Lingkungan Hidup
( 5781 )Berkah Insentif Kendaraan Listrik
Pemerintah terus mendorong pengembangan kendaraan listrik atau
electric vehicle
(EV) di dalam negeri. Salah satunya dengan memberi insentif pembelian unit kendaraan listrik. Ini menjadi angin segar bagi perusahaan kontraktor yang bergelut di sektor tambang nikel seperti PT Hillcon Tbk (HILL).
Direktur HILL Jaya Angdika menyebut, insentif kendaraan listrik ini akan berdampak secara jangka panjang terhadap kinerja HILL. Sebab dalam jangka panjang akan ada kenaikan produksi nikel dari
smelter,
yang tentunya akan berdampak pada kenaikan kinerja HILL.
"Secara jangka panjang kemungkinan berpengaruh pada permintaan, sehingga volume produksi juga akan meningkat," kata Jaya, Jumat (24/3).
Direktur Utama HILL Hersan Qiu menilai, secara bisnis, pengelolaan bisnis nikel di Indonesia sangat efisien, sehingga prospek bisnis nikel ke depannya cukup cerah. Apalagi, hasil produksi nikel digunakan sebagai bahan baku baterai kendaraan listrik.
Hersan menambahkan, dengan biaya produksi hasil turunan nikel yang murah, maka industri nikel tetap bisa melakukan produksi meski harga nikel sedang dalam tren menurun. Menurut Hersan, ini karena kebijakan pemerintah Indonesia melakukan hilirisasi produk nikel.
HILL tetap diminta memproduksi semaksimal mungkin, baik saat tren harga nikel sedang turun maupun tren harga nikel sedang naik. Ini karena pertumbuhan kapasitas smelter nikel di Indonesia yang terus bertumbuh, sehingga permintaan atas nikel ore terus meningkat.
PENGENDALIAN HARGA PANGAN : Pemerintah Diminta Amankan Pasokan
Pemerintah diminta untuk mengamankan pasokan sejumlah komoditas pangan guna mengantisipasi terjadinya lonjakan permintaan maupun harga bahan pokok saat Ramadan dan menjelang lebaran. Kenaikan permintaan bahan pangan, terutama untuk daging sapi, ayam, serta bumbu-bumbu seperti cabai dan bawang saat Ramadan khususnya menjelang lebaran, menurut pengamat ekonomi pangan Khudori bisa mencapai 15%. “Kenaikan permintaan pangan untuk lauk ini akan diikuti permintaan pangan sumber karbohidrat seperti beras dan terigu. Yang tidak ketinggalan adalah bumbu-bumbuan, seperti cabai, bawang merah, bawang putih serta daging ayam dan daging sapi,” ujar Khudori kepada Bisnis, Jumat (24/3). Menurutnya, faktor yang juga perlu diwaspadai adalah pasokan komoditas pangan yang masih ada porsi impor, seperti daging sapi, kedelai, dan bawang putih. Terkait harga, Ketua Umum Ikatan Pedangan Pasar Indonesia (Ikappi) Abdullah Mansuri mengungkapkan kenaikan harga bahan pokok saat sudah sekitar 10%, padahal permintaan belum begitu signifikan pada awal Ramadan ini. Plt. Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Kasan Muhri mengatakan barang kebutuhan pokok di seluruh Indonesia terus dipantau melalui Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok (SP2KP). Secara nasional, menurut dia, harga rata-rata barang kebutuhan pokok berdasarkan pantauan SP2KP Kemendag di 34 Provinsi dan 465 kab/kota di seluruh Indonesia pada tanggal 14 Maret 2023 sebagian besar terpantau stabil dan terkendali.
