;
Kategori

Lingkungan Hidup

( 5781 )

Dampak Konflik Timur Tengah Mulai Diperhitungkan Dunia Usaha

13 Oct 2023

Para pelaku usaha mulai mengalkulasi dampak dari meletusnya konflik antara kelompok Hamas dan Israel di Timur Tengah terhadap aktivitas industri. Konflik tersebut diprediksi berdampak pada harga energi di Tanah Air yang berpotensi mengganggu produksi industri manufaktur. Ketua Bidang Industri dan Manufaktur Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Bobby Gafur Umar mengatakan, konflik yang terjadi di Timur Tengah dapat memicu kenaikan harga energi, khususnya minyak mentah dan gas bumi. Pasalnya, meski Israel dan Palestina bukan produsen minyak, konflik terjadi di tengah kawasan penghasil minyak dan gas di Timur Tengah yang menyumbang hampir sepertiga pasokan minyak dunia.

”Persediaan energi di dalam  negeri terbatas sehingga sebagian besar kebutuhan bahan baku energi, seperti minyak bumi dan gas, untuk keperluan industri masih dipenuhi melalui impor,” ujar Bobby saat dihubungi pada Kamis (12/10). Dia mencontohkan, Indonesia hanya memproduksi 600.000 barel minyak bumi per hari, sedangkan kebutuhan minyak dalam negeri di atas 1,5 juta barel per hari. Sama halnya dengan minyak bumi, kapasitas produksi gas bumi (untuk elpiji) dalam negeri juga belum mampu menutupi kebutuhan nasional. ”Jika pasokan minyak dan gas terganggu, imbasnya harga keduanya akan naik. Kondisi ini akan mengganggu aktivitas produksi dan pertumbuhan industri dalam negeri,” katanya. (Yoga)

Diverifikasi Pangan Lokal Harus Digalakkan

13 Oct 2023
JAKARTA,ID-Pola konsumsi masyarakat Indonesia secara umum sudah cukup beragam, namun masih didominasi oleh kelompok padi-padian terutama beras dan gandum (terigu) yang notabene sebagain besar berasal dari impor. Karenanya, diperlukan gerakan untuk kembali menggalakkan diversifikasi pangan lokal sumber karbohidrat pengganti beras, seperti ubi kayu, jagung, sagu, dan kentang.  Pola konsumsi pangan masyarakat Indonesia tercermnin dari capaian skor Pola Pangan Harapan (PPH) dimana semakin tinggi skor PPH, konsumsi pangan semakin beragam dan bergizi seimbang, dengan skor PPH ideal 100. Mengutip data Roadmap Diversifikasi pangan Lokal Sumber Karbohidrat Nonberas 2020-2024 yang dikeluarkan Bapanas, pada 2019 indeks PPH sebesar 90,8, pada 2023 ditargetkan sebesar 94,0 dan pada 2024 sebesar 95,2. (Yetede)

Perang Memperlemah Prospek Ekonomi Global

13 Oct 2023
MARRAKECH,ID-Menteri Keuangan (Menkeu) Amerika Serikat (AS) Janet Yellen mengatakan bahwa perang antara Israel dan Hamas di jalur Gaza telah menimbulkan resiko-resiko tambahan terhadap prospek  ekonomi global yang sudah lemah. Yellen bersama para pemimpin keuangan  lainnya mengecam seranga besar-besaran Hamas di gaza ke Israel ada Sabtu (07/10/2023), dan menjanjikan dukungan kuat AS untuk Israel dengan segala cara yang diperlukan. Deklarasi perang Israel terhadap Hamas, dan gempurannya ke Gaza menyusul serangan dahsyat pada Sabtu membayangi  pertemuan IMF dan Bank Dunia di Marrakesh, Maroko. Meskipun para ahli keuangan terkemuka di dunia mengatakan, masih terlalu dini untuk mengambil kesimpulan yang jelas. (Yetede)

Faktor Iklim Tekan Produksi Padi

12 Oct 2023

Hingga dasarian III September 2023, level El Nino di Indonesia berada di level moderat dengan nilai indeks 1,68. Level El Nino akan mencapai level kuat jika indeksnya mencapai 2,0. BMKG memprediksi kondisi kering ini bertahan hingga Februari 2024 dan melemah pada bulan-bulan berikutnya. Kondisi El Nino saat ini bersamaan dengan puncak musim kemarau sehingga berpotensi memicu kekeringan areal tanam padi yang menyebabkan penurunan produktivitas. Plt Mentan yang juga Kepala Bapanas Arief Prasetyo mengatakan, El Nino berdampak besar pada produksi padi sehingga berpengaruh terhadap ketersediaan beras nasional.

