Khawatir Resesi, Harga Komoditas Energi Kompak Melemah
Harga komoditas energi kompak menurun. Pemicu utamanya adalah ancaman resesi akibat kolapsnya perbankan global.
Harga minyak jenis WTI dan brent kompak turun ke level terendah sejak akhir 2021. Harga minyak jenis WTI untuk pengiriman April 2023 hingga pukul 21.22 WIB di US$ 66,05 per barel, turun 17,77% secara year to date (ytd). Harga minyak brent di bursa ICE turun 15,76% sepanjang tahun ini ke US$ 72,39.
Harga batubara untuk kontrak pengiriman April 2023 juga turun 45,92% sepanjang tahun ini ke US$ 175 per ton pada Senin (20/3). Sedangkan harga gas alam di Nymex AS untuk pengiriman April 2023 turun 48,25% ke US$ 2,32 per mmbtu. Chief Analyst DCFX Futures Lukman Leong mengatakan, faktor utama penurunan harga komoditas energi berasal dari sentimen risk-off akibat kejatuhan sejumlah bank, seperti Silicon Valley Bank, Signature Bank, dan Credit Suisse.
Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi menambahkan, risiko perbankan global bisa memicu potensi resesi dan akan melemahkan permintaan bahan bakar.
Lukman memprediksikan, harga gas alam di semester I-2023 akan berkisar di US$ 2-US$ 2,5 per mmbtu. Namun, saat musim dingin di akhir tahun 2023 nanti, harga gas alam akan kembali naik ke US$ 3 per mmBtu.
Untuk harga minyak, Lukman memperkirakan, akan berada di US$ 55-US$ 75 per barel pada semester I-2023 dan di rentang di US$ 60-US$ 80 per barel di akhir 2023.
Postingan Terkait
Eskalasi Konflik Amerika Serikat – Iran
Mengendalikan Daya Tarik Eksplorasi Migas
Amankan Pasokan BBM Dalam Negeri
Perang Global Picu Lonjakan Utang
Lonjakan Harga Komoditas Panaskan Pasar
Waspadai Dampak Perang pada Anggaran Negara
Kenaikan Harga Minyak Dongkrak Saham Energi
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023