;
Kategori

Lingkungan Hidup

( 5820 )

Petani Lembata Tinggalkan Budidaya Sorgum

16 Oct 2023

Petani di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, meninggalkan budidaya sorgum karena kesulitan mesin perontok. Harga sorgum pun hanya Rp 7.000 per kg. Mereka berencana akan beralih menanam jagung. Ketua Ikatan Petani Sorgum Lembata Petrus Daton, Jumat (13/10/2023), mengatakan, petani membutuhkan sembilan mesin perontok sesuai dengan jumlah kecamatan, dimana nantinya mesin itu akan dipergunakan  oleh para petani secara bergilir. (Yoga)

Suplai Beras di Jakarta Ditingkatkan

16 Oct 2023

Penjabat Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono meninjau ketersediaan dan harga bahan pokok di Pasar Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur, Jumat (13/10/2023). Heru didampingi Wali Kota Administrasi Jakarta Timur M Anwar. Dari hasil peninjauan tersebut, Heru mengungkapkan, ada beberapa harga barang yang mengalami kenaikan, penurunan, dan stabil. Heru menginstruksikan Perumda Pasar Jaya untuk berkoordinasi dengan PT Food Station Tjipinang Jaya untuk meningkatkan suplai beras. ”Beras harus suplainya banyak, nanti Pak Dirut Perumda Pasar Jaya segera berkomunikasi dengan Food Station,” kata Heru. (Yoga)

KERJA KERAS URUS BERAS

16 Oct 2023

Harga beras yang terus bergerak naik di tengah terbatasnya pasokan akibat faktor cuaca, menjadi perhatian serius. Istana setidaknya melakukan dua kali rapat terbatas sepanjang bulan ini dan meninjau langsung kegiatan di sejumlah sentra produksi. Situasi pangan makin pelik ketika institusi yang mengurus lumbung pangan ratusan juta penduduk, terjerat persoalan hukum. Cerita sukses swasembada beras yang pernah ditorehkan Indonesia pada 2022 hingga dianugerahi penghargaan internasional, seakan menjadi kisah usang. Pemerintah masih terus bergelut dengan persoalan klasik dalam urusan pangan.

Bergandengan Melepas Krisis Pangan

16 Oct 2023

Instabilitas geopolitik dan perubahan iklim membuat hampir semua negara di dunia sampai hari ini terbelit oleh ancaman krisis pangan. Ironisnya, ini masih terjadi tepat pada peringatan Hari Pangan Sedunia, 16 Oktober. Peringatan yang tercetus dari Konferensi Organisasi Pangan Sedunia (Food and Agriculture Organization) Ke-20 pada November 1976 seharusnya bisa menjadi momentum untuk lebih mempererat penanganan masalah pangan di dunia internasional hingga ke level nasional dan regional. Sayangnya, solidaritas negara-negara di berbagai belahan dunia seakan-akan makin renggang untuk saling bergandengan tangan menuntaskan krisis pangan. Selain faktor ketegangan geopolitik di Afrika, Eurasia, Asia Timur, dan Timur Tengah, negara-negara lainnya sudah terbelit oleh aneka masalah internal ihwal manajemen pangan. Indonesia, misalnya, menjadi negara yang tersengat oleh dampak super El-Nino. Kemarau ekstrem disertai gelombang panas akhir-akhir ini menyebabkan produksi beras menurun dan berpengaruh pada penurunan stok beras nasional. Keadaan ini telah diikuti oleh kenaikan harga gabah dan beras yang merata di berbagai wilayah. Kenaikan harga beras sudah sangat dirasakan masyarakat. Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyebutkan harga beras medium di level pedagang eceran naik dari Rp13.190 per kg pada 6 Oktober, menjadi Rp13.210 per kg pada 13 Oktober. Adapun, harga beras premium pada tanggal yang sama naik menjadi Rp14.980 per kg dari sebelumnya Rp14.910 per kg. Kenaikan harga beras seakan-akan menjadi dalil tak terbantahkan karena komoditas ini diikuti oleh kenaikan variable cost lainnya seperti BBM, jasa distribusi, sewa lahan, dan upah HOK alias Hari Orang Kerja. Kendati cadangan beras di Badan Urusan Logistik (Bulog) mencapai 1,6 juta—1,7 juta ton, hal itu belum dirasa cukup mampu menjadi pelecut penurunan harga beras. Oleh karena itu, pemerintah bersiap membuka keran impor beras sebanyak 1,5 juta ton. Jika ditambah sisa penugasan carry over 2022 plus tahun ini, total impor penugasan kepada Bulog sebenarnya mencapai 2,3 juta ton. Harian ini menilai langkah impor beras untuk menutupi ancaman defisit beras menjadi hal paling mendesak dan harus lekas dituntaskan. Impor adalah jalan paling realistis di tengah manajemen pangan suatu negara yang masih semrawut.

