;
Tags

Opini

( 545 )

Mempertahankan Surplus Dagang yang Berkelanjutan

HR1 07 Jan 2025 Bisnis Indonesia
Indonesia mencatatkan prestasi dengan mempertahankan surplus neraca perdagangan selama 55 bulan berturut-turut hingga November 2024, dengan surplus senilai US$4,42 miliar. Ketua Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa nilai ekspor mencapai US$24,01 miliar, sementara impor turun menjadi US$19,59 miliar, mencerminkan pengendalian arus barang yang baik.

Namun, surplus perdagangan yang berkepanjangan juga memunculkan tantangan, seperti ketergantungan pada ekspor, potensi apresiasi mata uang, dan risiko ketidakseimbangan ekonomi. Presiden Prabowo Subianto bersama Kabinet Merah Putih perlu memastikan strategi perdagangan tetap fokus, terutama untuk mencapai target ekspor 2025 senilai US$294,45 miliar dan US$405,69 miliar pada 2029.

Menteri Perdagangan berupaya memperkuat diversifikasi pasar ekspor ke negara nontradisional guna mengurangi ketergantungan pada pasar tradisional. Selain itu, pemerintah didorong untuk memperbaiki infrastruktur logistik, digitalisasi proses ekspor, dan memberikan dukungan bagi pelaku usaha melalui inovasi produk dan pemasaran.

Kesuksesan jangka panjang Indonesia dalam perdagangan global akan sangat bergantung pada kemampuannya beradaptasi dengan perubahan pasar internasional, memanfaatkan perjanjian perdagangan bebas, dan meningkatkan daya saing produk.

Opsen Pajak: Antara Beban dan Peluang

HR1 06 Jan 2025 Bisnis Indonesia (H)
Opsen pajak, senjata baru untuk menggali penerimaan daerah yang diterapkan mulai kemarin, Minggu (5/1), dianggap sedikit tumpul. Sebab pada saat bersamaan pemerintah pusat menginstruksikan kepada pemda untuk menebar insentif pengompensasi opsen pajak.

Hal ini menegaskan bahwa masa transisi selama tiga tahun tak dimanfaatkan dengan maksimal. Kini, pemerintah bak terjebak opsen pajak.Di satu sisi harus meningkatkan penerimaan, sedangkan di sisi lain dituntut memberikan stimulus. Dua kebijakan yang dinilai kontraproduktif.

Memang, kebijakan ini membuat pelaku ekonomi lega. Namun hal yang perlu diperhatikan, ada konsekuensi bagi fiskal negara apabila opsen tak berjalan sesuai rencana. Satu lagi yang wajib dipahami, opsen secara konseptual tidak akan menambah beban bagi wajib pajak.

Mengurai Kebingungan Soal Opsen Pajak

HR1 06 Jan 2025 Bisnis Indonesia
Kebijakan opsen pajak yang akan diberlakukan pada 5 Januari 2025 bertujuan meningkatkan kemandirian fiskal daerah tanpa menambah beban wajib pajak. Kekhawatiran publik mengenai beban pajak tambahan disebabkan oleh kurangnya pemahaman tentang opsen pajak, yang sebenarnya adalah pengaturan ulang distribusi penerimaan pajak antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota, bukan pungutan baru.

Deni Surjantoro, Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan, menjelaskan bahwa opsen pajak mencakup Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB), dan Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB). Skema ini memberikan kabupaten/kota pendapatan langsung yang lebih stabil dan memudahkan perencanaan anggaran, sekaligus mengurangi ketergantungan pada transfer pemerintah provinsi.

Namun, keberhasilan kebijakan ini sangat bergantung pada sosialisasi yang efektif dan pelaksanaan yang transparan. Pemerintah perlu memastikan masyarakat memahami bahwa opsen tidak menambah beban pajak dan dana hasil opsen digunakan untuk program yang bermanfaat, seperti infrastruktur jalan dan transportasi publik.

