;
Kategori

Lingkungan Hidup

( 5820 )

Jagung dan Sorgum Alternatif Pangan Sehat Saat Berpuasa

02 Apr 2024

Biji-bijian memiliki nilai gizi tinggi dan bisa menggantikan nasi sebagai sumber karbohidrat utama.  Pangan jenis ini juga ramah diet khusus, mulai untuk orang dengan diabetes hingga pencernaan sensitif. Berpuasa di bulan Ramadhan bisa menjadi kesempatan emas melakukan petualangan kuliner sembari menerapkan gaya hidup sehat Dari kategori biji-bijian, jagung dan sorgum menarik untuk dicoba. Selain nikmat, kedua jenis biji-bijian ini juga cocok dikonsumsi orang-orang dengan diabetes melitus ataupun diet-diet khusus lainnya. Dari kedua alternatif itu, nasi jagung lebih akrab dengan masyarakat Nusantara. Pangan ini membantu memperlambat pengosongan lambung dan usus pada penderita diabetes melitus sehingga akan memperlambat peningkatan gula darah.

Di Kota Malang, Jatim, ada Warung Nasi Jagung Bu Sri di Pasar Oro-Oro Ombo Kota Malang. Misriati (72), pemilik warung, menuturkan, penderita diabetes menjadi salah satu pembeli di warungnya. ”Mereka memang makan nasi jagung,” katanya, Kamis (21/3). Nasi jagung Bu Sri terdiri dari nasi jagung, ikan asin, urap, kering tempe, sayur oseng kacang, tahu bumbu, serta sambal terasi. Seporsi makanan lengkap ini harganya Rp 10.000. ”Bisa minta full nasi jagung atau dicampur nasi putih,” katanya. Memiliki kadar kalori cukup tinggi membuat jagung dikatakan merupakan alternatif makanan pokok pengganti beras.

Selain jagung, juga ada sorgum, di beberapa wilayah dikenal dengan nama garai yang berasal dari Afrika. Sorgum bebas gluten yang baik untuk program diet. Di Restoran Clean Canteen, Jakarta, Rabu (27/3), Fauzan yang berprofesi sebagai juru masak menunjukkan sorgum mentah. Penampakannya mirip seperti beras. Akan tetapi, bentuk bijinya tidak lonjong. Butir-butir sorgum bulat dan kecil-kecil. Teksturnya mirip dengan nasi pera yang biasa digunakan untuk nasi goreng. Selain ”nasi” goreng sorgum, Fauzan juga mengolah biji-bijian ini menjadi tepung. Bahan itu dipakai untuk membuat panekuk ala Jepang. Fauzan ingin menunjukkan kepada pengunjung restoran bahwa sorgum merupakan bahan makanan yang fleksibel dengan beragam cara pengolahan. Salah satu pengunjung, Mira (37), mengaku masih awam dengan sorgum. ”Ternyata sorgum dari dalam negeri? Sepertinya bisa nih dicoba,” katanya bersemangat. (Yoga)

Panen Anjlok, Harga Kopi di Lampung Melambung

01 Apr 2024

Harga kopi di Lampung melonjak seiring kurangnya pasokan dari sentra produksi. Petani berharap kondisi ini tidak dimanfaatkan oleh importir untuk membanjiri pasar domestik dengan kopi impor. Saat ini, harga biji beras kopi atau green bean jenis robusta di tingkat petani Rp 50.000-Rp 52.000 per kg. Adapun harga biji kopi yang telah disangrai (roasted) Rp 75.000-Rp 85.000 per kg. Sementara harga kopi bubuk Rp 120.000-Rp 200.000 per kg menyesuaikan kualitas. Kenaikan harga itu bertahap dari semula Rp 35.000 per kg (green bean). Bahkan, pada musim panen raya yang lalu, harganya hanya Rp 20.000 per kg.

 

Abdul Charis (58) petani kopi Kecamatan Sekincau, Lampung Barat, Sabtu (30/3) menuturkan, menipisnya pasokan biji kopi petani disebabkan fenomena El Nino sehingga hasil panen petani anjlok 90 %. Dari 1 hektar lahan, hasil kopi yang didapat tak sampai 1 kuintal. Jumlah itu jauh dibandingkan dengan produksi saat normal yang bisa mencapai 1 ton per hektar. ”Saat ini, kami hanya mampu memasok ke tiga kedai kopi dari sebelumnya puluhan kedai. Stok kopi sudah susah didapat,” kata Abdul Charis. (Yoga)

