;
Kategori

Lingkungan Hidup

( 5781 )

Bank Mandiri, BNI, dan BRI Memungut Iuran Batubara

18 Mar 2023

Skema pungutan batubara semakin mengerucut. Pemerintah memastikan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) akan memungut iuran dan menyalurkannya (pungut-salur) kepada perusahaan batubara. Status badan pemungut iuran juga berubah dari semula Badan Layanan Umum (BLU) menjadi Mitra Instansi Pengelola (MIP). Kelak, lembaga pungut-salur iuran batubara akan mengani perputaran dana yang tak sedikit di sektor batubara, yakni mencapai ratusan triliun rupiah Iuran batubara nantinya digunakan untuk menutup selisih antara harga batubara domestic market obligation (DMO) dan harga internasional. Tujuannya ialah meningkatkan kepatuhan perusahaan batubara dalam memenuhi kewajiban pasokan dalam negeri. Direktur Pembinaan Pengusahaan Batubara Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Lana Saria menyatakan, ada tiga bank Himbara yang menjadi Mitra Instansi Pengelola dalam melaksanakan pungut salur dana kompensasi batubara. "Mandiri, BNI dan BRI sudah berpengalaman sebagai pengelola keuangan dan memiliki sistem. Jadi tiga bank ini akan menjadi pihak pungut salur," ungkap dia, kemarin. Sebelumnya Staf Khusus Menteri ESDM Bidang Percepatan Tata Kelola Mineral dan Batubara, Irwandy Arif menjelaskan, lembaga pungut salur komoditas batubara dari sebelumnya BLU sudah diubah menjadi MIP yang diharapkan terlaksana pada Maret 2023. "Kalau koordinasi antar kementerian kadang-kadang agak lama, perlu paraf segala macam. Baru sampai segitu perkembangannya, jadi semuanya masih berkeinginan itu terwujud," jelas dia, belum lama ini. Pelaksanaan pungutan batubara akan di bawah payung hukum peraturan presiden (perpres).

PERBERASAN, Wacana Impor dan HPP Rugikan Petani

17 Mar 2023

Regulasi baru tentang harga pembelian pemerintah atau HPP untuk gabah dan beras serta  wacana membuka keran impor dinilai menekan harga gabah ditingkat petani. Selain besaran HPP yang dianggap lebih rendah dibandingkan dengan ongkos produksi, wacana impor yang berembus di tengah momen panen raya merugikan petani. Ketua Umum Serikat Petani Indonesia (SPI) Henry Saragih berpendapat, keputusan pemerintah itu mengecewakan petani. ”Pemerintah sebaiknya tidak memutuskan impor saat panen raya. Ini keputusan yang terburu-buru. Semestinya pemerintah meninjau (realisasi) data produksi terlebih dulu, apakah ada kekurangan atau tidak,” ujarnya saat dihubungi, Kamis (16/3). Sebelumnya, saat rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR, Rabu (15/3), Mendag Zulkifli Hasan menyatakan belum berhasil menurunkan harga beras hingga saat ini. Berdasarkan pantauannya, kenaikan  harga beras mencapai Rp 1.000 per kg.

Harga beras juga diperkirakan masih akan naik ke depan meski data produksi menunjukkan surplus. Per Kamis (16/3), Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok Kemendag menunjukkan, rata-rata harga beras medium di 90 kota pantauan indeks harga konsumen Rp 11.900 per kg. Pada awal tahun, harganya Rp 11.200 per kg, pada pertengahan Maret 2022 harganya Rp 10.400 per kg. Beras pun masih jadi penyumbang utama inflasi dengan andil pada inflasi tahunan 0,32 %, sedangkan pada inflasi bulanan 0,08 % di bulan Februari 2023. Menurut Ketua Umum Penggerak Pembangunan Masyarakat Desa, Tani Suryadinata Wira Lodra, harga HPP untuk gabah kering panen (GKP) di tingkat petani Rp 5.000 per kg itu di bawah ongkos produksi Rp 5.200 per kg GKP. ”HPP yang lebih rendah dibandingkan dengan ongkos produksi membuat petani tidak semangat menanam padi,” ujarnya dan pihaknya berharap ada ruang untuk mengubah HPP gabah dan beras tersebut. (Yoga)


