan

HR1 20 Apr 2023 Bisnis Indonesia

Menjelang Idulfitri 1444 H ini, penjual parsel lebaran kembali merebak. Berbagai sentra penjualan parsel hari raya kembali ramai dengan pedagang parsel di dalam kios-kios maupun di pinggir jalan. Tidak hanya pedagang yang memang setiap hari berdagang parsel tetapi juga pedagang parsel dadakan. Demikian juga supermarket, minimarket, dan toko makanan besar yang juga menjual parsel. Isian parsel pun makin beragam, baik yang berisi makanan dan minuman, kosmetik, peralatan rumah tangga, sampai dengan peralatan elektronik. Hari raya di Indonesia memang identik dengan parsel sebagai hadiah bagi relasi dan sebagainya. Salah satu isu yang sering muncul saat ramainya penjualan dan pemberian parsel sebagai hadiah di masa hari raya adalah barang-barang isian parsel. Dari tahun ke tahun masih sering ditemukan isi parsel yang tidak layak atau tidak memenuhi standar untuk digunakan atau dikonsumsi. Apalagi parsel isi makanan sekarang ini sangat bervariasi, mulai dari parsel model klasik dalam berbagai ukuran sampai dengan hampers dalam ukuran yang lebih kecil berisi beberapa jenis makanan bahkan produk khusus seperti kopi, cokelat, dan sebagainya. Ada juga parsel yang berisi kosmetik yang sedang digandrungi di pasar seperti produk skincare maupun jenis vitamin. Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, terdapat beberapa titik kerawanan dalam isian parsel dari sisi keamanan pangan dan obat-obatan. Kerawanan paling banyak terjadi adalah adanya bahan makanan yang menjadi isian parsel yang sudah melewati batas kadaluarsa. 

Kerawanan kedua adalah adanya makanan kemasan atau kosmetik yang menjadi isian parsel yang tidak memiliki izin edar, meskipun dalam kemasan yang baik dan memiliki merek. Demikian pula dengan bahan makanan yang kondisi kemasannya rusak seperti cembung. Produk dengan kondisi kemasan yang sudah tidak normal misalnya terjadi pada makanan dalam kaleng atau kotak dus yang sudah berbentuk cembung. Kondisi ini terjadi pada ikan olahan, susu steril, kental manis, dan sejenisnya yang banyak digunakan menjadi isian parsel Lebaran. Sementara untuk produk tanpa izin edar bisa ditemukan pada produk kosmetika, produk olahan dan obat tradisional Pengawasan terhadap pangan, obat dan kosmetik terhadap parsel menjelang Lebaran ini tetap harus terus ditingkatkan melalui berbagai lini pengawasan yang dilakukan oleh BPOM. BPOM perlu mendorong semua balai yang dimiliki di setiap daerah terutama yang memiliki pasar dan penjualan parsel lebaran yang besar. Demikian pula dengan sumber daya yang dimiliki oleh balai-balai tersebut seperti tenaga penguji/auditor, mobil laboratorium keliling dan sebagainya. Karena pengawasan tidak hanya terkait dengan persoalan kedaluwarsa dan izin edar, tetapi kandungan bahan yang bisa membahayakan seperti formalin, rhodamin, dan sebagainya, termasuk akibat kemasan yang sudah rusak atau tidak dalam kondisi baik yang menyebabkan isinya tercemar. Langkah BPOM yang terus melanjutkan pengawasan dan pemeriksaan patut didukung bahkan perlu didorong untuk ditingkatkan lagi seiring dengan potensi permasalahan yang kian banyak dari perkembangan tren konsumsi produk maupun tren penjualan barang saat ini.