PRODUKSI MIGAS : PROBLEM BERBELIT MINYAK VENEZUELA

01 Apr 2024

Lepasnya embargo yang diberikan Amerika Serikat kepada Venezuela tidak langsung membuat minyak bumi dari aset PT Pertamina (Persero) di negara tersebut bisa diangkut ke Tanah Air. Kesiapan fasilitas pengolahan minyak di dalam negeri jadi pekerjaan rumah baru yang mesti segera selesai. PT Pertamina Hulu Energi sebagai sub holding upstream Pertamina mengaku masih berdiskusi mengenai rencana teknis pengangkutan minyak dari lapangan minyak dan gas bumi (migas) di Venezuela. Alasannya, minyak yang diproduksi dari wilayah tersebut merupakan minyak berat dengan kadar sulfur tinggi. Hal itu menjadi tantangan tersendiri bagi kilang milik PT Kilang Pertamina Indonesia untuk mengolahnya, karena ada perbedaan antara spesifikasi fasilitas pengolahan dan jenis minyak yang bakal dibawa. “Ada yang menjadi pertimbangan, karena minyak di sana itu minyak berat, API degree sekitar 13, yang kedua yang jadi pembatasan adalah sulfur content,” kata Direktur Utama Pertamina Hulu Energi Chalid Said Salim saat rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi VII DPR, pekan lalu. Chalid menjelaskan, terdapat pembatasan sulfur content yang bisa diolah di kilang-kilang milik Kilang Pertamina Internasional, yakni maksimal 0,2%. Sementara itu, sulfur content minyak berat aset perseroan di Venezuela itu lebih dari 1%. Pertamina Hulu Energi (PHE) tercatat memiliki aset di Blok Urdaneta Westfield, Venezuela, lewat pengendalian bersama operasi (PBO) dengan Petroregional del Lago Mixed Company. PHE mengimpit hak partisipasi sebanyak 32%, bekerja sama dengan mitra lokal Petroleos de Venezuela S.A., PDVSA Social. Dari aset tersebut, PHE juga baru saja menarik dividen senilai US$300 juta yang sempat tertahan selama 4 tahun terakhir, karena embargo AS terhadap negara tersebut. 

Meski pengolahan minyak dari Venezuela masih jadi persoalan, Ketua Komisi VII DPR Sugeng Suparwoto meminta PHE untuk menambah investasi pengembangan, eksplorasi, dan akuisisi lapangan minyak di Venezuela. Hal tersebut untuk mengompensasi realisasi lifting nasional terus susut beberapa tahun terakhir. Adapun, realisasi lifting minyak hingga akhir 2023 berada di level 605.500 barel minyak per hari (bopd) atau 92% dari target APBN yang saat itu ditetapkan 660.000 bopd. Sementara itu, realisasi salur gas hingga akhir 2023 berada di level 5.378 juta standar kaki kubik per hari (MMscfd) atau 87% dari target tahun lalu 6.160 MMscfd. Hanya saja, investasi yang dikeluarkan untuk menahan laju penurunan produksi relatif mahal. “Di Rokan ini terlalu mahal, bayangkan produksinya 160.000 barel, tetapi fluida yang dikeluarkan itu 10.000 barel, itu yang jadi mahal, karena itu perlu listrik buat flooding uapnya,” tuturnya. Di sisi lain, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif telah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Menteri Perminyakan Venezuela Pedo Rafael Tellechea terkait dengan peluang kerja sama bidang migas di Venezuela. Dengan payung perjanjian tersebut, Pertamina, sebagai BUMN milik Indonesia di sektor energi, melalui Pertamina International EP (PIEP) diharapkan bisa menjajaki peluang dalam mengakuisisi blok-blok migas baru Venezuela. Hal itu juga untuk menguatkan eksistensi PIEP yang telah berinvestasi di Venezuela melalui perusahaan Maurel et Prom (M&P). Menteri Perminyakan Venezuela Pedo Rafael Tellechea, yang juga menjabat sebagai Presiden Petroleos de Venezuela (PDVSA), menggarisbawahi bahwa perjanjian strategis itu akan meningkatkan prospek negara Amerika Selatan tersebut di pasar Asia. Duta Besar Indonesia untuk Venezuela Imam Edy Mulyono menekankan bahwa Venezuela merupakan mitra penting Indonesia.

Julang Emas, Sumur Gas Baru di Banggai

01 Apr 2024

Eksplorasi PT Pertamina EP menemukan titik sumur gas baru bernama Julang Emas di Banggai, Sulteng. Sumur yang sedang uji produksi ini masih menunggu hasil akhir untuk mengetahui potensi terbukti. Meski demikian, temuan ini menambah potensi pengembangan di tengah rencana produksi hingga 12 miliar standar kaki kubik per hari atau BSCFD pada 2030. Pada Minggu (31/3) tim eksplorasi dari Pertamina EP melakukan uji produksi di titik sumur Julang Emas (JLE)-001 di Desa Benteng, Kecamatan Moilong, Banggai, Sulteng. Salah satu tahapan pengujian tersebut adalah dengan uji nyala (firing test) sumur.

