;
Kategori

Lingkungan Hidup

( 5781 )

Warung Kopi, Roda Ekonomi Banda Aceh

03 Mar 2023

Masuk ke warung kopi Zakir Kupi di Lamprit, Kota Banda Aceh, Provinsi Aceh, Dharma Putra (31)langsung menuju meja yang berada di sudut. Beberapa menit kemudian, minuman sanger panas mendarat di atas meja. ”Tidak perlu pesan, barista sudah tahu saya minum apa,” kata Dharma, Jumat (24/2). Hasannusi (31), barista, bukan hanya tahu Dharma gemar minum apa, juga takaran sehingga sanger racikannya selalu membuat Dharma ingin kembali ke warung kopi itu. Sanger adalah racikan kopi  paling populer di Aceh setelah kopi hitam yang merupakan paduan kopi, susu, dan gula dengan komposisi kopi lebih dominan. Meski manis susu dan gula terasa, rasa kopi tetap lebih kuat. Sebagai tenaga pemasaran perusahaan otomotif, Dharma lebih banyak menghabiskan waktu di warung kopi. bertemu calon pembeli lebih enak di warung kopi daripada di kantor, tidak terkesan formal. Sehari, minimal dia menghabiskan tiga atau empat gelas kopi sanger, setara dengan Rp 20.000.

Zakir Kupi berkembang sangat pesat. Dibuka pada 2009, kini punya lima cabang. Sehari, Zakir Kupi dikunjungi 800 hingga 1.000 orang. Perputaran uangnya Rp 80 juta hingga Rp 100 juta per bulan. Pengelola Zakir Kupi Lamprit, Taufik Akbar (33), menuturkan, warungnya punya pelanggan tetap. Dari 100 pengunjung, 70 pelanggan tetap, sisanya orang baru. Ia merawat pelanggan dengan menyajikan kopi sesuai kemauan pelanggan. Sebulan, 200 kg bubuk kopi habis di Zakir Kupi. Biji kopi dibeli dari petani di Gayo, tetapi disangrai di Banda Aceh oleh keluarga yang memiliki usaha pengolahan bubuk kopi. Warung kopi lain di Banda Aceh juga nyaris tidak pernah sepi pengunjung. Setiap warung punya pelanggannya sendiri. Bahkan, prospek bisnis warung kopi masih cukup cerah. Fakhri (29) memutuskan membuka warung kopi. Dengan modal Rp 500 juta patungan bersama tiga teman, jadilah Haw Haw Kupi yang baru berusia empat bulan, tetapi penjualan cukup tinggi. Fakhri optimistis modal setengah miliar akan kembali dalam dua atau tiga tahun. ”Sebulan penjualan kotor mencapai Rp 100 juta. Selain sebagai ruang publik, warung kopi juga menjadi roda penggerak ekonomi warga kota. Warung kopi telah menjadi tumpuan hidup bagi warga. (Yoga)


Stabilisasi Beras Hadapi Tantangan Ganda

03 Mar 2023

Pemerintah menghadapi tantangan ganda dalam menstabilkan harga beras. Di hulu, harga gabah di tingkat petani anjlok dan kadar airnya tinggi sehingga belum tentu dapat diserap untuk cadangan beras pemerintah. Di hilir, hasil panen belum optimal untuk menstabilkan harga beras. Harga gabah cenderung turun menjelang panen raya tahun ini. BPS mendata, rata-rata nasional harga gabah kering panen (GKP) di tingkat petani turun 2,16 % dari Rp 5.837 per kilogram (kg) pada Januari 2023 menjadi Rp 5.711 per kg pada Februari 2023. Sementara menurut data Serikat Petani Indonesia, harga GKP di tingkat petani di Bojonegoro, Tuban, Lamongan, Gresik, dan Mojokerto, Jatim, menyentuh angka Rp 3.500 per kg. Sebelumnya, harga GKP di tingkat petani di wilayah tersebut berkisar Rp 5.600 per kg.

