Antisipasi Kenaikan Harga Pangan Jelang Ramadhan
Antisipasi pemda untuk menstabilkan dan mengendalikan harga bahan pangan dibutuhkan untuk meringankan beban warga serta mencegah inflasi sebagai dampak momen Ramadhan dan Lebaran. Upaya pengendalian harga, antara lain, dapat dilakukan pemda dengan melakukan operasi pasar. Warga Surabaya, Jatim, misalnya,tidak bisa menghindari kenaikan harga bahan pangan mendekati Ramadhan. Di Pasar Wonokromo, beras kualitas medium dari Perum Bulog sudah mulai sulit diperoleh. HET beras medium Rp 9.300 per kg. Warga juga kesulitan memperoleh minyak goreng Minyakita yang dijual dengan HET Rp 14.000 per liter.
”Mulai sulit mendapatkan beras Bulog dan Minyakita. Kalau mau beli banyak, pedagang tidak melepas karena kasihan pembeli lainnya,” kata Sumarni, warga Wonocolo, saat ditemui di Pasar Wonokromo, Senin (20/3). Bagi warga seperti dirinya yang mengandalkan penghasilan suami sebagai buruh pabrik, kenaikan harga bahan pangan akan memberatkan. Pedagang bahan pangan di Pasar Wonokromo, Wijoyo, mengatakan, harga telur ayam ras naik dari Rp 28.000 per kg menjadi Rp 31.000 per kg. Harga telur ayam kampung juga naik dari Rp 38.000 per kg menjadi Rp 40.000 per kg. Di Pasar Pucang, harga cabai rawit menembus Rp 80.000 per kg. Padahal, sepekan sebelumnya, harganya sekitar Rp 70.000 per kg. Di sisi lain, kenaikan harga cabai rawit ini dirasakan aneh karena sedang panen.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengakui kenaikan harga tidak terhindarkan terkait dengan inflasi atau kenaikan harga barang dan komoditas secara umum di Surabaya. Menurut data BPS, inflasi Surabaya secara tahunan atau year on year (yoy) pada Februari 2023 sebesar 6,63 %. Inflasi di Surabaya ini lebih tinggi daripada rerata inflasi nasional secara tahunan pada Februari 2023 yang sebesar 5,47 %. Pemda dapat melakukan intervensi dengan program operasi pasar, bazar, atau subsidi transportasi. ”Masalahnya, komponen pemicu inflasi yang lainnya, seperti harga BBM atau pendidikan tinggi, tidak bisa diintervensi oleh daerah,” katanya. Pemda sedang mendata untuk neraca komoditas yang berpotensi atau sedang naik harga. ”Saya segera hubungi kabupaten pemasok untuk memastikan pasokan bahan pangan dan distribusi lancar sehingga jika ada kenaikan harga bisa ditoleransi,” ujar Eri. (Yoga)
Tags :
#PanganPostingan Terkait
Prospek Perbaikan Ekonomi di Paruh Kedua Tahun
Perang Global Picu Lonjakan Utang
Lonjakan Harga Komoditas Panaskan Pasar
Waspadai Dampak Perang pada Anggaran Negara
Kenaikan Harga Minyak Dongkrak Saham Energi
Harga Energi Naik-Turun, Investor Perlu Cermat
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023