Sepekan Jelang Puasa, Harga Pangan Terus Mengudara

17 Mar 2023

Belum juga masuk bulan Ramadan, harga sejumlah komoditas pangan sudah pada terbang. Dari pantauan KONTAN sepekan menjelang Ramadan, harga komoditas pangan di pasaran mulai mengalami kenaikan. Lonjakan harga tidak hanya dialami komoditas pangan strategis yang dipantau pemerintah, seperti cabai, bawang, daging ayam ras, telur ayam ras dan beras. Harga komoditas pangan lain, seperti sayuran juga mendaki. Kondisi itu KONTAN temui di sejumlah pasar tradisional di DKI Jakarta. Salah satunya di Pasar Palmerah, Jakarta Barat. Para pedagang pasar mengaku kenaikan harga sayuran sudah terjadi sejak beberapa hari lalu. Komoditas sayuran ini memang luput dari pantauan pemerintah karena berada di luar 11 komoditas strategis yang selama ini menjadi fokus perhatian pemerintah. Kenaikan harga sayuran ini menjadi sinyal bahwa harga komoditas pangan strategis juga sudah meningkat. Ketua Umum Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) Abdullah Mansuri menyebut, hampir semua komoditas pangan strategis di pasaran mengalami kenaikan harga jelang bulan Ramadan. Menurutnya, kenaikan harga pangan biasanya terjadi hingga tiga hari jelang puasa. Selain beras yang memang sudah lama naik, minyak goreng curah kini berada di rentang harga Rp 15.000-Rp 16.000 per kg. Kemudian semua jenis cabai juga mengalami kenaikan harga, terutama cabai rawit merah. Ia mengatakan, Kementerian Perdagangan (Kemdag) akan mendorong realisasi impor pangan tepat waktu dan tepat jumlah sesuai kesepakatan neraca komoditas yang ditetapkan antar instansi melalui Rapat Koordinasi Tingkat Menko Perekonomian.

PERBERASAN, Pemerintah Revisi Harga Pembelian

16 Mar 2023

Setelah tiga tahun berlalu, pemerintah akhirnya merevisi kebijakan tentang harga pembelian  Pemerintah atau HPP gabah dan beras. Selain HPP, pemerintah juga menetapkan harga eceran tertinggi atau HET beras. Harapannya, harga gabah di petani serta harga beras di pedagang dan konsumen berada di tingkat yang wajar. Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi mengumumkan kenaikan HPP gabah dan beras itu seusai mengikuti rapat terbatas yang dipimpin Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (15/3). Arief menyebutkan, harga gabah kering panen (GKP) di tingkat petani ditetapkan Rp 5.000 per  kg. Sementara GKP di tingkat penggilingan ditetapkan Rp 5.100 per kg, gabah kering giling (GKG) di penggilingan Rp 6.200 per kg, GKG di gudang Bulog Rp 6.300 per kg, dan HPP beras  di gudang Bulog Rp 9.950 per kg.

Selain ketentuan tentang HPP gabah dan beras, pemerintah juga menetapkan HET beras berdasarkan zonasi dalam rapat tersebut. HET beras medium di zona 1 yang meliputi Jawa, Lampung, Sumsel, Bali, NTB, dan Sulawesi ditetapkan Rp 10.900 per kg. Sementara HET beras medium di zona 2 yang meliputi Sumatera selain Lampung dan Sumsel serta NTT dan Kalimantan ditetapkan Rp 11.500 per kg. Adapun HET beras medium di zona yang mencakup Maluku dan Papua ditetapkan Rp 11.800 per kg. Arief menambahkan, Presiden meminta keputusan itu diumumkan segera, payung hukumnya dalam proses perundang-undangan, sehingga ketentuan tentang HPP dan HET ini bisa segera berlaku. (Yoga)