Di sisi lain, harga beras di tingkat konsumen cenderung meningkat. BPS mencatat, rata-rata nasional harga beras di tingkat pedagang eceran meningkat 2,63 % dari Rp 12.371 per kg pada Januari 2023 menjadi Rp 12.699 per kg pada Februari 2023. Direktur Perencanaan dan Pengembangan Perum Bulog periode 2007-2009 sekaligus pengamat pertanian Universitas Cokroaminoto, Yogyakarta, Mohammad Ismet, Kamis (2/3/2023) mengatakan, ketidakstabilan harga itu disebabkan belum meratanya panen yang masih terjadi di sentra produksi tertentu, ditambah Fasilitas mesin pengering masih terbatas. Padahal, meningkatnya hasil panen membuat harga gabah di tingkat petani cenderung menurun sehingga harga kian anjlok. (Yoga)


2023, PGN Siapkan Capex US$ 458 Juta

03 Mar 2023

JAKARTA, ID – PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN/PGAS) menyiapkan belanja modal atau capital expenditure (capex) tahun 2023 sebesar US$ 458 juta atau setara Rp 7 triliun. “Mayoritas dana capex itu akan digunakan untuk membiayai pembangunan jaringan gas (jargas) rumah tangga sebanyak 400 ribu sambungan. Jumlah itu mengacu pada penugasan yang diberikan pemerintah kepada perseroan,” ujar Direktur Utama PGN M. Haryo Yunianto ketika dikonfirmasi Investor Daily, Kamis (2/3/2023). Haryo menambahkan , perseroan juga menunda rencana divestasi Blok Fasken. Sebab, volatilitas harga gas di Henry Hub masih sangat tajam. Adapun rencana penjualan Blok Fasken sudah muncul sejak 2022. Sementara itu, dalam Mandiri Investment Forum (MIF), belum lama ini, manajemen PGN menargetkan volume distribusi gas tumbuh 18%, lebih tinggi dibandingkan proyeksi Mandiri Sekuritas (Mansek). Hal ini ditopang beroperasinya lapangan gas Jambaran Tiung Biru, dengan produksi 75 bbtud dari total kapasitas 172 bbtud. PGN menargetkan volume distribusi ke pelanggan industri tumbuh 5%. Adapun volume transmisi gas ditargetkan naik 3%, sedangkan transmisi minyak naik 200%, seiring kenaikan produksi Blok Rokan milik PT Pertamina. PGN juga memandu lifting migas di hulu turun 18%. (Yetede)

Kementerian ESDM Targetkan 4 Juta Jargas pada 2024

03 Mar 2023

JAKARTA, ID - Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan pembangunan jaringan gas (jargas) sebanyak 4 juta sambungan rumah tangga (SR) pada 2024. Untuk itu, pemerintah mendorong Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Pada tahun ini ditargetkan jargas terpasang sebanyak 1,2 juta SR atau naik 400 ribu SR dari 2022 sebanyak 871 ribu SR. Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Tutuka Ariadji mengatakan, jargas merupakan salah satu upaya untuk mengurangi impor Liquefied Petroleum Gas (LPG). Untuk pengembangan jargas yang lebih masif, kedepan Kementerian ESDM akan mengembangkan jargas pada 12 kota atau kabupaten dengan pembangunan jargas skala besar. “Kita sudah pilih kabupaten atau kota tersebut skala yang cukup besar ke depan jargas ini,” kata Tutuka di Jakarta, Kamis (2/3). PT PGN Tbk sebagai Subholding Gas Pertamina pun telah melakukan sejumlah program jargas melalui program Gaskita dengan skema investasi internal PGN untuk 4 Provinsi, yaitu Lampung, DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat meliputi 11 Kabupaten Kota yaitu Lampung, Bekasi, Cilegon, Cirebon, Jakarta Timur, Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Karawang, Kota Tangerang, Kab Tangerang, dan Bogor. Selain itu PGN juga membangun. (Yetede)

