;
Kategori

Lingkungan Hidup

( 5781 )

Antisipasi Dampak Rupiah dan Minyak

15 Apr 2024

Perekonomian dalam negeri kembali menghadapi tekanan akibat terus melemahnya nilai tukar rupiah, menembus Rp 16.000 per USD, dan naiknya harga minyak mentah. Pelemahan nilai tukar juga dialami mata uang banyak negara lain, hal ini terkait erat dengan kebijakan suku bunga ditingkat global. Langkah bank sentral AS, The Fed, mempertahankan suku bunga acuan di level 5,25-5,50 %, sejalan dengan kondisi ekonominya. Komite Pasar Terbuka Federal menyatakan pihaknya akan melakukan tiga kali penurunan bunga acuan tahun ini, masing-masing 25 basis poin dalam rangka menekan inflasi ke 2 %. Ketua The Fed tak menutup kemungkinan bunga acuan akan dipertahankan selama mungkin. Ketidakpastian kapan The Fed memangkas bunga acuan membuat tekanan pelemahan rupiah belum berakhir

Melemahnya rupiah juga dipicu meningkatnya kebutuhan Dollar AS, untuk pembayaran dividen maupun impor BBM dan pangan, yang sifatnya musiman. Dibanding negara Asia lain, pelemahan rupiah relatif terkendali. Kurs rupiah saat ini juga dinilai sesuai nilai fundamentalnya. Cadangan devisa 140 miliar USD cukup solid, memadai untuk menutup 6,4 bulan impor. Namun, pelemahan rupiah yang menembus level psikologis baru bisa memicu sentimen negatif yang dapat kian menekan rupiah. Pelemahan rupiah membuat beban utang dalam dollar AS pun meningkat. Kurs rupiah juga memengaruhi inflasi dalam negeri melalui barang yang diimpor sehingga berdampak ke daya beli masyarakat, fiskal, dan perekonomian secara keseluruhan.

Karena itu, kalangan pengamat mengingatkan pentingnya mengantisipasi dampak ini. Apalagi, melemahnya rupiah terjadi berbarengan dengan terus naiknya harga minyak mentah dan masih tingginya harga pangan dunia. Ini pukulan ganda  bagi Indonesia sebagai importir neto minyak dan negara yangmasih sangat tergantung pada energi fosil dan pangan impor. Harga Brent dan WTI mendekati 100 dollar AS per barel, dan bukan tidak mungkin kembali menyentuh 120-130 dollar AS per barel jika eskalasi konflik di Timur Tengah sampai mengganggu jalur logistik penting minyak. Pemerintah menyatakan harga BBM tak akan naik sampai Juni 2024.

Jika kenaikan harga minyak mentah global berlanjut, bukan tidak mungkin Indonesia dipaksa melakukan penyesuaian harga BBM dalam negeri, dengan konsekuensi pembengkakan subsidi energi apabila harga BBM bersubsidi dipertahankan. Pemerintah kemungkinan harus menambah belanja sosial guna melindungi kelompok rentan dari imbas kenaikan harga dan menerapkan kebijakan pengendalian konsumsi BBM. Mengakhiri ketergantungan yang terlalu besar pada komponen, barang jadi, dan pangan impor, serta mempercepat transisi energi fosil ke energi baru terbarukan yang potensinya melimpah di dalam negeri akan memperkuat resiliensi Indonesia menghadapi tekanan serupa di masa mendatang (Yoga)

Selebritas dan Elpiji ”Melon”

12 Apr 2024

Elpiji ”melon” alias elpiji tabung 3 kg sedang menjadi topik hangat di kalangan warganet, berawal dari video yang diunggah selebritas Prilly Latuconsina di akun Instagram-nya, tentang kegiatannya memasak di dapur untuk persiapan Lebaran 2024, karena elpiji melon yang tampak digunakan sebagai bahan bakarnya. Sontak warganet menghujani perempuan muda itu dengan kritik. Sebagai respons, Prilly pun membuat klarifikasi sekaligus minta maaf pada Kamis (11/4) pukul 14.30 WIB, yang mendapatkan 6.653 komentar. Salah satunya dari akun quins_bee. ”Gas melon, kan, itu subsidi untuk warga kurang mampu. Salah satu faktor gas melon langka, ya, kayak gini dipakai oleh pihak yang sebenarnya mampu,” katanya.

