;
Kategori

Lingkungan Hidup

( 5820 )

Penjabat Gubernur Sumsel dan Forkopimda Bahas Karhutla

08 Oct 2023

Palembang - Penjabat Gubernur Sumatera Selatan Agus Fatoni, memberikan atensi khusus kepada penanganan dan pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Sumatera Selatan. Fatoni mengundang forum koordinasi pemerintah daerah (forkopimda) provinsi, bupati/wali kota se-Sumsel, forkopimda kabupaten/kota dan perusahaan terkait untuk membahas karhutla. Hadir pada pertemuan Rakor tersebut diantaranya Penjabat Gubernur Sumsel, Pangdam II/Sriwijaya, Kapolda Sumsel, Kepala Kejaksaan Tinggi Sumsel, Wakil Ketua DPRD, Provinsi, Danlanal, Danlanud, Dandim, Kapolres, Kepala Kejaksaan Negeri se-Sumsel.


"Hari ini kita kumpul untuk mencari solusi penanganan Karhutla. Ini bentuk komitmen bersama menyelesaikan kebakaran yang belakangan dirasakan masyarakat dampaknya," ujar Fatoni saat memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Provinsi Sumsel di Auditorium Graha Bina Praja, Kamis, 5 Oktober 2023. Fatoni mengatakan kepala daerah dalam percepatan penanganan karhutla segera menyediakan anggaran penanganan. Dia menyebut sebenarnya anggaran belanja tidak terduga (BTT) bisa digunakan dalam keadaan darurat. (Yetede)


Stok dan Pasokan Nikel Mulai Kritis

07 Oct 2023
Hilirisasi nikel mulai menuai masalah. Kini, sejumlah perusahaan pemurnian dan pengolahan (smelter) nikel kekurangan pasokan bijih nikel dari dalam negeri sehingga harus berebut pasokan dengan perusahaan lain. Bahkan sejumlah pengelola smelter nikel mulai mengimpor lagi bijih nikel dari Filipina demi memenuhi kebutuhannya. Alasannya, stok dan pasokan nikel dari dalam negeri semakin berkurang. Haykal Hubeis, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Asosiasi Perusahaan Industri Pengolahan dan Pemurnian (AP3I) menegaskan, melambatnya pasokan bijih nikel ini kontradiktif dengan gembar-gembor selama ini bahwa Indonesia merupakan sentra nikel dunia. Di sisi lain, para investor nikel terus menambah kapasitas smelter nikel tanpa diimbangi dengan eksplorasi sumber cadangan nikel baru. "Kita dihadang masalah short supply bijih nikel. Yang lebih meresahkannya, masalah ini datang tiba-tiba tanpa ada persiapan maupun pemberitahuan," kata Haykal kepada KONTAN, Jumat (6/10). Menurut Haykal, persoalan ini harus menjadi perhatian khusus pemerintah agar segera dicari jalan keluarnya. Alexander Barus, Direktur Utama Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) menyatakan, smelter nikel sudah membanjir sehingga mengerek permintaan bijih nikel. Di sisi lain, pasokan bijih nikel juga kian terbatas. "Jadi masalah sekarang adalah para smelter satu sama lain saling berebut bahan baku," ujarnya. Sekretaris Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Dadan Kusdiana berjanji akan memantau produksi bijih nikel sesuai dengan RKAB tahun ini. "Kita produksinya lebih dari cukup untuk di dalam negeri," ujarnya, Jumat (6/10). Ia menambahkan, proses penerbitan RKAB untuk nikel prosesnya terus berjalan.

EXXON Akuisisi Pioneer Senilai US$ 60 Miliar

07 Oct 2023
Produsen minyak dan gas (migas) asal Amerika Serikat (AS) ExxonMobil Corporation akan mengakuisisi perusahaan migas AS, Pioneer Natural Resources Corp. Mengutip laporan Reuters, Jumat (6/10), nilai akuisisi ini mencapai US$ 60 miliar. Jika negosiasi berjalan mulus, sumber Reuters menyebut, Exxon dan Pioneer akan mencapai kesepakatan dalam beberapa hari ke depan. Juru bicara Exxon dan Pioneer menolak berkomentar. Yang pasti, langkah akuisisi Exxon terhadap Pioneer Natural akan menjadi aksi korporasi terbesar bagi Exxon. Ini setidaknya sejak Exxon memutuskan melakukan merger dengan Mobil pada tahun 1998, dengan nilai kesepakatan US$ 81 miliar. Permian Basin, yang membentang di sebagian Texas dan New Mexico, merupakan ladang migas paling diincar oleh pelaku industri energi AS. Salah satunya, karena biaya ekstraksi minyak dan gas alamnya relatif rendah. Pada kuartal kedua tahun ini, ExxonMobil memproduksi sekitar 620.000 boepd di Permian Basin.  Namun, angka produksi tersebut masih jauh dibandingkan produksi rata-rata Pioneer di wilayah tersebut sebesar 711.000 boepd pada periode yang sama. Dus, dengan mengakuisisi Pioneer, Exxon bisa menggenjot produksi. Akuisisi dinilai lebih baik bagi Exxon ketimbang mempertaruhkan dana besar untuk mengembangkan ladang minyak, yang belum terbukti cadangannya. "Mereka bisa menambah cadangan tanpa harus menggali lubang," kata Bill Smead, Kepala Investasi di Smead Capital Management.