”El Nino ada pengaruhnya (produksi beras). Daerah sentra produksi beras, seperti Lampung dan Jawa, semuanya berwarna hitam di peta BMKG yang berarti bercurah hujan rendah. Ada pula Sulsel dan NTB. Ini semua pusat beras,” kata Arief pada wawancara daring bersama Litbang Kompas, Senin (2/10). Hal tersebut sejalan dengan temuan Litbang Kompas melalui pemodelan regresi data panel untuk melihat sejumlah variabel yang berpengaruh pada produksi padi di Indonesia. Hasil analisis menemukan variabel terkait iklim, seperti suhu udara dan curah hujan, berdampak signifikan terhadap produksi padi. Bahkan, variabel iklim menjadi ancaman serius terhadap produksi tanaman pangan. Hasil regresi data panel menunjukkan variabel suhu udara memiliki koefisien sebesar negatif 4,572829. Artinya, kenaikan suhu udara sebesar 1 derajat celsius setahun akan menurunkan produksi padi 4.500 ton di Indonesia. (Yoga)

Harga Gula Melambung

12 Oct 2023

Asosiasi Gula Indonesia memperkirakan produksi gula kristal putih nasional pada tahun ini turun 8-9 % akibat dampak El Nino. Hal itu menyebabkan harga gula konsumsi di tingkat konsumen melambung di atas HET yang ditetapkan pemerintah Rp 14.500 per kg. Tanpa upaya menstabilkan stok dan harga, harga gula bisa tembus Rp 16.000 per kg. Tenaga Ahli Asosiasi Gula Indonesia (AGI) Yadi Yusriyadi mengatakan, kekeringan panjang akibat dampak El Nino menyebabkan produksi tebu turun. Per 15 September 2023, tebu yang digiling pabrik-pabrik gula di Indonesia hanya 28,5 juta ton. Hingga akhir musim giling, yakni pada pekan ketiga Oktober 2023, tebu yang digiling diperkirakan hanya 33-34 juta ton.

Produksi tebu tersebut lebih rendah daripada produksi 2022 yang mencapai 36,5 juta ton. ”Hal itu otomatis akan mengurangi produksi gula kristal putih pada tahun ini. Kami memperkirakan produksi gula berkurang 8-9 % dibandingkan produksi tahun lalu, yakni sebanyak 2,386 juta ton,” ujarnya di Jakarta, Rabu (11/10). AGI mencatat, per 15 September 2023, produksi gula kristal putih yang dilaporkan pabrik-pabrik gula di seluruh Indonesia sebanyak 2,046 juta ton. Hingga akhir musim giling, produksinya diperkirakan hanya bertambah sedikit menjadi 2,25 juta ton. Padahal, pemerintah menargetkan produksi gula tahun ini dapat mencapai 2,7 juta ton dengan rata-rata rendemen nasional sebesar 8 %. (Yoga)

ALIH FUNGSI LAHAN MENGANCAM PRODUKSI PADI NASIONAL

12 Oct 2023

Di tengah ancaman perubahan iklim, faktor non-alam terus menghantui sektor pertanian padi di Indonesia. Salah satunya adalah alih fungsi lahan sawah yang hingga saat ini terus terjadi. Merujuk data analisis Direktorat Pengendalian dan Pemantauan Pertanahan Kementerian ATR / BPN tahun 2019, rata-rata konversi lahan sawah menjadi nonsawah di Indonesia mencapai 100.000 hektar per tahun. Sementara itu, rata-rata kemampuan mencetak sawah hanya 60.000 hektar setahun. Artinya,terjadi selisih alih fungsi lahan sawah 40.000 hektar per tahunnya. Lebih luas daripada total area Kota Surabaya. Padahal, lahan menjadi salah satu faktor penting tercapainya target produksi padi di Indonesia. Hasil pengolahan regresi data panel yang dilakukan Litbang Kompas menunjukkan, setiap penambahan seribu hektar area lahan sawah akan mendorong peningkatan produksi padi sekitar 4.370 ton. Jadi, dengan alih fungsi lahan sawah di Indonesia saat ini, diperkirakan menurunkan produksi padi 174.800 ton setahun.

