Lingkungan Hidup
( 5781 )Harga Bahan Pokok Menjelang Lebaran
Petani Usulkan HPP Gabah Rp 7.000 per Kg
Pemerintah Segera Sesuaikan HPP Gabah
Bapanas/NFA segera menyesuaikan harga pembelian pemerintah
(HPP) gabah/beras. Dengan begitu HPP gabah kering panen (GKP) yang saat ini di
petani Rp. 5.000 per kg akan naik. Melalui penyesuaian HPP itu diharapkan bisa
memudahkan Perum Bulog untuk berburu beras dari dalam negeri guna meningkatkan
stok cadangan beras pemerintah (CBP). Pengadaan Bulog dari domestic per 25
Maret 2024 baru 24.617 ton, sepanjang tahun lalu 1,066.335 ton.
Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi mengatakan, “Pak Mentan
sudah telepon, kita akan menghitung HPP bersama dengan melibatkan stakeholder
pangan seperti SPI (serikat petani Indonesia), HKTI (Himpunan Kerukunan Tani
Indonesia) dan KTNA (Kontak Tani Nelayan Andalan) dan Kementerian/lembaga (K/L)
lain, termasuk Kemendag,” ungkap Arief saat Apel Siaga Pengamanan Pasokan dan
Harga Pangan Jelang Lebaran 2024 di Jakarta, Senin (01/04). (Yetede)
PEMBANGKIT LISTRIK : PENETRASI TINGGI GAS BUMI
Pemanfaatan gas bumi untuk pembangkit listrik makin masif dilakukan setelah sumber energi itu dinilai ideal sebagai jembatan bagi Indonesia menuju net zero emission. Pengembangan dan konversi pembangkit listrik yang telah ada pun dilakukan agar bisa menekan penggunaan diesel maupun batu bara. PT PLN Energi Primer Indonesia atau PLN EPI menjadi salah satu perusahaan terafiliasi dengan badan usaha milik negara (BUMN) yang serius menggarap gas bumi. Sub holding PT PLN (Persero) itu baru saja menandatangani joint development agreement (JDA) dengan Konsorsium PT AGP Indonesia Utama, PT Suasa Benua Sukses, dan PT KPM Oil & Gas untuk mengembangkan infrastruktur midstream liquefied natural gas (LNG) di Sulawesi-Maluku guna mendukung program gasifikasi pembangkit listrik.
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan, program gasifikasi pembangkit listrik menjadi langkah strategis untuk meningkatkan bauran energi bersih, sekaligus menekan biaya bahan bakar dan ketergantungan terhadap impor minyak mentah. “PLN telah memiliki strategi Accelerated Renewable Energy Development. Dalam skema transisi energi ini, nantinya sumber listrik PLN akan bersumber dari 75% pembangkit listrik yang bersumber dari energi terbarukan, dan 25% lainnya bersumber dari pembangkit gas,” katanya, Senin (1/4). Direktur Utama PLN EPI Iwan Agung Firstantara menambahkan, keberadaan jaringan gas pipa dan terminal LNG saat ini hampir seluruhnya berada di wilayah Indonesia bagian barat. Padahal, wilayah timur Indonesia juga memerlukan infrastruktur agar gas yang dihasilkan bisa dioptimalkan.
CEO AG&P LNG and Commissioner AGP Indonesia Utama Karthik Sathyamoorthy memastikan pihaknya mendukung upaya pengembangan infrastruktur midstream LNG di Indonesia yang diinisiasi oleh PLN EPI. Selain menggandeng konsorsium tersebut, PLN EPI juga sebelumnya mengajak Indokorea Gas Consortium untuk merealisasikan gasifikasi pembangkit listrik di klaster Nusa Tenggara melalui pengembangan infrastruktur midstream LNG. Pengembangan infrastruktur midstream LNG di wilayah Nusa Tenggara akan mencakup enam lokasi di Pulau Lombok, Sumbawa, Flores, dan Timor dengan total kapasitas 377 MW pada tahap pertama. Korea Gas Corporation, salah satu anggota konsorsium Indokorea Gas optimistis bisa menggarap Nusa Tenggara dengan baik, karena memiliki pengalaman dalam pengembangan fasilitas terminal dan regasifikasi LNG, terutama di Korea Selatan.