STABILITAS HARGA : MARATON AMANKAN PANGAN

16 Oct 2023

Musim kemarau berkepanjangan yang melanda sejumlah wilayah Indonesia, berpengaruh terhadap pasokan bahan kebutuhan pokok terutama beras. Strategi impor ditempuh untuk mengendalikan harga beras agar tak mengalami lonjakan. Sebulan terakhir, isu pangan menyeruak. Istana secara maraton membahas persoalan pangan tersebut, terutama yang terkait dengan cadangan pangan serta upaya untuk menstabilkan harga. Presiden Joko Widodo menyempatkan diri untuk memantau dua kegiatan panen raya pada bulan ini. Pertama di Desa Ciasem Girang Kabupaten Subang pada Minggu (8/10). Di sana, Kepala Negara bicara upaya untuk menggelontorkan sebanyak-banyaknya beras di masyarakat untuk menurunkan harga. Kegiatan panen raya kedua yang dihadiri Presiden Jokowi dilakukan pada Jumat (13/10) pekan lalu yang berlangsung di Kecamatan Sukra, Kabupaten Indramayu. “Saya melihat ke bawah untuk memastikan bahwa produksi itu masih baik, tapi memang turun karena Super El Nino, tapi masih baik,” ujar Presiden Jokowi. Dari sisi produksi, Kepala Negara mengapresiasi hasil produksi di wilayah tersebut. Hasil produksi rata-rata mencapai 8,6 ton per hektare. Harga beras di tingkat konsumen cukup terasa kenaikannya. Berdasarkan data Badan Pangan Nasional (Bapanas), harga beras medium di level pedagang eceran tercatat naik dari Rp13.190 per kg pada 6 Oktober 2023 menjadi Rp13.210 per kg pada 13 Oktober 2023. “Cadangan di Bulog 1,7 dan akan datang lagi kira-kira 500.000—600.000 ton. Artinya cadangan pangan kita kondisinya aman, tapi memang kita tetap butuh beras ini juga untuk masuk ke pasar agar harga bisa turun sedikit demi sedikit,” kata Presiden Jokowi. Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi menyatakan stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang ada di Bulog masih terjaga. Sejak awal 2023, Arief yang juga menjabat Plt. Menteri Pertanian menuturkan sudah menghitung secara cermat berapa produksi dan kebutuhan nasional dengan mempertimbangkan dinamika dan perubahan lingkungan strategis. Dalam kesempatan berbeda, Sekretaris Perusahaan Perum Bulog Awaludin Iqbal menyatakan tugas utama Bulog yakni memberikan proteksi kepada petani agar mendapatkan harga yang wajar dengan menjaga stok dalam level tertentu.

Impor Gula Konsumsi Harus Terukur Sesuai Kebutuhan

15 Oct 2023

Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia atau APTRI mempersilakan pemerintah mengimpor gula konsumsi dan gula mentah untuk kemudian diproduksi menjadi gula konsumsi. Namun, impor tersebut harus terukur dengan mengacu pada neraca gula nasional. Di tengah proyeksi penurunan produksi gula nasional akibat dampak El Nino, pemerintah kini berupaya mempercepat impor gula. Hal itu mengingat masih rendahnya realisasi impor gula yang ditugaskan pada 16 perusahaan. Per 5 Oktober 2023, realisasinya baru 249.781 ton atau 24,69 % dari 1,01 juta ton total kuota impor yang sudah mendapatkan persetujuan impor.

Ketua Umum APTRI Soemitro Samadikun, Sabtu (14/10) berpendapat, impor gula untuk cadangan gula pemerintah (CGP) dibutuhkan. Hal itu lantaran produksi gula pada tahun ini diperkirakan turun akibat dampak El Nino sehingga melambungkan harga gula. Selain itu, kebutuhan gula pada akhir tahun ini hingga awal tahun depan diperkirakan meningkat karena ada hari raya Natal dan Tahun Baru. Harga gula pun berpotensi semakin naik. ”Impor gula oke saja asal impor terukur atau sesuai kebutuhan berdasarkan neracagula nasional,” kata Soemitro, dihubungi dari Jakarta. (Yoga)