Elpiji melon adalah elpiji subsidi dari pemerintah untuk masyarakat miskin, namun banyak warga bukan kategori miskin menggunakan barang yang distribusinya terbuka itu. Akibatnya, volume penyalurannya terus membengkak setiap tahun. Anggaran negara untuk menyubsidi pun menggelembung. Persoalan kian pelik karena 77 % kebutuhan elpiji dalam negeri dipenuhi impor. Dengan demikian, beban keuangan negara menjadi kian berat, apalagi jika nilai tukar dollar AS melonjak atau kurs rupiah anjlok. Mengutip informasi dari Kementerian ESDM, konsumsi elpiji melon tujuh tahun terakhir melonjak 2,9 juta metrik ton (MT). Pada 2007, distribusinya mencapai 6,29 juta MT. Pada 2023, distribusinya telah menggelembung menjadi 8,0 juta MT.

Dari tahun ke tahun, tingkat migrasi pengguna dari elpiji nonsubsidi ke elpiji subsidi semakin tinggi. Kementerian ESDM mencatat, realisasi penyaluran elpiji subsidi pada 2020-2022 meningkat 4,5 %. Sementara penyaluran elpiji nonsubsidi turun 10,9 %. Pada 2023, dari total 8,6 juta ton realisasi elpiji, 8,03 juta ton di antaranya adalah elpiji 3 kg. Artinya, secara proporsi, elpiji melon dominan dengan persentase mencapai 93,3 %, karena disparitas harga jual elpiji subsidi dan nonsubsidi di penyalur/agen yang kian lebar. Pada Januari 2021, selisih harga elpiji nonsubsidi dan elpiji subsidi ialah Rp 7.333 per kg.

Disparitas ini melebar hingga Rp 13.500 per kg pada Juli 2023. Berdasarkan regulasi, baik Perpres maupun Permen ESDM, harga jual eceran (HJE) elpiji 3 kg di agen/penyalur adalah Rp 4.250 per kg atau Rp 12.750 per tabung. Sejak 2008 hingga sekarang, harga itu tak berubah. Terus melebarnya disparitas harga antara elpiji nonsubsidi dan elpiji subsidi membuat migrasi ke elpiji melon semakin tidak terhindarkan. Pemerintah berulang kali menekankan, elpiji 3 kg hanya diperuntukkan bagi warga tidak mampu. Namun, selama tidak ada regulasi yang tegas untuk mengaturnya, celah ketidaktepatan sasaran selalu terbuka. Selain itu, kondisi ini juga rentan penyalahgunaan lewat pengoplosan. (Yoga) 

Mengatasi Stagnasi Produktivitas

12 Apr 2024

Eskalasi harga beras sangat tinggi sejak akhir 2023 karena suplai turun signifikan. Produktivitas hanya tumbuh 0,25 % pada 2014-2023, dari 5,14 ton/hektar (ha) menjadi 5,23 ton/ha. Ketika pada 2019, kekeringan ekstrem melanda Indonesia, produktivitas padi bahkan turun dari 5,20 ton/ha menjadi 5,11 ton/ha. Upaya peningkatan produktivitas lima tahun terakhir nyaris tak membawa hasil karena kapasitas produksi telah turun signifikan. Teknik budidaya pertanian yang tidak berkelanjutan menyebabkan degradasi lahan dan erosi tanah yang menurunkan produksi dan produktivitas pangan. Praktik pertanian superintensif dan penggunaan bahan kimia secara berlebihan selama bertahun-tahun telah menyebabkan kelelahan lahan (land fatigue) di banyak sentra produksi padi dan pangan strategis lain. Bahan organic (BO) di dalam tanah menurun drastis, bahkan dua pertiga lahan pertanian Indonesia hanya memiliki kandungan BO di bawah 2 %.

