;
Kategori

Lingkungan Hidup

( 5820 )

Harga Batubara Acuan 283 Dollar AS Per Ton

20 Mar 2023

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menetapkan harga batubara acuan Maret 2023 dengan nilai kalori 6.322 kilokalori per kilogram (kkal/kg) sebesar 283,08 USD per ton. Menurut Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama pada Kementerian ESDM, Agung Pribadi, Sabtu (18/3) penentuan harga batubara saat ini berdasarkan kandungan kalori, yaitu di atas 6.000 kkal/kg; 5.200-6.000 kkal/kg; dan di bawah 5.200 kkal/kg. Harga pada Februari lalu 277,05 USD per ton. (Yoga)

Anak Usaha PLN Garap Terminal LNG

20 Mar 2023

Dua anak usaha PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), yakni PT PLN Pusat Manajemen Proyek dan PT PLN Gas & Geothermal, bekerja sama menggarap proyek terminal gas alam cair (LNG) di Sidakarya, Bali. General Manager PT PLN Pusat Manajemen Proyek Aji Sutrisno, Sabtu (18/3) mengatakan, proyek ini bagian dari komitmen perseroan untuk mendukung penggunaan energi bersih di Indonesia. Terminal LNG tersebut ditargetkan bisa beroperasi pada Agustus 2023. (Yoga)

Buram Lagi Rencana Penghiliran Batu Bara

20 Mar 2023

Proyek penghiliran batu bara kembali tertunda. Satu-satunya investor yang berpotensi mewujudkan proyek ini, Air Products and Chemicals Inc, memilih hengkang, satu tahun lebih pasca-penandatanganan nota kesepahaman dengan pemerintah. Pelaksana harian Dirjen Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM, Idris Sihite, menuturkan pembatalan niat investasi Air Products itu disampaikan melalui surat pada awal Maret lalu. "Mereka memilih investasi ke arah yang lain, blue hydrogen," ujar Idris, akhir pekan lalu. Perusahaan asal AS itu mundur karena pemerintah AS menawarkan lebih banyak insentif untuk proyek energi terbarukan ketimbang proyek terkait dengan batu bara.

Nota kesepahaman Air Products dengan pemerintah, yang diwakili Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Bahlil Lahadalia dilakukan pada November 2021. Bahkan Presiden Jokowi turut menyaksikan acara penandatanganan yang dilakukan di Dubai, Uni Emirat Arab. Dalam  kesepakatan tersebut, Air Products berkomitmen membawa investasi senilai US$ 15 miliar. Rencana masuknya Air Products saat itu seakan-akan menjadi titik terang proyek penghiliran batu bara di dalam negeri yang tersendat lama. Sejak 2009, pemerintah memang mewajibkan para pemegang izin usaha pertambangan melakukan penghiliran. Namun hanya segelintir pengusaha yang berhasil mengolah batu bara menjadi produk turunannya, antara lain menjadi briket dan semi-kokas.. (Yoga)


Dua Anak Usaha PLN Kolaborasi Garap Terminal LNG di Bali

20 Mar 2023

Dua anak usaha PT PLN (Persero) yakni PLN Pusat Manajemen Proyek (Pusmanpro) menggandeng PLN Gas & Geothermal dalam pengawasan pembangunan proyek Terminal LNG (Liquified Natural Gas) Sidakarya-Bali. Kolaborasi ini sebagai implementasi Perjanjian Kerja Sama antara Pemprov Bali dengan PT PLN (Persero) pada tahun 2019. Penandatanganan MoU kerja sama antara PLN Pusmanpro dan PLN Gas & Geothermal dilakukan pada hari Senin, (13/3) di Kantor PLN Pusmanpro yang disaksikan langsung oleh Direktur Manajemen Proyek dan EBT Wiluyo Kusdwiharto. General Manager PLN Pusmanpro Aji Sutrisno menyampaikan, Nota Kesepahaman ini dibuat dengan tujuan membangun hubungan kolaborasi khususnya dalam pelaksanaan manajemen proyek.