KEBUTUHAN POKOK JELANG RAMADAN : LONJAKAN HARGA TAK TERTAHAN

15 Mar 2023

Lonjakan harga sejumlah bahan pokok mulai tak terelakkan sepekan jelang Ramadan. Beberapa komoditas utama pangan seperti cabai dan telur, merangkak naik. Data Badan Pangan Nasional (Bapanas) pada Selasa (14/3) mencatat harga telur ayam ras naik 1,68% dibandingkan dengan pekan lalu menjadi Rp28.410 per kg di rata-rata pasar seluruh Indonesia. Pada periode yang sama, harga cabai rawit merah juga naik 2,48% menjadi Rp68.960 per kg, dan cabai merah keriting naik 1,32% jadi Rp44.420 per kg. Sebaliknya, bahan pangan yang harganya menurun yaitu beras medium sekitar 1,19% menjadi Rp11.660 per kg, minyak goreng kemasan sederhana turun 0,84% jadi Rp17.900 per kg, dan gula konsumsi turun 0,07% menjadi Rp14.300 per kg. Di Pasar Bendungan Hilir Jakarta, harga telur ayam telah mencapai Rp30.000 per kg. Ketua Asosiasi Peternak Layer Nasional (PLN) Musbar Mesdi mengatakan bahwa kenaikan sejumlah harga komoditas pangan salah satunya telur ayam merupakan kondisi yang terjadi setiap tahunnya atau menjelang HBKN. Musbar menyatakan kenaikan harga telur ayam tersebut biasanya terjadi karena tiga hal. Pertama, tingginya permintaan dari sektor industri kue kering dan penganan untuk persiapan Idulfitri. Kedua, produktivitas ayam petelur kini menjadi terganggu akibat curah hujan yang tinggi. Ketiga, harga jagung dalam negeri yang saat ini berada di level Rp5.800—Rp6.000 per kg. Sementara itu, Deputi I Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa menyatakan tengah menyelesaikan penyusunan daerah rawan pangan dalam 2 bulan ini. Menurutnya, penyusunan daerah rawan pangan bertujuan membantu peternak mandiri agar ayam di tingkat kandang yang kini turun bisa kembali terdongkrak. Padahal, harga ayam di pasaran termasuk tinggi menjelang Ramadan. Sekretaris Jenderal Gabungan Organisasi Peternak Ayam Nasional (GOPAN) Sugeng Wahyudi mengatakan, naiknya harga ayam karkas hampir Rp40.000 per kg di pasar tidak diiringi dengan kenaikan harga ayam hidup (livebird) ditingkat peternak UMKM mandiri yang masih rendah.

Menata Kebijakan Perberasan

15 Mar 2023

Pemerintah perlu memiliki strategi dan kebijakan baru perberasan di tengah upaya menjaga harga di tingkat petani, konsumen, dan stok pangan. Menjelang puncak panen raya padi di  beberapa tempat yang dipantau Kompas, harga gabah menguntungkan petani (Kompas,14/3). Gabah petani menjadi rebutan antara pengusaha penggilingan beras skala besar dan Bulog serta penggilingan padi kecil. Presiden Jokowi sebelumnya meminta Badan Pangan Nasional segera menetapkan harga pembelian gabah kering panen oleh Bulog, untuk mencegah harga jatuh di tingkat petani (Kompas, 12/3). Kebijakan beras pemerintah selama ini adalah menjaga produktivitas tanaman padi tetap tinggi untuk memenuhi kebutuhan karbohidrat nasional.

Pemerintah memberi insentif bagi petani dengan subsidi harga pupuk dan pestisida, membuat irigasi, dan menjaga harga gabah di tingkat petani. Menjaga harga gabah, selain untuk memberi  insentif petani berproduksi, sekaligus menjaga harga tetap terjangkau konsumen, terutama kelas pekerja. Kita menghadapi persoalan sama saat tiba musim panen raya pada beberapa tahun terakhir. Petani mengeluh harga gabah jatuh, sementara Bulog kesulitan mendapatkan beras karena tidak mampu bersaing harga dengan penggilingan atau pedagang beras. Kebijakan pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan perlu ditinjau kembali untuk ketahanan pangan yang lebih baik di tengah perubahan iklim, kesehatan penduduk, dan kesejahteraan petani. (Yoga)