Dengan pengelolaan yang baik, opsen pajak dapat menjadi langkah maju dalam memperkuat desentralisasi fiskal dan meningkatkan kualitas pelayanan publik di tingkat daerah. 

Stimulus Prabowo, Akankah Jadi Game Changer?

HR1 04 Jan 2025 Bisnis Indonesia
Presiden Prabowo Subianto meluncurkan serangkaian stimulus ekonomi pada awal 2025 senilai Rp38,6 triliun untuk mendongkrak daya beli masyarakat dan mendukung industri di tengah perlambatan ekonomi global. Kebijakan ini mencakup bantuan beras 10 kg per bulan untuk 16 juta penerima bantuan pangan, diskon 50% pada tagihan listrik bagi pelanggan kecil, perpanjangan pembebasan pajak untuk UMKM, subsidi bunga kredit bagi pabrik padat karya, serta berbagai insentif bagi pekerja, seperti pembebasan PPh Pasal 21 untuk karyawan dengan penghasilan hingga Rp10 juta per bulan.

Namun, upaya ini disertai tantangan, termasuk batalnya rencana penerapan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 12% secara merata, yang hanya diberlakukan untuk barang mewah setelah mendapat penolakan publik. Keputusan tersebut mengurangi potensi penerimaan negara hingga Rp70 triliun, tetapi diyakini akan menjaga daya beli masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Di sisi lain, gejolak ekonomi global, seperti kebijakan hawkish The Fed dan dampaknya terhadap nilai tukar rupiah, menjadi ancaman tambahan. Meskipun inflasi Indonesia rendah pada 1,57% tahun lalu, hal itu mencerminkan pelemahan daya beli masyarakat.

Stimulus yang diberikan Presiden Prabowo, meskipun terbatas pada durasi dua bulan, diharapkan menjadi alat uji kebijakan. Jika berhasil meningkatkan daya beli dan produksi, kebijakan tersebut dapat diperpanjang untuk mendukung pertumbuhan ekonomi lebih lanjut. Upaya ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam merespons tantangan global sambil mempertahankan kesejahteraan rakyat.

Menguatkan UMKM Hijau untuk Mendorong Restrukturisasi Ekonomi

HR1 02 Jan 2025 Bisnis Indonesia
UMKM menjadi tulang punggung ekonomi Indonesia dengan kontribusi 61% terhadap PDB dan penyerapan 97% tenaga kerja nasional, sebagaimana data Kemenkop UKM (2023). Untuk meningkatkan daya saing dan memperluas pasar, transformasi digital dan pengembangan UMKM hijau dinilai penting. UMKM hijau, sebagaimana dijelaskan oleh Koirala (OECD, 2019), mengutamakan prinsip keberlanjutan melalui proses bisnis ramah lingkungan dan ekonomi sirkular. Meski menjanjikan, tantangan seperti biaya tinggi, keterbatasan bahan baku, dan mindset masyarakat terhadap produk hijau masih perlu diatasi.

Untuk mendukung transformasi ini, langkah strategis seperti penguatan produk unggulan hijau (go green), pemanfaatan kanal digital (go digital), dan pengembangan pasar lokal serta global (go global) sangat diperlukan. Pemerintah pusat memiliki peran sentral dalam kebijakan, sementara pemerintah daerah bertugas mengimplementasikan kebijakan tersebut sesuai dengan kebutuhan lokal. Dengan kolaborasi yang baik, UMKM hijau dapat tampil percaya diri di pasar global, meningkatkan nilai ekspor, dan mendukung pembangunan berkelanjutan.

Transformasi UMKM hijau tidak hanya memperkuat daya saing global, tetapi juga menciptakan dampak positif bagi lingkungan, mendorong inovasi, dan menjawab tantangan era keberlanjutan.