“Diharapkan kerja sama ini tidak memiliki batasan pada kegiatan Supervisi Konstruksi dan Jaminan Kualitas Barang (QA/QC) saja, juga pada pembangunan infrastruktur gas di lingkungan PLN Group,” kata Aji. Dirut PLN Gas & Geothermal, Mohamad Riza Affiandi mengatakan bahwa PLN Gas & Geothermal ditugaskan untuk berekspansi market di luar PLN di mana salah satunya terwujud dalam Proyek Pembangunan Terminal LNG Sidakarya - Bali. Kerja sama proyek pembangunan terminal LNG ini merupakan komitmen PLN Group dalam mendukung penggunaan energi bersih yang juga sejalan dengan Peraturan Gubernur Bali No. 45 Tahun 2019 tentang Bali Energi Bersih. (Yoga)


BI Optimalkan Peran Pesantren Kembangkan Komoditas Pangan Strategis

20 Mar 2023

BI akan mengoptimalkan peran pesantren untuk pengembangan komoditas pangan strategis dalam mendukung ketahanan pangan di Indonesia. “Kami akan juga mendorong pesantren ini menjadi pusat pengembangan komoditas pangan strategis,” kata Deputi Gubernur BI Juda Agung Juda dalam acara Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) Jatim 2023, Jumat (17/3). Juda menuturkan, BI memiliki program Integrated Farming with Technology and Information (Infratani) yang mengembangkan infrastruktur budidaya hortikultura berbasis teknologi. Program tersebut mendukung penguatan sektor pertanian terintegrasi yang berbasis pada pemanfaatan teknologi digital, yang tersebar di 90 pondok pesantren di berbagai wilayah di Indonesia.

Juda berharap pada 2023, program tersebut akan dilakukan di Jatim. Dengan demikian, pesantren dapat semakin berperan mendukung produksi pertanian dan hortikultura guna mendukung ketahanan pangan. “Peran pondok-pondok pesantren dapat kita optimalkan untuk mendukung program ketahanan pangan,” ujar Juda dalam acara yang bertemakan Sinergi dan Inovasi untuk Ketahanan Pangan Nasional melalui Teknologi Pertanian dan Digitalisasi itu, seperti dilansir Antara. Juda juga berharap Himpunan Ekonomi Bisnis Pesantren (Hebitren) dapat terlibat dengan mengajak anggotanya aktif di dalam mendukung ketahanan pangan di Indonesia. (Yoga)


Bank Mandiri, BNI, dan BRI Memungut Iuran Batubara

18 Mar 2023

Skema pungutan batubara semakin mengerucut. Pemerintah memastikan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) akan memungut iuran dan menyalurkannya (pungut-salur) kepada perusahaan batubara. Status badan pemungut iuran juga berubah dari semula Badan Layanan Umum (BLU) menjadi Mitra Instansi Pengelola (MIP). Kelak, lembaga pungut-salur iuran batubara akan mengani perputaran dana yang tak sedikit di sektor batubara, yakni mencapai ratusan triliun rupiah Iuran batubara nantinya digunakan untuk menutup selisih antara harga batubara domestic market obligation (DMO) dan harga internasional. Tujuannya ialah meningkatkan kepatuhan perusahaan batubara dalam memenuhi kewajiban pasokan dalam negeri. Direktur Pembinaan Pengusahaan Batubara Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Lana Saria menyatakan, ada tiga bank Himbara yang menjadi Mitra Instansi Pengelola dalam melaksanakan pungut salur dana kompensasi batubara. "Mandiri, BNI dan BRI sudah berpengalaman sebagai pengelola keuangan dan memiliki sistem. Jadi tiga bank ini akan menjadi pihak pungut salur," ungkap dia, kemarin. Sebelumnya Staf Khusus Menteri ESDM Bidang Percepatan Tata Kelola Mineral dan Batubara, Irwandy Arif menjelaskan, lembaga pungut salur komoditas batubara dari sebelumnya BLU sudah diubah menjadi MIP yang diharapkan terlaksana pada Maret 2023. "Kalau koordinasi antar kementerian kadang-kadang agak lama, perlu paraf segala macam. Baru sampai segitu perkembangannya, jadi semuanya masih berkeinginan itu terwujud," jelas dia, belum lama ini. Pelaksanaan pungutan batubara akan di bawah payung hukum peraturan presiden (perpres).