BUMN lainnya, PT Pertamina (Persero) juga aktif meningkatkan pemanfaatan gas untuk mendukung upaya pemerintah melaksanakan transisi energi. Salah satu upaya yang dilakukan perseroan adalah mengembangkan Pembangkit Listrik Gas Uap (PLTGU) Jawa-1 dengan kapasitas 1760 MW. PLTGU itu pun diklaim siap beroperasi secara penuh setelah melewati serangkaian tes, seperti plant reliability run & net dependable capacity test.
Laju Inflasi Kian Cepat, Per Maret Lampaui 3 Persen
Komoditas pangan bergejolak telah memicu lonjakan inflasi
selama momentum Ramadhan atau periode Maret 2024. Dalam tiga bulan pertama
2024, laju inflasi cenderung semakin cepat. BPS, Senin (1/4/2024), merilis tingkat
inflasi pada Maret 2024 sebesar 0,52 % secara bulanan dan 3,05 % secara tahunan.
Laju inflasi tahunan tersebut lebih cepat dibandingkan bulan Februari yang sebesar
2,75 % dan Januari yang sebesar 2,57 %. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau
menjadi penyumbang utama inflasi, baik secara bulanan maupun tahunan, dengan
andil inflasi 0,41 % dan 2,09 %. Plt Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan,
inflasi Maret 2024, yang bertepatan dengan momen Ramadhan, meningkat dibandingkan
Februari 2024.
Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun-tahun sebelumnya,
kecuali pada 2022, inflasi Ramadhan tahun ini masih relatif lebih tinggi. ”Komoditas
penyebab utama inflasi (bulanan) Maret 2024 didominasi oleh komoditas pangan
bergejolak, antara lain, telur ayam ras, daging ayam ras, beras, cabai rawit,
dan bawang putih. Beberapa komoditas yang mengalami deflasi pada Maret 2024
adalah cabai merah, tomat, dan tarif angkutan udara,” katanya. Komoditas telur
ayam ras dan daging ayam ras merupakan penyumbang inflasi bulanan terbesar pada
Maret 2024, di 0,09 %. Lonjakan permintaan selama bulan Ramadhan menjadi salah
satu faktor pendorong harga telur dan daging ayam ras naik dibandingkan bulan
sebelumnya.
Sejak awal tahun 2023, inflasi beras tertinggi terjadi pada September
2023 yang sebesar 5,61 % saat terjadi El Nino dan pembatasan ekspor beras di
pasar global oleh beberapa negara. Sempat mereda, inflasi beras kembali naik
cukup tinggi pada Februari 2024 yang mencapai 5,32 % sebelum terjadi panen
raya. ”Pada Maret 2024, tekanan inflasi beras terlihat mulai melemah seiring mulainya
panen raya. Artinya, terjadi peningkatan produksi beras di domestik,” ujar
Amalia. Secara tahunan, inflasi beras pada Maret 2024 tercatat 20,07 % atau
tertinggi sejak Februari 2011 yang kala itu mencapai 23,34 %. Di sisi lain, inflasi
harga bergejolak secara tahunan pada Maret 2024 tercatat 10,33 % atau tertinggi
sejak Juli 2022 yang mencapai 11, 47 %. (Yoga)
Jagung dan Sorgum Alternatif Pangan Sehat Saat Berpuasa
Biji-bijian memiliki nilai gizi tinggi dan bisa menggantikan nasi
sebagai sumber karbohidrat utama. Pangan
jenis ini juga ramah diet khusus, mulai untuk orang dengan diabetes hingga pencernaan
sensitif. Berpuasa di bulan Ramadhan bisa menjadi kesempatan emas melakukan petualangan
kuliner sembari menerapkan gaya hidup sehat Dari kategori biji-bijian, jagung
dan sorgum menarik untuk dicoba. Selain nikmat, kedua jenis biji-bijian ini
juga cocok dikonsumsi orang-orang dengan diabetes melitus ataupun diet-diet khusus
lainnya. Dari kedua alternatif itu, nasi jagung lebih akrab dengan masyarakat
Nusantara. Pangan ini membantu memperlambat pengosongan lambung dan usus pada
penderita diabetes melitus sehingga akan memperlambat peningkatan gula darah.