KETAHANAN ENERGI NASIONAL : Pasokan Gas Sengkang Amankan Kelistrikan Sulsel
Pengaliran pasokan gas tersebut dilakukan setelah ada kesepakatan komersial antara pihak yang terkait dalam proses pengaliran gas yang dapat digunakan untuk pengaliran kembali gas bumi dari Wilayah Kerja (WK) Sengkang. Selain itu, pengaliran gas dari Blok Sengkang juga mempertimbangkan kondisi darurat energi listrik di Sulawesi Selatan, setelah terbakarnya pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Jeneponto pada 19 Maret 2023. “Pada 21 Maret 2023 telah mengalir gas bumi sekitar 20 juta standar kaki kubik per hari ke PLTGU Sengkang,” kata Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas Hudi D. Suryodipuro, Kamis (23/3). Hudi membeberkan bahwa SKK Migas meminta Energi Equity Epic Sengkang dan PLN segera menyelesaikan kesepakatan yang diperlukan untuk pengaliran gas tersebut. Pengaliran juga dilakukan dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan dan keamanan operasi. Saat ini, Energi Equity Epic Sengkang dan PLN tengah melakukan pembahasan secara intensif agar tercapai kesepakatan harga dan pasokan sesuai dengan kemampuan produksi WK Sengkang.
Pemerintah Kembangkan Food Estate Jagung di Papua
JAKARTA, ID-Pemerintah memulai pengembangan lumbung pangan (Foof estate) khusus jagung di kabupaten Keeron, Provinsi Papua. Hal itu sebagai salah satu upaya mewujudkan kemandirian pangan nasional. Untuk tahap awal, penanaman jagung di foot estate tersebut dilakukan di lahan seluas 10 ribu hektare (ha) dengan produktivitas ditargetkan 4-5 ton per ha dan hasilnya ditujukan bagi industri pakan ternak setempat. Demikian disampaikan Presiden RI Joko Widodo saat meninjau food estate itu dalam kunjungan kerjanya di Distrik Manen, Kabupatem Keeron, Provinsi Papua, Selasa (21/03/2023). "Kita di Kabupaten Keeron, Papua, disini akan disiapkan kurang lebih 10 ribu ha untuk penanaman jagung. Tapi sekaranag yang sudah disiapkan land cleaning dan kemudian dilakukan pengolahan tanah baru 500 ha, tahun depan 2.500 ha, dan yang ditanami saat ini 100 ha," ujar Presiden dalam keterangannya usai meninjau. (Yetede)
Jaga Pasokan Daging dengan Swasembada Skala Domestik
Nanang Purus Subendro, Ketua Dewan Pengurus Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia, menyebutkan, larangan impor salah satunya diberlakukan di Lampung. ”Di Lampung, ada regulasi yang melarang masuknya daging kerbau India,” ujarnya, Selasa (14/3). Regulasi ini tertuang dalam Surat Edaran Gubernur No 524 Tahun 2016. Nanang mengungkapkan, pemerintah pusat mengizinkan pemda menolak daging sapi impor guna melindungi peternak lokal. ”Kebetulan di Lampung sudah terjadi oversupply,” ujarnya. Pemetaan produksi dan konsumsi daging sapi yang dilakukan Litbang Kompas menemukan hal senada. Berdasarkan penghitungan menggunakan data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) yang dirilis BPS, total konsumsi daging sapi di Lampung tahun lalu 1.558,8 ton.