Menikmati Liburan Sembari Mengencangkan "Ikat Pinggang"

KT3 23 Dec 2024 Kompas (H)

Deonisus Pradipta (27), karyawan swasta di Jakarta, kali ini memilih menghabiskan waktu bersama keluarga. Berlibur dinilainya sebagai ruang menikmati hasil kerja dan jerih payah selama ini dengan orang-orang terkasih. Berbelanja barang-barang baru bukan inti dari sebuah perayaan Natal dan Tahun Baru. Perayaan bersama keluargalah yang kini dicarinya. ”Tetapi, kalau diajak tukar kado, boleh-boleh saja. Kalau untuk pribadi, enggak wajib punya sesuatu yang baru,” ujarnya saat dihubungi, Minggu (22/12/2024), di Jakarta. Hal serupa diutarakan karyawan lainnya, Faustina Galuh (29). Liburan kali ini, ia dan keluarga tidak pulang ke kampung halaman di Jawa Tengah. Pasalnya, ia ingin menghabiskan waktu hanya bersama keluarga inti guna menghindari kemacetan di jalan. Meski demikian, mereka tetap antusias jelang perayaan Natal dan Tahun Baru. Ragam dekorasi Natal mulai dipasang di rumahnya. ”Sekarang, beli hiasan Natal hanya untuk Sejumlah penghargaan pun telah diterima Kompas dari beberapa pihak, yang menandakan bahwa kualitas jurnalistik masih diakui baik oleh banyak pihak. Meski begitu, sejumlah tantangan perlu diantisipasi pada tahun mendatang. Pada tahun 2024 ini terbit sebuah buku yang sangat menarik yang ditulis oleh Anne Applebaum, Autocracy Inc.: The Dictators Who Want to Run The World (London: Allen Lane, 2024), yang menjadi pemenang Penghargaan Pulitzer dan disebutkan oleh The New York Times sebagai salah satu buku nonfiksi terbaik tahun ini.

Penulisnya sendiri adalah seorang kolumnis di The Atlantic dan menjadi senior fellow di Johns Hopkins University. Dari halaman pertama saja, buku ini sudah menggedor pembacanya: ”Sistem pemerintahan otokrasi (pemerintahan yang dilakukan oleh satu orang dengan kekuasaan yang absolut) hari-hari ini tidak dijalankan oleh satu orang jahat, tetapi oleh jejaring yang rumit yang dijalankan oleh struktur keuangan yang kleptokratif, layanan keamanan yang kompleks (militer, paramiliter, polisi), dan ahliteknologi yang menyediakan pengawasan, propaganda, dan disinformasi. Anggota jejaring ini terhubung tidak hanya antara satu orang dan orang lainnya dalam negara tersebut, tetapi juga berjejaring dengan mereka yang berada dalam negara otokrasi yang lain, kadang-kadang mereka juga menyebut diri mereka sebagai negara demokratis” (Applebaum, 2024, hlm 1). Perusahaan yang korup dan dikuasai negara di satu pemerintahan diktator, berbisnis dengan perusahaan korup dan dikuasai negara di pemerintahan lainnya. Polisi dari suatu negara bisa saja mempersenjatai, melengkapi, dan melatih polisi di negara lainnya. Di dunia ini mungkin ada sekitar tiga lusin (kurang lebih 36 negara) yang dikuasai oleh orang kuat ini, dan mereka tidak ragu-ragu untuk menyingkirkan masyarakat sipil dan menghindari transparansi dalam pemerintahan. Sesama orang kuat dari berbagai negara ini berusaha memelihara agar sesama anggota mereka akan tetap berkuasa, dan walaupun dunia internasional mengecam pimpinan sejumlah negara ini, tetapi di antara sesama negara otokrasi akan menunjukkan dukungannya, terutama dari sisi bisnis (Applebaum, 2024, hlm 2-4). (Yoga)

Stimulus Ekonomi untuk Kesejahteraan Rakyat

HR1 19 Dec 2024 Bisnis Indonesia
Pemerintah Indonesia meluncurkan paket kebijakan stimulus ekonomi yang menekankan prinsip inklusivitas, keberlanjutan, keadilan, dan gotong royong untuk menjaga daya beli masyarakat, mendukung UMKM, dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Salah satu langkah utama adalah penyesuaian tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menjadi 12% mulai 2025, sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP).