 

”Hari ini kami melakukan uji produksi di kedalaman 2.395 meter. Sejauh ini, dari firing test yang dilakukan, hasilnya bagus dan menggembirakan. Namun, tentu terkait potensi dan kapasitas produksi nantinya setelah melalui uji yang lengkap,” kata Teddy Kusuma, testing specialist, saat mengawasi uji tersebut, di Banggai.

Uji coba kandungan lapisan sumur gas berlangsung empat jam. Tes kembali dilanjutkan empat jam berselang selama tiga hari ke depan. Henry Prasetya, drilling supervisor di sumur Julang Emas mengatakan,

”Kami bersyukur dengan temuan ini karena terlihat hasil yang baik. Ini temuan pertama di tahun ini, di mana waktu pengeboran juga lebih cepat dari target 80 hari yang ditentukan”. (Yoga)

Sejumlah SPBU di Jabodetabek Terbukti Jual Bahan Bakar Oplosan

01 Apr 2024

Sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum atau SPBU di wilayah Jabodetabek terbukti mencampur BBM dengan air dan zat lainnya. Jajaran polres Polda Metro Jaya memeriksa sejumlah SPBU untuk memastikan tidak ada lagi yang nakal dan merugikan warga. Pemeriksaan ke sejumlah SPBU gencar setelah penyalahgunaan BBM yang dicampur air diungkap Polres Metro Bekasi bersama Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Bareskrim Polri. Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi AKBP Muhammad Firdaus, saat dikonfirmasi pada Minggu (31/3) malam, mengatakan, dari keluhan dan laporan masyarakat karena kendaraannya mogok setelah mengisi BBM, pihaknya langsung bergerak menuju SPBU Pertamina 34.17106 Bekasi di Jalan Ir Juanda, Senin (25/3).

 

”Kami menginterogasi supervisor SPBU Pertamina Juanda serta mengamankan dua botol masing-masing berukuran 600 mililiter sebagai sampel yang diduga bercampur air. Besoknya, Selasa, kami bersama Pertamina Jabar mengecek dan tak ada kebocoran. Dari hasil investigasi, ada oknum yang mencampurkan air ke dalam dispenser BBM pertalite,” kata Firdaus. Setelah penyelidikan lebih lanjut, pihaknya menangkap tiga tersangka, NN (31), MA (26), dan EK (52). Ketiganya bekerja sama agar mendapatkan keuntungan dari penjualan BBM dengan cara mencampur dengan air. Polisi masih memeriksa dua terduga lain yang terkait. NN, sopir truk tangki, dan MA, rekannya, menjual 1.800 liter BBM ke EK dengan harga Rp 14 juta. Truk tangki kapasitas 32 kiloliter yang berisi BBM pun dicampur atau telah diisi dengan air dan disalurkan ke SPBU Pertamina Juanda. (Yoga)

Harga Beras Masih Tinggi, Pembeli Antre di Swalayan

01 Apr 2024

Harga beras dan bahan pokok lainnya melambung menjelang Idul Fitri. Harga beras medium masih bertengger di Rp 14.070 per kg, tidak mengalami penurunan berarti sejak awal Ramadhan. Harga komoditas lainnya, seperti cabai merah, bawang merah, daging ayam, daging sapi, dan telur, juga masih mahal. ”Sudah sebulan harga beras naik dan tidak turun-turun. Meskipun sudah ada operasi pasar, harga beras belum turun-turun,” kata Rahmat, pedagang beras di Pasar Modern Bintaro, Tangsel, Banten, Minggu (31/3). Harga beras medium, jenis beras yang paling banyak dikonsumsi masyarakat, masih di atas Rp 14.000 per kg. Beras premium dengan kualitas lebih baik harganya mulai Rp 17.000 hingga Rp 20.000 per kg.

”Pembeli protes beras mahal, tetapi tetap dibeli karena kebutuhan menjelang Lebaran,” ucapnya. Selain beras, harga bahan pokok lainnya juga meningkat pesat. Harga telur di pasar Rp 32.000 per kg, cabai merah Rp 52.000 per kg, serta harga bawang putih dan merah Rp 52.000 per kg. Sementara, pasar swalayan juga mulai dipenuhi pembeli untuk berbelanja kebutuhan Lebaran terutama beras premium yang harganya sedikit lebih murah dibandingkan di pasar tradisional, akibatnya banyak pembeli yang memenuhi pasar swalayan modern seperti yang terjadi di Kota Tangsel. Pembeli berbelanja sambil berdesakan , mengakibatkan antrean panjang di kasir swalayan.

