;

Polemik Data Beras

Lingkungan Hidup Yoga 11 Oct 2023 Kompas
Polemik Data Beras

Lonjakan harga beras di pasar kembali memunculkan perdebatan tentang akurasi data beras nasional, baik di masyarakat maupun di pemerintahan. Bukan baru kali ini kisruh data beras memicu polemik. Kementerian Pertanian ngotot produksi dalam negeri surplus. Namun,faktanya di lapangan, harga beras tetap tinggi. Ini yang membuat Kemendagri meminta dilakukan rekonsiliasi data antar-instansi agar sesuai kondisi riil di lapangan. Data Kementan, total produksi beras Januari-Desember 2023 tercatat 30,83 juta ton. Ditambah total beras impor Bulog 2,9 juta ton, stok akhir tahun diperkirakan 33,73 juta ton. Dengan kebutuhan setahun 30,84 juta ton, berarti akhir tahun ada surplus 2,89 juta ton (Kompas, 10/10).

Kementan menyebut harga beras tetap tinggi karena adanya anomali terkait kenaikan biaya produksi akibat kenaikan harga pupuk, benih, dan obat; ketidakefisienan biaya logistik atau distribusi; dan struktur pasar beras di Indonesia. Sudah 78 tahun Indonesia merdeka, urusan data beras tak pernah beres. Tak ada satu data beras yang presisi dan terkonsolidasi secara nasional, baik itu produksi, stok pemerintah di Bulog, maupun stok yang dimiliki oleh petani, konsumen, pedagang, dan penggilingan. Akibatnya, tak jarang kebijakan impor oleh pemerintah juga menjadi blunder, baik dari sisi waktu  maupun volume. (Yoga)

Download Aplikasi Labirin :