Manfaatkan Momentum Resiliensi Ekonomi

HR1 19 Apr 2023 Bisnis Indonesia

Kekhawatiran terhadap risiko resesi yang terjadi di Tanah Air akibat suku bunga tinggi dan inflasi yang tak terkendali makin pudar seiring dengan langkah bank sentral yang menahan laju kenaikan suku bunga acuan. Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia yang digelar 17—18 April akhirnya memutuskan untuk tidak menaikkan BI-7 Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) di level 5,75% untuk memastikan terus berlanjutnya penurunan ekspektasi inflasi dan inflasi ke depan. Bank Indonesia meyakini BI7DRR sebesar itu memadai untuk mengarahkan inflasi inti terkendali dalam kisaran 3,0% ±1% di sisa 2023. Sejauh ini, kenaikan suku bunga acuan BI ke level 5,75% juga belum direspons secara agresif oleh perbankan dengan kenaikan bunga kredit. Alhasil, ruang pertumbuhan penyaluran kredit pada tahun ini masih cukup terbuka sejalan dengan minat korporasi untuk menarik pendanaan dari perbankan. Kenaikan suku bunga acuan yang terbatas juga membuat daya tarik instrumen surat berharga negara dengan imbal hasil yang menarik. Dengan tingkat inflasi relatif rendah dan terkendali saat ini di posisi 4,97% (year-on-year/YoY) pada Maret dari inflasi bulan sebelumnya sebesar 5,47% (YoY), sebagian ekonom meyakini perekonomian Indonesia bakal melanjutkan kinerjanya sesuai dengan sasaran yang diharapkan di atas 5%. Suku bunga yang makin terjaga serta nilai tukar yang stabil menjelang perayaan Hari Raya Idulfitri, membawa harapan pulihnya aktivitas masyarakat makin terbuka lebar. Dalam laporan World Economic Outlook edisi teranyar April 2023, IMF merevisi naik pertumbuhan ekonomi Indonesia dari 4,8% menjadi 5% pada tahun ini dan akan makin membaik menjadi 5,1% pada 2024. Adapun Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2023 tetap kuat pada kisaran 4,5%—5,3% Artinya dengan proyeksi ini, peluang terjadinya peningkatan permintaan akan makin lebar. Situasi ini menjadi modal kuat dan penyemangat baru para pebisnis untuk terus beraktivitas sekaligus melepas keraguan karena kecemasan resesi.

Melecut Kinerja Dagang Lebih Kencang

HR1 18 Apr 2023 Bisnis Indonesia

Sepanjang kuartal I/2023, para pemangku kepentingan cukup terusik dengan akumulasi kinerja sektor perdagangan yang mencatatkan rapor kurang memuaskan. Pada periode Januari—Maret 2023, pertumbuhan ekspor Indonesia hanya 1,60% dengan nilai sekitar US$67,20 miliar.Angka pertumbuhan 1,60% tentu sangatlah tipis, mengingat pada periode yang sama tahun lalu (year-on-year/YoY), pertumbuhan ekspor Indonesia masih melejit 35,25% (YoY). Oleh karena itu, pertumbuhan single digit yang tertoreh pada kuartal I/2023 menjadi catatan kinerja dagang yang cukup memusingkan sekaligus mencemaskan. Apa lacur dengan kinerja dagang kita di kuartal ganjil yang sebenarnya masih bisa dipoles tumbuh lebih kencang. Badan Pusat Statistik (BPS) mengusut bahwa pertumbuhan yang mendadak slow speed ini lantaran sejumlah hal, seperti terjadinya penurunan dari sisi ekspor migas dan terkontraksinya ekspor nonmigas. Kinerja ekspor migas Indonesia pada periode tersebut menyusut 4,76% (YoY), dan ekspor nonmigas yang ambles 11,70% (YoY). Setali tiga uang dengan penurunan ekspor nonmigas, kinerja ekspor industri pengolahan juga mengempis 5,40% (YoY) menjadi US$47,78 miliar. Ada tiga sektor industri pengolahan yang ekspornya terkontraksi, yaitu kelapa sawit, konveksi alias pakaian jadi dari tekstil, dan sepatu olahraga (kelompok alas kaki). BPS memaparkan bahwa ekspor minyak kelapa sawit pada kuartal I/2023 hanya US$5,92 miliar, atau turun 11,34% dari US$6,67 miliar (YoY). Demikian halnya dengan ekspor konveksi dari tekstil yang nilainya anjlok 21,04% menjadi US$1,74 miliar. Adapun, ekspor sepatu olahraga juga tergerus 27,24% menjadi US$1,13 miliar (YoY). Untuk pakaian jadi juga terjadi penurunan permintaan, terutama dari Korea Selatan dan Amerika Serikat. Pada saat yang sama, penurunan ekspor sepatu olahraga dari Indonesia juga terjadi untuk tujuan AS, Belgia, dan China. Melemahnya permintaan dipicu oleh krisis ekonomi global yang datang dari Negeri Paman Sam dan Eropa turut menyergap negara-negara di kawasan Asia.