Kekeringan ekstrem El Nino pada 2023 memperburuk penurunan kapasitas produksi. Luas panen padi turun signifikan dan produksi paditurun hampir 1 juta ton gabah kering giling (GKG). Strategi peningkatan produktivitas ke depan perlu lebih banyak menggunakan aplikasi teknik pertanian cerdas (smart farming), pertanian presisi (precision farming), digitalisasi rantai nilai, dan lainnya. Kinerja produktivitas padi di Indonesia sebenarnya tak terlalu berbeda dengan di negara produsen beras lain di Asia Tenggara. Thailand dan Myanmar juga mengalami pelandaian produktivitas (levelling-off) dua dekade terakhir. Berbeda dengan Vietnam dan Filipina yang mengalami lompatan produktivitas cukup signifikan, terutama karena penggunaan varietas unggul, yang lebih adaptif terhadap perubahan iklim. Selain itu, penggunaan varietas unggul oleh petani padi Indonesia masih sangat rendah.

Strategi peningkatan produktivitas, khususnya pangan pokok, perlu mengandalkan inovasi baru dan perubahan teknologi melalui proses penelitian dan pengembangan (R&D) jangka panjang. Para ilmuwan pertanian Indonesia telah sangat mumpuni untuk menghasilkan invensi baru dari hasil R&D tersebut. Invensi baru ini perlu segera menjadi inovasi baru, yang dapat diadopsi oleh masyarakat atau telah masuk pada tahapan komersialisasi ke depan. Rekomendasi kebijakan Pertama, penyediaan benih berkualitas, baik melibatkan industri benih domestik, maupun asing, untuk mampu menjangkau seluruh pelosok dan bisa diakses oleh petani dari segenap lapisan. Kedua, perbaikan sistem pemupukan, yang mampu memperbaiki keseimbangan hara tanah yang dibutuhkan tanaman. Selain butuh pupuk urea, banyak daerah atau sentra produksi memerlukan tambahan fosfat dan kalium.

Ketiga, penyehatan tanah secara menyeluruh melalui pengembalian BO seperti jerami ke dalam tanah, agar rasio karbon terhadap nitrogen (rasio C/N) naik pesat, misalnya penambahan ameliorant tanah, pupuk hayati, dan sistem pertanian organik. Keempat, revitalisasi sistem penyuluhan pertanian, yang memberdayakan petani untuk mampu menolong diri sendiri, mengembangkan sistem kelembagaan ekonomi petani, pendidikan, pelatihan, dan pemberdayaan petani untuk mengadaptasi serta mengadopsi inovasi baru yang mampu meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani. Kelima, pengembangan diversifikasi produksi pertanian ke arah yang mampu meningkatkan skala ekonomi untuk mendukung strategi diversifikasi konsumsi pangan yang mampu menyehatkan dan meningkatkan gizi masyarakat. (Yoga) 

Reli Harga Emas Tuntas pada April

09 Apr 2024

Harga emas telah mengalami reli kenaikan lebih dari 6 % dlam sebulan terakhir dan memecahkan rekor hingga saat ini. Analis memprediksi reli ini akan selesai April ini, kemudian harga emas akan kembali turun pada Mei. Mengutip situs Gold Price, harga emas pada perdagangan Senin (8/4) dini hari waktu New York kembali menembus rekor tertinggi, 2.344,22 USD per troy ons. Level itu naik 31,56 poin atau 1,41 % dari harga emas pada penutupan perdagangan Jumat lalu yang juga sempat memecahkan harga tertinggi di angka 2.329 USD per troy ons.