Di Kota Malang, Jatim, ada Warung Nasi Jagung Bu Sri di Pasar
Oro-Oro Ombo Kota Malang. Misriati (72), pemilik warung, menuturkan, penderita
diabetes menjadi salah satu pembeli di warungnya. ”Mereka memang makan nasi jagung,”
katanya, Kamis (21/3). Nasi jagung Bu Sri terdiri dari nasi jagung, ikan asin, urap,
kering tempe, sayur oseng kacang, tahu bumbu, serta sambal terasi. Seporsi makanan
lengkap ini harganya Rp 10.000. ”Bisa minta full nasi jagung atau dicampur nasi
putih,” katanya. Memiliki kadar kalori cukup tinggi membuat jagung dikatakan
merupakan alternatif makanan pokok pengganti beras.
Selain jagung, juga ada sorgum, di beberapa wilayah dikenal
dengan nama garai yang berasal dari Afrika. Sorgum bebas gluten yang baik untuk
program diet. Di Restoran Clean Canteen, Jakarta, Rabu (27/3), Fauzan yang
berprofesi sebagai juru masak menunjukkan sorgum mentah. Penampakannya mirip
seperti beras. Akan tetapi, bentuk bijinya tidak lonjong. Butir-butir sorgum
bulat dan kecil-kecil. Teksturnya mirip dengan nasi pera yang biasa digunakan
untuk nasi goreng. Selain ”nasi” goreng sorgum, Fauzan juga mengolah biji-bijian
ini menjadi tepung. Bahan itu dipakai untuk membuat panekuk ala Jepang. Fauzan
ingin menunjukkan kepada pengunjung restoran bahwa sorgum merupakan bahan makanan
yang fleksibel dengan beragam cara pengolahan. Salah satu pengunjung, Mira (37),
mengaku masih awam dengan sorgum. ”Ternyata sorgum dari dalam negeri?
Sepertinya bisa nih dicoba,” katanya bersemangat. (Yoga)
Panen Anjlok, Harga Kopi di Lampung Melambung
Harga kopi di Lampung melonjak seiring
kurangnya pasokan dari sentra produksi. Petani berharap kondisi ini tidak dimanfaatkan
oleh importir untuk membanjiri pasar domestik dengan kopi impor. Saat ini,
harga biji beras kopi atau green bean jenis robusta di tingkat petani Rp
50.000-Rp 52.000 per kg. Adapun harga biji kopi yang telah disangrai (roasted)
Rp 75.000-Rp 85.000 per kg. Sementara harga kopi bubuk Rp 120.000-Rp 200.000 per
kg menyesuaikan kualitas. Kenaikan harga itu bertahap dari semula Rp 35.000 per
kg (green bean). Bahkan, pada musim panen raya yang lalu, harganya hanya Rp
20.000 per kg.
