Lingkungan Hidup
( 5820 )Korban Kebakaran Dapat Dana Kompensasi
Sepekan pasca-kebakaran Terminal Integrated BBM Pertamina Plumpang, Jakut, mayoritas warga telah meninggalkan pengungsian. Sekitar 150 keluarga bakal menerima uang kompensasi dari Pertamina sebesar Rp 5,6 juta untuk tiap keluarga. Seperti diberitakan sebelumnya, Jumat (3/3) malam, Terminal BBM yang biasa disebut Depo Plumpang, Jakut, terbakar, 19 orang meninggal dan 50 orang terluka akibat insiden tersebut. Menurut Dinas Kesehatan DKI Jakarta, hingga pukul 18.00, masih ada 26 orang yang dirawat di empat rumah sakit. Ratusan warga sempat mengungsi ke sejumlah lokasi, di antaranya RPTRA Rasela dan PMI Jakut. Pihak Pertamina akan memberikan dana kompensasi Rp 1,2 juta tiap keluarga per bulan. Dana itu diberikan selama tiga bulan dan tambahan Rp 2 juta. Total yang diterima tiap keluarga sebesar Rp 5,6 juta. Dana kompensasi diberikan agar warga bisa mencari kontrakan baru. Setelah mendapatkan dana kompensasi, pengungsian di RPTRA Rasela ditutup. Untuk pencairan dana kompensasi, warga wajib memiliki rekening Bank DKI Jakarta.
Penyintas kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Bambang Sutikno (53), warga RT 005 RW 001, mengatakan, saat ini warga tengah dalam proses pembuatan rekening Bank DKI Jakarta. Data untuk pembuatan sudah terkumpul, tetapi proses pembuatan rekening belum selesai. Idealnya, sejak pembuatan hingga proses pencairan hanya membutuhkan waktu satu hari. Dari sekitar 150 keluarga terdampak, sejumlah 127 keluarga sudah lengkap persyaratan untuk mendapatkan dana kompensasi. ”Uang (kompensasi)ini belum diterima.Tapi alhamdulillah, banyak bantuan dari masyarakat yang peduli,” ujar Bambang Sutikno di RPTRA Rasela, Rawa Badak Selatan, Jakut, Sabtu (11/3). Ketua RW 001 Kelurahan Rawa Badak Selatan Bambang Setiyono mengatakan, setelah menerima dana kompensasi, warga diharapkan segera mencari kontrakan baru. Selain mendapatkan dana kompensasi, kabarnya, keluarga korban meninggal juga akan mendapat uang duka, Rp 10 juta untuk biaya pemakaman dan Rp 50 juta sebagai uang duka, namun, belum ada keputusan ihwal rencana ini. Selain itu, pemda melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) memberikan Rp 5 juta kepada keluarga tiap korban yang meninggal. (Yoga)
PENGENDALIAN INFLASI, Bukan Sekadar Paceklik
Di tengah tren penurunan harga pangan global, harga sejumlah pangan pokok di dalam negeri justru naik. Tak hanya akibat paceklik, tetapi juga dampak cuaca, akumulasi imbas kenaikan harga BBM tahun lalu, bahkan ada peran korporasi besar yang memengaruhi pembentukan harga komoditas tertentu. Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) mencatat, setelah berada di puncaknya sebesar 159,7 pada Maret 2022, indeks harga pangan dunia turun terus selama 11 bulan terakhir. Per Februari 2023, indeks turun menjadi 129,8. Penurunan indeks harga pangan itu ditopang penurunan harga serealia, minyak nabati, dan susu. Di kelompok serealia, harga gandum dan jagung naik tipis masing-masing 0,3 % dan 0,1 % secara bulanan. Harga beras internasional turun 1 % secara bulanan. Hal itu dipengaruhi perlambatan aktivitas sebagian besar eksportir utama di Asia, baik lantaran dampak cuaca maupun musim paceklik.