PERBERASAN, Wacana Impor dan HPP Rugikan Petani

17 Mar 2023

Regulasi baru tentang harga pembelian pemerintah atau HPP untuk gabah dan beras serta  wacana membuka keran impor dinilai menekan harga gabah ditingkat petani. Selain besaran HPP yang dianggap lebih rendah dibandingkan dengan ongkos produksi, wacana impor yang berembus di tengah momen panen raya merugikan petani. Ketua Umum Serikat Petani Indonesia (SPI) Henry Saragih berpendapat, keputusan pemerintah itu mengecewakan petani. ”Pemerintah sebaiknya tidak memutuskan impor saat panen raya. Ini keputusan yang terburu-buru. Semestinya pemerintah meninjau (realisasi) data produksi terlebih dulu, apakah ada kekurangan atau tidak,” ujarnya saat dihubungi, Kamis (16/3). Sebelumnya, saat rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR, Rabu (15/3), Mendag Zulkifli Hasan menyatakan belum berhasil menurunkan harga beras hingga saat ini. Berdasarkan pantauannya, kenaikan  harga beras mencapai Rp 1.000 per kg.

Harga beras juga diperkirakan masih akan naik ke depan meski data produksi menunjukkan surplus. Per Kamis (16/3), Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok Kemendag menunjukkan, rata-rata harga beras medium di 90 kota pantauan indeks harga konsumen Rp 11.900 per kg. Pada awal tahun, harganya Rp 11.200 per kg, pada pertengahan Maret 2022 harganya Rp 10.400 per kg. Beras pun masih jadi penyumbang utama inflasi dengan andil pada inflasi tahunan 0,32 %, sedangkan pada inflasi bulanan 0,08 % di bulan Februari 2023. Menurut Ketua Umum Penggerak Pembangunan Masyarakat Desa, Tani Suryadinata Wira Lodra, harga HPP untuk gabah kering panen (GKP) di tingkat petani Rp 5.000 per kg itu di bawah ongkos produksi Rp 5.200 per kg GKP. ”HPP yang lebih rendah dibandingkan dengan ongkos produksi membuat petani tidak semangat menanam padi,” ujarnya dan pihaknya berharap ada ruang untuk mengubah HPP gabah dan beras tersebut. (Yoga)


Sepekan Jelang Puasa, Harga Pangan Terus Mengudara

17 Mar 2023

Belum juga masuk bulan Ramadan, harga sejumlah komoditas pangan sudah pada terbang. Dari pantauan KONTAN sepekan menjelang Ramadan, harga komoditas pangan di pasaran mulai mengalami kenaikan. Lonjakan harga tidak hanya dialami komoditas pangan strategis yang dipantau pemerintah, seperti cabai, bawang, daging ayam ras, telur ayam ras dan beras. Harga komoditas pangan lain, seperti sayuran juga mendaki. Kondisi itu KONTAN temui di sejumlah pasar tradisional di DKI Jakarta. Salah satunya di Pasar Palmerah, Jakarta Barat. Para pedagang pasar mengaku kenaikan harga sayuran sudah terjadi sejak beberapa hari lalu. Komoditas sayuran ini memang luput dari pantauan pemerintah karena berada di luar 11 komoditas strategis yang selama ini menjadi fokus perhatian pemerintah. Kenaikan harga sayuran ini menjadi sinyal bahwa harga komoditas pangan strategis juga sudah meningkat. Ketua Umum Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) Abdullah Mansuri menyebut, hampir semua komoditas pangan strategis di pasaran mengalami kenaikan harga jelang bulan Ramadan. Menurutnya, kenaikan harga pangan biasanya terjadi hingga tiga hari jelang puasa. Selain beras yang memang sudah lama naik, minyak goreng curah kini berada di rentang harga Rp 15.000-Rp 16.000 per kg. Kemudian semua jenis cabai juga mengalami kenaikan harga, terutama cabai rawit merah. Ia mengatakan, Kementerian Perdagangan (Kemdag) akan mendorong realisasi impor pangan tepat waktu dan tepat jumlah sesuai kesepakatan neraca komoditas yang ditetapkan antar instansi melalui Rapat Koordinasi Tingkat Menko Perekonomian.