Abdul Charis (58) petani kopi Kecamatan Sekincau, Lampung Barat, Sabtu (30/3) menuturkan, menipisnya pasokan biji kopi petani disebabkan fenomena El Nino sehingga hasil panen petani anjlok 90 %. Dari 1 hektar lahan, hasil kopi yang didapat tak sampai 1 kuintal. Jumlah itu jauh dibandingkan dengan produksi saat normal yang bisa mencapai 1 ton per hektar. ”Saat ini, kami hanya mampu memasok ke tiga kedai kopi dari sebelumnya puluhan kedai. Stok kopi sudah susah didapat,” kata Abdul Charis. (Yoga)
PRODUKSI MIGAS : PROBLEM BERBELIT MINYAK VENEZUELA
Lepasnya embargo yang diberikan Amerika Serikat kepada Venezuela tidak langsung membuat minyak bumi dari aset PT Pertamina (Persero) di negara tersebut bisa diangkut ke Tanah Air. Kesiapan fasilitas pengolahan minyak di dalam negeri jadi pekerjaan rumah baru yang mesti segera selesai. PT Pertamina Hulu Energi sebagai sub holding upstream Pertamina mengaku masih berdiskusi mengenai rencana teknis pengangkutan minyak dari lapangan minyak dan gas bumi (migas) di Venezuela. Alasannya, minyak yang diproduksi dari wilayah tersebut merupakan minyak berat dengan kadar sulfur tinggi. Hal itu menjadi tantangan tersendiri bagi kilang milik PT Kilang Pertamina Indonesia untuk mengolahnya, karena ada perbedaan antara spesifikasi fasilitas pengolahan dan jenis minyak yang bakal dibawa. “Ada yang menjadi pertimbangan, karena minyak di sana itu minyak berat, API degree sekitar 13, yang kedua yang jadi pembatasan adalah sulfur content,” kata Direktur Utama Pertamina Hulu Energi Chalid Said Salim saat rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi VII DPR, pekan lalu. Chalid menjelaskan, terdapat pembatasan sulfur content yang bisa diolah di kilang-kilang milik Kilang Pertamina Internasional, yakni maksimal 0,2%. Sementara itu, sulfur content minyak berat aset perseroan di Venezuela itu lebih dari 1%. Pertamina Hulu Energi (PHE) tercatat memiliki aset di Blok Urdaneta Westfield, Venezuela, lewat pengendalian bersama operasi (PBO) dengan Petroregional del Lago Mixed Company. PHE mengimpit hak partisipasi sebanyak 32%, bekerja sama dengan mitra lokal Petroleos de Venezuela S.A., PDVSA Social. Dari aset tersebut, PHE juga baru saja menarik dividen senilai US$300 juta yang sempat tertahan selama 4 tahun terakhir, karena embargo AS terhadap negara tersebut.
Meski pengolahan minyak dari Venezuela masih jadi persoalan, Ketua Komisi VII DPR Sugeng Suparwoto meminta PHE untuk menambah investasi pengembangan, eksplorasi, dan akuisisi lapangan minyak di Venezuela. Hal tersebut untuk mengompensasi realisasi lifting nasional terus susut beberapa tahun terakhir. Adapun, realisasi lifting minyak hingga akhir 2023 berada di level 605.500 barel minyak per hari (bopd) atau 92% dari target APBN yang saat itu ditetapkan 660.000 bopd. Sementara itu, realisasi salur gas hingga akhir 2023 berada di level 5.378 juta standar kaki kubik per hari (MMscfd) atau 87% dari target tahun lalu 6.160 MMscfd. Hanya saja, investasi yang dikeluarkan untuk menahan laju penurunan produksi relatif mahal. “Di Rokan ini terlalu mahal, bayangkan produksinya 160.000 barel, tetapi fluida yang dikeluarkan itu 10.000 barel, itu yang jadi mahal, karena itu perlu listrik buat flooding uapnya,” tuturnya. Di sisi lain, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif telah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Menteri Perminyakan Venezuela Pedo Rafael Tellechea terkait dengan peluang kerja sama bidang migas di Venezuela. Dengan payung perjanjian tersebut, Pertamina, sebagai BUMN milik Indonesia di sektor energi, melalui Pertamina International EP (PIEP) diharapkan bisa menjajaki peluang dalam mengakuisisi blok-blok migas baru Venezuela. Hal itu juga untuk menguatkan eksistensi PIEP yang telah berinvestasi di Venezuela melalui perusahaan Maurel et Prom (M&P). Menteri Perminyakan Venezuela Pedo Rafael Tellechea, yang juga menjabat sebagai Presiden Petroleos de Venezuela (PDVSA), menggarisbawahi bahwa perjanjian strategis itu akan meningkatkan prospek negara Amerika Selatan tersebut di pasar Asia. Duta Besar Indonesia untuk Venezuela Imam Edy Mulyono menekankan bahwa Venezuela merupakan mitra penting Indonesia.
