;

ALIH FUNGSI LAHAN MENGANCAM PRODUKSI PADI NASIONAL

Ekonomi Yoga 12 Oct 2023 Kompas
ALIH FUNGSI LAHAN
MENGANCAM PRODUKSI PADI NASIONAL

Di tengah ancaman perubahan iklim, faktor non-alam terus menghantui sektor pertanian padi di Indonesia. Salah satunya adalah alih fungsi lahan sawah yang hingga saat ini terus terjadi. Merujuk data analisis Direktorat Pengendalian dan Pemantauan Pertanahan Kementerian ATR / BPN tahun 2019, rata-rata konversi lahan sawah menjadi nonsawah di Indonesia mencapai 100.000 hektar per tahun. Sementara itu, rata-rata kemampuan mencetak sawah hanya 60.000 hektar setahun. Artinya,terjadi selisih alih fungsi lahan sawah 40.000 hektar per tahunnya. Lebih luas daripada total area Kota Surabaya. Padahal, lahan menjadi salah satu faktor penting tercapainya target produksi padi di Indonesia. Hasil pengolahan regresi data panel yang dilakukan Litbang Kompas menunjukkan, setiap penambahan seribu hektar area lahan sawah akan mendorong peningkatan produksi padi sekitar 4.370 ton. Jadi, dengan alih fungsi lahan sawah di Indonesia saat ini, diperkirakan menurunkan produksi padi 174.800 ton setahun.

Daerah yang diperkirakan memiliki tren penurunan produksi padi terbesar secara nasional ini adalah Provinsi Kalbar, Kalteng, dan Kalsel. Dengan fenomena yang hingga saat ini tak terbendung, target produksi padi 62 juta ton ditahun ini dan 65,4 juta ton pada tahun depan agaknya tidak mudah dicapai. Pasalnya, capaian sebelumnya pun meleset dari target yang ditetapkan pemerintah. Jajak pendapat harian Kompas pada 18-20 September 2023 menemukan hal serupa. Sepertiga responden berpendapat alih fungsi sawah menjadi lahan terbangun menjadi salah satu penyebab turunnya produksi padi di Indonesia, selain faktor iklim. ”Kalau dikaitkan dengan pembangunan, seharusnya ada relokasi. Berdasarkan UU Perlindungan LP2B (Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan), setiap lahan pertanian yang dialihfungsikan untuk pembangunan harus ada relokasi baru. Tapi, dalam praktiknya (di Kalsel) itu tidak terjadi, otomatis lahan tersebut berkurang,” ungkap Dwi Putra Kurniawan, Ketua Serikat Petani Indonesia wilayah Kalsel, saat ditemui di Banjarbaru, Minggu (1/10). (Yoga)

Download Aplikasi Labirin :