Di Indonesia, harga sejumlah komoditas pangan yang bergantung pada impor, seperti kedelai, bawang putih, dan tepung terigu, saat ini masih tinggi. Berdasarkan Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok Kemendag, per 10 Maret 2023, harga rata-rata nasional kedelai impor Rp 15.600 per kg, bawang putih honan Rp 32.000 per kg, dan tepung terigu Rp 13.300 per kg. Dalam setahun, harga kedelai impor naik 16,42 %, bawang putih honan 7,38 %, dan tepung terigu 22,02 %. Telur ayam ras naik 13,33 % secara tahunan menjadi Rp 28.900 per kg. Pada Januari 2023, harga telur pernah tembus Rp 30.800 per kg. Kenaikan harga ini disebabkan lonjakan harga jagung pakan dan bahan baku lain yang berasal dari impor. Tidak hanya itu, harga pangan pokok yang diproduksi dari dalam negeri, seperti beras, cabai merah, bawang merah, dan minyak goreng, juga naik. Secara umum, kenaikan harga pangan pokok tersebut dipengaruhi akumulasi imbas kenaikan harga BBM pada 3 September 2022 dan pupuk. (Yoga)
STRATEGI MUSIM PANEN : Bapanas Serap Mayoritas Panen Beras
Badan Pangan Nasional (Bapanas) bakal menyerap mayoritas hasil panen beras atau gabah dari target 2,19 juta ton hingga akhir tahun. Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi mengatakan salah satu kunci meningkatkan serapan beras Bulog adalah melalui penguatan kerja sama dengan Bulog dan pelaku usaha penggilingan padi, utamanya penggilingan padi skala kecil dan sedang.“Dengan menggandeng penggilingan padi kecil dan sedang, selain mendapatkan serapan beras untuk meningkatkan stok cadangan beras pemerintah, Bulog juga turut mendukung keberlangsungan usaha para penggilingan padi tersebut,” ujarnya melalui keterangan tertulis, Jumat (10/3).
“Beras ini adalah salah satu komoditas yang memberikan andil terhadap inflasi,” jelasnya. Lebih lanjut, saat ini Bulog memiliki modern rice milling plant (MRMP) di 13 lokasi untuk menambah potensi penyerapan gabah.
Inisiatif itu dilakukan secara paralel dengan upaya pemerintah menghitung harga pembelian pemerintah (HPP) terbaru berdasarkan usulan para stakeholder pangan nasional, serta perkembangan harga keekonomian gabah dan beras. Dengan HPP terbaru itu, dia berharap Bulog akan menetapkan harga yang lebih baik sehingga mampu menyerap lebih banyak produksi beras maupun gabah. Dari situ, keseimbangan harga gabah dan beras di tingkat petani, pedagang, dan konsumen terjaga.
Pasokan Pangan Periode Puasa-Lebaran Surplus
JAKARTA, ID - Kementerian Perdagangan (Kemendag) memastikan pasokan pangan untuk kebutuhan masyarakat selama periode Puasa dan Lebaran 2023 tersedia dalam jumlah yang cukup, bahkan untuk beberapa komoditas surplus. Beras tercatat surplus hingga 9 juta ton dari kebutuhan10,26 juta ton seiring panen raya, minyak goreng surplus sekitar 352 ribu ton dari kebutuhan 2,19 juta ton, dan daging sapi surplus 58 ribu ton dari kebutuhan 254,72 ribu ton pada periode Januari-April 2023. “Berdasarkan Neraca Pangan Badan Pangan Nasional, secara umum, pasokan pangan tersedia dalam jumlah cukup untuk memenuhi kebutuhan pada Puasa dan Lebaran. Pemerintah terus berupaya menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan ke masyarakat dengan jumlah yang cukup dan harga yang terjangkau, khususnya menjelang periode Hari Besar Keagamaan dan Nasional (HBKN) Puasa dan Lebaran 2023,” kata Plt Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Kasan di Jakarta, Jumat (10/03/2023). Kasan menjelaskan lebih lanjut, strategi yang dilakukan Kemendag untuk menekan harga dan pasokan bahan pangan menjelang Puasa dan Lebaran adalah dengan mengefisiensikan rantai pasokan pangan. (Yetede)
Harga Sejumlah Bahan Pokok Mulai Naik
Harga sejumlah bahan pangan pokok cenderung naik menjelang Ramadhan-Lebaran tahun ini. Pemerintah dinilai perlu memetakan komoditas yang berpotensi mendongkrak inflasi guna mengantisipasi lonjakan harganya serta penurunan daya beli masyarakat. Selain beras yang harganya bertahan tinggi, di atas harga acuan, pangan pokok lain yang harganya merangkak naik adalah cabai rawit, telur ayam, dan bawang putih. Berdasarkan Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok Kemendag, Kamis (9/3) harga rata-rata nasional cabai rawit merah Rp 67.800 per kg atau naik 3,99 % dibanding bulan lalu. Harga bawang putih Rp 31.700 per kg atau naik 15,27 % dalam sebulan terakhir. Harga telur ayam ras Rp 28.800 per kg atau naik 0,35 % dari hari sebelumnya yang Rp 28.700 per kg.
