Lingkungan Hidup
( 5820 )Indonesia Miliki Bursa CPO
Pemerintah telah meluncurkan Bursa Berjangka Penyelenggara
Pasar Fisik Minyak Sawit Mentah atau Bursa CPO secara hibrida, Jumat(13/10) di
Jakarta. Bursa yang akan mulai efektif beroperasi pada 23 Oktober 2023 itu
ditargetkan mampu membentuk harga acuan CPO pada triwulan I-2024. Bursa CPO
diluncurkan Mendag Zulkifli Hasan. Penyelenggara bursa adalah Bursa Komoditas
dan Derivatif Indonesia (ICDX) di bawah pengawasan Bappebti.
Kepala Bappebti Didid Noordiatmoko mengatakan, Bursa CPO
dibentuk agar Indonesia memiliki harga acuan sendiri. Selama ini, referensi
harga CPO Indonesia mengacu pada bursa komoditas berjangka Malaysia dan
Rotterdam, Belanda. Perdagangan secara fisik melalui Bursa CPO akan dimulai
pada 23 Oktober 2023. Perdagangan bersifat voluntary atau sukarela dan sudah
ada 18 pelaku usaha CPO yang terdaftar di ICDX untuk bertransaksi di bursa
tersebut. ”Hingga sisa akhir tahun ini, Bappebti berharap proses price discovery
(penemuan harga) dapat terjadi. Kemudian pada triwulan I-2024, reference price (harga
acuan) CPO Indonesia ditargetkan terbentuk,” kata Didid. (Yoga)
Optimalisasi Lahan untuk Tingkatkan Produksi
Lahan memiliki peran penting dalam produksi pertanian
sehingga perlu dilindungi agar tak mudah beralih fungsi. Kajian Direktorat Pengendalian
dan Pemantauan Pertanahan Kementerian ATR / BPN menemukan, dengan lahan sawah
seluas 8,1 juta hektar, Indonesia sebenarnya mampu menghasilkan 35,5 juta ton
beras. Produksi itu mampu mencukupi kebutuhan 34,2 juta ton beras untuk 300
juta jiwa pada tahun 2030. Sayangnya, alih fungsi lahan sawah di Indonesia
terus berlangsung. Rata-rata konversi lahan sawah menjadi nonsawah mencapai
100.000 hektar pertahun. Sementara kemampuan mencetak sawah hanya 60.000 hektar
setahun. Kondisi ini membuat Kementan memperkirakan ketersediaan lahan sawah
Indonesia hanya tersisa 6,5 juta hektar pada tahun 2030. Kondisi ini menuntut
langkah tegas dari pemerintah untuk menginstruksikan kepada daerah agar segera
mengadopsi UU Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) yang sudah diundangkan
sejak 2009. Hingga 2019, baru 44,29 % dari total kabupaten/kota di Indonesia yang
sudah menetapkan LP2B dalam perda rencana tata ruang wilayah (RTRW).
Plt Kadis Ketahanan Pangan dan Pertanian Indramayu Sugeng
Heryanto mengatakan, ”Di Indramayu terdapat lahan dengan status LSD dan LP2B.
Tapi, yang benar-benar terproteksi yaitu LP2B,” ujarnya saat ditemui, Selasa
(3/10). Kendati demikian, upaya perlindungan lahan seyogianya tak hanya
berhenti pada penetapan aturan. Pasalnya, praktik alih fungsi lahan di area
terlindung masih kerap ditemukan. Salah satunya, penggunaan LP2B untuk proyek
eksplorasi sumur minyak PT Pertamina di Desa Tenajar, kabupaten Indramayu.
Namun, langkah tegas Pemkab Indramayu mampu menahan upaya penyimpangan tersebut.