Ketidakpastian Meningkat, Emas Kembali Jadi Pilihan

14 Mar 2023

Pelaku pasar mulai berlarian ke aset non dollar Amerika Serikat (AS) pasca kejatuhan Silicon Valley Bank (SVB). Emas menjadi salah satu aset pilihan. Efeknya, harga emas meroket dan kembali menembus US$ 1.900 per ons troi. Per pukul 20.50 WIB kemarin, harga emas di pasar spot bertengger di 1.904,24 per ons troi, naik 1,93% dari hari sebelumnya. Ini level tertinggi harga emas dalam sebulan. Usai kabar kejatuhan SVB beredar, investor dan penulis kenamaan, Robert T Kiyosaki, membuat cuitan di Twitter yang menyarankan investor masuk emas. Ia memprediksi masih ada satu bank lagi akan kolaps. Ketika bank ini kolaps, harga emas akan melesat. Chief Analyst DCFX Futures Lukman Leong menambahkan, selain kasus SVB, harga emas melejit karena permintaan dari bank sentral seperti China, Turki dan Rusia masih kuat. "Singapura pada Januari 2023 ikut menambah 30% kepemilikan emas," kata dia, kemarin (13/3). Presiden Komisioner HFX International Berjangka Sutopo Widodo menyebut, kejatuhan SVB membuat kenaikan suku bunga AS jadi sulit diprediksi dan memicu ketidakpastian. Prediksi sejumlah lembaga keuangan, The Fed hanya menaikkan suku bunga sebesar 25 bps alih-alih 50 bps.

Gabah Petani Jadi Rebutan

14 Mar 2023

Adu serap gabah dan beras terjadi di sejumlah daerah lumbung beras pada musim panen pertama tahun ini. Para pemilik modal besar dinilai menjadi penentu harga dan pemenang, sementara pelaku usaha penggilingan skala kecil dan Perum Bulog dibuat ”melongo”. Pada panen padi awal 2023, penggilingan kecil, baik mitra Bulog maupun bukan, tak bisa segera menyerap gabah petani. Hal itu lantaran korporasi besar berani menyerap gabah petani dengan harga sangat tinggi. Demikian sebagian fenomena yang tertangkap dari sejumlah sentra padi di Jabar dan Jateng dalam dua pekan terakhir. Di Kabupaten Demak dan Sragen, Jateng, yang sudah panen akhir Januari dan Februari 2023, misalnya, harga gabah kering panen (GKP) di tingkat petani menembus Rp 6.500-Rp 6.800 per kg, jauh di atas harga pembelian pemerintah (HPP) GKP di tingkat petani yang berlaku kini, yakni Rp 4.200 per kg, atau HPP GKP yang diusulkan beberapa asosiasi dan organisasi tani kepada Badan Pangan Nasional pada 2 Maret  2023, yakni di kisaran Rp 5.400-Rp 5.800 per kg.

Usulan HPP itu sudah mempertimbangkan kenaikan biaya pokok produksi, mencakup kenaikan harga BBM, pupuk, serta ongkos buruh tanam dan panen. Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Demak Hery Sugihartono mengatakan, petani Demak panen lebih awal dibandingkan dengan petani di daerah-daerah lumbung beras lain. Begitu panen, gabah petani langsung dibeli dengan harga tinggi oleh korporasi besar. Petani mendapatkan bayaran tunai di tempat. Harga GKP tertinggi pada waktu itu mencapai Rp 6.800 per kg. Hal itu membuat penggilingan kecil di Demak tak bisa langsung menyerap gabah petani. Harga serapan yang tinggi itu akhirnya mendongkrak harga GKP petani di daerah-daerah lain. Jumangin (48), penebas GKP petani di Desa Pelem Gadung, Kecamatan Karangmalang, sragen, mengaku sempat memasok GKP ke pabrik beras besar di Nganjuk, Jatim. Waktu itu, pabrik tersebut berani membeli GKP seharga Rp 6.500 per kg. Jumair (48), pelaku usaha penggilingan kecil mitra Bulog Cirebon, mengatakan, hingga pekan akhir Februari 2023, dirinya  belum bisa memasok beras ke Bulog karena harga GKP di petani masih berkisar Rp 4.700-Rp 4.800 per kg. Sebelumnya, harga GKP sempat Rp 6.500-Rp 6.800 per kg. (Yoga)