Bayangan Resesi & Optimisme RI

HR1 17 Apr 2023 Bisnis Indonesia

Resesi telah jadi topik hangat di berbagai pemberitaan media dan diskusi publik sejak akhir 2022. Hal ini makin banyak diperbincangkan setelah prediksi dari Bank Dunia pada kuartal I/2023 yang menyebutkan perlambatan ekonomi global dapat meningkatkan risiko resesi dengan tren pertumbuhan yang cukup mengkhawatirkan. Proyeksi ini menunjukkan hampir seluruh kekuatan ekonomi yang mendorong kemajuan dan kemakmuran dunia selama tiga dekade terakhir memudar, dan akan menyebabkan rata-rata pertumbuhan PDB pada tahun 2022—2030 turun sepertiganya jika dibandingkan dengan tingkat pertumbuhan di awal dekade pada abad ini. Laporan terbaru dari Bank Dunia yang dirilis pada April 2023 juga menyatakan bahwa berbagai kondisi dunia termasuk pandemi, perang, dan pengetatan keuangan, akan menggerus pertumbuhan dan memperbesar ketimpangan negara berkembang di Asia Timur dan Pasifik dengan negara berpenghasilan tinggi. Di balik pertumbuhan yang stabil pasca krisis Keuangan Asia (AFC), terdapat pengelolaan makroekonomi yang sehat dan sejarah reformasi struktural yang signifikan. Dengan pertumbuhan sebesar 5,3% (YoY) dan melampaui pertumbuhan tahun 2021 yang tercatat sebesar 3,7% (YoY), Indonesia masih mencapai pertumbuhan positif sejak tahun 2022. Survei Konsumen Bank Indonesia pada Februari 2023 juga mengindikasikan optimisme konsumen terhadap kondisi ekonomi dimana Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Februari 2023 sebesar 122,4, tercatat lebih tinggi dibandingkan Februari 2022 sebesar 113,1. Terjaganya optimisme konsumen didorong salah satunya oleh peningkatan keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini. Pada konferensi pers APBN KiTa Edisi Maret 2023, Sri Mulyani juga optimistis pertumbuhan ekonomi dapat terjaga dengan baik dengan kisaran 5,0-5,3%. Hal ini juga disampaikan oleh Chatib Basri, Ekonom Senior Indonesia dan Mantan Menteri Keuangan periode 2013-2014, pada acara tahunan Grab Business Forum 2023. Ia menyatakan bahwa 2023 mungkin bukan tahun yang mudah dibandingkan 2022, tetapi Indonesia mampu melampaui 2023 dengan relatif baik.

Pantang Kendur Sektor Manufaktur

HR1 15 Apr 2023 Bisnis Indonesia

Optimisme masih menaungi para pelaku usaha sektor manufaktur di Indonesia. Hal itu tecermin dalam Prompt Manufacturing Index Bank Indonesia (PMI-BI) edisi kuartal I/2023 yang menunjukkan angka ekspansif. Pada periode tersebut, PMI-BI mencapai 50,75%, lebih tinggi ketimbang realisasi kuartal IV/2022 yang tercatat 50,05%. Angka indeks di atas 50 memberikan sinyal adanya ekspansi usaha, sebaliknya jika di bawah 50, maka mengindikasikan telah terjadi kontraksi di sektor manufaktur. PMI-BI merupakan indeks komposit yang diperoleh dari lima indeks yaitu volume pesanan barang input, volume produksi atau output, ketenagakerjaan, kecepatan waktu pengiriman dari pemasok, serta volume persediaan. Adapun, survei kuartal I/2023 melibatkan 624 responden. Jika ditilik lebih lanjut, angka PMI-BI juga selaras dengan berbagai indikator kinerja sektor manufaktur yang dirilis sejumlah lembaga. S&P Global misalnya, merilis data Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia pada Maret sebesar 51,9 atau naik dari bulan sebelumnya. Alhasil, kita pun dapat berharap banyak pada kinerja sektor manufaktur ke depan. Apalagi, jika mengacu pada prakiraan PMI-BI pada kuartal II/2023, yang tembus 54,79%. Geliat sektor manufaktur tentu akan membawa angin segar bagi perekonomian nasional. Kendati belakangan kontribusinya ke produk domestik bruto cenderung menurun, tetapi sektor ini tetap memainkan peran penting dalam menggerakkan roda ekonomi.

