Gabah Petani Jadi Rebutan
Adu serap gabah dan beras terjadi di sejumlah daerah lumbung beras pada musim panen pertama tahun ini. Para pemilik modal besar dinilai menjadi penentu harga dan pemenang, sementara pelaku usaha penggilingan skala kecil dan Perum Bulog dibuat ”melongo”. Pada panen padi awal 2023, penggilingan kecil, baik mitra Bulog maupun bukan, tak bisa segera menyerap gabah petani. Hal itu lantaran korporasi besar berani menyerap gabah petani dengan harga sangat tinggi. Demikian sebagian fenomena yang tertangkap dari sejumlah sentra padi di Jabar dan Jateng dalam dua pekan terakhir. Di Kabupaten Demak dan Sragen, Jateng, yang sudah panen akhir Januari dan Februari 2023, misalnya, harga gabah kering panen (GKP) di tingkat petani menembus Rp 6.500-Rp 6.800 per kg, jauh di atas harga pembelian pemerintah (HPP) GKP di tingkat petani yang berlaku kini, yakni Rp 4.200 per kg, atau HPP GKP yang diusulkan beberapa asosiasi dan organisasi tani kepada Badan Pangan Nasional pada 2 Maret 2023, yakni di kisaran Rp 5.400-Rp 5.800 per kg.
Usulan HPP itu sudah mempertimbangkan kenaikan biaya pokok produksi, mencakup kenaikan harga BBM, pupuk, serta ongkos buruh tanam dan panen. Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Demak Hery Sugihartono mengatakan, petani Demak panen lebih awal dibandingkan dengan petani di daerah-daerah lumbung beras lain. Begitu panen, gabah petani langsung dibeli dengan harga tinggi oleh korporasi besar. Petani mendapatkan bayaran tunai di tempat. Harga GKP tertinggi pada waktu itu mencapai Rp 6.800 per kg. Hal itu membuat penggilingan kecil di Demak tak bisa langsung menyerap gabah petani. Harga serapan yang tinggi itu akhirnya mendongkrak harga GKP petani di daerah-daerah lain. Jumangin (48), penebas GKP petani di Desa Pelem Gadung, Kecamatan Karangmalang, sragen, mengaku sempat memasok GKP ke pabrik beras besar di Nganjuk, Jatim. Waktu itu, pabrik tersebut berani membeli GKP seharga Rp 6.500 per kg. Jumair (48), pelaku usaha penggilingan kecil mitra Bulog Cirebon, mengatakan, hingga pekan akhir Februari 2023, dirinya belum bisa memasok beras ke Bulog karena harga GKP di petani masih berkisar Rp 4.700-Rp 4.800 per kg. Sebelumnya, harga GKP sempat Rp 6.500-Rp 6.800 per kg. (Yoga)
Tags :
#BerasPostingan Terkait
Bulog Ajukan Tambahan Modal Rp 6 Triliun
Perang Global Picu Lonjakan Utang
Waspadai Dampak Perang pada Anggaran Negara
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023