;
Kategori

Lingkungan Hidup

( 5820 )

Pasokan BBM Aman

04 Apr 2023

Pemicu ledakan di kilang minyak Pertamina di Dumai, Riau, belum terungkap hingga Senin (3/4/2023) sore. Kendati demikian, pasokan segala jenis bahan BBM ke Riau, Kepri, dan Sumut tetap aman, terutama selama Ramadhan. Area Manager Communication, Relations, and CSR  Refinery Unit (RU) Dumai PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Agustiawan menyatakan, proses investigasi oleh Kepolisian Daerah Riau masih berlangsung. Untuk sementara, ia hanya menyatakan ledakan berasal dari area gas kompresor di unit 211 kilang. ”Penyebabnya masih kita tunggu dari hasil investigasi. Yang jelas, api berhasil dipadamkan 10 menit sejak ledakan.  Area tersebut sudah kami isolasi supaya tidak mengganggu unit operasi lain yang masih beroperasi normal,” kata Agustiawan ketika dihubungi dari Jakarta.

Agar pasokan kilang ke masyarakat di Riau, Kepri, dan Sumut tak terganggu, RU Dumai menerapkan sirkulasi sementara pada beberapa unit yang terkait dengan gas kompresor tersebut. Artinya, temperatur  unit pemurnian minyak dipertahankan tetap tinggi agar dapat digunakan sewaktu-waktu. Dengan begitu, pasokan BBM ke tiga provinsi yang dalam peta Pertamina masuk wilayah Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) itu tetap aman. ”Kita berharap dalam satu dua hari ini, (unit pemurnian) sudah bisa start-up lagi,” kata Agustiawan. Hal ini dibenarkan Susanto August Satria, Area Manager Communications, Relations, and CSR Sumbagut PT Pertamina Patra Niaga. Ia menyebut pasokan segala jenis BBM, dari pertalite, solar, sampai avtur, sebanyak  367 juta liter ke tiga provinsi untuk satu bulan ke depan tetap aman tanpa gangguan. (Yoga)


Semangat Kemandirian Dipertanyakan

04 Apr 2023

Cadangan pangan pemerintah (CPP) berupa 11 pangan pokok mulai terisi. Namun, sebagian cadangan pangan itu masih bersumber dari impor. Ke depan, pemerintah diharapkan bisa lepas dari ketergantungan impor. Sebelas CPP itu adalah beras, jagung, kedelai, bawang, cabai, daging unggas,telur unggas, daging ruminansia, gula konsumsi, minyak goreng, dan ikan. Cadangan beras, sudah terisi 245.370 ton per 31 Maret 2023. Sementara cadangan kedelai mencapai 775,77 ton, gula pasir 223.573,05 ton, serta daging sapi dan kerbau yang masing-masing 8.095,89 ton dan 241,03 ton. Kepala Bapanas (NFA) Arief Prasetyo Adi, Senin (3/4) menjamin kebutuhan pangan pokok pada Ramadhan dan Lebaran 2023 tercukupi. Setiap cadangan pangan itu mulai terisi, baik dari pengadaan dalam negeri maupun luar negeri.

Kendati begitu, ada sejumlah bahan pokok yang impornya perlu dipercepat, yakni daging ruminansia, gula konsumsi, dan bawang putih. Selain itu, peran Bulog perlu lebih dioptimalkan lagi dalam penyerapan gabah atau beras untuk cadangan beras pemerintah (CBP). ”Ke depan, pemerintah diharapkan memiliki 5-10 % stok dari kebutuhan nasional untuk tiap cadangan pangan itu,” ujarnya dalam rapat dengar pendapat di Komisi IV DPR secara hibrida di Jakarta. Anggota Komisi IV DPR, Firman Soebagyo, mengaku kecewa karena pemerintah memutuskan impor sejumlah pangan pokok sebegitu mudahnya. Hal itu kurang sejalan dengan semangat UU No 18 Tahun 2012 tentang Pangan yang mengedepankan peningkatan produksi dan pengadaan cadangan pangan dari dalam negeri. ”Semangat UU Pangan adalah kemandirian dan kedaulatan pangan, bukan impor. Kalau dalam negeri cukup, kenapa harus impor?” kata Firman. (Yoga)