Mengawal Kebutuhan Rumah Milenial

HR1 14 Apr 2023 Bisnis Indonesia

Transit Oriented Development (TOD) atau pembangunan yang berorientasi pada transportasi umum tengah menjadi buah bibir. Konsep pembangunan kota yang menempatkan transportasi massal sebagai pusat hunian kini menjadi primadona milenial. Konsep ini bertujuan untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi, dan mendorong aksesibilitas ke transportasi umum. TOD memungkinkan masyarakat untuk hidup dan bekerja di dekat stasiun kereta api atau halte bus. Skema TOD pertama kali digulirkan raja real estat dari Amerika, Thomas Lowry, pada 1865. Dia memberi nama Twin Cities Rapid Transit (TCRT). Awalnya, konsep ini diimplementasikan di St. Louis Park dan Columbia Heights, AS. Lahirnya konsep TOD di Indonesia seiring dengan perkembangan transportasi massal, seperti commuterline, mass rapid transit (MRT), dan light rail transit (LRT). Proyek TOD diinisiasi oleh pemerintah, karena sejumlah lahan dikelola oleh badan usaha milik negara (BUMN). Kementerian BUMN melaporkan telah menyelesaikan 8.348 unit apartemen proyek hunian milenial dengan total pendanaan mencapai Rp5 triliun. Dari jumlah tersebut, telah terjual sebanyak 65%. Pembeli proyek apartemen itu kebanyakan dari kalangan milenial, mencapai 41%. Hunian milenial tersebut dibangun di sejumlah lokasi, antara lain Depok, Jakarta, Tangerang, Bogor, dan Karawang. Presiden Joko Widodo baru saja meresmikan apartemen berbasis TOD yang berada di Depok. Apartemen yang bernama Samesta Mahata Margonda itu terdapat 940 unit. Sebanyak 733 unit telah terjual atau sekitar 78%. Menurut harian ini, pembangunan hunian TOD sangat positif dipacu guna memenuhi kebutuhan perumahan di Indonesia. Apalagi, seperti diucapkan Presiden, 75% wilayah Indonesia merupakan laut dan 25% darat. Hal itu menimbulkan keterbatasan lahan di Indonesia.

Jeli Memilih Saham

HR1 12 Apr 2023 Bisnis Indonesia

Pembagian dividen sejumlah emiten pada kuartal II/2023 menjadi angin segar bagi para investor di tengah kurang bergairahnya pasar saham. Kenaikan harga dan nilai transaksi turut mengerek indeks harga saham gabungan. Kemarin, indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup naik 0,59% ke level 6.811,31 bila dibandingkan dengan perdagangan hari sebelumnya. Selain karena sentimen positif dari aksi bagi cuan sejumlah emiten, penguatan juga didorong oleh kehadiran emiten baru. Berdasarkan data yang dihimpun Bisnis, dividen jumbo dialirkan oleh empat emiten bank kelas kakap, yakni PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) sebesar Rp20,95 triliun, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) Rp24,7 triliun, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) Rp7,32 triliun, dan yang terbesar PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) senilai Rp34,89 triliun. PT Indo Tambangraya Megah Tbk. (ITMG) yang dikenal sebagai emiten tambang batu bara yang royal menebar dividen, juga berencana mengalirkan US$474,63 juta atau setara dengan Rp7,07 triliun dividen tunai kepada para pemegang sahamnya. Dampak positifnya, harga saham beberapa emiten tersebut pun diperdagangkan di teritori hijau pada Selasa (11/4). BBCA misalnya naik 0,28% menjadi Rp8.825, BBRI naik 0,41% ke level Rp4.880, ITMG naik hingga 10,35% ke level Rp38.025 per saham. Bagi pemodal yang tidak memiliki strategi khusus atau sekadar ikut-ikutan, momen ini akan berdampak tidak baik karena dapat menimbulkan kerugian bila penurunan saham lebih tinggi dibandingkan dengan bagi hasil yang diberikan.