Adapun produksi daging sapi di tahun yang sama mencapai 21.176,2 ton. Produksi tersebut mampu mencukupi kebutuhan daging sapi Lampung. Bahkan, jika dihitung berdasarkan data Kementerian Pertanian (Kementan), surplus pasokan masih terjadi. Kebijakan serupa lebih dulu diberlakukan di Jatim sejak 2010. Melalui Surat Edaran Gubernur No 524/2010, Pemprov Jatim melarang pemasukan dan peredaran sapi, daging, serta jeroan impor. Jika dihitung menggunakan data konsumsi Kementan, memang terjadi defisit daging sapi di Jatim 35.000 ton. Namun, perhitungan menggunakan data Susenas menunjukkan surplus 82.000 ton pada tahun 2022, terbesar di antara provinsi-provinsi lain di Indonesia. (Yoga)
Harga Pangan Tetap Menggerus Daya Beli
Kenaikan harga sejumlah pangan pokok tetap akan menggerus daya beli masyarakat kelas menengah bawah kendati mereka mendapatkan bantuan sosial. Masih ada pula di antara mereka yang tidak memiliki upah bulanan dan tidak terdaftar sebagai peserta program bantuan sosial. Berdasarkan Panel Harga Pangan Badan Pangan Nasional (NFA), Kamis (23/3) sejumlah pangan pokok yang harganya masih tinggi adalah beras medium, cabai rawit merah, minyak goreng curah, daging sapi, serta daging dan telur ayam ras. Harga rata-rata nasional beras medium, mencapai Rp 11.900 per kg, naik dari pekan lalu Rp 11.830 per kg. Harga ini lebih tinggi dibandingkan harga eceran tertinggi (HET) beras medium yang ditetapkan NFA berdasarkan zona, yakni Rp 10.900-Rp 11.800 per kg. Di periode yang sama, harga rata-rata nasional minyak goreng curah Rp 15.000 per liter, naik tipis dibandingkan pekan lalu Rp 14.990 per liter. Harga tersebut tidak jauh beda dengan harga minyak goreng kemasan merek Minyakita sebesar Rp 15.100 per liter. Namun, harga Minyakita itu lebih tinggi dari yang ditetapkan Kemendag, yakni Rp 14.000 per liter.
Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Rusli Abdullah mengatakan, kenaikan harga sejumlah pangan pokok terjadi di tengah pulihnya pendapatan masyarakat dari imbas pandemi Covid-19. Namun, tingkat pemulihan pendapatan berbeda karena bergantung pada sektor dan kelompok penghasilan. Pekerja di sektor formal dan berpenghasilan tetap bulanan tidak merasakan perubahan berdasarkan level pemulihan, lantaran penghasilan dasar mereka tidak berubah, ketika pandemi maupun saat ini. ”Berbeda dengan pekerja di sektor informal, seperti pengojek daring, sopir taksi, dan pedagang, merasakan perubahan pemulihan pendapatan karena ekonomi sudah menggeliat, meski harga sejumlah pangan pokok naik sejak sebelum Ramadhan,” ujarnya ketika dihubungi di Jakarta, Kamis. Rusli berpendapat, kenaikan harga sejumlah pangan pokok sejak sebelum Ramadhan akan menggerus daya beli masyarakat, terutama kelas menengah bawah. Hal ini terindikasi dari proporsi pendapatan yang digunakan untuk konsumsi. Berdasarkan data Survei Konsumen BI, Februari 2023, rata-rata proporsi pendapatan konsumen untuk konsumsi meningkat dari 73,6 % pada Januari 2023 menjadi 75 % pada Februari 2023. (Yoga)
Impor Daging Gagal Kendalikan Harga
Hingga saat ini, impor masih menjadi instrumen yang dipilih Indonesia untuk memenuhi kebutuhan dan mengendalikan harga daging sapi dalam negeri. ”Fokus pemerintah adalah menjaga ketersediaan barang dan keterjangkauan harga daging,” ungkap Dirut PT Berdikari (Persero) Harry Warganegara, Jumat (17/3). Terjaganya ketersediaan daging memang tak bisa diabaikan. Sebab, stok yang tidak mencukupi akan menimbulkan ketidakseimbangan antara pasokan dan permintaan. Akibatnya, harga sebagai interaksi antara dua indikator tersebut akan meningkat. Karena itu, pemerintah mengambil langkah impor guna menambal kekurangan daging sapi dalam negeri. Berdasarkan catatan Outlook Komoditas Peternakan Daging Sapi yang dirilis Kementan tahun 2022, impor daging sapi Indonesia tahun 2021 mencapai 276.761 ton atau 12 kali lipat dari setengah abad lalu.