Daerah yang diperkirakan memiliki tren penurunan produksi padi terbesar secara nasional ini adalah Provinsi Kalbar, Kalteng, dan Kalsel. Dengan fenomena yang hingga saat ini tak terbendung, target produksi padi 62 juta ton ditahun ini dan 65,4 juta ton pada tahun depan agaknya tidak mudah dicapai. Pasalnya, capaian sebelumnya pun meleset dari target yang ditetapkan pemerintah. Jajak pendapat harian Kompas pada 18-20 September 2023 menemukan hal serupa. Sepertiga responden berpendapat alih fungsi sawah menjadi lahan terbangun menjadi salah satu penyebab turunnya produksi padi di Indonesia, selain faktor iklim. ”Kalau dikaitkan dengan pembangunan, seharusnya ada relokasi. Berdasarkan UU Perlindungan LP2B (Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan), setiap lahan pertanian yang dialihfungsikan untuk pembangunan harus ada relokasi baru. Tapi, dalam praktiknya (di Kalsel) itu tidak terjadi, otomatis lahan tersebut berkurang,” ungkap Dwi Putra Kurniawan, Ketua Serikat Petani Indonesia wilayah Kalsel, saat ditemui di Banjarbaru, Minggu (1/10). (Yoga)

BURSA KARBON DI INDONESIA : ENERGI BARU BAGI KORPORASI

12 Oct 2023
Pembiayaan investasi dengan skala besar dan memenuhi komitmen terhadap isu perubahan iklim, kebutuhan pendanaannya dapat dipenuhi melalui hadirnya bursa karbon di Indonesia. Korporasi pun melihat peluang itu sebagai alternatif penggalangan modal, termasuk memenuhi sasaran pengurangan emisi karbon ke depan. “Coba bayangkan, geotermal itu butuh investasi besar, risikonya juga besar, tapi jualannya listrik yang notabene sangat ketat diatur regulasi. Artinya, kalau transaksi karbon kredit di sini berkembang, harga bagus, bisa menghasilkan tambahan penghasilan bagi kami, tentu jadi sangat menarik mempercepat ekspansi,” ujar Presiden Direktur & CEO PT Supreme Energy, Nisriyanto. Supreme Energy merupakan pemain pembangkit swasta, Independent Power Producer (IPP) Pembangkit Listrik Panas Bumi (PLTP). Perusahaan itu tengah menggarap perluasan beberapa proyek geotermal yang berada di kawasan Kabupaten Solok Selatan, Provinsi Sumatra Barat, serta di kawasan Kabupaten Muara Enim, Kabupaten Lahat, dan Kota Pagar Alam, Provinsi Sumatra Selatan. Nisriyanto bercerita, selama ini proyek energi baru terbarukan (EBT), memiliki banyak calon pembeli karbon kredit. Hanya saja, harga yang ditawarkan tidak cocok dengan investasi yang sudah dikeluarkan. Senada, emiten energi dan tambang PT Indika Energy Tbk. (INDY) pun melihat keberadaan bursa karbon sebagai pelecut investasi ke sektor EBT. Ke depan, INDY berencana masuk bisnis pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) melalui Empat Mitra Indika Tenaga Surya. Wakil Direktur Utama dan CEO Grup INDY Azis Armand menuturkan hadirnya bursa karbon sebagai sinyal Indonesia menghargai setiap kegiatan penanggulangan iklim dari berbagai pihak, termasuk dari pelaku usaha. Pemain bisnis sektor transportasi seperti PT Blue Bird Tbk juga melihat kehadiran bursa karbon sebagai energi dalam menjalankan bisnis berkelanjutan. Menurut Direktur Utama Blue Bird Adrianto Djokosoetono, munculnya bursa karbon sebagai bentuk dukungan terhadap kualitas lingkungan. Ketua Umum Asosiasi Produsen Listrik Swasta Indonesia (APLSI) Arthur Simatupang melihat bursa karbon sebagai cerminan pemerintah telah mengambil jalan yang tepat untuk mendukung transisi energi. Sementara bagi pemain IPP yang telah atau tengah mengembangkan EBT, hadirnya bursa karbon menjadi semacam insentif dan pemberi semangat baru untuk terus memperbesar investasi ke sektor EBT. Sementara itu, Ketua Asosia­si Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) Zulfan Hilal melihat bursa karbon akan membawa efek berganda dari sisi semakin masifnya pembangunan pembangkit listrik hydro power. Direktur Investasi CarbonX Dessi Yuliana menjelaskan proyek karbon terdekat yang dikembangkan perusahaan berada di Kalimantan Barat sekitar 20.000 hektare, terbagi 10.000 hektare untuk kegiatan restorasi dan 10.000 hektare untuk kegiatan konservasi.