Catatan rekor ini meningkat lebih dari 6 % dari bulan lalu, yakni 2.100-2.150 USD per troy ons. Direktur Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi. Ia menyebutkan, pelaku pasar besar di Asia, Amerika, dan Eropa sudah pasang posisi untuk ambil untung di level 2.350 USD per troy ons, yang diperkirakan tercapai bulan ini. Setelah itu, harga emas kemungkinan akan mengalami bearish. ”Kemungkinan harga emas akan jatuh, sampai 2.100 USD per troy ons,” ungkap Ibrahim kepada wartawan, Sabtu (6/4). (Yoga)

Konsumsi BBM Oktan Tinggi Melonjak pada Mudik Lebaran 2024

09 Apr 2024

Aditya N (32), warga Tangerang, Banten, sejak Kamis (4/4) mengendarai mobil bermesin 1.500 cc dari Tangerang ke Padang, Sumbar. Sehari-hari, ia menggunakan BBM jenis pertalite, apalagi harga bahan-bahan pokok terus naik. Namun, khusus untuk perjalanan jauh dalam rangka mudik, ia mengisi mobilnya dengan BBM jenis pertamax (RON 92) dengan harga Rp 12.950 per liter. ”Kalau dihitung total sampai tujuan butuh Rp 1,3 juta. Kalau pakai pertalite, sekitar Rp 1 juta. Lebih mahal Rp 300.000, tapi tarikan lebih enak dan mesin bisa lebih terawat,” katanya, Senin (8/4). Rachman (36), warga Tangsel, Banten, juga memilih BBM dengan oktan yang lebih tinggi selama mudik ke Bandung Barat, Jabar. Untuk keperluan sehari-hari, ia mengisi mobil 1.500 cc-nya dengan BBM Shell Super (RON 92) dengan harga Rp 14.530 per liter. Saat mudik, ia menggunakan Shell V-Power (RON 95) dengan harga Rp 15.350 per liter.

Pertimbangannya, untuk efektivitas dan efisiensi karena ia menempuh perjalanan jarak jauh. ”Sebenarnya ini pertama kali mudik dengan mobil ini, sekalian mencoba karena katanya tarikannya lebih baik. Biar mesin lebih awet juga. Jadi, enggak apa-apa lebih mahal sedikit,” tuturnya. Pergeseran penggunaan BBM ke oktan yang lebih tinggi dalam menempuh perjalanan jarak jauh juga terlihat pada Kamis atau H-6 Lebaran. Berdasarkan data Pertamina, tingkat konsumsi pertamax turbo (RON 98) pada hari itu 938 kiloliter (kl), naik 90,7 % disbanding penjualan normal, di 492 kl per hari. Sementara pertamax (RON 92) hanya naik 24,8 % dari penjualan normal. ”Untuk perjalanan jauh, banyak pengendara mengandalkan BBM yang lebih berkualitas. Dengan pertamax turbo, tarikan kendaraan juga lebih baik,” kata Sekretaris Perusahaan PT Pertamina Patra Niaga, Irto Ginting, Minggu (7/4). (Yoga)

Pembelajaran dari Kecelakaan di KM 58

09 Apr 2024
TAK SEMESTINYA Menteri Perhubungan atau siapa pun menyederhanakan penyebab kecelakaan yang menewaskan 12 orang di jalur contraflow atau lawan arah kilometer 58+600 jalan tol Jakarta-Cikampek karena kesalahan pengemudi belaka. Diskresi kepolisian untuk membuka lajur lawan arah demi mengurangi kepadatan arus mudik di ruas jalan bebas hambatan yang panjang pada dasarnya merupakan kebijakan yang berbahaya.