Harga Tinggi, OPEC+ Tetap Pangkas Produksi

06 Oct 2023
Panel menteri negara-negara OPEC+, Rabu (4/10/2023), memutuskan akan mempertahankan pemangkasan produksi minyak agar harga minyak global tetap berada pada level saat ini. Mereka pun bersiap menurunkan jumlah produksi guna menjaga harga tidak terkoreksi. Pekan lalu, harga minyak mentah sudah mendekati 100 dollar AS per barel. Kenaikan ini terjadi setelah Arab Saudi dan Rusia memangkas jutaan barel produksi mereka. (Yoga)

Industri Nikel Perlu Libatkan SDM Lokal

06 Oct 2023
Industri nikel perlu menyiapkan sumber daya manusia lokal sesuai kompetensinya agar bisa mengangkat kesejahteraan warga. Selama ini pelibatan warga lokal masih minim. ”Harus dibuat semacam strategi penyiapan SDM lokal, yang sesuai dengan kompetensi yang dibutuhkan dari industri,” ujar ekonom Institute for Development of Economics and Finance, M Rizal, di Jakarta, Kamis (5/10/2023). (Yoga)

Kekurangan Sumber Air, Petani Gagal Panen

06 Oct 2023

Kekeringan lahan pertanian akibat kemarau panjang di Sultra terus meluas. Sebanyak 1.177 hektar lahan mengalami gagal panen, lalu bertambah ratusan hektar dalam dua pekan. Ribuan hektar sawah lainnya masih terancam. Jumono (46), Ketua Kelompok Tani Ujung Bulu, Bombana, Sultra, mengungkapkan, kekeringan membuat belasan hektar sawah gagal panen. Hal itu menyebabkan petani kesulitan memenuhi kebutuhan hidup keluarga. ”Dari 42 hektar lahan sawah di kelompok kami, 10 hektar itu betul-betul gagal panen. Selebihnya, kami panen dengan kondisi kurang air. Jadi, hasilnya jauh di bawah rata-rata,” kata Jumono, saat dihubungi, Kamis (5/10).

Ia menceritakan, biasanya satu hektar lahan sawah menghasilkan 5-6 ton gabah, tahun ini, mereka hanya menghasilkan 2 ton gabah, yang dijual setengahnya dan sebagian disimpan untuk keluarga. Padahal, modal menggarap satu hektar lahan berkisar Rp 7 juta hingga Rp 10 juta. Meski harga gabah basah naik berkisar Rp 6.000 per kg, hasil panen masih jauh dari harapan. Gagal panen yang terjadi, kata Jumono, karena sulitnya mendapatkan sumber air. Kondisi persawahan yang mengandalkan curah hujan sangat terdampak dengan kekeringan panjang. Bantuan pompa dari pemerintah tidak berfungsi karena tidak ada sumber air. (Yoga) 

Dari ”Wild Card” Inflasi hingga Penyelewengan Beras Bulog

06 Oct 2023

Lembaga Penelitian Makroekonomi ASEAN+3 (AMRO) menyebutkan El Nino menjadi wild card atau faktor penentu inflasi di kawasan ASEAN+3. Meski di Indonesia kenaikan harga beras yang berandil paling besar terhadap inflasi tidak hanya akibat dampak El Nino, tetapi juga didorong ulah oknum yang menyelewengkan beras Perum Bulog. AMRO, Rabu (4/10) merevisi naik proyeksi inflasi di kawasan ASEAN+3 serta pada 2023 dan 2024. ASEAN+3 merupakan negara-negara anggota ASEAN, serta Jepang, China, dan Korea Selatan. Tingkat inflasi kawasan itu diperkirakan 6,5 % pada 2023 dan 3,8 % pada 2024, dinaikkan dari proyeksi inflasi pada Juli 2023, yakni 6,3 % pada 2023 dan 3,4 % pada 2024. Khusus Indonesia, AMRO justru menurunkan perkiraan inflasi pada 2023 menjadi 3,8 % dari proyeksi Juli 2023 yang 3,9 %.