Ketahanan Pangan RI Dinilai Lemah

12 Oct 2023
JAKARTA,ID-Ketahanan pangan Indonesia dinilai lemah, lantaran produksi didalam negeri tidak sanggup menutup semua kebutuhan. Akibatnya, impor pangan  terjadi hampir setiap tahun. Bahkan, impor pangan membengkak begitu terjadi lonjakan harga pasar domestik. Contohnya, tahun ini, pemerintah memutuskan mengimpor beras sebanyak 3,5 juta ton, tertinggi sejak krisis moneter 1997, demi meredam lonjakan komoditas tersebut. Jumlah itu naik tajam dibandingkan 2022 sebanyak 429 ribu ton. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), September 2023, rata-rata harga beras kualitas premium di penggilingan mencapai Rp12.900 per kg, naik sebesar 9,75% dibandingkan bulan sebelumnya. Adapun harga beras kualitas medium dipenggilingan sebesar Rp12.685 per kg atau naik sebesar 11,59%. (Yetede)

Bapanas Tugasi Bulog Impor jagung Pakan 500 Ribu Ton

12 Oct 2023
JAKARTA,ID-Badan Pangan Nasional/National Food Agency (Bapanas/NFA) menugasi Perum Bulog mengimpor beras 500 ribu ton jagung pakan sebagai salah satu langkah strategis menekan harga komoditas itu di tingkat peternak. Separuh dari kouta impor jagung  itu dijadwalkan tiba di Indonesia mulai bulan ini. Sembari menunggu kedatangan jagung dari luar negeri tersebut, Bulog diminta mematikan para peternak yang akan menjadi pembeli siaga. Berdasarkan Panel Harga Beras Bapanas, rerata harga nasional jagung di tingkat peternak pada 1 Oktober 2023 naik menjadi Rp 7.000 per kg. Kondisi itu karena harga jagung di tingkat produsen dan konsumen yang terus meningkat dan melampaui HAP (Harga Acuan Penjualan). Impor jagung pakan sebanyak 500 ribu ton akan ditugaskan kepada Bulog. Untuk menjaga harga ditingkat petani tetap baik, impor jagung itu dilakukan bertahap dan memastikan Bulog telah memiliki pembeli siaga dari kalangan peternak. (Yetede)

Polemik Data Beras

11 Oct 2023

Lonjakan harga beras di pasar kembali memunculkan perdebatan tentang akurasi data beras nasional, baik di masyarakat maupun di pemerintahan. Bukan baru kali ini kisruh data beras memicu polemik. Kementerian Pertanian ngotot produksi dalam negeri surplus. Namun,faktanya di lapangan, harga beras tetap tinggi. Ini yang membuat Kemendagri meminta dilakukan rekonsiliasi data antar-instansi agar sesuai kondisi riil di lapangan. Data Kementan, total produksi beras Januari-Desember 2023 tercatat 30,83 juta ton. Ditambah total beras impor Bulog 2,9 juta ton, stok akhir tahun diperkirakan 33,73 juta ton. Dengan kebutuhan setahun 30,84 juta ton, berarti akhir tahun ada surplus 2,89 juta ton (Kompas, 10/10).

Kementan menyebut harga beras tetap tinggi karena adanya anomali terkait kenaikan biaya produksi akibat kenaikan harga pupuk, benih, dan obat; ketidakefisienan biaya logistik atau distribusi; dan struktur pasar beras di Indonesia. Sudah 78 tahun Indonesia merdeka, urusan data beras tak pernah beres. Tak ada satu data beras yang presisi dan terkonsolidasi secara nasional, baik itu produksi, stok pemerintah di Bulog, maupun stok yang dimiliki oleh petani, konsumen, pedagang, dan penggilingan. Akibatnya, tak jarang kebijakan impor oleh pemerintah juga menjadi blunder, baik dari sisi waktu  maupun volume. (Yoga)