Kekhawatiran itu terbukti dalam kecelakaan maut yang terjadi pada Senin, 8 April 2024. Kecelakaan ini melibatkan sebuah kendaraan minibus dari lajur contraflow arah Cirebon yang tiba-tiba melenceng ke kanan hingga ditabrak bus dari arah berlawanan. Sebuah mobil di belakang bus tak mampu menghindar dan ikut celaka. Setelah menabrak bus dari belakang, mobil itu juga menabrak minibus yang lebih dulu dihantam bus hingga kedua mobil itu terbakar. Seluruh korban jiwa berasal dari dua mobil tersebut.

Menurut Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, kecelakaan tersebut akibat pengemudi yang tidak taat aturan. Setelah menyampaikan pesan agar para pengemudi berhati-hati, Menhub bersama Kapolri menerapkan kembali aturan buka-tutup lawan arah KM 47-70 yang sempat dihentikan karena adanya kecelakaan tadi.  Menteri Perhubungan seharusnya menyampaikan pembelajaran dari kecelakaan tersebut juga kepada pengelola jalan tol dan pengatur lalu lintas. Mereka setidaknya perlu mensosialisasi aturan contraflow, termasuk cara menepi bila kendaraan bermasalah. Tanpa sosialisasi dan pengamanan yang memadai, penerapan contraflow sama saja dengan memperbesar risiko terjadinya kecelakaan. (Yetede)


Jebakan Populisme Hukum Mengusut Korupsi Timah

08 Apr 2024
BANYAK faktor yang membuat kasus dugaan korupsi pengelolaan tambang timah di Pulau Bangka begitu menarik perhatian publik. Demi tegaknya rasa keadilan, Kejaksaan Agung tidak boleh mengendur, apalagi main-main, dalam membongkar kasus korupsi ini.  Selain melibatkan jajaran direksi PT Timah yang merupakan badan usaha milik negara, kasus ini menyeret-nyeret dua nama terkenal: Helena Lim, yang terkenal crazy rich Pantai Indah Kapuk, dan Harvey Moeis, suami pesohor Sandra Dewi. Kedua orang itu terkenal karena sering menunjukkan gaya hidup mewah yang luar biasa di media sosial mereka.

Lebih dari itu, jaksa telah mengumumkan perkiraan kerugian negara yang sangat fantastis. Menurut jaksa, nilai kerugian negara dalam kasus ini mencapai Rp 271 triliun. Konsekuensinya, selain membuktikan bahwa para tersangka bersalah di pengadilan atas tindak pidana korupsi, jaksa memiliki beban untuk membuktikan bahwa kerugian negara sebesar itu memang benar adanya. Dalam menaksir kerugian negara akibat korupsi pengelolaan timah ini, jaksa tidak hanya menghitung kerugian keuangan negara, tapi juga kerugian ekonomi dan lingkungan serta biaya pemulihan lingkungan. Memasukkan kerugian ekologi dalam menghitung kerugian kasus korupsi merupakan langkah yang progresif. 

Selama ini, penghitungan kerugian ekologis didasarkan pada Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 7 Tahun 2014 tentang Kerugian Lingkungan Hidup Akibat Pencemaran dan/atau Kerusakan Lingkungan Hidup. Dalam kasus korupsi, kerugian ekologis masih jarang diperhitungkan. (Yetede)

HILIRISASI, Mengisi Lumbung agar Tidak Tekor

08 Apr 2024

Pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, menurut KPU, memperoleh suara terbanyak dalam Pemilu Presiden 2024. Prioritas utama kerja pasangan ini lima tahun ke depan adalah pangan, energi, dan industrialisasi. Saat ini pangan mendesak ditangani, tecermin dari rentannya produksi pangan akibat pertambahan penduduk, pengaruh iklim, dan situasi geopolitik. Meningkatkan produksi pangan menjadi tantangan besar karena lahan semakin terbatas, terjadi perubahan pola cuaca, perubahan perdagangan global, serta ada kebutuhan berbeda berdasar usia, jender, profesi, dan budaya. Sementara kesejahteraan petani dan nelayan tertinggal. Jumlah petani menurun dan usia menua. Menurut Sensus Pertanian 2023 Tahap 1 BPS yang dirilis 15 Desember 2023, jumlah rumah tangga usaha pertanian gurem meningkat. Proporsi petani gurem bertambah. Pada 2013 jumlahnya 55,33 % (14,25 juta unit) dan menjadi 60,84 % (16,89 juta unit) pada 2023.