Kebijakan ini mencerminkan keberpihakan kepada masyarakat kecil, seperti disampaikan dalam rincian Ni Made Ayu Marthini, Deputi Kementerian Pariwisata, dengan memberikan pembebasan PPN untuk kebutuhan pokok, pendidikan, kesehatan, dan sektor esensial lainnya. Pemerintah juga menanggung kenaikan tarif PPN pada bahan pokok seperti tepung terigu, gula industri, dan minyak goreng untuk menjaga harga tetap stabil.

Untuk melindungi masyarakat rentan dari dampak kenaikan PPN, pemerintah menyediakan berbagai stimulus sosial, termasuk bantuan pangan 10 kg beras per bulan bagi 16 juta penerima manfaat selama Januari-Februari 2025 dan diskon listrik 50% untuk pelanggan dengan daya hingga 2.200 VA. Insentif juga diberikan untuk pembelian rumah dengan harga hingga Rp5 miliar melalui diskon PPN.

Ketua Apindo, Shinta W. Kamdani, menyampaikan harapannya agar kebijakan ini seimbang dalam menciptakan daya saing usaha dan stabilitas ekonomi. Sementara itu, dari perspektif fiskal, penerapan PPN 12% diharapkan meningkatkan penerimaan negara sehingga mendukung pembiayaan pembangunan yang berkelanjutan.

Prinsip gotong royong juga diimplementasikan melalui pengenaan PPN pada barang dan jasa premium yang dikonsumsi kelompok masyarakat mampu, seperti makanan berharga tinggi dan layanan VIP.

Langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk membangun sistem perpajakan yang adil, resilient, dan transparan, serta memastikan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang inklusif di masa depan.

Pengertian Fundamental dan Contoh yang perlu diketahui

KT1 19 Dec 2024 Tempo
Kata fundamental seringkali muncul dalam berbagai konteks, baik dalam ilmu pengetahuan, pendidikan, hingga kehidupan sehari-hari. Dalam forum-forum ilmiah, kata ini juga sering dilontarkan oleh pembicara. Secara umum, fundamental adalah hal-hal dasar atau pokok yang menjadi dasar atau landasan dari suatu sistem, konsep, atau proses. Agar lebih mengetahui tentang pengertian fundamental, penggunaan istilah dalam berbagai sektor kehidupan hingga contoh penggunaan kata fundamental, berikut ini informasinya untuk Anda.

Secara etimologi, fundamental berasal dari bahasa Latin fundamentum, yang berarti dasar atau landasan. Dalam konteks yang lebih luas, fundamental mengacu pada elemen-elemen dasar atau prinsip-prinsip yang mendasari suatu hal. 4 Negara Ini Pernah Alami Deflasi Parah Hingga Melumpuhkan Perekonomian
Artinya, jika sesuatu dikatakan fundamental, maka hal itu dianggap sebagai bagian yang sangat penting dan tidak dapat dipisahkan dalam pembentukan atau struktur suatu sistem atau konsep. Kata fundamental sering digunakan dalam berbagai bidang, mulai dari ilmu pengetahuan, pendidikan, ekonomi, psikologi, hingga teknologi.

Dalam sosiologi dan psikologi, fundamental mengacu pada prinsip-prinsip dasar yang membentuk kehidupan sosial. Istilah ini sering dikaitkan dengan norma-norma yang berlaku dalam masyarakat, serta aturan dasar yang mengatur interaksi sosial. Fundamental juga merujuk pada ideologi dan peraturan yang menjadi landasan bagi sebuah negara.  Selain itu, faktor psikologis seperti kepribadian dan lingkungan tempat tinggal seseorang turut mempengaruhi penentuan prinsip hidup yang fundamental. Prinsip hidup yang fundamental dapat ditemukan melalui pengamatan terhadap pengalaman orang lain, meskipun bukan berarti harus meniru sepenuhnya. Setiap individu memiliki kebebasan untuk memilih prinsip yang sesuai dengan nilai-nilai pribadinya. (Yetede)