”Sekarang ada dua lokasi Pertamina yang ditutup karena berada di lahan LP2B,” ungkap
Sugeng. Peristiwa ini menjadi salah satu contoh keseriusan pemda melindungi
lahan pertanian di wilayahnya. (Yoga)
Kilau Emiten Emas Saat Konflik Global
Saat ketidakpastian muncul, harga komoditas cenderung meningkat. Tengok saja saat konflik di Jalur Gaza kembali memanas, harga emas terlihat melonjak. Sebelum konflik, Jumat pekan lalu (6/10) kontrak pengiriman emas untuk Desember 2023 senilai US$ 1.845,20 per ons troi. Begitu konflik pecah, kontrak tersebut naik hingga US$ 1.864,30 per ons troi pada Senin pekan ini (9/10). Harga merangkak hingga 1.893,6 per ons troi, Kamis (12/10).Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Rizkia Darmawan menilai konflik di Timur Tengah dalam jangka pendek akan memicu kenaikan aliran dana ke safe haven, termasuk emas. Senior Equity Research Analyst Jasa Utama Capital Sekuritas, Samuel Glenn Tanuwidjaja memperkirakan, harga emas untuk tahun ini berada di kisaran US$ 1.850 - US$ 1.910 per ons troi. “Di tahun 2024 saya menilai, sentimennya masih didominasi Amerika Serikat (AS) dan China,” ujar dia. Rizkia menilai, kenaikan harga emas dapat mendongkrak harga jual rata-rata alias average selling price (ASP) emiten emas seperti PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM). Sentimen ini dapat berdampak positif terhadap penjualan segmen emas dan berdampak positif kepada perusahaan. Ia memperkirakan, pendapatan segmen emas ANTM bersama dengan logam mulia lain dan segmen refinery akan relatif datar sekitar Rp 25,8 triliun dan Rp 26,2 triliun pada 2023 serta 2024. Pada kuartal kedua 2023, kontribusi segmen logam mulia dan refinery sekitar 26% terhadap laba bersih ANTM. Namun kontribusi lini tersebut terhadap total pendapatan ANTM lebih tinggi lagi, sekitar 62,0%. Analis MNC Sekuritas, Alif Ihsanario memasang rekomendasikan beli untuk saham HRTA dengan target harga Rp 560 per saham. Pendorongnya, potensi pasar perhiasan di luar negeri dan perluasan domestik.
Impor Gula Cadangan Pemerintah Rendah
Realisasi impor gula kristal putih dan mentah untuk cadangan
gula pemerintah masih rendah, hanya 24,69 % dari 1,01 juta ton kuota tahun ini.
Jika sisa kuota impor tidak segera direalisasikan, stok gula konsumsi akan
menipis dan harganya akan semakin melonjak tinggi. Kepala Bapanas (NFA) Arief
Prasetyo Adi mengatakan, produksi gula nasional pada tahun ini diperkirakan
turun akibat dampak El Nino. Pemerintah sebenarnya sudah mengantisipasinya dengan
penugasan impor gula konsumsi dan mentah sebanyak 1,01 juta ton tahun ini
kepada 16 perusahaan milik negara dan swasta. ”Namun, realisasinya masih rendah.
Per 5 Oktober 2023, gula konsumsi yang didatangkan dari luar negeri baru 249.781
ton atau 24,69 % dari total kuota,” ujarnya ketika dihubungi di Jakarta, Kamis
(12/10).
NFA mencatat, terdapat 16 perusahaan yang mendapatkan persetujuan
impor gula konsumsi dan gula mentah yang akan diolah menjadi gula konsumsi. Dua
perusahaan mendapatkan kuota impor gula konsumsi sebanyak 215.800 ton dan 14
perusahaan memperoleh kuota impor gula mentah 796.000 ton. Dari 16 perusahaan
itu, 10 perusahaan sama sekali belum mengimpor gula. Salah satu perusahaan yang
mendapatkan penugasan tersebut, yakni ID Food, telah menyiapkan dana Rp 1,5
triliun untuk mendatangkan gula sisa kuota impor sebanyak 125.675 ton paling
lambat Desember 2023. Sejak awal tahun hingga 5 Oktober 2023, ID Food sudah
merealisasikan impor gula konsumsi sebanyak 107.900 ton. Arief menjelaskan,
total realisasi impor 16 perusahaan itu masih rendah karena banyak perusahaan
yang mempertimbangkan faktor harga gula dunia yang tinggi dan pelemahan rupiah.