PERBERASAN, Pemerintah Revisi Harga Pembelian

16 Mar 2023

Setelah tiga tahun berlalu, pemerintah akhirnya merevisi kebijakan tentang harga pembelian  Pemerintah atau HPP gabah dan beras. Selain HPP, pemerintah juga menetapkan harga eceran tertinggi atau HET beras. Harapannya, harga gabah di petani serta harga beras di pedagang dan konsumen berada di tingkat yang wajar. Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi mengumumkan kenaikan HPP gabah dan beras itu seusai mengikuti rapat terbatas yang dipimpin Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (15/3). Arief menyebutkan, harga gabah kering panen (GKP) di tingkat petani ditetapkan Rp 5.000 per  kg. Sementara GKP di tingkat penggilingan ditetapkan Rp 5.100 per kg, gabah kering giling (GKG) di penggilingan Rp 6.200 per kg, GKG di gudang Bulog Rp 6.300 per kg, dan HPP beras  di gudang Bulog Rp 9.950 per kg.

Selain ketentuan tentang HPP gabah dan beras, pemerintah juga menetapkan HET beras berdasarkan zonasi dalam rapat tersebut. HET beras medium di zona 1 yang meliputi Jawa, Lampung, Sumsel, Bali, NTB, dan Sulawesi ditetapkan Rp 10.900 per kg. Sementara HET beras medium di zona 2 yang meliputi Sumatera selain Lampung dan Sumsel serta NTT dan Kalimantan ditetapkan Rp 11.500 per kg. Adapun HET beras medium di zona yang mencakup Maluku dan Papua ditetapkan Rp 11.800 per kg. Arief menambahkan, Presiden meminta keputusan itu diumumkan segera, payung hukumnya dalam proses perundang-undangan, sehingga ketentuan tentang HPP dan HET ini bisa segera berlaku. (Yoga)


KEBUTUHAN POKOK JELANG RAMADAN : LONJAKAN HARGA TAK TERTAHAN

15 Mar 2023

Lonjakan harga sejumlah bahan pokok mulai tak terelakkan sepekan jelang Ramadan. Beberapa komoditas utama pangan seperti cabai dan telur, merangkak naik. Data Badan Pangan Nasional (Bapanas) pada Selasa (14/3) mencatat harga telur ayam ras naik 1,68% dibandingkan dengan pekan lalu menjadi Rp28.410 per kg di rata-rata pasar seluruh Indonesia. Pada periode yang sama, harga cabai rawit merah juga naik 2,48% menjadi Rp68.960 per kg, dan cabai merah keriting naik 1,32% jadi Rp44.420 per kg. Sebaliknya, bahan pangan yang harganya menurun yaitu beras medium sekitar 1,19% menjadi Rp11.660 per kg, minyak goreng kemasan sederhana turun 0,84% jadi Rp17.900 per kg, dan gula konsumsi turun 0,07% menjadi Rp14.300 per kg. Di Pasar Bendungan Hilir Jakarta, harga telur ayam telah mencapai Rp30.000 per kg. Ketua Asosiasi Peternak Layer Nasional (PLN) Musbar Mesdi mengatakan bahwa kenaikan sejumlah harga komoditas pangan salah satunya telur ayam merupakan kondisi yang terjadi setiap tahunnya atau menjelang HBKN. Musbar menyatakan kenaikan harga telur ayam tersebut biasanya terjadi karena tiga hal. Pertama, tingginya permintaan dari sektor industri kue kering dan penganan untuk persiapan Idulfitri. Kedua, produktivitas ayam petelur kini menjadi terganggu akibat curah hujan yang tinggi. Ketiga, harga jagung dalam negeri yang saat ini berada di level Rp5.800—Rp6.000 per kg. Sementara itu, Deputi I Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa menyatakan tengah menyelesaikan penyusunan daerah rawan pangan dalam 2 bulan ini. Menurutnya, penyusunan daerah rawan pangan bertujuan membantu peternak mandiri agar ayam di tingkat kandang yang kini turun bisa kembali terdongkrak. Padahal, harga ayam di pasaran termasuk tinggi menjelang Ramadan. Sekretaris Jenderal Gabungan Organisasi Peternak Ayam Nasional (GOPAN) Sugeng Wahyudi mengatakan, naiknya harga ayam karkas hampir Rp40.000 per kg di pasar tidak diiringi dengan kenaikan harga ayam hidup (livebird) ditingkat peternak UMKM mandiri yang masih rendah.