Stok dan Pasokan Nikel Mulai Kritis
Hilirisasi nikel mulai menuai masalah. Kini, sejumlah perusahaan pemurnian dan pengolahan (smelter) nikel kekurangan pasokan bijih nikel dari dalam negeri sehingga harus berebut pasokan dengan perusahaan lain. Bahkan sejumlah pengelola smelter nikel mulai mengimpor lagi bijih nikel dari Filipina demi memenuhi kebutuhannya. Alasannya, stok dan pasokan nikel dari dalam negeri semakin berkurang. Haykal Hubeis, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Asosiasi Perusahaan Industri Pengolahan dan Pemurnian (AP3I) menegaskan, melambatnya pasokan bijih nikel ini kontradiktif dengan gembar-gembor selama ini bahwa Indonesia merupakan sentra nikel dunia. Di sisi lain, para investor nikel terus menambah kapasitas smelter nikel tanpa diimbangi dengan eksplorasi sumber cadangan nikel baru. "Kita dihadang masalah short supply bijih nikel. Yang lebih meresahkannya, masalah ini datang tiba-tiba tanpa ada persiapan maupun pemberitahuan," kata Haykal kepada KONTAN, Jumat (6/10). Menurut Haykal, persoalan ini harus menjadi perhatian khusus pemerintah agar segera dicari jalan keluarnya. Alexander Barus, Direktur Utama Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) menyatakan, smelter nikel sudah membanjir sehingga mengerek permintaan bijih nikel. Di sisi lain, pasokan bijih nikel juga kian terbatas. "Jadi masalah sekarang adalah para smelter satu sama lain saling berebut bahan baku," ujarnya. Sekretaris Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Dadan Kusdiana berjanji akan memantau produksi bijih nikel sesuai dengan RKAB tahun ini. "Kita produksinya lebih dari cukup untuk di dalam negeri," ujarnya, Jumat (6/10). Ia menambahkan, proses penerbitan RKAB untuk nikel prosesnya terus berjalan.
Tags :
#NikelPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023