Harga Beras Bertahan Tinggi, Harga Gabah Anjlok

02 Mar 2023

Tingginya harga beras masih menjadi penyumbang utama inflasi hingga bulan lalu. Namun, harga gabah kering panen di tingkat petani justru makin anjlok. Curah hujan yang tinggi membuat harga gabah kering panen (GKP) di tingkat petani turun. Selain faktor cuaca, penurunan harga gabah dinilai turut disebabkan meluasnya area panen serta pemberlakuan harga batas atas dan bawah gabah dan beras yang ditetapkan pemerintah. BPS mencatat, tingkat inflasi bulanan dan tahunan pada Februari 2023 masing-masing 0,16 % dan 5,47 %. Andil beras terhadap inflasi mencapai 0,08 % secara bulanan dan 0,32 % secara tahunan.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini dalam konferensi pers, Rabu (1/3) menjelaskan, curah hujan yang tinggi sepanjang Februari 2023 membuat kualitas gabah menurun. Hal ini menyebabkan penggilingan harus mengeluarkan ongkos produksi lebih tinggi dibandingkan produksi sebelumnya. ”Ada kenaikan ongkos produksi yang dibebankan pada harga jual di tingkat penggilingan,” ujarnya. Sejak Senin (27/2) hingga Rabu (1/3), hujan terjadi di sejumlah sentra padi di Jabar dan Jateng, antara lain di Cikarang, Karawang, Subang, Indramayu, Pekalongan, Semarang, dan Sragen. Sejumlah areal persawahan di wilayah itu, seperti di Cikarang, Karawang, dan Subang, juga terendam banjir. (Yoga)


Harga Pertamax Naik, Pertamina Dex Turun

02 Mar 2023

PT Pertamina (Persero) menyesuaikan harga bahan bakar minyak nonsubsidi jenis pertamax, pertamax turbo, pertamina dex, dan dexlite mulai Rabu (1/3). Harga pertamax dan turbo naik, sedangkan harga dex dan dexlite turun. Penyesuaian itu dipengaruhi perkembangan harga minyak mentah dunia. Untuk Aceh, Jawa, Bali, NTB dan NTT, misalnya, harga pertamax naik dari Rp 12.800 per liter jadi Rp 13.300 per liter. Sementara harga pertamina dex turun dari Rp 16.850 per liter menjadi Rp 15.850 per liter. (Yoga)

Komoditas Ekspor Sumut Terus Bertambah

02 Mar 2023

Petani di Kabupaten Pakpak Bharat, Sumatera Utara, menanam talas beneng untuk dijual daunnya sebagai bahan rokok ke Australia. Dari Medan, pengusaha mengekspor kue kepiting ke Amerika Serikat. ”Pengembangan produk unggulan perlu dilakukan sebagai suatu strategi pembangunan ekonomi daerah,” kata Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah, Rabu (1/3/2023). (Yoga)

Emiten CPO Kejar Kenaikan Produksi

02 Mar 2023

Sejumlah emiten perkebunan sawit telah merilis kinerja 2022. Mayoritas emiten produsen crude palm oil (CPO) ini membukukan pertumbuhan kinerja. Salah satunya adalah PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG). Di tahun lalu, DSNG membukukan penjualan Rp 9,63 triliun, naik 35% secara tahunan. Pertumbuhan penjualan tersebut ikut menopang laba bersih DSNG. Pada 2022, laba bersih DSNG senilai Rp 1,21 triliun, naik 63% secara tahunan dari Rp 739,6 miliar. Selain DSNG, pada 2022, PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) juga mencatat pertumbuhan laba bersih 158% secara tahunan jadi Rp 3,09 triliun. Joni Tjeng, Sekretaris Perusahaan TAPG mengatakan, tahun ini perseroan  berupaya untuk mengerek volume produksi. "Kami targetkan produksi TBS bisa meningkat di kisaran single digit, " ujar Joni kepada Kontan, Rabu (1/3). Direktur Dharma Satya Nusantara Jenti Widjaja menuturkan, tahun ini DSNG membidik pertumbuhan produksi 10%. Tahun lalu, DSNG memproduksi TBS 2,21 juta ton, naik 13,8% secara tahunan.