Harga kebutuhan pokok di pasar swalayan juga masih cukup tinggi. Untuk beras premium, harganya Rp 75.000 hingga Rp 90.000 per 5 kg, telur ayam ras Rp 33.000 per kg, ayam broiler Rp 40.000 per ekor, dan daging sapi Rp 14.000 per 100 gram. ”Kami baru dapat THR dari kantor dan langsung belanja ke sini. Harga sejumlah bahan pokok lagi naik, tetapi mau bagaimana lagi. Kami butuh lebih banyak karena saat Lebaran banyak yang mau datang silaturahmi ke rumah untuk kumpul keluarga,” kata Ira Tumiarty, pembeli di swalayan. (Yoga)

Insiden Gudang Amunisi Jadi Momentum Evaluasi

01 Apr 2024

Terbakarnya salah satu unit gudang di kompleks Gudang Amunisi Daerah Komando Daerah Militer Jaya di Ciangsana, Bogor, Jabar, menjadi momentum untuk mengevaluasi secara menyeluruh keberadaan gudang

amunisi militer. Pasalnya, saat ini di sekitar kawasan itu tumbuh permukiman warga. Pengawasan terhadap penataan ruang kawasan tempat kompleks militer berada, termasuk gudang amunisi, perlu menjadi perhatian agar asas perlindungan bagi warga tetap terpenuhi. Anggota Komisi I DPR dari Fraksi PDI-P, TB Hasanuddin, mengatakan, Gudang Amunisi Daerah (Gudmurah) Kodam Jaya yang mulai dioperasikan pada 1982 pada mulanya jauh dari permukiman warga.

 

”Sekarang (kawasan di sekitar Gudmurah) sudah jadi perumahan,” ucapnya saat dihubungi dari Jakarta, Minggu (31/3). Menurut Hasanuddin, syarat mutlak gudang amunisi adalah berada jauh dari permukiman masyarakat. Jika amunisi yang disimpan seberat 5 kg, radius bahayanya berkisar 2-3 km, berarti jarak gudang amunisi dengan wilayah permukiman setidaknya 5 km. Melihat kondisi kompleks Gudmurah Kodam Jaya yang kian dikepung permukiman, Hasanuddin menilai perlu dipertimbangkan untuk memindahkan gudang amunisi ke lokasi lain yang lebih aman. Meski bukan perkara mudah, hal itu perlu dipertimbangkan secara serius. (Yoga)

Ironi Limbah Makanan

30 Mar 2024

Limbah makanan jadi masalah global. Setiap tahun, miliaran ton makanan terbuang. Hal ini jadi ironi di tengah kelaparan yang dihadapi ratusan juta orang. Laporan PBB mencatat 1,05 miliar ton makanan terbuang. Volume sampah makanan mencapai 19 % makanan yang diproduksi secara global. Di sisi lain, 783 juta orang mengalami kelaparan pada 2022 dan sepertiga umat manusia menghadapi kerawanan pangan. Dalam Laporan Indeks Limbah Makanan 2024 yang disusun Program Lingkungan PBB (UNEP) bersama Waste and Resources Action Program (WRAP) terungkap, jumlah sampah makanan naik drastis di negara-negara berpendapatan rendah dan menengah (Kompas.id, 28/3/2024).

Limbah makanan merugikan perekonomian global dan memicu perubahan iklim dan polusi. Laporan UNEP terbit menjelang Hari Tanpa Sampah Internasional yang diperingati setiap 30 Maret dan memberi perkiraan global paling akurat mengenai limbah makanan di tingkat ritel dan konsumen. Menurut Direktur Eksekutif UNEP Inger Andersen dalam keterangan di laman UNEP, sampah makanan adalah tragedi global. Jutaan orang kelaparan di tengah banyak makanan terbuang sia-sia di seluruh dunia. Dari analisis yang dilakukan, setiap orang membuang rata-rata 79 kg makanan per tahun, setara 1 miliar porsi makanan terbuang per hari di seluruh dunia. Sekitar 60 % sampah makanan berasal dari rumah tangga, 28 % dari jasa makanan, dan 12 % dari ritel.