Ditengah kondisi itu, NFA tetap meminta perusahaan-perusahaan itu segera
merealisasikan impor agar pemerintah memiliki cadangan gula cukup hingga tahun
depan. (Yoga)
Jaringan Gas Rumah Tangga untuk Kurangi Beban Subsidi Elpiji
Beban subsidi elpiji 3 kg terus membengkak. Beberapa usaha dilakukan
pemerintah, seperti mengoptimalkan pemanfaatan jaringan gas rumah tangga dan
subsidi elpiji berbasis penerima. Sementara itu, konsumsi elpiji nonsubsidi menunjukkan
tren menurun. Hal itu terungkap dalam rapat tertutup tentang jaringan gas rumah
tangga dan pendistribusian elpiji 3 kg yang dipimpin Presiden Jokowi, Kamis
(12/10) di Istana Merdeka, Jakarta. Dalam rapat tersebut juga dibahas soal
beban fiskal subsidi elpiji 3 kg yang terus meningkat. Tahun ini kuota elpiji
bersubsidi 8 juta ton dengan nilai subsidi Rp 117,85 triliun. Kuota elpiji bersubsidi
terus naik.Tahun 2021 sebanyak 7,46 juta ton dan pada 2022 sebanyak 7,8 juta ton.
Kenaikan konsumsi elpiji bersubsidi tersebut berbanding terbalik dengan konsumsi
elpiji nonsubsidi. Pada 2021 dan 2022, misalnya, alokasi elpiji nonsubsidi masing-masing
0,6 juta ton dan 0,46 juta ton.
Menurut Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, untuk
mengurangi beban fiskal subsidi elpiji yang terus membengkak, solusi pertama
yang dilakukan pemerintah adalah memperluas jaringan gas rumah tangga.
Sayangnya, kemajuan jaringan gas rumah tangga di Indonesia masih terbilang
lamban. Target pemasangan 4 juta sambungan gas rumah tangga pada 2024 diperkirakan
bakal gagal. Hingga saat ini, baru 835.000 rumah tangga di Indonesia yang sudah
menikmati jaringan gas. Dari jumlah tersebut, 241.000 sambungan didanai oleh PT
Perusahaan Gas Negara Tbk dan sisanya digarap pemerintah. ”Jadi, dari 835.000
sambungan, sekarang diharapkan bisa ditingkatkan menjadi 2,5 juta sambungan jaringan gas), tetapi yang
mengerjakan nanti pihak swasta atau pihak ketiga,” kata Airlangga. (Yoga)
Dampak Konflik Timur Tengah Mulai Diperhitungkan Dunia Usaha
Para pelaku usaha mulai mengalkulasi dampak dari meletusnya
konflik antara kelompok Hamas dan Israel di Timur Tengah terhadap aktivitas
industri. Konflik tersebut diprediksi berdampak pada harga energi di Tanah Air
yang berpotensi mengganggu produksi industri manufaktur. Ketua Bidang Industri
dan Manufaktur Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Bobby Gafur Umar mengatakan,
konflik yang terjadi di Timur Tengah dapat memicu kenaikan harga energi,
khususnya minyak mentah dan gas bumi. Pasalnya, meski Israel dan Palestina
bukan produsen minyak, konflik terjadi di tengah kawasan penghasil minyak dan
gas di Timur Tengah yang menyumbang hampir sepertiga pasokan minyak dunia.