Proyeksi inflasi Indonesia pada 2024 tetap sama dengan proyeksi tiga bulan lalu, yakni 2,8 %. Kepala Ekonom AMRO Hoe Ee Khor mengatakan, kenaikan harga pangan dan energi global dalam beberapa bulan terakhir telah memicu kekhawatiran terjadinya lonjakan harga komoditas. Lonjakan harga komoditas itu dapat berimbas pada kenaikan inflasi. September 2023 harga rata-rata beras nasional di tingkat eceran Rp 13.799 per kg, naik 5,61 % secara bulanan dan 18,44 secara tahunan. Hal itu menjadikan beras sebagai komoditas penyumbang utama inflasi September 2023 yang sebesar 0,19 % secara bulanan dan 2,28 % secara tahunan. Andil beras terhadap inflasi bulanan dan tahunan itu masing-masing 0,18 % dan 0,55 %.

Selain itu, ada faktor lain yang menyebabkan harga beras di pasar masih tinggi meskipun operasi pasar beras telah digulirkan. Faktor tersebut adalah penyelewengan beras Perum Bulog, yakni mengemas ulang beras Bulog kemudian dijual dengan harga lebih tinggi. Dirut Perum Bulog Budi Waseso menyatakan, ada oknum-oknum yang mengganti kemasan beras Bulog dengan kemasan beras premium. Setelah itu, beras yang seharusnya dijual dengan harga terjangkau itu dijual kembali dengan harga lebih tinggi setara harga beras premium. (Yoga) 

Saham Batubara Mulai Hangat Lagi

06 Oct 2023
Harga batubara berpeluang menghangat menjelang akhir tahun. Penguatan ini sejalan dengan kenaikan permintaan menjelang musim dingin. Hal ini pun dapat menjadi angin segar bagi saham emiten tambang. Senior Equity Research Analyst Jasa Utama Capital Sekuritas Samuel Glenn Tanuwidjaja mengatakan, penggunaan batubara di India dan China diprediksikan masih bertumbuh masing-masing sebesar 4,9% secara tahunan atau year on year (yoy) dan 3,5% yoy. Harga batubara ICE Newcastle pun berpeluang diperdagangkan di rentang US$ 153-US$ 173 per ton pada kuartal keempat tahun ini. Di sisi lain, prospek harga batubara juga masih dipengaruhi oleh melimpahnya pasokan dan menurunnya harga gas alam yang berperan sebagai substitusi batubara sebagai sumber daya pembangkit listrik di negara-negara maju. Sehingga, permintaan gas alam bisa lebih tinggi dibanding batubara di musim dingin ini. Tren penguatan dollar Amerika Serikat (AS) juga bakal mempengaruhi kinerja emiten sektor ini. Dari sisi importir, pergerakan harga batubara sangat bergantung dengan dollar AS karena harga patokan global yang diperdagangkan menggunakan mata uang ini. Melihat sentimen ini, Glenn pun merekomendasikan saham PT United Tractors Tbk (UNTR) bagi investor yang suka saham defensif. Pendapatan anak usaha PT Astra International Tbk (ASII) ini masih tumbuh 16% yoy pada semester I-2023. Meski pertumbuhannya masih di bawah rata-rata lima tahunan yakni 19%, namun UNTR mampu mencetak nilai pendapatan tertinggi dalam 10 tahun. Glenn juga menyukai saham PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO). Emiten milik Garibaldi "Boy" Thohir ini dipoles oleh prospek jangka panjangnya, terutama setelah resmi mendapat pembiayaan penuh untuk pembangunan proyek pabrik pengolahan alias smelter aluminium. Analis BRI Danareksa Sekuritas Erindra Krisnawan menyematkan peringkat netral terhadap saham sektor batubara. Peringkat ini menggambarkan masih berlanjutnya moderasi harga batubara dari posisi tahun lalu. Hal ini membuat normalisasi laba bersih emiten batubara masih akan terjadi hingga tahun 2024. Sementara itu, penguatan harga batubara Newcastle cenderung didorong oleh lonjakan harga minyak mentah yang baru-baru ini terjadi. Erindra melihat ada peluang penguatan saham batubara pada kuartal IV-2023 setelah rilis kinerja kuartal III-2023. Sebab, data perdagangan dan inventaris batubara terkini mengindikasikan adanya aktivitas permintaan musiman sedang berlangsung.