Tanpa hilirisasi, tanpa agroindustri, tanpa inovasi sulit mengharapkan peningkatan produksi pangan seraya menyejahterakan petani. Apalagi menumbuhkan ekonomi 6 % hingga 7 % per tahun untuk menjadi negara kaya pada 2045. Masih adanya kelompok masyarakat miskin dan ketimpangan kemakmuran menjadi penghalang menjadi negara maju. Saat ini 30 % tenaga kerja masih ada di pertanian on farm. Sementara kesejahteraan petani (dan nelayan) tidak banyak berubah. Nilaitukar petani bekisar 100. Artinya, keuntungan petani tidak cukup. Mereka harus bekerja di luar lahannya untuk menghidupi keluarga dan menyekolahkan anak-anak. Mereka memburuh atau menjadi penggarap di lahan milik tetangga, menjadi pedagang kecil di desa, atau mencari kerja sambilan di kota.

Pemerintahan Prabowo-Gibran diharapkan mempertajam prioritas penghela pertumbuhan dengan membangun industri berbasis sumber daya alam. Dalam buku Gagasan Strategis Prabowo, Strategi Transformasi Bangsa Menuju Indonesia Emas 2045, terbit Oktober 2023, disebutkan, 21 komoditas prioritas hilirisasi, 11 di antaranya berasal dari perkebunan (sawit, kelapa, dan karet) dan lainnya dari hutan (getah pinus), serta perikanan dan kelautan. Mengaitkan produksi on farm dengan industri pascapanen di perdesaan melalui BUMDes atau koperasi petani akan meningkatkan produktivitas. Pendekatan agroindustri berbasis karbohidrat, protein, vitamin dan mineral mikro dari tanaman pangan, hortikultura, perikanan, perkebunan, dan hasil hutan untuk memenuhi kebutuhan kesehatan menjadi pendorong dan penghela pertumbuhan dan pemerataan. Industri ini dapat dikerjakan petani, UMKM, hingga industri besar.

Membangun industri pangan memerlukan dukungan kebijakan dari hulu hingga hilir. Diperlukan industri dasar logam dan kimia untuk menghasilkan produk, seperti kemasan, bahan penolong dan peralatan pengolah bahan pangan, serta industri alat dan mesin pendukung. Meski terjadi mekanisasi pertanian, tetapi cangkul dan arit masih menjadi alat kerja lebih separuh petani serta masih diimpor sampai hari ini. Industri yang memerlukan. Hilirisasi kopi dan rempah, misalnya, akan menunjukkan keunggulan keragaman genetika Indonesia dan daya saing yang melekat. Dengan strategi dan kebijakan tepat, agroindustri akan menampilkan keunggulan komparatif dan kompetitifnya: kandungan lokal yang besar, menyerap tenaga kerja dan padat karya, lebih mudah memeratakan kesejahteraan dan mengisi lumbung pangan kita agar tidak tekor. (Yoga)

Ekonomi (Bencana) Selat Muria

08 Apr 2024

Pada Februari 2024, banjir akibat cuaca ekstrem melanda Demak, Grobogan, dan Kudus. Sebulan kemudian, banjir melanda kembali ketiga kota itu beserta Semarang, Pati, dan Jepara. Bencana hidrometeorologi itu menggenangi permukiman dan lahan pertanian. Banjir juga merendam sejumlah titik jalan pantura di Semarang, Demak, dan Kudus dan berlangsung hampir dua minggu sehingga menyumbat jalur transportasi dan logistik. BPBD Jateng mencatat, total kerugian sementara akibat banjir di enam kota tersebut per 2 April 2024 mencapai Rp 2,22 triliun. Dari jumlah itu, kerugian Semarang Rp 852,3 miliar, Demak Rp 800,93 miliar, Grobogan Rp 343,2 miliar, Jepara Rp 139,64 miliar, Kudus Rp 80,77 miliar, dan Pati Rp 11,52 miliar.