KETAHANAN PANGAN : Kelembagaan Food Estate Digagas

04 Apr 2023

Pemerintah mempertimbangkan untuk memperkuat program pengembangan lumbung pangan atau food estate dengan membentuk kelembagaan khusus. Dengan adanya lembaga itu, program food estate dapat berjalan secara berkelanjutan. Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengatakan bahwa keberadaan lembaga tersebut diharapkan dapat mengelola dan menjaga keberadaan lahan food estate yang sudah dikembangkan dengan berbagai komoditas pangan. “Kami sedang pertimbangkan untuk dibentuk entah semacam BLU yang fleksibel dengan mengelola anggaran sendiri. Badan itu nantinya yang diharapkan bisa menjaga konsistensi lahan-lahan yang telah menjadi food estate,” ujarnya kepada Bisnis, Senin (3/4). Kelembagaan itu, katanya, dapat bekerja sama dengan korporasi, kalangan swasta, hingga petani. Dengan demikian, upaya untuk menjaga kelangsungan program food estate dapat terus dijalankan. Keberadaan kelembagaan food estate, katanya, dapat menjamin kelangsungan program kemandirian pangan. Dia menyadari program food estate sudah berjalan lama, sehingga kesan yang muncul di masyarakat proyek tersebut gagal berjalan.

LUMBUNG PANGAN LIMBUNG

03 Apr 2023

Upaya pemerintah untuk membangun kemandirian pangan dengan mengembangkan program food estate di sejumlah lokasi, belum sepenuhnya berhasil meningkatkan hasil produktivitas panen. Padahal, proyek yang sudah berjalan dari satu pemerintahan ke pemerintahan lain tersebut, menelan anggaran hingga triliunan rupiah. Ribuan hektare lahan yang telah dibuka untuk proyek lumbung pangan pun, ada yang dibiarkan terbengkalai.Lembaga auditor negara juga telah memberikan sejumlah catatan terkait dengan proyek food estate yang berpotensi merugikan keuangan negara.

KOMODITAS PERTANIAN : PENGARUH RUSIA MAKIN BESAR

03 Apr 2023

Pengaruh Rusia terhadap pasokan pangan dunia bakal makin kuat setelah Cargill Inc. dan Viterra memutuskan berhenti membeli biji-bijian dari Negeri Beruang Merah untuk dilempar ke pasar internasional. Keluarnya Cargill Inc. dan Viterra berimbas kepada kendali Rusia yang lebih kuat terhadap pasokan dan pengiriman komoditas biji-bijian seperti gandum ke seluruh dunia. Hal tersebut juga memungkinkan bagi Rusia untuk meraup keuntungan lebih banyak dari penjualan biji-bijian di pasar global. Selain kedua perusahaan tersebut, Archer-Daniels-Midland Co. juga dikabarkan tengah mempertimbangkan untuk mengakhiri kegiatannya di Rusia. Hal yang sama dilakukan Louis Dreyfus yang juga sedang mengalkulasi untuk mengurangi kehadirannya di Rusia. “Kita dapat berasumsi bahwa akan lebih mudah untuk mengontrol arus ekspor jika pihak berwenang ingin melakukannya, karena lebih mudah untuk berurusan dengan pemain lokal,” kata Andrey Sizov, Direktur Pelaksana Peneliti SovEcon, dikutip Bloomberg akhir pekan lalu. Selama ini, perusahaan perdagangan internasional mendapat manfaat dari Rusia dengan menjadi eksportir biji-bijian utama global selama 2–3 dekade mereka beroperasi di sana. 

Selama waktu itu, ekspor gandum Rusia pun melonjak lima kali lipat, serta menjadikan harga gandum negara itu sebagai patokan global untuk perdagangan. Kepergian Cargill dan Viterra kemudian diyakini bakal membuat pasokan biji-bijian Rusia sebagian besar berada di tangan perusahaan domestik dan yang didanai pemerintah. Artinya, Rusia akan mengontrol lebih banyak pendapatan yang sangat dibutuhkan saat perang menghabiskan anggarannya. Sementara itu, Cargill mengatakan akan menghentikan ekspor biji-bijian yang bersumber dari perusahaan di Rusia mulai Juli tahun ini, tetapi akan terus membeli kargo dari perusahaan lain. Dan Basse, Pendiri AgResource, mengatakan bahwa petani Rusia akan menjadi pihak yang terimbas paling besar dari keluarnya dua perusahaan internasional tersebut, karena mengurangi persaingan yang ingin membeli hasil panen mereka. Dan Basse, Pendiri AgResource, mengatakan bahwa petani Rusia akan menjadi pihak yang terimbas paling besar dari keluarnya dua perusahaan internasional tersebut, karena mengurangi persaingan yang ingin membeli hasil panen mereka.

