Interkoneksi Energi Menjadi Perhatian
Pada tahun ini, Indonesia kembali memegang peran penting dalam kepemimpinan internasional dengan mengemban tanggung jawab sebagai Ketua The Association of Southeast Asian Nations (Asean). Kali ini, perhimpunan negara-negara di Asia Tenggara yang didirikan di Bangkok Thailand, pada 8 Agustus 1967, mengusung tema Asean Matters: Epicentrum of Growth. Tema besar ini dapat diartikan bahwa Indonesia seiring sejalan dengan negara anggota lainnya memastikan bahwa Asean tetap dan makin relevan bagi dunia dan berperan sentral sebagai motor perdamaian maupun kesejahteraan kawasan.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berkepentingan untuk memastikan bahwa upaya untuk menjaga ketahanan energi berkelanjutan melalui interkoneksi dapat berjalan lancar. Ketahanan energi mendapatkan perhatian penting karena menjadi salah satu komponen api penggerak mesin pertumbuhan ekonomi negara-negara anggota Asean.
Melalui interkoneksi, optimasi sumber energi yang beragam dapat digadang-gadang meningkatkan pemanfaatan energi ramah lingkungan di kawasan Asean, sekaligus menciptakan sistem energi rendah karbon yang andal, terjangkau, dan berkelanjutan.Tidak cukup hanya itu, interkoneksi juga diyakini bakal mengakselerasi transisi energi bersih dan memenuhi komitmen aksi mitigasi perubahan iklim negara-negara anggota Asean. Interkoneksi di antara negara-negara Asean menjadi isu krusial yang bakal disampaikan Indonesia dalam perhelatan Asean pada tahun ini.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023