;

Pantang Kendur Sektor Manufaktur

Pantang Kendur Sektor Manufaktur

Optimisme masih menaungi para pelaku usaha sektor manufaktur di Indonesia. Hal itu tecermin dalam Prompt Manufacturing Index Bank Indonesia (PMI-BI) edisi kuartal I/2023 yang menunjukkan angka ekspansif. Pada periode tersebut, PMI-BI mencapai 50,75%, lebih tinggi ketimbang realisasi kuartal IV/2022 yang tercatat 50,05%. Angka indeks di atas 50 memberikan sinyal adanya ekspansi usaha, sebaliknya jika di bawah 50, maka mengindikasikan telah terjadi kontraksi di sektor manufaktur. PMI-BI merupakan indeks komposit yang diperoleh dari lima indeks yaitu volume pesanan barang input, volume produksi atau output, ketenagakerjaan, kecepatan waktu pengiriman dari pemasok, serta volume persediaan. Adapun, survei kuartal I/2023 melibatkan 624 responden. Jika ditilik lebih lanjut, angka PMI-BI juga selaras dengan berbagai indikator kinerja sektor manufaktur yang dirilis sejumlah lembaga. S&P Global misalnya, merilis data Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia pada Maret sebesar 51,9 atau naik dari bulan sebelumnya. Alhasil, kita pun dapat berharap banyak pada kinerja sektor manufaktur ke depan. Apalagi, jika mengacu pada prakiraan PMI-BI pada kuartal II/2023, yang tembus 54,79%. Geliat sektor manufaktur tentu akan membawa angin segar bagi perekonomian nasional. Kendati belakangan kontribusinya ke produk domestik bruto cenderung menurun, tetapi sektor ini tetap memainkan peran penting dalam menggerakkan roda ekonomi.

Tags :
#Opini
Download Aplikasi Labirin :