KILANG DUMAI Kecelakaan Berulang di Aset Pertamina, Perlu Evaluasi Menyeluruh

03 Apr 2023

Kecelakaan yang terjadi pada dua asset strategis milik PT Pertamina (Persero) hanya dalam rentang satu bulan perlu mendapat perhatian serius, baik dari pihak Pertamina maupun pemerintah. Terlebih lagi,  tahun-tahun sebelumnya hal serupa pernah terjadi. Evaluasi secara menyeluruh mutlak perlu dilakukan. Kejadian terakhir, ledakan pada kompresor gas PT Kilang Pertamina Internasional Refinery Unit Dumai, Riau, Sabtu (1/4) malam. Sembilan pekerja di ruang operator mengalami luka ringan.

Sebelumnya, kebakaran yang terjadi di Integrated Terminal Bahan Bakar Minyak Plumpang, Jakarta, Jumat (3/3) menyebabkan 25 orang meninggal. Terkait ledakan di PT Kilang Pertamina Internasional Refinery Unit Dumai, Riau, Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Fadjar Djoko Santoso, Minggu (2/4), mengatakan, secara umum, kejadian itu sudah tertangani. Terdapat masjid dan sejumlah rumah warga yang rusak ringan akibat getaran. Jarak dari lokasi kejadian dengan rumah warga sekitar 3 kilometer.

Pengamat ekonomi energy yang juga dosen Departemen Ekonomika dan Bisnis Sekolah Vokasi UGM, Yogyakarta, Fahmy Radhi, berpendapat, kejadian di Dumai dan Plumpang itu mengindikasikan buruknya sistem keamanan aset strategis dan berisiko tinggi Pertamina. Oleh karena itu, lanjut Fahmy, perlu ada keseriusan dalam mencegah hal serupa terulang di kemudian hari. Hal itu, antara lain, melalui perbaikan sistem keamanan yang semestinya memenuhi standar internasional. Selain itu, perlu audit untuk mengetahui penyebab kecelakaan tersebut. (Yoga)


Krisis Beras Momentum Penguatan Pangan Lokal di NTT

03 Apr 2023

Lonjakan harga beras yang membuat warga perdesaan di NTT tidak mampu membeli merupakan pelajaran berharga. Para pemangku kebijakan bisa segera menjadikan peristiwa tersebut sebagai momentum penguatan dan pengembangan pangan lokal yang lebih terjangkau oleh masyarakat. Hal ini mengemuka dalam diskusi tentang problem krisis beras yang digelar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira) di Kupang, Sabtu (1/4). Wakil Dekan FEB Unwira Bruder Salomon Leky membuka diskusi yang menghadirkan pembicara analis pemasaran hasil pangan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan NTT Fransiska Diah Iswandari, Koordinator Program Voice for Climate Action Yayasan Penguatan Lingkar Belajar Komunitas Lokal (Pikul) Dina Soro, dan jurnalis Kompas Fransiskus Pati Herin.

Dina mengatakan, NTT tidak sedang mengalami krisis pangan, tetapi krisis beras. Pasalnya, sumber pangan selain beras di NTT masih sangat berlimpah. Dalam pemetaan yang dilakukan Pikul, terdapat lebih dari 30 jenis pangan di NTT. ”Kita tidak kekurangan pangan,” ujarnya. Dina mendorong agar pangan lokal diperkuat dari sisi kebijakan pemerintah. Sementara di sisi masyarakat, krisis beras di NTT seharusnya menjadi momentum kembali memperkuat pangan lokal. Banyak desa di Pulau Timor sudah memulainya dengan menanam pangan selain beras. Menurut Dina, selama ini kebijakan pemerintah belum berpihak pada pengembangan pangan lokal yang beragam. Dalam kebijakan nasional, pemerintah hanya memperhatikan komoditas padi, jagung, dan kedelai. Padahal, tidak semua daerah di Indonesia cocok untuk budidaya tanaman itu. (Yoga)