Pada tahun yang sama, Indonesia mampu memproduksi 487.802 ton daging sapi. Dengan total konsumsi nasional yang tercatat 670.799 ton, gabungan pasokan dari produksi dalam negeri dan impor sudah mampu memenuhi kebutuhan nasional, bahkan surplus 93.000 ton. Jika digunakan perhitungan konsumsi berdasarkan data Susenas BPS, surplus akan lebih besar. Denganrata-rata konsumsi per kapita 0,43 kg per tahun, total konsumsi daging sapi seluruh penduduk hanya 117.253 ton. Surplus daging mencapai 647.309 ton jika produksi dalam negeri ditambah dengan impor. Idealnya, kondisi yang seimbang tersebut akan membuat harga relatif stabil dan terkendali. Namun, kondisi yang berbeda justru terjadi. Berdasarkan pengamatan data tahunan, harga daging sapi justru kian tinggi seiring dengan volume impor yang kian meningkat. Berawal Rp 2.536 per kg pada 1983, harga daging sapi terus merangkak naik hingga menembus lebih dari Rp 100.000 per kg sejak 2015. Merujuk publikasi Kementan dan BI, kini harga rata-rata daging sapi sudah lebih dari Rp 130.000 per kg. (Yoga)
Komoditas Topang PNBP
Penerimaan negara bukan pajak (PNBP) pada 2023 diperkirakan masih akan ditopang pungutan komoditas sumber daya alam seperti halnya tahun lalu, dikarenakan harga batubara dan minyak mentah Indonesia tahun ini masih akan tinggi kendati sudah mulai menurun dibandingkan pada 2022. Dalam APBN 2023, PNBP tahun ini ditargetkan Rp 441,4 triliun, menurun dibandingkan realisasi PNBP 2022 yang sebesar Rp 588,3 triliun. Adapun target PNBP tahun ini terdiri dari pungutan sumber daya alam (SDA) Rp 196,0 triliun, komponen PNBP lainnya Rp 113,3 triliun, badan layanan umum (BLU) Rp 83,0 triliun, dan kekayaan negara dipisahkan (KND) Rp 49,1 triliun. PNBP 2023 diperkirakan masih akan didominasi oleh pungutan SDA yang berkontribusi 44,44 % dari total PNBP.
Porsi ini sedikit lebih rendah dibandingkan kontribusi pungutan SDA pada PNBP 2022 yang sebesar 45,67 %, tetapi jauh lebih tinggi dibandingkan pada tahun 2021 yang sebesar 32,6 %. Pada 2023 harga batubara acuan diperkirakan 200 USD per ton. Harga ini tergolong tinggi meskipun sudah menurun dibandingkan pada 2022 yang sebesar 277 USD per ton. Adapun harga minyak mentah Indonesia tahun ini diperkirakan juga tetap tinggi, yakni 90 USD per barel. Dirjen Anggaran Kemenkeu Isa Rachmatarwata menjelaskan, PNBP tahun ini diperkirakan lebih rendah dibandingkan pada 2022 karena harga komoditas SDA seperti batubara dan harga minyak dunia menurun dibandingkan pada 2022. (Yoga)
Antisipasi Kenaikan Harga Pangan Jelang Ramadhan
Antisipasi pemda untuk menstabilkan dan mengendalikan harga bahan pangan dibutuhkan untuk meringankan beban warga serta mencegah inflasi sebagai dampak momen Ramadhan dan Lebaran. Upaya pengendalian harga, antara lain, dapat dilakukan pemda dengan melakukan operasi pasar. Warga Surabaya, Jatim, misalnya,tidak bisa menghindari kenaikan harga bahan pangan mendekati Ramadhan. Di Pasar Wonokromo, beras kualitas medium dari Perum Bulog sudah mulai sulit diperoleh. HET beras medium Rp 9.300 per kg. Warga juga kesulitan memperoleh minyak goreng Minyakita yang dijual dengan HET Rp 14.000 per liter.