Januari -April, Produksi Beras Indonesia Capai 13,79 Juta Ton

02 Mar 2023

JAKARTA, ID–Badan Pusat Statistik (BPS) memperkirakan, produksi beras nasional pada Januari- April 2023 mencapai 13,79 juta ton, naik 0,08 juta ton atau 0,56% dibandingkan periode sama 2022 yang sebesar 13,71 juta ton. Kenaikan tersebut sejalan dengan meningkatnya produksi padi hingga 0,53% yang didorong oleh bertambahnya luas panen sampai 2,13% pada Januari-April 2023 dibanding Januari-April 2022. Namun demikian, potensi produksi beras itu bisa saja nantinya terkoreksi karena pengaruh cuaca. Menurut BPS, potensi luas panen padi pada Januari- April 2023 mencapai 4,51 juta hektare (ha), naik 0,09 juta ha atau 2,13% dibanding periode sama 2022 yang seluas 4,41 juta ha. Penambahan luas panen itu mendorong peningkatan produksi padi pada Januari- April 2023 sebesar 23,94 juta ton gabah kering giling (GKG), naik 0,13 juta ton atau 0,53% dibanding periode sama 2022 yang mencapai 23,82 juta ton. Setelah melalui konversi merujuk Hasil Survei Konversi Gabah ke Beras 2018, produksi beras Januari-April 2023 mencapai 13,79 juta ton, naik 0,08 juta ton atau 0,56% dari periode sama 2022 sebesar 13,71 juta ton. (Yetede)

Pengadaan Cadangan Beras Terhambat

01 Mar 2023

Pengadaan cadangan beras pemerintah sebanyak 1,4 juta ton pada musim panen raya Maret-April 2023 di sejumlah daerah menemui hambatan. Perum Bulog tidak bisa segera menyerap gabah dan beras lantaran harganya masih di atas harga pembelian pemerintah. Berdasarkan pantauan Kom- pas di sejumlah sentra padi di Jabar dan Jateng yang panen pada 27-28 Februari, harga gabah kering panen (GKP) di tingkat petani masih di atas Rp 5.000 per kg. Sementara harga gabah kering giling (GKG) di Jabr, seperti Karawang, Subang, dan Indramayu, mencapai Rp 6.000 per kg. Adapun harga beras Rp 9.500 per kg. Harga GKP, GKG, dan beras itu masih lebih tinggi ketimbang batas atas harga pembelian pemerintah (HPP).

Harga batas atas HPP GKP di ting-kat petani ditetapkan Rp 4.550 per kg, GKG di penggilingan Rp 5.700 per kg, dan HPP beras medium di gudang Bulog Rp 9.000 per kg. Jumair (48), pelaku usaha penggilingan kecil mitra Bulog Cirebon, Jawbar, Selasa (28/3), mengaku masih menunggu harga GKP di tingkat petani turun. Saat ini, harga GKP di Cirebon dan sekitarnya masih Rp 5.000 per kg, sementara di Brebes, Jateng, harganya Rp 4.800 per kg. ”Di daerah-daerah itu masih belum banyak yang pane ujarnya di Cirebon. Menurut Jumair, tingginya harga GKP tidak hanya dipengaruhi kenaikan biaya pokok produksi, tetapi juga oleh pedagang dan penggilingan bermodal besar. Mereka berani membeli GKP di tingkat petani di sejumlah daerah yang sudah panen lebih awal, yakni seharga Rp 6.500-Rp 6.800 per kg. (Yoga)