Julang Emas, Sumur Gas Baru di Banggai
Eksplorasi PT Pertamina EP menemukan titik sumur
gas baru bernama Julang Emas di Banggai, Sulteng. Sumur yang sedang uji
produksi ini masih menunggu hasil akhir untuk mengetahui potensi terbukti.
Meski demikian, temuan ini menambah potensi pengembangan di tengah rencana
produksi hingga 12 miliar standar kaki kubik per hari atau BSCFD pada 2030.
Pada Minggu (31/3) tim eksplorasi dari Pertamina EP melakukan uji produksi di titik
sumur Julang Emas (JLE)-001 di Desa Benteng, Kecamatan Moilong, Banggai, Sulteng.
Salah satu tahapan pengujian tersebut adalah dengan uji nyala (firing test)
sumur.
”Hari ini kami melakukan uji produksi di
kedalaman 2.395 meter. Sejauh ini, dari firing test yang dilakukan, hasilnya
bagus dan menggembirakan. Namun, tentu terkait potensi dan kapasitas produksi
nantinya setelah melalui uji yang lengkap,” kata Teddy Kusuma, testing specialist,
saat mengawasi uji tersebut, di Banggai.
Uji coba kandungan lapisan sumur gas
berlangsung empat jam. Tes kembali dilanjutkan empat jam berselang selama tiga
hari ke depan. Henry Prasetya, drilling supervisor di sumur Julang Emas
mengatakan,
”Kami bersyukur dengan temuan ini karena terlihat
hasil yang baik. Ini temuan pertama di tahun ini, di mana waktu pengeboran juga
lebih cepat dari target 80 hari yang ditentukan”. (Yoga)
Sejumlah SPBU di Jabodetabek Terbukti Jual Bahan Bakar Oplosan
Sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum
atau SPBU di wilayah Jabodetabek terbukti mencampur BBM dengan air dan zat lainnya.
Jajaran polres Polda Metro Jaya memeriksa sejumlah SPBU untuk memastikan tidak
ada lagi yang nakal dan merugikan warga. Pemeriksaan ke sejumlah SPBU gencar
setelah penyalahgunaan BBM yang dicampur air diungkap Polres Metro Bekasi
bersama Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Bareskrim Polri. Kasat
Reskrim Polres Metro Bekasi AKBP Muhammad Firdaus, saat dikonfirmasi pada
Minggu (31/3) malam, mengatakan, dari keluhan dan laporan masyarakat karena
kendaraannya mogok setelah mengisi BBM, pihaknya langsung bergerak menuju SPBU
Pertamina 34.17106 Bekasi di Jalan Ir Juanda, Senin (25/3).
”Kami menginterogasi supervisor SPBU Pertamina Juanda serta mengamankan dua botol masing-masing berukuran 600 mililiter sebagai sampel yang diduga bercampur air. Besoknya, Selasa, kami bersama Pertamina Jabar mengecek dan tak ada kebocoran. Dari hasil investigasi, ada oknum yang mencampurkan air ke dalam dispenser BBM pertalite,” kata Firdaus. Setelah penyelidikan lebih lanjut, pihaknya menangkap tiga tersangka, NN (31), MA (26), dan EK (52). Ketiganya bekerja sama agar mendapatkan keuntungan dari penjualan BBM dengan cara mencampur dengan air. Polisi masih memeriksa dua terduga lain yang terkait. NN, sopir truk tangki, dan MA, rekannya, menjual 1.800 liter BBM ke EK dengan harga Rp 14 juta. Truk tangki kapasitas 32 kiloliter yang berisi BBM pun dicampur atau telah diisi dengan air dan disalurkan ke SPBU Pertamina Juanda. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