Mendorong Penghiliran Batu Bara

HR1 11 Apr 2023 Bisnis Indonesia

Program penghiliran batu bara nasional tak ubahnya jauh panggang dari api. Masih banyak tantangan yang harus diselesaikan, kendati pemerintah telah berupaya keras mendorong program peningkatan nilai tambah komoditas yang selama ini menjadi salah satu andalan ekspor Indonesia. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatatkan penurunan produksi hasil penghiliran batu bara dengan jumlah yang signifikan dalam 3 tahun terakhir. Berdasarkan data Direktorat Jenderal Mineral dan Batu Bara (Minerba) Kementerian ESDM, realisasi peningkatan nilai tambah batu bara sepanjang 2022 mencapai 295.515 ton. Jumlah tersebut lebih rendah dibandingkan dengan tahun sebelumnya, yakni 2021 yang sebanyak 335.000 ton. Penurunan realisasi produk penghiliran batu bara tersebut juga melanjutkan tren yang terjadi sebelumnya, karena pada 2020 Kementerian ESDM mencatat ada 401.000 ton produk hasil penghiliran ‘emas hitam’. Salah satu tantangan yang muncul adalah penghiliran batu bara masih sebatas pilihan bagi pemilik izin usaha pertambangan (IUP). Penghiliran baru menjadi mandatori ketika pengusaha tambang memegang izin usaha pertambangan khusus (IUPK) yang menjadi perpanjangan perjanjian karya pengusahaan pertambangan batu bara (PKP2B). Di sisi lain, pengusaha batu bara pun lebih mengutamakan ekspor. Harapannya untuk mendulang untung lebih banyak dari harga batu bara global yang masih bertahan di posisi tinggi hingga saat ini. Proyek penghiliran baru bara juga perlu memenuhi beberapa aspek, a.l. biaya akuisisi teknologi, biaya operasional termasuk untuk listrik dan perawatan, pajak termasuk insentif yang diberikan, dan harga feeding batu bara.

Interkoneksi Energi Menjadi Perhatian

HR1 08 Apr 2023 Bisnis Indonesia

Pada tahun ini, Indonesia kembali memegang peran penting dalam kepemimpinan internasional dengan mengemban tanggung jawab sebagai Ketua The Association of Southeast Asian Nations (Asean). Kali ini, perhimpunan negara-negara di Asia Tenggara yang didirikan di Bangkok Thailand, pada 8 Agustus 1967, mengusung tema Asean Matters: Epicentrum of Growth. Tema besar ini dapat diartikan bahwa Indonesia seiring sejalan dengan negara anggota lainnya memastikan bahwa Asean tetap dan makin relevan bagi dunia dan berperan sentral sebagai motor perdamaian maupun kesejahteraan kawasan. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berkepentingan untuk memastikan bahwa upaya untuk menjaga ketahanan energi berkelanjutan melalui interkoneksi dapat berjalan lancar. Ketahanan energi mendapatkan perhatian penting karena menjadi salah satu komponen api penggerak mesin pertumbuhan ekonomi negara-negara anggota Asean. Melalui interkoneksi, optimasi sumber energi yang beragam dapat digadang-gadang meningkatkan pemanfaatan energi ramah lingkungan di kawasan Asean, sekaligus menciptakan sistem energi rendah karbon yang andal, terjangkau, dan berkelanjutan.Tidak cukup hanya itu, interkoneksi juga diyakini bakal mengakselerasi transisi energi bersih dan memenuhi komitmen aksi mitigasi perubahan iklim negara-negara anggota Asean. Interkoneksi di antara negara-negara Asean menjadi isu krusial yang bakal disampaikan Indonesia dalam perhelatan Asean pada tahun ini.