”Persediaan energi di dalam
negeri terbatas sehingga sebagian besar kebutuhan bahan baku energi,
seperti minyak bumi dan gas, untuk keperluan industri masih dipenuhi melalui
impor,” ujar Bobby saat dihubungi pada Kamis (12/10). Dia mencontohkan, Indonesia
hanya memproduksi 600.000 barel minyak bumi per hari, sedangkan kebutuhan
minyak dalam negeri di atas 1,5 juta barel per hari. Sama halnya dengan minyak bumi,
kapasitas produksi gas bumi (untuk elpiji) dalam negeri juga belum mampu menutupi
kebutuhan nasional. ”Jika pasokan minyak dan gas terganggu, imbasnya harga keduanya
akan naik. Kondisi ini akan mengganggu aktivitas produksi dan pertumbuhan
industri dalam negeri,” katanya. (Yoga)
Diverifikasi Pangan Lokal Harus Digalakkan
Perang Memperlemah Prospek Ekonomi Global
Faktor Iklim Tekan Produksi Padi
Hingga dasarian III September 2023, level El Nino di
Indonesia berada di level moderat dengan nilai indeks 1,68. Level El Nino akan mencapai
level kuat jika indeksnya mencapai 2,0. BMKG memprediksi kondisi kering ini
bertahan hingga Februari 2024 dan melemah pada bulan-bulan berikutnya. Kondisi
El Nino saat ini bersamaan dengan puncak musim kemarau sehingga berpotensi
memicu kekeringan areal tanam padi yang menyebabkan penurunan produktivitas. Plt
Mentan yang juga Kepala Bapanas Arief Prasetyo mengatakan, El Nino berdampak
besar pada produksi padi sehingga berpengaruh terhadap ketersediaan beras nasional.
”El Nino ada pengaruhnya (produksi beras). Daerah sentra produksi
beras, seperti Lampung dan Jawa, semuanya berwarna hitam di peta BMKG yang
berarti bercurah hujan rendah. Ada pula Sulsel dan NTB. Ini semua pusat beras,”
kata Arief pada wawancara daring bersama Litbang Kompas, Senin (2/10). Hal
tersebut sejalan dengan temuan Litbang Kompas melalui pemodelan regresi data
panel untuk melihat sejumlah variabel yang berpengaruh pada produksi padi di
Indonesia. Hasil analisis menemukan variabel terkait iklim, seperti suhu udara
dan curah hujan, berdampak signifikan terhadap produksi padi. Bahkan, variabel
iklim menjadi ancaman serius terhadap produksi tanaman pangan. Hasil regresi
data panel menunjukkan variabel suhu udara memiliki koefisien sebesar negatif
4,572829. Artinya, kenaikan suhu udara sebesar 1 derajat celsius setahun akan menurunkan
produksi padi 4.500 ton di Indonesia. (Yoga)
Harga Gula Melambung
Asosiasi Gula Indonesia memperkirakan produksi gula kristal
putih nasional pada tahun ini turun 8-9 % akibat dampak El Nino. Hal itu
menyebabkan harga gula konsumsi di tingkat konsumen melambung di atas HET yang
ditetapkan pemerintah Rp 14.500 per kg. Tanpa upaya menstabilkan stok dan harga,
harga gula bisa tembus Rp 16.000 per kg. Tenaga Ahli Asosiasi Gula Indonesia
(AGI) Yadi Yusriyadi mengatakan, kekeringan panjang akibat dampak El Nino menyebabkan
produksi tebu turun. Per 15 September 2023, tebu yang digiling pabrik-pabrik gula
di Indonesia hanya 28,5 juta ton. Hingga akhir musim giling, yakni pada pekan
ketiga Oktober 2023, tebu yang digiling diperkirakan hanya 33-34 juta ton.
Produksi tebu tersebut lebih rendah daripada produksi 2022
yang mencapai 36,5 juta ton. ”Hal itu otomatis akan mengurangi produksi gula kristal
putih pada tahun ini. Kami memperkirakan produksi gula berkurang 8-9 % dibandingkan
produksi tahun lalu, yakni sebanyak 2,386 juta ton,” ujarnya di Jakarta, Rabu
(11/10). AGI mencatat, per 15 September 2023, produksi gula kristal putih yang
dilaporkan pabrik-pabrik gula di seluruh Indonesia sebanyak 2,046 juta ton.
Hingga akhir musim giling, produksinya diperkirakan hanya bertambah sedikit
menjadi 2,25 juta ton. Padahal, pemerintah menargetkan produksi gula tahun ini
dapat mencapai 2,7 juta ton dengan rata-rata rendemen nasional sebesar 8 %. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