Perbankan Nasional Masih Mendanai Investasi Energi Kotor

14 Mar 2023

Bank-bank milik pemerintah dinilai belum berkontribusi besar membantu Indonesia mengurangi emisi karbon. Bank-bank tersebut masih mendanai industri sector energi kotor seperti   perusahaan batubara. Porsi pendanaan untuk mendukung energi bersih minim sehingga upaya mengatasi krisis iklim lambat. ”Sebenarnya bank-bank ini mau meninggalkan batubara, tetapi kebijakan pemerintah setengah hati meninggalkan batubara, maka mereka tak akan pernah berhenti mendanai batu bara. Seharusnya wajah pemerintah jelas, tak setengah hitam setengah hijau seperti sekarang,” kata juru kampanye 350 Indonesia, Suriadi Darmoko. Suriadi menyampaikan hal itu dalam diskusi media bertajuk ”Pesan Krisis Iklim untuk Pemegang Saham dan CEO di RUPS Bank BUMN”, di Jakarta, Senin (13/3). Laporan koalisi sipil Bersihkan Bankmu tahun 2022 menunjukkan Bank Mandiri mendanai sindikasi kredit pembangunan PLTU Jawa 9 dan 19. Bank itu juga mengucurkan pinjaman pada perusahaan batubara terbesar kedua di Indonesia, Adaro Energy.

Adapun Bank BRI mendanai sejumlah proyek PLTU Pangkalan Susu, Tarahan II, dan PLTU 2 Riau-Selat Panjang. BRI juga mendanai pembangunan PLTU Ultra Super Critical yang merupakan bagian dari proyek 35.000 megawatt. BNI terlibat dalam pemberian kredit kepada Adaro Energy dan perusahaan tambang batubara ABM Investama. Pertambangan batubara juga masuk 10 besar sektor usaha dalam debitor grup BNI. Selain itu, mereka juga menyoroti bank swasta nasional, Bank Central Asia, yang memberikan pinjaman pada United Tractors, perusahaan sektor alat berat dan tambang batubara. Padahal, data Kementerian ESDM per akhir 2022 menyatakan, Indonesia memerlukan dana Rp 60,61 triliun untuk pembiayaan energi baru terbarukan dan konservasi energy (EBTKE). Kebutuhan dana itu baru terpenuhi Rp 23,6 triliun atau 38,94% target 2022. Total rencana investasi EBT yang dibutuhkan Indonesia sampai 2030 sebesar Rp 1.917 triliun. (Yoga)


Penggilingan Kecil Makin Terimpit

14 Mar 2023

Kendati telah memasuki masa panen raya, harga gabah di sejumlah sentra padi di Jabar dan Jateng masih relatif tinggi hingga awal Maret 2023. Fenomena ”lapar beras” beberapa bulan terakhir membuat persaingan mendapatkan gabah makin ketat. Pelaku usaha perberasan skala kecil, khususnya penggilingan padi, mesti menunggu hingga harga gabah turun dan masuk hitungan. Situasi itu tergambar saat Kompas menelusuri sentra-sentra padi di Jabar dan Jateng 28 Februari-5 Maret 2023. Sejumlah pengelola usaha penggilingan menyatakan belum mampu memenuhi target pengadaan karena harga gabah yang masih di atas harga acuan. Kapasitas mesin penggilingan pun belum optimal. Selama delapan bulan berturut-turut hingga Februari 2023, komoditas beras mengalami inflasi dan menyumbang inflasi umum bulanan. Harga beras juga belum turun kendati pemerintah telah mengimpor 500.000 ton beras dan sebagian wilayah telah memasuki masa panen pertama tahun ini.

Jumair (48), pelaku usaha penggilingan kecil mitra Bulog di Cirebon, Jabar, Rabu (8/3)  menyatakan, setelah Surat Edaran (SE) Kepala Badan Pangan Nasional RI No :  47/TS.03.03/K/02/2023 tentang Harga Batas Atas Pembelian Gabah atau Beras dicabut pada 7 Maret 2023, harga gabah kering panen (GKP) di tingkat petani naik lagi. Hal itu terjadi di Jabar dan sejumlah daerah di Jateng yang berbatasan dengan Jabar, seperti Brebes dan Cilacap. ”Setelah batas atas harga pembelian dicabut, harga GKP petani kembali naik menjadi Rp 5.200 per kg. Hal itu menyebabkan pedagang penebas, termasuk dari korporasi besar, bersaing ketat. Yang memiliki modal kuat yang bakal menang,” ujarnya. Jumair menambahkan, dengan GKP setinggi itu, penggilingan kecil belum dapat memasok beras ke Bulog. Harga GKP itu masih di atas fleksibilitas harga pembelian pemerintah (HPP) untuk gabah dan beras. (Yoga)