Tingginya volume sampah makanan itu terkait perilaku masyarakat. Selain kebiasaan tidak menghabiskan makanan, sebagian warga makan tidak sesuai porsi makanannya, membeli atau memasak makanan yang tidak disukai, serta gengsi menghabiskan makanan di depan banyak orang. Pengurangan limbah pangan berperan penting dalam transformasi sistem pertanian berkelanjutan dengan meningkatkan produksi pangan, berkontribusi pada ketahanan pangan, dan pola makan sehat. Upaya ini juga menjadi salah satu  strategi utama mengurangi emisi gas rumah kaca. Selain itu, pengurangan limbah makanan membantu negara dan dunia usaha memitigasi dampak perubahan iklim. Aksi ini sekaligus bisa melestarikan dan melindungi ekosistem serta sumber daya alam, yang jadi sandaran masa depan pangan. (Yoga)

Baru Tiga Bulan, Penyaluran Beras CPP Bulog 1,08 Ton

30 Mar 2024

Perum Bulog per 25 Maret 2024 telah menyalurkan stok cadangan beras pemerintah (public service obligation/PSO) sebanyaj 1.077.206 ton atau 57,91 % dari target sepanjang tahun 1.860.122 ton. Tingginya harga beras awal tahun ini menharuskan Bulog mendistribusikan beras CPP (cadangan pangan pemerintah) hingga dua kali lipat melalui instrument Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

Menurut Direktur Transformasi dan Hubungan Kelembagaan Perum Bulog Sonya Mamoriska, penyaluran PSO untuk SPHP guna meredam kenaikan harga beras yang sudah 42,63 % dari target yang ditentukan. “Target penyaluran PSO tahun ini 1,8 juta ton, baru tiga bulan sudah 1 juta ton atau lebih dari 50 %,” ujar Sonya saat webinar Pusat Kajian Pertanian Pangan dan Advokasi (Pataka) 80 dengan tema Outlook 2024. Menjaga Stabilitas Harga dan Ketersediaan Stok Beras Pemerintah, Amankah?, Kamis (28/03). (Yetede)

KONSENTRAT TEMBAGA : Relaksasi Ekspor Belum Dapat Sinyal Perpanjangan

30 Mar 2024

Pemerintah belum memberikan sinyal untuk melakukan perpanjangan relaksasi ekspor konsentrat tembaga PT Freeport Indonesia yang berakhir Mei 2024. Presiden Joko Widodo mengatakan percepatan proses perpanjangan relaksasi ekspor konsentrat tembaga baru diurus setelah pembahasan perpanjangan izin usaha pertambangan khusus (IUPK). Belakangan, Freeport diketahui melobi pemerintah untuk memperpanjang relaksasi ekspor konsentrat tembaga sampai Desember 2024. Hal ini lantaran smelter baru Freeport di Gresik, Jawa Timur diklaim membutuhkan waktu untuk dapat berproduksi dengan kapasitas penuh setelah beroperasi secara komersial pada Mei 2024. Lebih lanjut, Presiden Ke-7 RI itu mengatakan bahwa saat ini pemerintah sedang menyiapkan revisi regulasi untuk mengakomodasi percepatan perpanjangan IUPK Freeport. Relaksasi izin ekspor konsentrat tembaga Freeport, menurut Direktur Utama PT Freeport Indonesia Tony Wenas, penting karena menyangkut potensi pendapatan negara yang hilang. Dia berujar negara bisa kehilangan pendapatan hingga US$2 miliar atau sekitar Rp31,7 triliun (asumsi kurs Rp15.872 per dolar Amerika Serikat) bila izin ekspor konsentrat tembaga Freeport tidak diperpanjang hingga Desember 2024. Berdasarkan laporan Freeport-McMoRan Inc. (FCX) kuartal III/2023, izin ekspor konsentrat tembaga PTFI sebesar 1,7 juta metrik ton yang diperoleh pada 24 Juli 2023, hanya berlaku hingga Mei 2024. Sebelumnya, perwakilan Freeport hadir menemui Kepala Negara. Chairman & CEO Freeport McMoran Inc (FCX) Richard C Adkerson, President Freeport McMoran Kathleen Quirk, dan Direktur Utama PT Freeport Indonesia Tony Wenas melakukan diskusi dengan Presiden. Tony menjelaskan bahwa dalam pertemuan berdurasi sekitar 40 menit itu, mereka membahas mengenai perkembangan terkini dari situasi pertambangan dan penghiliran. Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa kepada orang nomor satu di Indonesia itu, pihaknya turut menyampaikan terkait dengan perkembangan pembangunan smelter Freeport di Gresik Jawa Timur. Progres pembangunan smelter mencapai 92% yang diharapkan beroperasi dalam waktu dekat dan mencapai kapasitas penuh pada akhir 2024.