Terseret Turun Harga Logam Industri

06 Oct 2023
Kinerja PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) tergerus merosotnya harga logam. Proyek jangka panjang MDKA diharapkan bisa memulihkan kerugian di semester pertama tahun ini. Analis Panin Sekuritas Felix Darmawan melihat, lesunya kinerja MDKA hingga separuh pertama tahun ini karena koreksi yang terjadi pada harga nikel. Seperti diketahui, kontribusi terbesar pendapatan MDKA berasal dari nikel sekitar 67% terhadap total pendapatan hingga semester I 2023. Harga nikel sudah turun sekitar 38% year to date (ytd) karena kekhawatiran pertumbuhan ekonomi China. "Utamanya industri properti China tengah terguncang seiring dengan gagal bayar obligasi salah satu pengembang properti besar di negara tersebut yaitu Country Garden," ujar Felix, kemarin (5/10). Analis Indo Premiere Sekuritas Reggie Parengkuan mengatakan, sentimen negatif terhadap harga logam didorong oleh berlanjutnya pelemahan data makro perekonomian Tiongkok. Ini tercermin dari kinerja MDKA yang kurang menggembirakan. Kerugian bersih MDKA mencapai US$ 49,2 juta karena lemahnya pendapatan dari seluruh aset unit usaha akibat dari rendahnya harga komoditas dan tingginya biaya. Rugi bersih MDKA sebesar US$ 49,2 juta ini berlawanan dari capaian laba bersih sebesar US$ 96,8 juta di semester pertama tahun lalu. Analis Mandiri Sekuritas Ariyanto Kurniawan dan Wesley Louis Alianto dalam riset 2 Oktober 2023 melihat, merosotnya kinerja MDKA terjadi pada kuartal kedua 2023 yang mencatatkan kerugian sebesar US$ 52,3 juta. Ini terjadi akibat Tambang Tujuh Bukit mencatatkan volume penjualan emas lebih rendah 17% yoy sebesar 29.500 troi ons pada kuartal II-2023. Volume penjualan tembaga Wetar di semester I sebesar 9.700 ton atau lebih rendah 21% yoy. Harga jual rata-rata turun 10% yoy ke posisi US$ 8.800 per ton. Sementara segmen nikel, melalui Merdeka Battery Mineral Tbk (MBMA), menjual 19.200 ton Nickel Pig Iron (NPI) di kuartal kedua atau naik 281% yoy.

Cahaya Terang dari Sektor Hulu Migas

06 Oct 2023

Pendar cahaya terang mulai datang dari industri hulu minyak dan gas bumi atau migas nasional. Penemuan cadangan gas bumi dengan volume jumbo oleh Eni, perusahaan asal Italia, mendorong sentimen positif di industri yang tinggi modal dan risiko ini. Berdasarkan data Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Eni menemukan cadangan gas di Wilayah Kerja North Ganal, sekitar 85 kilometer lepas pantai Kalimantan Timur. Proyeksi awal gas in place mencapai 5 trilion cubic feed (TCF). Adapun, proyeksi discovered resources lebih kurang 609 juta barel setara minyak. Data tersebut menjadikan temuan di sumur Geng North-1 sebagai salah satu dari tiga besar temuan eksplorasi dunia pada tahun ini. Penemuan ini pun memberikan sinyal optimisme bahwa pencapaian target produksi minyak mentah 1 juta barel, dan produksi gas sebesar 12 billion standard cubic feet per day (BScFD) pada 2030, telah berada di jalur yang tepat. Penemuan cadangan gas raksasa ini makin memperkuat fakta bahwa potensi gas bumi di Tanah Air masih begitu menjanjikan. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) merilis potensi gas bumi mencapai 41,62 TCF dengan 68 cekungan potensial dari total 128 cekungan yang masih perawan. Plant of development (PoD) yang matang menjadi kunci untuk mencapai target first gas di sumur Geng North-1 dalam jangka waktu 2 tahun ke depan. Penemuan cadangan gas raksasa di Kaltim ini, pada dasarnya buah manis dari sejumlah strategi yang diimplementasikan pemerintah untuk mencapai target produksi migas 2030. Selama ini, pemerintah mendorong sekaligus membantu KKKS untuk menoptimalisasikan produksi migas di lapangan existing. Dari sisi eksternal, pemerintah juga rutin melakukan penjajakan kerja sama dengan institusi riset global untuk meningkatkan kualitas data guna menemukan penemuan cadangan yang besar.