Dampak Trump pada UMKM Berorientasi Ekspor

HR1 18 Dec 2024 Bisnis Indonesia
Kebijakan proteksionis Donald Trump dengan slogan "America First" telah membawa tantangan baru bagi perdagangan internasional, termasuk bagi Indonesia. Dengan peningkatan tarif impor dan renegosiasi perjanjian dagang, ekspor Indonesia, khususnya dari pelaku UMKM yang menyumbang 15% dari total ekspor nasional, terdampak langsung. Penurunan ekspor ke AS sebesar 2,1% pada Oktober 2024 mencerminkan dampak kebijakan ini.

Ketegangan antara AS dan China juga menciptakan peluang dan tantangan bagi Indonesia. Trump's perang dagang memungkinkan Indonesia mengisi kekosongan pasar di AS, tetapi kenaikan tarif terhadap China juga meningkatkan harga bahan baku impor, yang berdampak pada biaya produksi UMKM. Menurut data BPS, nilai ekspor Indonesia mencapai US$22,36 miliar pada Oktober 2024, tetapi tantangan di pasar tradisional mendorong perlunya diversifikasi ke pasar non-tradisional seperti Afrika dan Timur Tengah.

Transformasi digital juga menjadi solusi mendesak. Pemerintah diharapkan membantu UMKM berorientasi ekspor dengan pelatihan teknologi digital dan akses ke platform e-commerce internasional, sebagaimana disampaikan dalam berbagai diskusi terkait perdagangan global. Selain itu, Kementerian Perdagangan menekankan pentingnya negosiasi perdagangan bilateral dan multilateral untuk melindungi produk UMKM di pasar internasional.

Pemerintah juga harus memperkuat fasilitas pembiayaan dan asuransi ekspor guna mengurangi risiko gagal bayar akibat ketidakpastian pasar global. Penyederhanaan regulasi, peningkatan infrastruktur logistik, dan penurunan biaya transportasi menjadi langkah penting untuk mendukung daya saing UMKM.

Dengan strategi seperti diversifikasi pasar, adopsi teknologi, dan penguatan diplomasi perdagangan, Indonesia dapat mengubah tantangan dari kebijakan proteksionis Trump menjadi peluang. Peran aktif pemerintah sebagai fasilitator dan pelindung UMKM sangat penting untuk menciptakan ekosistem perdagangan yang inklusif, berkelanjutan, dan mampu memperkuat posisi Indonesia dalam perdagangan global.

Optimalisasi Infrastruktur untuk Kesejahteraan

HR1 17 Dec 2024 Bisnis Indonesia
Pembangunan infrastruktur telah menjadi prioritas utama pemerintah Indonesia dalam satu dekade terakhir, dengan pencapaian signifikan seperti penambahan jalan tol, bandar udara, moda transportasi, pelabuhan, dan bendungan. Pembangunan infrastruktur ini terbukti sangat penting dalam mendukung mobilitas masyarakat, terutama pada periode Natal dan Tahun Baru, yang diprediksi mengalami peningkatan 25%. Namun, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menekankan perlunya evaluasi ketat terhadap pembangunan infrastruktur, terutama terkait dampaknya terhadap perekonomian, efisiensi anggaran, dan keberlanjutan.

Menteri AHY juga menyoroti pentingnya manajemen risiko dan pembiayaan yang tepat dalam pembangunan infrastruktur. Pemerintah perlu mendorong partisipasi sektor swasta dan investor asing melalui skema public-private partnership (PPP) untuk mengurangi beban APBN. Selain itu, ketimpangan antarwilayah dan tantangan lain seperti pembebasan lahan dan aspek lingkungan harus menjadi fokus perhatian dalam perencanaan infrastruktur. Ke depannya, dibutuhkan rencana jangka panjang yang tepat agar pembangunan infrastruktur dapat lebih inklusif dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata dan berkelanjutan.