Bencana besar serupa pernah melanda Kudus, Demak, Pati, dan Jepara pada awal 2014. Hujan ekstrem dengan curah 100-300 milimeter menyebabkan banjir dan longsor di empat daerah itu. Bencana itu mengakibatkan 125.000 warga mengungsi, 16 orang tewas, jalan pantura lumpuh selama dua minggu, dan tanaman padi seluas 23.723 hektar di ketiga daerah itu puso. Total kerugian akibat bencana di keempat kabupaten itu sebesar Rp 2,2 triliun.

Fenomena banjir akibat cuaca ekstrem dan air pasang itu memantik perbincangan potensi munculnya kembali Selat Muria. Selat Muria merupakan wilayah perairan di antara daratan utara Jateng dan Gunung Muria mulai abad ke-9 hingga abad ke-17. Waktu itu, Gunung Muria merupakan pulau tersendiri, terpisah dari Pulau Jawa, yang terekam dalam peta Jawa Dwipa yang menggambarkan Jawa pada zaman purba (Sejarah Kawitane Wong Jawa lan Wong Kanung, 1930). Akibat endapan selama ratusan tahun, Selat Muria berubah menjadi daratan sehingga Pulau Muria menyatu dengan Pulau Jawa.

Daratan tersebut mencakup Kudus serta sebagian Demak, Pati, Semarang, Jepara, dan Grobogan. Hingga kini, Semarang, Demak, Kudus, Pati, Grobogan, dan Jepara menjadi nadi ekonomi Jateng, bahkan Indonesia. Semarang, misalnya, menjadi nadi logistik karena memiliki Pelabuhan Tanjung Emas. Demak, Kudus, Pati, dan Grobogan menjadi daerah sentra beras. Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jateng mencatat, per 15 Maret 2024, banjir melanda 16.269 hektar sawah yang ditanami padi di Kabupaten Grobogan, Demak, Pati, Kudus, dan Jepara, menyebabkan sebagian besar padi gagal dipanen. (Yoga)

Konsumsi Pertamax Turbo Melonjak 90,7 Persen

08 Apr 2024

PT Pertamina (Persero) mencatat terdapat kenaikan konsumsi BBM pertamax turbo (RON 95) hingga 90,7 % pada Kamis (4/4) atau H-6 Idul Fitri 1445 H. Berdasarkan data Pertamina, penjualan pertamax turbo sebesar 938 kiloliter per hari, lebih tinggi dibandingkan kenaikan konsumsi pertamax. Data yang dihimpun PT Pertamina menunjukkan, penjualan pertamax pada H-6 Lebaran sebesar 15.890 kl per hari atau naik 24,8 % dari penjualan normal yang 12.729 kl per hari. Pertamina menyebut konsumen cenderung memilih BBM lebih berkualitas untuk perjalanan jarak jauh.

”Untuk perjalanan jauh, banyak pengendara mengandalkan BBM yang lebih berkualitas. Dengan pertamax turbo tarikan kendaraan juga lebih baik,” kata Sekretaris Perusahaan PT Pertamina Patra Niaga Irto Ginting, Minggu (7/4). Irto juga mengatakan, lonjakan konsumsi pertamax turbo menjelang Lebaran bukan diakibatkan terbatasnya ketersediaan pertamax. ”Tidak kosong. Kami pastikan stok tersedia,” katanya. Sementara itu, untuk BBM jenis lain, peningkatan konsumsi pada H-6 Lebaran terjadi pada pertamina dex, yaitu sebesar 33,1 %, dexlite 29,8 %, pertalite 11 %, dan solar 9,3 %. (Yoga)