Plt. Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Kasan Muhri, Kamis, mengatakan, untuk mengatasi kenaikan harga bawang putih, Kemendag telah menerbitkan persetujuan impor bawang putih. Sementara untuk cabai merah, pemerintah masih menunggu panen raya cabai yang dimulai pada pertengahan Maret 2023. Sementara untuk meredam kenaikan harga telur ayam ras, selama ini pemerintah menggulirkan bantuan jagung pakan ternak. Kenaikan harga telur disinyalir akibat kenaikan harga jagung yang memberikan andil 60 % terhadap harga pokok produksi di tingkat peternak. ”Kami juga bekerja sama dengan pemangku terkait untuk mengoptimalkan gerai maritim yang mencakup tol laut, jembatan udara, dan subsidi angkutan darat. Langkah itu diharapkan menjaga stbilitas harga di daerah-daerah tertinggal, terpencil, dan terdepan,” ujarnya. (Yoga)
Juni 2023, Tembaga dan Timah Boleh Tetap Ekspor
Pemerintah mulai mengirim sinyal lebih terang akan menunda kebijakan pelarangan ekspor tembaga dan timah pada Juni 2023. Salah satu pertimbangannya, proyek smelter tembaga molor akibat pandemi Covid-19. Pelaku industri timah belum siap menggarap produk hilir berupa
tin plate, tin solder
dan
tin chemical.
Merujuk Undang-Undang Nomor 3/ 2020 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (Minerba), tiga tahun setelah beleid terbit, semua mineral mentah yang diekspor harus melalui proses peningkatan nilai tambah di Tanah Air. Ini artinya, pemerintah harus men-stop ekspor mineral mentah.
Irwandy Arif, Staf Khusus Menteri ESDM Bidang Percepatan Tata Kelola Mineral dan Batubara, Rabu (8/3) menjelaskan, sejak Januari 2020, bijih nikel sudah dilarang ekspor. "Juni 2023 bijih bauksit pasti dilarang. Namun (konsentrat) tembaga, timah (tin ingot), dan emas, masih dalam proses, tergantung kebijakan pimpinan, keputusan Pak Presiden," ungkap dia.
Khusus konsentrat tembaga, Irwandy bilang, pemerintah mempertimbangkan kendala pembangunan smelter akibat pandemi Covid-19.
Saat ini, dua smelter yang akan mengolah konsentrat tembaga menjadi katoda terus menunjukkan perkembangan. Smelter yang dibangun PT Freeport Indonesia dan PT Amman Mineral Nusa Tenggara akan selesai akhir 2024.
Ihwal komoditas timah, sejatinya saat ini sudah menjadi
tin ingot
dengan kadar kemurnian mencapai 99,99%. Kata Irwandy, di sini tugas Kementerian ESDM sudah selesai. Menurutnya, hilirisasi timah di Indonesia akan menghasilkan tiga jenis produk, yakni pelat timah
(tin plate),
timah solder
(tin solder),
dan timah kimia
(tin chemical).