Gula Impor untuk Stabilkan Harga

02 Apr 2023

Sebanyak 2.000 ton gula kristal putih yang diimpor dari Thailand tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakut, pada hari Sabtu (1/4). Kedatangan gula impor ini merupakan upaya pemerintah mencukupi kebutuhan nasional dan menjaga stabilitas harga menjelang Lebaran.Direktur Utama ID Food Frans Marganda Tambunan menjelaskan, gula kristal putih (GKP) yang tiba tersebut merupakan bagian dari komitmen impor sebanyak 32.500 ton yang akan didatangkan oleh pemerintah lewat Pelabuhan Tanjung Priok. Selain itu, gula impor juga akan tiba di Pelabuhan Belawan, Medan, sebanyak 37.900 ton dan di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, 25.000 ton dengan target distribusi kawasan Indonesia bagian timur. BUMN bidang pangan, ID Food, menargetkan gula sebanyak 40.000 ton tiba sebelum Lebaran dan sisanya datang pada awal Mei 2023. Terkait relatif sedikitnya gula impor yang tiba dikarenakan keterbatasan ketersediaan kapal dengan tonase 20.000-30.000 ton. 

”Kedatangan (gula) ini bagian dari upaya stabilisasi harga menjelang Lebaran agar tetap stabil di bawah harga eceran tertinggi (HET) Rp 13.500 per kilogram. Gula ini datang dari Thailand. Berbeda dengan sebelumnya menggunakan vessel (kapal pengangkut) yang cukup besar, tapi karena (ketersediaan) sedang terbatas, datang dengan kapal kecil,” tutur Frans. Meski menggunakan kapal kecil,  diharapkan tenggat impor hingga awal Mei 2023 bisa dipenuhi, khususnya untuk menghindari gula impor tiba saat petani tebu memulai masa giling tebu pada Mei hingga Juni 2023. ”Kita targetkan sesuai jadwal agar tidak mengganggu harga saat panen dan giling tebu tahun ini. Impor ini juga untuk back up stok yang ada,” ujarnya, menambahkan. Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi menjelaskan, jumlah impor yang didatangkan sesuai dengan perhitungan neraca komoditas pangan di tahun 2023. Di tahun ini,  kuota impor gula mentah setara GKP adalah 991.000 ton. Mulanya, jumlah ini diharapkan bisa terealisasi sejak awal tahun. Namun, jadwal impor mundur karena terdapat 1 juta ton stok sisa dari tahun 2022. (Yoga)

SKK Migas Gandeng Exxon untuk Eksplorasi

01 Apr 2023

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) dan ExxonMobil Indonesia meneken perjanjian kerja sama eksplorasi di Indonesia senilai Rp 630 miliar, Jumat (31/3/2023). Ini merupakan pengalihan dari komitmen kerja pasti Wilayah Kerja Gunting dan Surumana. ”Kami yakin eksplorasi ini memberi hasil positif,” ujar Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto. (Yoga)

Daya Serap Bulog Dikhawatirkan Redup

31 Mar 2023

Kalangan petani khawatir pengumuman impor beras saat panen raya berdampak menekan  harga gabah di tingkat petani. Rencana pemerintah mengimpor 2 juta ton beras hingga akhir tahun ini juga dikhawatirkan menggerus daya serap Perum Bulog untuk memperkuat cadangan beras pemerintah dari produksi dalam negeri. Ketua Umum Serikat Petani Indonesia Henry Saragih, saat dihubungi, Kamis (30/3) menyebutkan, setelah pemerintah mengumumkan bakal mengimpor beras awal pekan ini, harga gabah ditingkat petani masih beragam, bahkan ada yang Rp 6.000 per kg kering panen (GKP). Penurunan produksi mungkin berpengaruh terhadap pasokan gabah dan situasi harga itu. Namun, dia menduga, pergerakan harga tersebut lebih disebabkan oleh penyerapan gabah dari korporasi besar.

Situasi ini bisa menggerus daya serap Bulog untuk memperkuat cadangan beras pemerintah (CBP) dari produksi domestik. Dengan harga pembelian pemerintah (HPP) Rp 5.000 per kg GKP di tingkat petani, Bulog belum bisa bersaing dalam perebutan gabah/beras. Padahal, sumber produksi dalam negeri mesti menjadi andalan untuk membangun kedaulatan pangan nasional, bukan impor. Per Jumat (24/3), total stok beras yang dikelola Bulog 225.000 ton. Realisasi penyerapan dari dalam negeri tercatat 49.000 ton. Pemerintah akan menggelar program bansos bagi 21,35 juta keluarga penerima manfaat (KPM). Kepala Bapanas (NFA) Arief Prasetyo Adi menilai, spekulan tengah mengambil kesempatan karena produksi gabah pada panen raya lebih rendah dibandingkan dengan tahun lalu. Artinya,suplai saat ini terbatas. (Yoga)