PELUNCURAN BURSA CPO : HARGA REFERENSI DITARGET TERBENTUK AWAL 2024

14 Oct 2023

Harga referensi minyak sawit atau CPO di Indonesia ditargetkan sudah terbentuk pada kuartal I/2024 menyusul peluncuran bursa CPO kemarin. Dengan harga referensi itu, Indonesia sebagai produsen sawit terbesar dunia diharapkan tidak akan bergantung lagi pada pembentukan harga di bursa luar negeri. Setelah diluncurkan pada Jumat (13/10), bursa CPO yang diselenggarakan Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia (ICDX) itu ditargetkan berjalan penuh atau live mulai 23 Oktober. Artinya, sejak itu, bursa CPO bisa membentuk price discovery atau penentuan harga perdagangan fisik antara penjual dan pembeli. Price discovery selanjutnya diharapkan menjadi harga referensi, baik harga patokan ekspor CPO Indonesia maupun barometer harga dunia. Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Didid Noordiatmoko mengatakan Indonesia selama ini tidak memiliki harga acuan sendiri meskipun negara ini berkontribusi lebih dari 50% terhadap kebutuhan CPO dunia. Harga patokan ekspor dihitung berdasarkan harga di bursa Rotterdam, Malaysia, dan Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesa (ICDX). Selain itu, penentuan harga patokan dalam negeri dianggap belum transparan oleh beberapa pelaku usaha, terutama petani sawit. Sejauh ini, 18 pelaku usaha CPO siap bergabung dan berdagang dalam bursa ini. Mereka meliputi PT Bakrie Sumatera Plantation, PT Budi Nabati Perkasa, PT Eagle High Plantation Tbk., PT Duta Palma Nusantara, PT Graha Inti Mas, PT Sampoerna Agro, PT Salim Ivomas Pratama, PT Sari Dumai Sejati, PT SMART Tbk. Berikutnya, PT Wilmar Nabati Indonesia, PT Energi Unggul Persada, PT Jatim Jaya Perkasa, PT Medcopapua Hijau Selaras, TH Indo Platations, PT Citra Riau Sarana, PT Tebo Indah, PT Henson Inti Persada, dan PT Mitra Austral Sejahtera. Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan mengatakan tidak ada paksaan bagi para pengusaha untuk bergabung ke bursa CPO. ICDX menargetkan 50 anggota bursa pada pengujung tahun ini. Direktur ICDX Yugieandy Tirta Saputra mengatakan, untuk menjadi referensi harga, bursa CPO harus kredibel dengan banyak pembeli dan penjual yang terlibat di dalamnya. Dengan bursa yang ramai, harga yang terbentuk akan dapat dipertanggungjawabkan. Merespons peluncuran bursa CPO, saham emiten sawit ditutup beragam pada perdagangan kemarin. Saham PT Astra Agro Lestari Tbk. (AALI) ditutup sama dengan hari sebelumnya di Rp7.250. PT Perusahaan Perkebunan London Sumatra Indonesia Tbk. (LSIP) ditutup naik 0,5% ke posisi Rp980. Sebaliknya, saham PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk. (SMAR) turun 0,2% menjadi Rp4.310.

Presiden: Stok Beras Aman, Tambahan Dibutuhkan

14 Oct 2023

Presiden Jokowi mengklaim cadangan beras pemerintah masih aman ditengah fenomena El Nino. Namun, Indonesia masih membutuhkan pasokan beras impor untuk menstabilkan harga komoditas itu, yang meningkat di pasaran beberapa bulan ini. ”Saya melihat ke bawah (lapangan) itu untuk memastikan produksi itu masih baik,” ujar Presiden Jokowi saat mengecek panen raya di Desa Karanglayu, Kecamatan Sukra, Indramayu, Jabar, Jumat (13/10). Presiden juga berbincang dengan sejumlah petani yang tengah panen. Di Karanglayu, Presiden mengatakan, hasil panen rata-rata 8,6 ton gabah kering panen (GKP) per hektar. Bahkan, produksi bisa mencapai 9 ton GKP. Padahal, di daerah lain, produktivitas sawah berkisar 7 ton GKP. Peningkatan hasil panen itu, kata Presiden, karena didukung pasokan air irigasi teknis.

Presiden tidak menyebutkan jumlah penurunan produksi padi akibat fenomena El Nino yang ditandai dengan kekeringan seperti saat ini. Namun, Kementan memperkirakan El Nino sangat kuat berdampak pada kehilangan beras hingga 1,2 juta ton (Kompas.id, 2/10). Presiden menyebutkan, cadangan beras pemerintah di Perum Bulog saat ini berkisar 1,7 juta ton. ”Dan, akan datang lagi 500.000-600.000 ton (beras impor). Artinya, cadangan pangan kita kondisinya aman. Namun, kita tetap butuh beras ini juga untuk masuk ke pasar,” tuturnya. Dengan begitu, stok beras pemerintah masih aman hingga panen raya tahun yang dimulai pada Maret 2024. Terlebih lagi, pemerintah juga akan menyalurkan 890.590 ton beras untuk bantuan pangan kepada keluarga penerima manfaat sekaligus menstabilkan harga beras di pasaran yang masih tinggi. (Yoga)

50 UMKM Binaan Pertamina di Ajang MotoGP

14 Oct 2023

Sebanyak 50 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaan dari PT Pertamina (Persero) turut meramaikan pergelaran balap motor MotoGP di Sirkuit Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat. Menurut Vice President Corporate Communication Pertamina, Fadjar Djoko Santoso, Jumat (13/10/2023), UMKM binaan tersebut akan menjual beragam produk makanan dan minuman, serta suvenir khas Lombok. (Yoga)

2.450 Ton Beras untuk Masyarakat NTT

14 Oct 2023

Sebanyak 2.450 ton beras disiapkan untuk mengatasi potensi kekurangan pangan di Nusa Tenggara Timur. Di setiap kabupaten/kota tersedia 100 ton serta di provinsi 250 ton. Di NTT terdapat 22 kabupaten/kota dengan lebih kurang 5,4 juta penduduk. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah NTT Ambrosius Kodo, Jumat (13/10/2023), mengatakan, cadangan beras tersedia di gudang Bulog setiap kabupaten/kota. ”Warga tidak perlu panik,” ujarnya. (Yoga)