Gencar Ekspansi, Bukit Asam Siapkan Capex Rp 6,4 T
JAKARTA, ID - PT Bukit Asam Tbk (PTBA) menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp 6,4 triliun pada 2023, melonjak menjadi dua kali lipat lebih dibanding tahun lalu Rp 2,9 triliun. Capex ini digunakan untuk ekspansi bisnis dan investasi pada anak usaha. Direktur Utama PTBA Arsal smail menjelaskan, harga batu bara cenderung ber fluktuasi dipengaruhi berbagai sentimen, termasuk dari sisi geopolitik. Membaiknya suplai batu bara dari negara lain, lanjut dia, akan menekan harga batu bara di pasar global. “Oleh karena itu, Bukit Asam sudah menyiapkan beberapa upaya berkelanjutan dengan fokus pada efisiensi dan penetrasi pasar. Meski harga batu bara terkoreksi, kami bersama stakeholder lain akan menjaga Bukit Asam untuk tetap positif,” ujar Arsal dalam konferensi pers, kemarin (09/03/2023). PTBA optimistis produksi meningkat tahun ini. Manajemen menargetkan produksi batu bara menjadi 41 juta ton, naik 11% dibanding realisasi tahun 2022 sebesar 37,1 juta ton. (Yetede)
Jokowi: HPP Gabah Segera Naik
KEBUMEN, ID–Presiden Joko Widodo (Jokowi) berjanji harga pembelian pemerintah (HPP) untuk gabah dan beras segera naik agar para petani di Tanah Air tetap menikmati keuntungan saat puncak panen raya padi Maret-April ini. HPP gabah di tingkat petani yang berlaku saat ini hanya Rp 4.200 per kilogram (kg). Sementara kalangan petani berharap HPP tersebut dinaikkan di kisaran Rp 5.375-5.800 per kg. Kepala Negara menyampaikan, saat ini, pemerintah tengah menghitung HPP gabah dan beras menyusul turunnya harga gabah kering panen (GKP) seiring panen raya yang dilakukan di sejumlah wilayah di Tanah Air. “Banyak provinsi yang baru panen raya. Saya telah menanyakan langsung kepada para petani, GKP jatuh di harga Rp 4.200 per kg, memang terlalu rendah. Sehingga, pemerintah sedang menghitung dan HPP gabah baru nanti segera diumumkan Badan Pangan Nasional/National Food Agency (Bapanas/NFA), harga GKP itu harusnya berapa,” ujar Presiden usai menyaksikan panen raya padi dan berdialog dengan petani di Desa Lajer, Kecamatan Ambal Kabupaten Kebumen, Provinsi Jawa Tengah, Kamis (09/03/2023). (Yetede)
Optimisme Konsumen Terkikis Pangan
Optimisme konsumen di bulan Februari kembali tergerus. Hal ini terindikasi dari hasil Survei Konsumen yang dilakukan Bank Indonesia (BI) yang menunjukkan bahwa Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Februari 2023 sebesar 122,4. Angka ini turun tipis 0,6 poin dibanding posisi bulan sebelumnya yang berada di level 123.
Menurunnya optimisme konsumen lebih disebabkan penurunan pada Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) yang sebesar 1,4 poin ke level 132,5. Hal ini lantaran menurunnya optimisme konsumen terhadap ekspektasi ketersediaan lapangan kerja dan kegiatan usaha.
Di sisi lain, Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) tercatat naik tipis 0,3 poin ke level 112,4. Kenaikan ini didorong oleh naiknya opitimisme konsumen terhadap penghasilan saat ini dan ketersediaan lapangan kerja. Sayangnya, optimisme konsumen terhadap pembelian barang tahan lama alias
durable goods, malah menurun.
Sementara proporsi pembayaran cicilan atau
debt to income ratio
tercatat 8,6%, turun dari bulan sebelumnya yang 9,7%. Selain itu, rerata porsi pendapatan konsumen yang ditabung atau
saving to income ratio
juga turun tipis menjadi 16,4%, dari bulan sebelumnya sebesar 16,7%.
Ekonom Center of Reform on Economics (Core) Yusuf Rendy menyebut, susutnya optimisme konsumen sejalan dengan lonjakan harga sejumlah komoditas pangan. Bahkan, terjadi penurunan keyakinan konsumen pada kategori penghasilan Rp 1 juta hingga Rp 2 juta. Kelas penghasilan ini merupakan kelas dengan penurunan keyakinan konsumen paling besar.
Cuan Genjot Produksi Batubara Jadi 1,1 Juta Ton
PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) menargetkan produksi batubara bisa mencapai 1,1 juta ton pada tahun ini. Direktur Utama CUAN Michael mengatakan, angka ini sesuai dengan rencana kerja dan anggaran biaya (RKAB) yang sudah disetujui oleh Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM).
Produksi batubara ini nantinya akan dilakukan lewat anak usaha CUAN, yakni Tamtama Perkasa. "Kenaikan produksinya mungkin bisa di atas 50% dari realisasi produksi tahun lalu," kata Michael, kemarin.
Saat ini, Jepang menjadi kontributor terbesar dengan porsi 40% hingga 45% dari total penjualan batubara CUAN. "Ada juga ketentuan untuk menjual ke pasar dalam negeri, di mana selama ini kami juga menjual ke pasar domestik bagi konsumen industri yang membutuhkan, sambung Michael.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