”Mulai sulit mendapatkan beras Bulog dan Minyakita. Kalau mau beli banyak, pedagang tidak melepas karena kasihan pembeli lainnya,” kata Sumarni, warga Wonocolo, saat ditemui di Pasar Wonokromo, Senin (20/3). Bagi warga seperti dirinya yang mengandalkan penghasilan suami sebagai buruh pabrik, kenaikan harga bahan pangan akan memberatkan. Pedagang bahan pangan di Pasar Wonokromo, Wijoyo, mengatakan, harga telur ayam ras naik dari Rp 28.000 per kg menjadi Rp 31.000 per kg. Harga telur ayam kampung juga naik dari Rp 38.000 per kg menjadi Rp 40.000 per kg. Di Pasar Pucang, harga cabai rawit menembus Rp 80.000 per kg. Padahal, sepekan sebelumnya, harganya sekitar Rp 70.000 per kg. Di sisi lain, kenaikan harga cabai rawit ini dirasakan aneh karena sedang panen.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengakui kenaikan harga tidak terhindarkan terkait dengan inflasi atau kenaikan harga barang dan komoditas secara umum di Surabaya. Menurut data BPS, inflasi Surabaya secara tahunan atau year on year (yoy) pada Februari 2023 sebesar 6,63 %. Inflasi di Surabaya ini lebih tinggi daripada rerata inflasi nasional secara tahunan pada Februari 2023 yang sebesar 5,47 %. Pemda dapat melakukan intervensi dengan program operasi pasar, bazar, atau subsidi transportasi. ”Masalahnya, komponen pemicu inflasi yang lainnya, seperti harga BBM atau pendidikan tinggi, tidak bisa diintervensi oleh daerah,” katanya. Pemda sedang mendata untuk neraca komoditas yang berpotensi atau sedang naik harga. ”Saya segera hubungi kabupaten pemasok untuk memastikan pasokan bahan pangan dan distribusi lancar sehingga jika ada kenaikan harga bisa ditoleransi,” ujar Eri. (Yoga)
Khawatir Resesi, Harga Komoditas Energi Kompak Melemah
Harga komoditas energi kompak menurun. Pemicu utamanya adalah ancaman resesi akibat kolapsnya perbankan global.
Harga minyak jenis WTI dan brent kompak turun ke level terendah sejak akhir 2021. Harga minyak jenis WTI untuk pengiriman April 2023 hingga pukul 21.22 WIB di US$ 66,05 per barel, turun 17,77% secara year to date (ytd). Harga minyak brent di bursa ICE turun 15,76% sepanjang tahun ini ke US$ 72,39.
Harga batubara untuk kontrak pengiriman April 2023 juga turun 45,92% sepanjang tahun ini ke US$ 175 per ton pada Senin (20/3). Sedangkan harga gas alam di Nymex AS untuk pengiriman April 2023 turun 48,25% ke US$ 2,32 per mmbtu. Chief Analyst DCFX Futures Lukman Leong mengatakan, faktor utama penurunan harga komoditas energi berasal dari sentimen risk-off akibat kejatuhan sejumlah bank, seperti Silicon Valley Bank, Signature Bank, dan Credit Suisse.
Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi menambahkan, risiko perbankan global bisa memicu potensi resesi dan akan melemahkan permintaan bahan bakar.
Lukman memprediksikan, harga gas alam di semester I-2023 akan berkisar di US$ 2-US$ 2,5 per mmbtu. Namun, saat musim dingin di akhir tahun 2023 nanti, harga gas alam akan kembali naik ke US$ 3 per mmBtu.
Untuk harga minyak, Lukman memperkirakan, akan berada di US$ 55-US$ 75 per barel pada semester I-2023 dan di rentang di US$ 60-US$ 80 per barel di akhir 2023.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









