Harga Gula Melambung
Asosiasi Gula Indonesia memperkirakan produksi gula kristal
putih nasional pada tahun ini turun 8-9 % akibat dampak El Nino. Hal itu
menyebabkan harga gula konsumsi di tingkat konsumen melambung di atas HET yang
ditetapkan pemerintah Rp 14.500 per kg. Tanpa upaya menstabilkan stok dan harga,
harga gula bisa tembus Rp 16.000 per kg. Tenaga Ahli Asosiasi Gula Indonesia
(AGI) Yadi Yusriyadi mengatakan, kekeringan panjang akibat dampak El Nino menyebabkan
produksi tebu turun. Per 15 September 2023, tebu yang digiling pabrik-pabrik gula
di Indonesia hanya 28,5 juta ton. Hingga akhir musim giling, yakni pada pekan
ketiga Oktober 2023, tebu yang digiling diperkirakan hanya 33-34 juta ton.
Produksi tebu tersebut lebih rendah daripada produksi 2022
yang mencapai 36,5 juta ton. ”Hal itu otomatis akan mengurangi produksi gula kristal
putih pada tahun ini. Kami memperkirakan produksi gula berkurang 8-9 % dibandingkan
produksi tahun lalu, yakni sebanyak 2,386 juta ton,” ujarnya di Jakarta, Rabu
(11/10). AGI mencatat, per 15 September 2023, produksi gula kristal putih yang
dilaporkan pabrik-pabrik gula di seluruh Indonesia sebanyak 2,046 juta ton.
Hingga akhir musim giling, produksinya diperkirakan hanya bertambah sedikit
menjadi 2,25 juta ton. Padahal, pemerintah menargetkan produksi gula tahun ini
dapat mencapai 2,7 juta ton dengan rata-rata rendemen nasional sebesar 8 %. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023